
Hantu wanita membuka mulutnya, dan dengan kedua taringnya ia menggigit leher Layi dan menghisap darahnya.
Layi berusaha mencoba melepaskan diri, tapi tenaganya terlalu lemah dibanding si hantu sehingga ia tidak bisa melepaskan diri.
Lambat lain Layi mulai serasa pusing melemas karena kekurangan darah.
Lalu kemudian ... Layi terkapar di lantai dan mati!
"Bang, bangun Bang!"
"Akh!" Layi terbangun sambil berteriak!
"Bang, kenapa? mimpi buruk??"
Huft! Layi menarik napas.
"Bang?"
"Iya, mimpi buruk."
Layi ngos-ngosan bernapas cepat, keringat mencucur dari dahinya dan jatuh melalui wajahnya membasahi pakaiannya.
"Mimpi itu serasa nyata!"
"Mimpi apa Bang?"
"Mimpi si resepsionis jadi hantu dan menggigit leherku hingga mati!"
"Hanya mimpi Bang, gak usah dipikirin, ayo, lebih baik tidur lagi ...."
"Tapi mimpi itu serasa nyata sekali! Gimana kalo si resepsionis itu sebenarnya adalah hati sungguhan?!"
Mayi menepuk dan mengelus punggung Layi dan berusaha menenangkannya.
"Gak usah dipikirin Bang, besok juga kita akan chek out, kan?"
Setelah hening beberapa saat, Layi mengangguk, "Iya ....."
Mayi mengambil air minum dan memberikannya pada Layi.
"Minum dulu Bang."
Layi minum dan setelah ngobrol sebentar dengan Mayi, berkat bujukan Mayi, keduanya lalu kembali tertidur.
Tapi tak lama kemudian, sesuatu yang keras terjatuh di lantai di depan pintu kamar mereka.
?!!
Layi dan Mayi bangun dan saat Mayi hendak turun dari kasur untuk membukakan pintu, tangan Layi memegang pakaian di sisi kiri badannya.
Mayi menoleh seolah tatapannya bertanya, 'Apa?'
"Jangan dibuka ... Itu hantu!"
"Oalah Bang, pengen tahu itu yang jatuh tadi apaan, mungkin bukan hantu."
__ADS_1
"Tapi ...."
Mayi langsung turun dari kasur, dan berjalan ke arah pintu.
Saat pintu dibuka, ada karung tepung cap segitiga di lantai di depan pintu.
"Kenapa ada karung tepung di depan pintu? Ini aneh ...."
Layi terus memandang dari kejauhan, saat mendengar kata karung tepung, ia tertegun awalnya karena tak mengerti. Tapi langsung memikirkan sesuatu setelahnya.
"Itu mungkin ditaruh oleh hantu Yi! Karung tepung itu!" teriak Layi.
Mayi menoleh ke belakang, lalu berkata. "Sepertinya begitu Bang. Mungkin hantu penunggu hotel ini lagi bosen haha."
"Kok, ketawa, kalo hantu beneran gimana?"
"Ya, gak usah takut Bang. Selama ada saya, Abang aman gak bakal ada hantu yang bakalan ngambil Abang dari Mayi."
"Akh, ini bukan waktunya menggombal!"
Tak lama kemudian, suara langkah kaki datang ke arah kamar mereka. Itu adalah si resepsionis wanita.
"Maaf, tadi pegawai yang bawa tepung terjatuh di sini sampai ninggalin tepung di lantai karena kakinya keseleo."
"Oh, jadi begitu," kata Mayi.
"Saya akan ambil karung tepungnya, mau saya bawa ke dapur."
"... mau saya bantu angkatin tepungnya?"
"... baiklah kalau begitu."
Si resepsionis mengangkat karung tepung dengan tangan kirinya. Ya, ia hanya perlu satu tangan untuk mengangkatnya. Kemudian ia meletakkan karung itu di atas kepalanya sebelum melangkah pergi.
Mayi dan Layi: "..." apa yang baru saya saksikan?
"Mayi, itu tadi dia beneran naro tepung di kepala?Apa mata saya yang salah liat, ya?"
