Sumpah Serapah Mantan Kekasih

Sumpah Serapah Mantan Kekasih
bab 31


__ADS_3

keesokan harinya.


aku dan Azzam mendatangi ruang Bimbingan Konseling.


"permisi." ucap Azzam.


"masuk, oh Azzam sama Amel. duduk nak." ucap Bu Winda.


Bu Winda yang berada di dalam ruangan mempersilahkan aku dan Azzam masuk.


"ada apa zam?." tanya Bu Winda setelah aku dan Azzam duduk di kursi yang biasa di gunakan untuk menerima tamu di ruang Bimbingan Konseling.


"emm begini buk, sebelum keputusan dari pihak sekolah keluar. saya mau mengajukan beberapa bukti jika Anggie yang memancing semua permasalahan ini Buk." ucap Azzam kepada Bu Winda.


"bukti apa zam?. ibu boleh tau?." tanya Bu Winda yang terlihat penasaran.


"jadi, pada tanggal dan hari yang Amel catat di buku diary kecil ini adalah tanggal dimana Anggie mengerjai saya Buk. kedua ban sepeda motor saya di kempesin sama Anggie. kalo Bu Winda gak percaya coba cek cctv di tanggal dan waktu itu Bu." ucap Azzam seraya memberikan buku diary kecil itu.


Bu Winda yang merasa penasaran sontak membuka buku tersebut dan mengambil laptopnya untuk memutar cctv.


Bu Winda tiba-tiba mengerutkan dahinya. entah apa yang Bu Winda lihat. sebenarnya aku dan Azzam tidak mengetahui pasti kejadian saat Anggie mengempeskan ban motor Azzam di parkiran. kami hanya melihat Anggie keluar dari parkiran dan mengakui perbuatannya saat berada di depan ruang otomotif.


"Bu Winda akan rekam cctv ini ya. kalian mau lihat juga?." ucap Bu Winda seraya membalik laptopnya dan menghadapkannya kepada aku dan Azzam.


aku dan Azzam sangat terkejut melihat rekaman cctv yang di putar oleh Bu Winda. terlihat Anggie berjalan dari pintu masuk parkiran membawa dua buah paku tajam, melihat ke Kanan dan ke kiri untuk memastikan situasi masih sepi. lalu berjalan menuju motor Azzam. Anggie menancapkan paku itu di kedua ban motor Azzam. bukan hanya di menancapkan, tetapi Anggie juga menggunakan batu untuk memukul paku itu sehingga ban kempes seketika.


"Anggie tega banget." ucapku lirih.


"Bu Winda sudah merekam cctv ini agar Azzam masih di beri kesempatan untuk naik kelas. ada bukti lagi zam, Mel?." tanya Bu Winda kepada kami.


"emm ada buk, saya punya rekaman saat Anggie berbicara sendiri di loby. saya gak sengaja mendengar saat akan melewati loby." aku mengambil handphoneku dari saku baju dan memutarkan rekaman saat Anggie berada di loby. terdengar dalam rekaman, jika Anggie akan terus berusaha untuk membuat Azzam tidak naik kelas.


"kamu kirim ke WhatsApp ibuk ya Mel." ucap Bu Winda.


"baik Bu." aku mengirim rekaman bukti itu kepada Bu Winda.

__ADS_1


"emm masih ada satu lagi buk." ucapku.


"tunjukkan kepada ibu Mel, karena tidak boleh ada kekerasan di sekolah ini. bisa membuat reputasi sekolah kita jelek di luar sana. apalagi ada murid yang menjatuhkan murid lain demi keuntungannya sendiri. ibu sangat tidak suka." ucap Bu Winda.


"waktu pertandingan futsal kemarin buk, sudahkah ibuk mengetahui jika Anggie yang mendorong Azzam di lapangan sehingga Azzam terjatuh. di situ Anggie masih meledek Azzam. memang Azzam saat itu juga terbawa emosi sehingga memukul Anggie. tetapi Buk, jika Anggie tidak memulai. tentu hal itu tidak akan terjadi. dan sehari setelah pemukulan itu, Anggie menganggu Azzam lagi. Anggie meludahkan permen karet yang sedang di kunyahnya. di ludahkan kepada Azzam, sehingga terkena sepatu Azzam. belum puas, Anggie juga meludah di baju Azzam buk. bukankah itu suatu pembullyan. lantas apakah Azzam harus diam saja Bu?." ucapku seraya menjelaskan secara rinci perkelahian Azzam dan Anggie waktu itu.


"kamu tahu dari mana mel jika Anggie meludah di hadapan Azzam?." tanya Bu Winda yang mengerutkan dahinya. terlihat tanda penasarannya sangat besar.


"saya ada videonya buk, video ini bukan saya yang ngrekam. tetapi saya dapat dari Nisa dan fia yang gak sengaja melihat kejadian itu." ucapku sambil memperlihatkan video kepada Bu Winda.


terlihat Bu Winda menyimak dengan seksama video itu. kini Bu Winda menggelengkan kepalanya.


"Bu Winda akan bantu Azzam agar dia di beri kesempatan lagi supaya bisa naik kelas. sementara Anggie, murid yang terlihat tenang tanpa masalah sejak kelas sepuluh. ternyata mempunyai etika yang sangat buruk. Bu Winda akan menindak Anggie supaya apa yang terjadi tidak akan terjadi lagi di kemudian hari." ucap Bu Winda kepada kami.


"buk, kami mohon ya bantu Azzam." ucapku memohon kepada Bu Winda.


