
fia menghabiskan masa liburannya sendiri di kota. sementara aku, menghabiskan masa liburanku bersama Azzam. sang kekasih hati.
hari ini adalah hari Minggu, dimana hari terakhir liburan akhir semester yang sudah tidak terasa hampir selesai.
pukul 09.00 wib. "hoaammm." (menguap) aku terbangun dari tidurku yang sangat pulas.
siang ini, Azzam dan aku memang sudah merencanakan untuk pergi ke kota. kami akan menonton film baru bergenre kisah cinta anak SMA.
aku sangat antusias mengingat hari ini adalah hari terakhir liburan. dan besok, aku serta semua siswa akan kembali ke sekolah dengan memakai bet baru, yaitu bet kelas sebelas.
Azzam akan menjemputku nanti tepat pukul 10.00 wib. aku masih punya waktu bersiap dan berdandan sebelum Azzam sampai disini.
tepat pukul 10.05 wib Azzam sudah sampai di depan rumahku. begitupun aku, sudah menunggu azzam di gazebo depan rumah sejak pukul 09.50 wib tadi.
kami berangkat menuju kota. kami memilih waktu 11.00 wib untuk menonton. sementara sekarang masih jam 10.35 wib. aku dan Azzam memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran untuk makan, sembari menunggu waktu menonton tiba.
di sisi lain, fia juga pergi menonton film bergenre kisah cinta anak SMA ini. ternyata, fia juga memilih jam menonton yang sama dengan kami, yaitu pukul 11.00 wib.
selesai makan, aku dan Azzam menuju bioskop. tempat kami akan menonton film bergenre kisah cinta anak SMA itu.
sampai di depan studio bioskop, aku menuju monitor tempat menukarkan tiket yang sudah kami pesan lewat aplikasi. aku menyecan barcode pada scanner, dan muncul dua kertas tiket bioskop untukku dan Azzam.
"filmnya di putar jam sebelas sayang, sekarang masih jam sebelas kurang sepuluh menit." ucapku kepada Azzam.
"yaudah, kita beli popcorn dulu yok." ajak Azzam seraya menggandeng tanganku.
Azzam tidak pernah sedikitpun malu menunjukkan perhatiannya padaku, meskipun kami sedang berada di tempat yang ramai sekalipun.
Azzam memesan satu mix popcorn berukuran medium, serta dua cola sebagai minumnya.
"lagi gak yang?." tanya Azzam padaku sambil memberikan popcorn yang di belinya.
"eh udah kok sayang, ini aja udah cukup untuk camilan kita saat nonton nanti." ucapku sambil berjalan menuju meja cafe XXI. sementara Azzam, masih berdiri menunggu dua cola yang sedang di siapkan oleh barista.
__ADS_1
aku melihat-lihat suasana sekeliling, pandanganku terhenti di depan pintu masuk. terfokus dengan salah satu perempuan muda yang sedang berdiri di tengah ramainya lalu-lalang orang keluar masuk bioskop.
"seperti tidak asing." gumamku sambil menyipitkan mata memperhatikan perempuan itu. kini kulihat dia akan membuka maskernya.
"fia, sepertinya fia juga hendak menonton film terbaru ini." ucapku lirih.
tiba-tiba saja fia tersadar jika sudah kuperhatikan sejak tadi. dia merasa terkejut, matanya terbelalak melihatku dan dia berjalan menjauh. seperti menghindari pandanganku.
"kenapa dengan fia?." tanyaku dalam hati.
"entahlah." kali ini aku berucap lirih.
"sayang... " ucap Azzam.
"sayang...." ucap Azzam lagi.
"sayang!." ucap Azzam dengan nada lumayan keras.
"eh, iya yang." jawabku terkejut.
"tadi aku lihat fia, yang." ucapku sambil menatap mata Azzam.
Azzam yang masih berdiri di depanku merasa heran.
"dimana yang?." tanya Azzam penasaran.
