Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 38


__ADS_3

di sisi lain, Anggie sudah berada di depan rumah Nisa. ibu menyambut kedatangan Anggie.


"nak Anggie, ayo masuk dulu nak." ucap ibu.


"baik Bu." ucap Anggie seraya mengikuti ibunda Nisa untuk masuk kedalam rumah.


ibu berjalan ke arah kamar Nisa, sementara Anggie duduk di kursi tamu.


"nduk....udah belum dandannya.. Anggie udah nungguin." ucap ibu seraya berjalan ke kamar Nisa.


"bentar bu..." ucap Nisa.


Nisa terlihat lemas dan malas untuk keluar dari kamar. hingga ibunya datang menghampiri.


"kamu itu kenopo to nduk.. ibu ngerti perasaanmu seperti apa. tapi ibu juga gak bisa berbuat apa-apa. apa kamu tega kalau sampai ayah dan ibu ini jatuh miskin nduk?." ucap ibu kepada Nisa.


"Nisa tetep nikah sama Anggie kok Bu, sesuai keinginan ayah dan ibu." ucap Nisa.


"yasudah, sekarang keluar dari kamar dan temui Anggie ya." ucap ibu seraya mengelus-elus kedua lengan Nisa.


beberapa saat kemudian, Nisa keluar kamar dan berjalan menuju ruang tamu. raut wajah Anggie pura-pura tersenyum saat melihat Nisa dan ibunya berjalan ke arahnya.


"wah Nisa udah siap ya." ucap Anggie.


"iya." jawab Nisa singkat.


"yasudah Bu, aku sama Nisa pamit dulu ya mau fitting baju pernikahan. nanti, sekalian keperluan kebaya dan lain-lain untuk wisuda kelulusan Nisa akan Anggie siapkan juga Bu. agar ibu tidak usah repot lagi." ucap Anggie kepada ibunda Nisa.


"Anggie meskipun pura-pura aku berharap kamu bisa berubah setelah menikah. bagaimanapun nanti aku harus berbakti padamu jika sudah jadi suami istri, huff...." gumam Nisa di dalam hatinya.


"dih!!!. kalo gak karena ayahu yang minta ini semua. aku gak akan mau balikan sama Nisa. hanya karena hutang sampai ngejatuhin diri mau nikah sama gue."


"hati-hati ya kalian." ucap ibunda Nisa.


"iya Bu." jawab Nisa seraya mencium tangan ibunya. di susul oleh Anggie juga mencium tangan ibunda Nisa.


Anggie dan Nisa berjalan keluar rumah. Anggie membukakan pintu mobil untuk Nisa. Anggie memang bersikap manis saat berada di depan orang tua Nisa. mengingat Anggie dan Nisa memang sudah pernah berpacaran saat Sekolah Menengah Pertama. dahulu, Anggie menerima dengan senang hati saat dijodohkan dengan Nisa. bukan tanpa alasan, karena Nisa memang gadis cantik dan pandai bernyanyi. tetapi, sekarang Anggie tidak lagi senang di jodohkan dengan Nisa saat mengetahui jika perjodohan mereka hanya karena hutang piutang keluarga Nisa yang tidak bisa di lunasi. sehingga Anggie berfikir bahwa keluarga Nisa hanya memanfaatkan kebaikan keluarganya.

__ADS_1


"Nis, Nis. dulu Lo di sekolah bela-belain azzam sama Amel. Lo jelek-jelekin gue di depan mereka." ucap Anggie di dalam mobil.


"gue gak jelek-jelekin lu nggie. emang bener kan waktu SMP lu ngrusak hubungan gue hanya karena lu seneng orang tua lu ngejodohin sama gue." ucap Nisa.


"ya emang si, dulu gue suka banget sama Lo nis. sebelum gue tahu kalo ternyata di balik perjodohan ini ternyata ayah Lo banyak hutang dan yang bayarin semua ayah gue kan. tapi sekarang, gue udah tau Lo cuma mau manfaatin kebaikan keluarga gue aja kan biar keluarga Lo gak jatuh miskin." ucap Anggie kepada Nisa.


Nisa hanya terdiam saja, mau bagaimanapun. keluarganya memang bergantung dengan keluarga Anggie. ayah Nisa memang mempunyai banyak hutang.


