Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 37


__ADS_3

malam hari di kamar Nisa.


jam di dinding menunjukkan pukul 21.00 wib


Nisa menatap langit-langit kamarnya yang di hiasi lampu berbentuk bintang nan warna warni. Nisa menyandarkan badannya di atas kursi yang biasa di gunakannya untuk merias diri.


Nisa memejamkan matanya. tidak terasa, air mata jatuh membasahi pipinya.


Nisa masih saja memikirkan takdir di hidupnya. beberapa Minggu lagi, dia akan menikah dengan Anggie. mantan kekasihnya saat Sekolah Menengah Pertama. perjodohan itu memang sudah lama di rencanakan. namun, Anggie bukanlah orang yang setia. Anggie selalu mendekati wanita lain saat berpacaran dengan Nisa. hal itulah yang membuat Nisa sebenarnya tidak mau di jodohkan dengan Anggie. namun, mengingat kedua orang tuanya mempunyai hutang budi kepada keluarga Anggie. mau tidak mau Nisa harus menerima perjodohan ini. begitu pula Anggie, di dalam hatinya sudah tidak mencintai Nisa. tetapi jika Anggie tidak menerima perjodohan orang tuanya, maka semua fasilitas dari kedua orang tuanya akan di tarik. sehingga dengan terpaksa mereka berdua menerima perjodohan ini. Nisa dengan sifat sabarnya dan Anggie dengan sifat playboynya akan segera menikah dan menjadi suami istri.


"andai saja, dulu ayah gak bergantung sama keluarga Anggie. nasibku pasti tidak akan seperti ini. harus menerima perjodohan sama orang yang gak aku cinta." ucap lirih Nisa.


tidak menduga, rupanya sang ibu mendengar ucapan Nisa dari balik pintu kamar Nisa. sang ibu pun menoleh dan melihat Nisa yang nampak sedang melamun.


"maafkan ibu nak, karena ayah dan ibu. kamu harus menikah dengan Anggie. ibu merasakan betapa tersiksanya kamu. tapi, ibu tidak bisa berbuat apa-apa. karena hanya ini satu-satunya cara agar ayahmu masih bisa berbisnis dan melunasi semua hutang kepada keluarga Anggie." gumam sang ibu di dalam hatinya.


"pyarrrr!!!."


tiba-tiba sang ibu tidak sengaja menyenggol sebuah vas bunga kecil yang berada di rak samping kamar Nisa.


sontak Nisa pun menoleh karena terkejut.


sang ibu pun segera pergi dan menghiraukan pecahan beling yang ada di lantai.


Nisa keluar dari kamarnya, betapa terkejutnya ketika Nisa melihat vas bunga itu sudah hancur berkeping-keping.


"buuuu... ibu." teriak Nisa.


sang ibu yang pura-pura tidak mengetahui itu pun berjalan ke arah Nisa.


"ada apa nduk.." ucap ibunya (nduk adalah sebutan dari ibunya kepada Nisa. yang berarti anak perempuan).


"ini vasnya siapa ya yang mecahin?." tanya Nisa heran.


"ibu enggak tahu nduk, ibu dari tadi ada di dapur. mungkin si Ami." jawab sang ibu (Ami adalah nama kucing milik Nisa).


"bukannya Ami udah tak masukin kandang jam delapan tadi Bu." Nisa mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"mungkin saja tikus nduk, sudah. ibu akan menyapunya agar tidak mengenai kakimu." ucap sang ibu sembari mengambil sapu dan pengki.


"sejak kapan rumah ini ada tikusnya." ucap Nisa lirih.


tetapi, Nisa tidak ambil pusing dengan apa yang terjadi barusan. setelah ibunya selesai membersihkan pecahan beling dari vas bunganya itu, Nisa kembali ke dalam kamar. sang ibu menutup pintu kamar anaknya tersebut.


Nisa berbaring di atas ranjangnya. memejamkan mata, berharap hari akan berjalan lambat dan ada sebuah keajaiban yang bisa membatalkan pernikahannya dengan Anggie. tentu saja, pernikahan yang tidak di dasari rasa cinta hanya akan membuat batin tersiksa. apalagi, sifat Anggie yang suka berganti-ganti wanita. membuat Nisa semakin enggan untuk menikah dengan Anggie. wanita mana yang mau di duakan dan cintanya di bagi-bagi. meski umur Nisa baru beranjak ke delapan belas tahun. namun, nampaknya Nisa sudah berfikir panjang untuk melewati masa depannya bersama Anggie. orang yang tidak di cintainya.


tidak terasa, alarm Nisa berbunyi pukul 06.00 wib pagi hari. Nisa terkaget dan tangan kanannya segera meraih alarm yang ada di nakas kecil samping ranjang tidurnya. dimatikannya alarm dan Nisa kembali tidur.