"keputusannya ada di pihak sekolah Mel. tapi dengan bukti-bukti ini, ibuk akan berusaha agar Azzam masih di beri kesempatan. hanya saja, pihak sekolah biasanya hanya akan memilih salah satu murid bermasalah yang bisa bertahan Mel, dan yang satu akan di keluarkan atau tidak di naikkan kelas. setelah ini ibuk juga akan memanggil Anggie agar mengklarifikasi maksud dan tujuannya memperlakukan Azzam seperti ini. atau, kalian tunggu di sini sebentar. Bu Winda akan memanggil Anggie dan Nisa. Nisa itu mantannya Anggie bukan? mungkin Nisa bisa membantu menjelaskan sifat dari Anggie." Bu Winda menimpali ucapanku.


"baik, Bu." ucapku dan Azzam.


Bu Winda keluar dari ruang Bimbingan Konseling dan memanggil Anggie di kelasnya. tak lupa, Bu Winda juga memanggil Nisa di kelasku. karena kebetulan aku dan Nisa satu kelas.


terlihat raut wajah Anggie yang seperti ketakutan. entah kenapa, atau Anggie memang sudah mengetahui maksud Bu Winda memanggilnya. hanya saja, Anggie terheran karena Nisa juga di panggil. sementara Anggie dan Nisa tidak ada masalah apa-apa.


"duduk nggie, nis." ucap Bu Winda seraya mempersilahkan Anggie dan Nisa untuk duduk.


"ada apa ya bu, kok Anggie di panggil ke sini." ucap Anggie gugup.


"dengerin ibu dulu." ucap Bu Winda yang sedang mengotak Atik laptopnya.


Bu Winda memutar ulang video rekaman cctv di parkiran tadi. bu Winda memutar laptopnya menghadap anggie dan memperlihatkan video tersebut.


"Anggie, maksudnya apa ini?." tanya Bu Winda kepada Anggie.


"sial!!!!!!, kenapa aku gak kepikiran kalo di parkiran ada cctv." ucap Anggie di dalam hatinya.

__ADS_1


"Anggie, jawab Bu Winda apa alasan kamu melakukan ini." ucap Bu Winda lagi.


"emm saya kesal sama Azzam Bu." jawab Anggie dengan gugup.


"memang apa yang Azzam perbuat kepadamu sehingga kamu merasa kesal dengannya?." tanya Bu Winda kepada Anggie.


Anggie terlihat diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari Bu Winda.


"Anggie?." Bu Winda mencoba memanggil Anggie untuk bicara.


meski di panggil beberapa kali oleh Bu Winda, nampaknya Anggie tetap terdiam dan tidak menjawab alasan melakukan itu kepada Azzam.


"oke Anggie kalo tidak mau menjawab tidak apa-apa. Bu Winda punya rekaman lagi." Bu Winda memutarkan rekaman suara anggie di loby yang kukirim lewat WhatsApp tadi.


"gimana nggie?. apa jawabannya ada di dalam rekaman ini?. benarkah karena Amel tidak mau denganmu sehingga kamu ingin membuat Azzam tidak naik kelas dan di keluarkan dari sekolah?." tanya Bu Winda kepada Anggie.


"ya, bu." Anggie menjawab pertanyaan Bu Winda dengan gugup.


"Anggie, bukankah Amel dan Azzam itu pacaran sudah lama ya?. sudah satu tahun lebih. kenapa kamu mau merebut Amel dari Azzam. apa alasannya?." tanya Bu Winda heran.


"dulu Amel sempat dekat dengan saya sebelum jadian sama Azzam Bu." jawab Anggie terbata-bata.


"Amel nolak kamu dulu?." tanya Bu Winda yang semakin heran.


"gak bu." jawab Anggie.


"ibuk masih belum faham tentang apa yang Anggie bicarakan. apa ada yang bisa bantu menjelaskan Amel, Azzam Nisa?." tanya Bu Winda kepada kami bertiga.


"maaf, saya bisa membantu menjelaskan Bu." ucap Nisa kepada Bu Winda.


"silahkan Nisa." Bu Winda mempersilahkan Nisa untuk menjelaskan.


"Anggie dulu pacaran sama saya sejak SMP Bu, orang tua kami saling menjodohkan. sebenarnya saya dulu gak suka sama Anggie dan waktu SMP juga saya udah punya pacar kok buk. tapi Anggie ini nekad membuat saya putus dengan pacar saya buk. intinya dia mencari banyak masalah sehingga saya dan pacar saya putus. setelah itu Anggie muncul seperti pahlawan Bu. tapi ternyata Anggie orangnya toxic Bu. sering main belakang dengan cewek lain. dulu Amel ini juga jadi korban. dia di deketin sama Anggie Bu. setelah Amel tahu jika aku dan Anggie masih pacaran. Anggie ninggalin Amel gitu aja. sekarang Anggie nyesel Bu setelah putus dengan saya. dia ingin Amel kembali dekat dengannya tapi dengan cara yang tidak baik. sama seperti cara dia mendekati saya dulu." ucap Nisa menjelaskan kepada Bu Winda.


"benar begitu nggie?." tanya Bu Winda kepada Anggie.

__ADS_1


"ya, Bu." jawab Anggie yang sejak tadi menundukkan kepalanya.


"astaga Anggie, kamu masih sekolah. masa depanmu masih panjang. dan wanita itu banyak di luar sana nggie. kenapa kamu mengincar Amel yang jelas-jelas sudah punya pacar. ibu tidak melarang Kalian untuk bersaing. tapi tolonglah, bersaing secara sehat. lebih rajin belajar agar kalian jadi orang yang sukses." ucap Bu Winda menasehati kamu semua.


__ADS_2