Nisa dan Anggie tiba di depan rumah seorang desainer terkenal di kota mereka.


Nisa mencoba gaun yang akan dikenakan saat hari pernikahannya.


Anggie terlihat datar dan hanya sibuk memainkan handphone. hingga sang desainer ini bingung.


"kenapa mereka gak kayak pengantin lain yang kalo fitting baju pasti antusias memilih dan wajahnya sumringah. tapi ini, calon pengantin lelakinya seperti cuek sekali." gumam sang desainer di dalam hatinya seraya memilihkan gaun untuk Nisa.


"kalian ini nikah muda ya?." tanya mbak Bella. begitulah panggilan untuk desainer gaun pengantin ini.


"emm iya mbak." jawab Nisa.


Nisa juga membalas senyum dari mbak Bella. sementara Anggie, masih sibuk dengan handphonenya.


di sisi lain, aku bergegas menuju rumah fia. tak lupa, aku mengirim pesan WhatsApp kepada Azzam untuk memberi kabar jika hari ini aku pergi bersama fia.


aku dan fia pergi ke sebuah butik kebaya yang sudah cukup terkenal di kota ini.


"kita mau pake kebaya kembaran gak Mel?." tanya fia kepadaku.


aku yang sedang asik melihat-lihat kebaya di butik ini pun terkaget karena suara fia lumayan keras.


"boleh, mau pake warna apa fi?." jawabku.


"bentar deh, aku juga lagi nyari model yang bagus nih." ucap fia.


"kita mau kembaran berdua fi?, Nisa gimana?." tanyaku kepada fia.


"oh iya, coba di telfon Mel." fia memintaku untuk menghubungi Nisa.

__ADS_1


beberapa kali kucoba hubungi lewat panggilan WhatsApp dan line. namun, tidak ada jawaban dari Nisa.


"gak di jawab fi, Nisa Lagi sibuk mungkin." ucapku.


"terus gimana Mel?, mau kembaran sekalian gak Nisa?." tanya fia.


"tunggu bentar kali ya fi. mungkin bentar lagi Nisa nelfon balik." jawabku kepada fia.


benar saja, tidak lama kemudian Nisa memanggilku lewat aplikasi line.


"halo nis, aku sama fia lagi di butik kebaya nih buat persiapan besok. kita mau pake kebaya kembar. kamu tertarik ga?, kalo tertarik kita ambil tiga buat kamu satu." ucapku.


"emmm, gak usah Mel. kebayaku, udah di siapin sama Anggie." ucap fia.


"oh, yaudah Nis." kututup panggilan line dari Nisa.


"gimana Mel?." tanya fia.


"kebaya Nisa udah di siapin sama Anggie. jadi, kita kembaran berdua aja gapapa ya?." tanyaku kepada fia.


"hmmm yaudah deh. Nisa jadi agak sombong semenjak mau nikah sama Anggie deh!." ucap fia kesal.


"fi, mungkin Nisa lagi sibuk mempersiapkan pernikahannya. Nisa bukan orang yang sombong kok, kita udah kenal lama kan sama Nisa." aku menimpali fia.


"Mel, Mel. kebaya warna Sage ini bagus gak?." ucap fia seraya menunjukkan kebaya warna Sage yang terlihat elegan.


"bagus fi, kamu suka yang ini?." tanyaku.


"emm suka, tapi aku nanya kamu dulu. kan yang mau make kita berdua." ucap fia padaku.


tatapan mata fia tidak bisa membohongiku, nampak fia yang sangat kecewa dengan Nisa. di hari wisuda kelulusan, Nisa justru tidak mau menggunakan kebaya kembar denganku dan fia. bahkan, memakai kebaya yang sama saat wisuda kelulusan ini sudah di rencanakan lama oleh fia. sebagai tanda persahabatan kita (Amel,Nisa,fia) selama tiga tahun di Sekolah Menengah Kejuruan.


"bagus fi, aku juga suka warna Sage. ambil yang ini aja deh." ucapku kepada fia.


"oke deh, kita coba dulu gak si." ucap fia seraya berjalan ke arah ruang fitting.


aku berjalan mengikuti fia untuk mencoba kebaya yang sudah di pilih berwarna Sage ini.

__ADS_1


__ADS_2