Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 27


__ADS_3

"Anggie tu gila kali ya!." ucap Azzam di atas motor yang terlihat masih emosi.


"udah sayang, sabar ya." ucapku yang terus menenangkan Azzam.


"dia tu mancing-mancing aku terus lho sengaja agar aku mukulin dia." ucap Azzam.


"karena dia tahu kelemahanmu sayang. dia tahu kamu naik kelas bersyarat, dan sekali aja kamu dapet surat peringatan. pasti guru akan susah buat percaya lagi sama kamu." ucapku kepada Azzam.


"emang bener-bener gila si Anggie." ucap Azzam.


sementara itu, Nisa mengantarkan fia pulang. karena motor fia di pinjamkan kepada aku dan Azzam.


"bisa-bisanya ya nis, Anggie tega banget sama Azzam." ucap fia kepada Nisa.


"Anggie emang gitu orangnya fi, dia bakal lakuin apa aja buat dapetin apa yang dia mau." ucap Nisa.


"kamu kenapa bisa putus sama Anggie nis?." tanya fia heran.


"Anggie yang mutusin aku, hanya saja. aku malah merasa beruntung putus dengan Anggie." jawab Nisa kepada fia.


"hah??, kok bisa?." tanya fia keheranan.


"dulu Anggie juga dapetin aku dengan cara curang fi, dia yang merusak hubunganku sama pacarku dulu." ucap Nisa.


"maksudmu, kamu udah punya pacar sebelum sama Anggie?." fia bertanya kembali.


"iya, jadi dia buat konflik antara aku dan pacar aku. dan akhirnya, aku lebih percaya sama Anggie. kuputuskan pacarku dan memilih Anggie. setelah tahu kebenarannya aku nyesel banget fi. Anggie juga sering main wanita di belakangku. dia sering jalan sama cewek lain. disitu aku udah males banget sama anggie. tapi orang tua kami mendukung banget hubunganku sama Anggie. aku sudah mencoba membuat masalah dan memutuskan Anggie. tapi dia toxic fi. dia gak bakal biarin siapa aja deket sama aku. hingga akhirnya aku terpaksa balikan sama Anggie. terakhir kalinya waktu di kafe. Anggie marah karena lihat chatku dengan teman masa kecilku. disitu dia mutusin aku. dan sudah benar-benar hilang dari kehidupanku." Nisa menjelaskan semua tentang Anggie kepada fia.


"oh, jadi sekarang Anggie mengincar Amel. sehingga dia bertekad untuk membuat Azzam keluar dari sekolah. atau Azzam tidak naik kelas." ucap fia yang sudah tidak penasaran.


"iya, kita semua kan tahu. kalo Azzam naik kelas sebelas bersyarat. kalo Azzam melakukan pelanggaran lagi sudah pasti dia tidak naik kelas. kasihan, hubungannya dengan Amel juga akan berakhir karena ayah Azzam tidak akan merestui jika Azzam tidak naik kelas." ucap Nisa sembari menyalakan lampu send ke kiri, rumah fia sudah terlihat dari arah mereka.


tiba di depan rumah fia, fia turun dari motor.


"makasih ya nis." ucap fia.


"sama-sama fi, jangan lupa besok pagi kuhampiri di sini. motormu kan masih sama Azzam." ucap Nisa sambil merapikan tatanan rambutnya yang tadi terhempas angin.

__ADS_1


"oke nis, gak mampir dulu?." ucap fia menawari Nisa untuk mampir ke rumahnya.


"lain kali aja ya fi. udah sore nih." ucap Nisa sembari menjalankan lagi motornya.


"dadah.." fia melambaikan tangan kepada Nisa.


fia berjalan masuk ke rumah dan Nisa melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.


kini, malam sudah berganti pagi.


Seperti biasa, aku bersiap dan menunggu Azzam di depan rumah.


Azzam menghampiriku dengan motor fia.


"entah kenapa, banyak sekali rintangan dalam hubunganku dan Azzam. semoga Azzam bisa sabar dan kuat." ucapku dalam hati.


"sayang!." ucap Azzam menyadarkan lamunanku.