"aduh salah nyeting alarm lagi. harusnya alarm nanti siang jam satu." ucapnya lesu dan kembali tidur.


siang ini, kami bertiga (Nisa, aku, dan fia) akan berbelanja kebaya yang cocok untuk wisuda kelulusan. yang mana akan dilaksanakan esok hari di sebuah gedung. sekarang pukul 09.00 wib Nisa masih belum terbangun dari tidurnya.


sang ibu mengetuk pintu kamar Nisa, namun, Nisa yang tertidur nyenyak nampak tidak mendengar ketukan pintu itu.


"ndukkk... niss.... bangun nak sudah siang." ucap sang ibu yang berdiri di depan pintu.


sang ibu mencoba memegang gagang pintu dan ternyata kamar Nisa tidak terkunci.


sang ibu memasuki kamar dan terduduk di ranjang Nisa. di samping Nisa yang masih tertidur pulas.


"ada apa bu..." ucap Nisa yang masih lesu.


"ibu habis di telpon pak Herman (ayah dari Anggie). katanya hari ini kamu dan Anggie akan fitting gaun pernikahan." ucap sang ibu.


"lho Bu. hari ini aku ada janji sama temen-temen." ucap Nisa lesu.


Nisa meregangkan kedua tangannya sehingga terdengar suara kretek dari tulang-tulangnya.


"janji apa nduk?." tanya sang ibu.


"aku mau nyari kebaya yang cocok buat wisuda bu. sama temen-temen aku. boleh ya.. fitting gaun pernikahannya di undur aja" ucap Nisa dengan wajah memelas, berharap jika sang ibu mau mengijinkannya pergi bersama teman-teman.


"Yo gak bisa to nduk. ini Anggie juga udah jalan kesini kata ayahnya kok." ucap sang ibu.


"Bu.. tapi kan wisudanya besok. aku belum ada persiapan lho." ucap Nisa.

__ADS_1


"soal itu biar ibu yang siapin. sekarang kamu pergi mandi sebelum Anggie nyampe sini." ucap sang ibu.


"lho Bu..." ucap Nisa lemas.


"udah gak usah membantah ibu nis. sekarang mandi." ucap sang ibu.


"yaudah Nisa mandi dulu." ucap Nisa sembari beranjak dari ranjangnya. Nisa mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. tak lupa, dia membawa handphonenya secara diam-diam untuk memberitahu aku dan fia.


sampai di depan kamar mandi. Nisa mencoba mengirim pesan kepada aku dan fia.


"Mel... maaf banget hari ini aku gak bisa ikut nyari kebaya bareng kalian. aku ada acara keluarga mendadak yang gak bisa aku tinggalin." isi pesan WhatsApp Nisa kepadaku.


aku terkejut membaca pesan dari Nisa.


"acara apa si Nisa kok dadakan banget." gumamku dalam hati.


"acara apa Nisa?." tanyaku kepada Nisa.


"aku gak bisa jelasin sekarang. besok saja ya Mel." Nisa membalas pesanku.


tidak lama kemudian, fia memanggilku lewat panggilan WhatsApp.


"halo, gimana fi?." jawabku.


"Mel, Nisa ngebatalin acara hari ini ya?." tanya fia padaku.


"kamu udah tau?." tanyaku balik.


"barusan Nisa ngirim pesan WhatsApp ke aku. gak bisa ikut nyari kebaya buat besok. tapi dia gak nyebutin si alesannya kenapa." suara fia terdengar heran.


"sama fi, Nisa juga gak ngasih tahu alasan dia gak bisa ikut nyari kebaya hari ini. sebenarnya mau kemana si Nisa." ucapku yang juga heran.


"yaudah gapapa kita pergi berdua aja nanti. besok kita tanya Nisa waktu di gedung aja. dah dulu ya Mel. aku lagi ngasih makan ikanku nih. sampai ketemu nanti." ucap fia.


"iya fi. sampai ketemu nanti" ucapku.


panggilan pun di akhiri oleh fia.

__ADS_1


dalam benakku, masih terfikir kan Nisa. apa lagi yang terjadi dengan Nisa.


__ADS_2