
Tiba-tiba sosok-sosok lain yang mengerikan bermunculan di hadapan Layi dan Mayi!
Mereka adalah sosok-sosok yang dilihat Layi dalam mimpinya!
"Mereka adalah orang-orang yang tersesat dan masuk ke hotel ini. Dan mereka telah membayarnya dengan nyawa mereka."
"Hi hi hi, Kamu juga Layi, harus membayarnya dengan nyawamu karena telah berani menginap di hotel ini! Mati dan jadilah penunggu hotel ini sama seperti mereka! Hi hi hi!"
Layi menggenggam tangan Mayi dan lari kabur ke luar hotel menuju mobilnya.
"Kejar Pria itu!" perintah si resepsionis dengan suara yang serak!
Para hantu berlari dan terbang mengejar Layi dan Mayi!
Layi berlari dan membuka mobilnya dan langsung masuk ke kursi pengemudi. Sementara Mayi duduk di sampingnya.
"Sial! Kenapa mobilnya gak mau nyala?!"
Layi tidak putus asa, dan terus menekan tombol starter.
Sementara itu para hantu datang dan mengepung mobil.
Para hantu menggedor pintu, kaca, dan badan mobil dengan tangan mereka.
Salah satu kaca mulai retak!
Mobil mulai menyala.
kaca mobil di bagian lain mulai retak!
Salah satu tangan hantu masuk ke dalam mobil melalui kaca yang retak!
Mobil mulai melaju meninggalkan pengepungan hantu termasuk menjatuhkan hantu yang salah satu tangannya dah terlanjur masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju tak tentu arah, karena dalam pikiran Layi hanya satu yaitu sejauh mungkin menjauh dari hotel angker itu.
Meskipun para hantu tak sanggup mengejar, pikiran Layi tetap tidak tenang.
"Bang, pelankan laju mobilnya, mereka dah gak bisa ngejar lagi!"
"Gak bisa, kita harus memastikan sejauh mungkin agar benar-benar aman!"
Mobil terus melaju dengan cepat! Mayi mulai was was takut terjadi sesuatu pada Layi!
"Bang, aku takut kamu akan mati menabrak sesuatu kalau kamu secepat ini mengemudinya!"
Tapi perkataan Mayi tidak didengar Layi yang ketakutan.
"Sejauh mungkin! Sejauh mungkin!"
"Bang, tenang Bang!"
"Sejauh mungkin! Sejauh mungkin dari hotel!"
__ADS_1
Mayi mendadak mencium pipi Layi untuk menenangkannya, Layi mendapatkan sedikit ketenangannya meskipun masih panik.
"Kamu harus janji kalau kamu selamat ataupun gak selamat kamu harus selalu bersamaku Bang!"
"Aku janji Mayi!"
"Bang, aku ingin selalu bersamamu, aku ingin kita mati berdua agar kita selalu bisa bersama selamanya. Tapi aku tidak bisa egois, aku akan menunggumu sambil terus mengawasimu!"
"Bang, ada jurang di depan, pelankan kecepatannya!"
Cahaya terang tiba-tiba bersinar di depan menghalangi penglihatan Layi karena terlalu menyilaukan. Dan akhirnya ...!
Gubrak!! Mobil jatuh ke jurang!
"Bang, selamat tinggal, aku akan menunggumu sampai waktumu habis ...!"
____________
Seorang pemuda terbaring di tempat tidur pasien di rumah sakit swasta.
Dia diinfus dan ada perban di kepalanya.
Pemuda itu adalah Layi. Ia selamat dari kecelakaan maut.
Seorang wanita menjaganya. Ia wanita yang cantik tapi wanita itu bukanlah Mayi, itu wanita yang lain.
Wanita itu tampak kuyu dan sembab matanya, ia sepertinya terlalu banyak menangis.
"Bang, cepat bangun Bang ...."
Wanita itu menangis dan tanpa sepengetahuannya, air matanya turun dan menetes di pipi Layi yang sedang terbaring.
Merasakan air mata membasahi pipinya, Layi mengedip dan mulai terbangun kesadarannya. Tapi ia tidak bisa membuka matanya, ia masih berjuang.
"Bang ... bangun! Ratna nyesel Bang jauh-jauh dari Abang! Ratna gak akan berpisah lagi ma Abang!"
Layi berjuang dan perlahan mendapatkan kekuatannya.