"eh, iya sayang." jawabku terkaget.


"kamu mikirin apa sih?, pagi-pagi udah melamun aja." tanya Azzam sembari memakaikan helm padaku.


"nanti, di jam istirahat. kamu temenin aku ambil motor di bengkel ya." ucap Azzam.


"oke." jawabku singkat.


aku dan Azzam berangkat menuju sekolah.


tak lupa, aku membelikan dua buah baju untuk Nisa dan fia. sebagai tanda terima kasihku karena sudah di pinjami motor.


sampai di sekolah, lagi-lagi aku berpapasan dengan Anggie saat berjalan di loby.


"Hay Amel." Anggie menyapaku.


aku hanya terdiam saja. entah rasanya masih kesal sekali dengan apa yang sudah Anggie perbuat kemarin sore.


"mending kamu putusin Azzam Mel. dia gak bakal naik kelas ke kelas dua belas. aku pastiin." ucap Anggie yang berjalan pelan di sampingku.

__ADS_1


"apa sih mau Lo nggie!." teriakku seraya menoleh ke arah Anggie.


sontak, Anggie pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arahku.


"waw... Amel marah kalo pacarnya di roasting." ucap Anggie sambil bertepuk tangan.


"mau Lo gimana?, kenapa sih Lo gangguin Azzam terus. dia salah apa sama Lo nggie!." ucapku kepada Anggie. kedua tanganku mengepal erat. terlihat betapa kesalnya aku terhadap Anggie.


"asal kamu putus sama Azzam dan menjadi pacarku, aku bakal berhenti gangguin Azzam." ucap Anggie yang tersenyum sinis kepadaku.


"Gilak ya Lo nggie!!, dulu Lo sia-siain gue. Lo PHP gue karena Lo lebih memilih nisa. sekarang Lo mati-matian buat hancurin hubungan gue dan Azzam. gak habis pikir gue sama Lo!." ucapku kesal.


"yaaa emang gitu sih. kalo Lo gak mau putus sama Azzam dan jadi pacar gue ya gitu. kayaknya bakal ada yang gak naik kelas dan hubungannya bakal putus deh." ucap Anggie dengan santainya.


"Gilak gue lama-lama ngobrol sama Lo!!." ucapku seraya berjalan meninggalkan Anggie yang berada di loby.


aku melanjutkan perjalananku ke kelas. kulihat, Nisa dan fia sudah berada di meja bangku masing-masing.


aku menghampiri Nisa dan fia.


"nis, fi. makasih ya kemarin udah nolongin aku dan Azzam." ucapku kepada Nisa dan fia.


"memang sebagai sahabat, kita harus saling bantu." jawab Nisa sambil tersenyum.


aku memberikan baju yang sudah kubeli tadi. mereka nampak senang menerima.


tepat jam 09.00 wib tanda bel istirahat berbunyi.


aku keluar kelas dan terlihat Azzam sudah menungguku di depan.


aku dan Azzam berjalan ke bengkel samping sekolah. dimana motor Azzam di titipkan kemarin.


setelah itu, kami membawa motor ke parkiran.


aku mencatat di buku harianku, hari, tanggal, dan waktu saat Anggie mengerjaiku dan Azzam kemarin. tentu saja, aku sedang mengumpulkan bukti yang akan aku gunakan untuk membela Azzam jika di kemudian hari Azzam khilaf dan memukul Anggie. karena kutahu, aku tidak bisa terus berada di samping Azzam untuk menenangkannya setiap waktu, Azzam pasti punya titik kesabaran sendiri. jadi, jika suatu saat azzam terancam di beri surat peringatan. aku masih bisa membelanya.


di sore hari ini, aku dan Azzam akhirnya bisa membawa motor pulang dalam keadaan yang sudah di perbaiki.

__ADS_1


di dalam kelas, Anggie masih memikirkan bagaimana cara untuk menjebak Azzam berikutnya.


"gimana caranya menjebak Azzam agar membolos ya. sementara Azzam berangkat sekolah bareng Amel terus. hmm nampaknya aku harus mencari cara lain agar Azzam kena surat peringatan." ucap Anggie dalam hatinya.


__ADS_2