
"huft panas sekali ya fi." aku berbicara kepada fia yang berjalan di sampingku.
"iya nih jajan dulu gak siiii...!!!." ucap fia mengajak ke kantin.
"yok..!." sahutku.
aku dan fia berjalan bersama menuju kantin. sembari melihat sekeliling apakah Azzam benar-benar membolos hari ini.
dalam hatiku masih saja bergumam penasaran "kemana perginya Azzam? mungkin dia membolos? tadi dia menjemputku, lalu aku pulang seama siapa?. hmmm nakal sekali anak ini.."
pukul 12.00 wib
bel tanda istirahat sudah berbunyi. aku mencoba lagi mencari azzam. kutanya pada salah satu teman satu kelasnya. ternyata benar, Azzam tidak masuk hari ini tanpa keterangan.
pukul 16.00 wib
aku berjalan menuju gerbang dari ruang kelasku. dengan perasaan khawatir tapi juga kesal aku mencoba menghubungi Azzam lewat panggilan WhatsApp.
"halo sayang??." suara Azzam mengangkat panggilanku.
"kamu dimana? seharian gak kulihat di sekolah. kamu bolos lagi? sekarang lagi dimana!!." jawabku dengan nada ketus.
"jangan marah dulu sayang." Azzam menjawab.
"aku pulang sama siapa ini kalo kamu bolos." ucapku sambil marah.
"bentar lagi aku sampe ni sayang." ucap Azzam lagi.
"sampai mana? emang kamu lagi di mana sih?." tanyaku terheran-heran.
"aku udah sampai di samping sekolah, kamu jalan dikit kesini ya. aku takut nanti ada guru yang lihat aku." Azzam menyuruhku berjalan ke arah samping sekolah.
"nakal banget kamu ya!!." jawabku sambil mematikan panggilan.
aku berjalan dari loby, melewati taman, menuju gerbang dan setelah lima menit aku sampai di samping sekolah. tempat dimana Azzam memintaku berjalan kesini. kulihat Azzam yang sedang duduk di atas motornya.
"kamu kemana hari ini gak masuk kelas?." aku bertanya kepada Azzam.
"maaf sayang, panas banget hari ini kan upacara.. aku gak kuat." Azzam menjawab sambil memasang muka memelas.
"kamu tadi malem gak bales chatku sejak jam delapan. kukira kamu tidur, terus kamu kemana semalam?." tanyaku.
"maaf sayang..." ucap Azzam sambil memegang kedua tanganku. tapi kali ini, matanya nampak sudah tidak berwarna merah seperti tadi pagi.
__ADS_1
"halah, sudah berapa kali kamu membolos. bikin malu aku aja. kan yang lain jadi mengira kamu sama aku kok tambah nakal aja!!." sambil membonceng aku memarahi Azzam.
"aku beliin ice cream deh, jangan marah-marah lagi ya sayang.. hehe." Azzam mencoba merayuku.
Azzam mengajakku berhenti di depan sebuah swalayan. Azzam menggandeng tanganku dan mencoba membujukku agar tidak merajuk lagi.
"dah yuk, jangan ngambek lagi." ucapnya sambil menggandengku masuk ke dalam swalayan.
aku masih terdiam, menandakan rasa kesalku yang belum hilang terhadap Azzam.
"mau ice cream yang mana sayangku.. kamu bebas memilih yang kamu suka." Azzam berkata sambil memilihkan beberapa ice cream yang aku suka.
"gak mau, gak pengen!." jawabku ketus.
"udah ni, udah cukup segini? atau mau nambah lagi?." tanya Azzam sambil memperlihatkan keranjang yang berisi enam ice cream coklat kesukaanku.
"ya." jawabku yang mulai luluh dengan kata-katanya.
setelah itu, kami duduk di kursi yang berada di depan swalayan. sambil memakan ice cream yang dibelikan Azzam tadi aku mencoba bertanya kenapa dia hari ini membolos lagi.
"kamu kenapa hari ini bolos lagi? bukannya kamu gak ikut touring semalam? lalu kamu kemana tadi?" aku bertanya dengan nada lirih kali ini rasa kesalku sudah mereda.