"di depan pintu masuk tadi yang, tapi setelah fia melihatku. dia seperti menghindar." ucapku kepada Azzam.
"yaudah lah yang, mungkin fia terburu-buru." jawab Azzam dengan santai.
aku dan Azzam berjalan memasuki studio nomor lima. dimana tempat kami akan menonton. aku menyerahkan dua tiket kepada petugas bioskop, sementara Azzam memegang dua cola di tangannya.
aku sengaja memilih dua kursi di pojok kanan paling atas.
__ADS_1
aku berjalan menuju kursi yang sudah ku booking. letaknya memang paling atas dan paling pojok, membuat aku harus menaiki tangga di tengah-tengah penonton. diantara banyaknya penonton, tak sengaja aku melihat fia lagi. nampaknya fia juga melihatku, tetapi dia hanya diam memalingkan padangan dan seolah-olah tidak melihatku.
tepat pukul 11.00 wib. film mulai di putar. aku dan Azzam sangat menikmati film bergenre kisah cinta anak SMA ini.
di sisi lain, fia merasa sangat kesal.
"kenapa harus ketemu mereka (aku dan Azzam). kenapa aku harus menyaksikan mereka berduaan lagi. harusnya besok saat berangkat sekolah baru ku pasang topeng pura-pura senang di depan hubungan mereka, kenapa harus ku mulai hari ini hufff." ucap fia dalam hati.
hati kecilnya benar-benar tidak bisa berbohong jika memang fia masih mengharapkan Azzam. dalam hati, fia masih belum rela jika harus menyaksikan kisah cintaku dan Azzam yang selalu romantis.
"harusnya aku yang sekarang berada di posisimu Mel, bukan kamu. kamu dulu gak cinta sama Azzam. tapi nyatanya?, kamu tetap menerima cinta dari azzam. salahku juga tidak terus terang denganmu Mel, jika aku menyukai Azzam. jadi aku tidak mungkin menyalahkan mu jika menerima cinta dari Azzam. ahh bodoh sekali aku." fia bergumam di dalam hati.
nampaknya fia tidak menikmati film yang sedang di putar ini, wajahnya nampak gelisah.
sementara itu, aku dan Azzam saling berpegang tangan. menikmati film yang sedang di putar saat ini, sesekali Azzam menyuapiku popcorn yang di belinya tadi.
kulihat fia keluar dari barisan kursi yang di dudukinya. dia melangkah keluar studio.
"lho, itu fia kok keluar studio yang. filmnya masih lama lho." aku berkata kepada Azzam.
"mungkin mau ke toilet sayang." jawab Azzam dengan santainya.
"hmmm..." aku menimpali azzam, aku terus memandangi fia hingga ujung pintu studio.
memang, setelah aku memutuskan untuk menerima cinta dari Azzam, fia nampak berbeda. fia kadang suka menyendiri, kadang juga terlihat ceria. tapi di mataku, fia terlihat mendukung hubunganku dengan Azzam.
sudah sekitar tiga puluh menit sejak fia keluar studio tadi. tidak terlihat fia balik ke ruangan studio.
aku semakin heran. "mana mungkin ke kamar mandi selama ini. bukannya ini sudah setengah jam semenjak dia keluar tadi. filmnya juga masih lama di putar. kemana fia?." tanyaku dalam hati.
akhirnya, selesai sudah film bergenre kisah cinta anak SMA ini, setelah dua jam sepuluh menit film di putar. penonton pun mulai antri untuk keluar dari pintu studio.
aku bangun dari tempat dudukku, di susul Azzam yang juga bangun dari tempat duduknya. aku dan Azzam berjalan menuruni tangga dengan membawa sampah popcorn dan cola untuk di masukkan ke tempat sampah yang di sediakan petugas bioskop.
__ADS_1
aku dan Azzam berjalan keluar studio. Azzam tersenyum padaku, dia juga menggandeng tanganku. menampakkan hari ini dia sangat senang. akupun tersenyum padanya. namun, didalam hatiku masih terfikir. kemana perginya fia.