Layi membuka matanya, ia melihat seorang wanita yang merupakan mantannya yang ia putuskan 6 bulan yang lalu.
????!!
Ada banyak pertanyaan dipikiran Layi saat ia melihat Ratna di sisinya.
Ia ingin bertanya tapi ia tidak bisa membuka mulutnya. Ia masih lemah.
Ratna merasakan tatapan Layi padanya, dan ia menoleh ke arah Layi.
"Bang, kamu sudah siuman! Kamu akhirnya sadar!"
Ratna langsung memeluk Layi yang terbaring di ranjang sambil menangis terisak-isak.
Layi yang dipeluk tiba-tiba ingin memberontak, tapi ia tidak punya kekuatan. Jangankan bergerak, untuk berbicara saja ia tak memiliki kekuatan!
__ADS_1
Pada akhirnya ia hanya bisa pasrah membiarkan wanita yang telah menorehkan luka di hatinya sepuas hati memeluknya.
Tapi ada pertanyaan dalam hati Layi, kenapa mantannya ada di sini?? Dan bagaimana dengan keadaan Mayi??! Apakah Mayi juga selamat??!
Teman Layi, Galuh masuk ke kamar Layi. Dan saat ia masuk ia melihat Ratna yang sedang memeluk Layi.
Ratna tidak menyadari kalau Galuh sedang menontonnya memeluk Layi yang terbaring.
Tapi tatapan mata Layi dan Galuh bertemu. Mata Layi seakan mengatakan 'Tolong jauhkan Ratna dariku.'
Tapi Galuh malah tertawa pelan dengan tangan kanannya menutup mulutnya seakan berkata, 'Bukan urusan guwa! Selesaikan sendiri urusannya. Guwa gak mau terlibat dalam urusan asmara orang lain.'
Pada akhirnya Layi hanya memelototi Galuh yang tak mau membantu.
Galuh menutup pintu dan keluar tidak ingin mengganggu.
Ratna menangis di pelukan Layi selama 60 menit dan baru berhenti menangis.
Layi merasa tersentuh sebenarnya karena melihat Ratna yang menangis selama 60 menit menunjukkan ia masih peduli padanya.
Tapi mengingat alasan kenapa ia putus dengan Ratna, rasa tersentuh itu langsung musnah diganti dengan kekesalan dan kekecewaan.
Ratna berhenti menangis dan mengangkat kepalanya sambil mengusap air mata di wajahnya dengan sapu tangan.
"Maaf, aku menangis terlalu lama ...."
Layi hanya terdiam tidak menanggapi.
Ratna melihat pakaian pasien yang dikenakan Layi telah basah kuyup di daerah dada dan perutnya karena terbasahi oleh air matanya.
Ratna merasa malu, dia keluar mencari perawat atau dokter untuk meminta mengganti pakaian pasien yang basah kuyup.
"Aku keluar dulu sebentar Mas cari dokter."
Layi pun keluar mencari dokter.
15 menit kemudian, Layi datang dengan seorang dokter dan seorang perawat.
Dokter memeriksa Layi sesaat sebelum meminta Perawat mengambil sampel darah Layi untuk memeriksa kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah, dan darah putih.
"Gimana Dokter keadaan Mas Layi?"
Dokter sebenarnya memerlukan hasil pemeriksaan laboratorium untuk hasil sampel darah untuk menentukan keadaan tubuh pasien berdasarkan pemeriksaan sampel darah. Juga perlu pemeriksaan-pemeriksaan lain untuk memeriksa keadaan otaknya yang sempat terluka ringan kepalanya apa terjadi sesuatu apa tidaknya, juga sejumlah pemeriksaan lain untuk memastikan kondisi mental dan tubuh pasien.
"Tunggu bentar ya, Bu, saya mau periksa dulu."
Pada akhirnya setelah sekian menit, entah berapa puluh menit, akhirnya dokter hanya mengatakan bahwa kondisi pasien hanya lemah dan hanya perlu istirahat selama beberapa hari saja.
Ratna bersyukur meski ia belum lega sepenuhnya selama mas Layi belum keluar dari RS.
Pada sore harinya, Ratna pamit pulang.
Galuh datang menjenguk Layi sesaat setelah Ratna keluar.
__ADS_1
"Bro, akhirnya lu sadar juga! Guwa ampe takut kalo Lo kenapa-kenapa friend ...!"
"Gal, itu si Ratna kenape bisa ade di mari yeh ...?"