"emm gini sayang tadi pagi kan aku angkat telepon ya. ternyata temenku yang semalem ikut touring ada yang pecah ban, karena jaraknya lebih dekat jalan pulang daripada lanjut touring. akhirnya dia menyuruhku menjemput. aku menjemput temenku yang, itulah kenapa aku gak masuk hari ini." ucap Azzam tanpa jeda.
"si Roni yang, anak club' yang kemarin ngajak kita bicara itu lho." ucap Azzam yang mencoba mengingatkanku kepada Roni salah satu teman motor club'nya.
"lalu kenapa gak balik ke sekolah? malah membolos!." kali ini aku kembali kesal.
"sayang kan tau ini hari Senin. sudah pasti kalo telat bakal di hukum muterin lapangan abis upacara. panas banget sayang... yaudah aku gak balik ke sekolah." Azzam menjelaskan padaku sambil memakan ice cream.
"lalu kamu kemana?." tanyaku lagi.
"di rumahnya Roni sayang." jawab Azzam.
"mau sampai kapan si kamu kek gini. kali-kali pentingin sekolah dulu lah. ini udah mau kenaikan kelas, kalo kamu gak naik gimana? aku juga pasti ikut malu." aku mencoba menasehati Azzam agar tidak membolos.
"iyadeh sayangku, cintaku, manisku. aku gak akan bolos lagi.." ucapnya sambil mencubit pipi chubbyku.
"hiss apasih kamu. awas ya kalo aku denger kamu bolos lagi" aku memarahinya lagi.
aku dan Azzam menikmati suasana sore dengan memakan ice cream coklat kesukaan.
pukul 17.20 wib
__ADS_1
matahari mulai terbenam, tanda hari sudah menjelang malam.
"dah yok pulang, udah sore ni yang." ajak Azzam kepadaku.
"iya." jawabku singkat.
aku dan Azzam pulang bersama.
suatu pagi di bulan Juli tahun 2017.
pukul 07.00 wib di depan kelas teknik bangunan dan perkayuan. terlihat suasana nampak ramai. para siswa sangat ceria melihat kertas yang di tempel di depan kelas. ya, itu adalah kertas pengumuman bertuliskan nama semua siswa yang naik ke kelas sebelas.
"yeee kita naik kelas.. yeee naik kelas.!!." ucap beberapa siswa yang namanya tercantum di dalam kertas itu.
"yesss kita naik Mel!!." ucap fia kepadaku.
"yeeee... sore ini nonton yuk fi buat rayain kenaikan kelas kita." ajakku kepada fia.
"okeee jam 5 yaa.. nanti aku aja yang jemput deh." fia mengiyakan ajakanku.
"fi bentar ya, aku mau mencari azzam" tiba-tiba aku teringat Azzam.
"Azzam kenapa lagi Mel? hari ini dia bolos lagi?." tanya fia heran.
"gak tau fi, aku ingin mencarinya. tadi pagi aku berangkat sekolah sendiri. Azzam sepertinya bangun kesiangan. dia gak bales chatku tadi pagi." aku bercerita kepada fia.
"sabar ya Mel, tapi Azzam naik ke kelas sebelas kan?." tanya fia padaku.
"gak tau juga fi, semoga saja naik. aku khawatir absensi kehadirannya yang berantakan karena sering membolos." ucapku.
"coba kamu lihat kertas di depan kelas otomotif Mel, untuk mastiin Azzam naik kelas atau tidak." ucap fia sambil menoleh ke arah kelas otomotif.
"yaudah fi, aku ke kelas otomotif dulu ya." ucapku berpamitan kepada fia.
"iya Mel." jawab fia.
aku berjalan menuju kelas otomotif, belum sampai di depan kelas otomotif, terdengar suara fia dari jauh yang memanggilku. aku masih meneruskan jalanku. tapi kali ini suaranya semakin dekat.
akhirnya aku menoleh ke belakang. kulihat fia yang lari tergopoh-gopoh sambil memanggilku.
"kamu kenapa fi?, ada apa?." tanyaku heran.
fia menarik nafas panjang, nafasnya terbata-bata terlihat fia yang merasa sangat lelah.
__ADS_1