"Gak salah liat Bang, itu emang di taro di atas kepala."
"Kenapa di kepala? Bukannya tar rambut kepalanya jadi putih gara-gara tepung?"
"Ya, gak tahu Bang. Mungkin dia memang seperti itu orangnya. Tiap orang unik, Bang."
"Ya ... betul juga."
Layi dan Mayi kembali berbaring di kasur tidur. Hanya saja, karena dua kali dibangunkan di tengah tidur baik itu lewat mimpi ataupun suara tepung jatuh di depan kamar, keduanya tak bisa tidur lagi dan akhirnya begadang sampe pagi.
Saat Pagi hari, keduanya keluar untuk chek out dari hotel. Tapi saat melihat pemandangan di luar jendela di lantai bawah, keduanya melihat tiba-tiba langit yang sedikit cerah karena sinar matahari pagi tiba-tiba menjadi gelap dan cahaya bintang-bintang di langit bersinar terang disertai bulan purnama yang bersinar terang namun membawa perasaan mistik.
"Lho, kok tiba-tiba jadi malem? Apa kita yang keluarnya terlalu awal yah?"
"Sepertinya ini memang masih malam Bang, belum pagi. Ayo kita masuk ke kamar lagi."
Dengan enggan Layi akhirnya mengikuti Mati kembali ke dalam kamar.
__ADS_1
"Pagi sepertinya masih lama Bang, enaknya ngapain yah? Soalnya gak bisa tidur juga nih ...."
"Kita maen kuda lumping aja yuk di kasur? Mumpung hari terakhir sebelum chek out."
"Ngeres!"
Meskipun Mayi bilang ngeres, tapi sebenarnya ia menantikan juga. Keduanya bergumul selama beberapa ronde. (adegan di skip) Saat Layi kelelahan, ia melihat tato ular piton bersinar dan kelelahan Layi sirna diganti dengan semangat membara dan gairah baru yang tak bisa ditahan layaknya anggur yang memabukkan dimana kadar kemabukkannya tak bisa dikontrol.
Keduanya akhirnya bercinta selama 16 jam tanpa henti. Begitu selesai, keduanya tepar berbaring seperti kebo dengan posisi Mayi menjadikan lengan Layi sebagai bantalan.
Keduanya sepertinya melewati pagi hari dan harus menginap semalam lagi di hotel.
"Bang, kita nginep sehari lagi jadinya?"
"Ya, mau gimana lagi? Kita terlalu bersemangat mainnya haha."
_____________
Sekian hari kemudian.
"Bang, kita dah nginep di hotel ini selama sebulan, kapan kita chek out-nya?"
"Secepatnya! Abang cuman cuti dua minggu, sekarang malah dah sebulan ... Itu artinya saya dah bolos kerja selama dua minggu! Mungkin pas kembali ke Jakarta saya bakalan langsung dipecat ...."
"Ya, Bang, gak baik juga terus menerus di sini. Ini bukan tempat yang baik buat tinggal manusia."
"Emang kamu bukan manusia?"
"Saya wanita Bang."
"Tapi guwa heran tiap mau chek out ada aja yang terjadi kayak masih gelap atau malem, tiba-tiba hujan gede pas mau chek out, atau lupa kebablasan bangun tidurnya, terutama ... kebablasan gara-gara maen kuda lumping setiap hari haha."
"Ya, jadi gimana pengalamannya Bang di hotel ini?"
"Ada sedihnya dan seremnya, tapi ada super enaknya soalnya ada kamu yang selalu nemenin."
"Bang, Abang beneran cinta ma aku, kan?"
"Pastinya!"
"Bang, kalo misalnya aku gak bisa hamil, apa Abang masih akan mencintaiku?"
"Tentunya 100% pasti selalu mencintaimu! Tapi emang kenapa gak bisa hamil?"
"Ya, kan, dua makhluk berbeda gak bisa hamil Bang meskipun kawin ribuan kali?"
"Eh, emangnya kamu makhluk apaan? jin?"
"Saya wanita Bang ...."
"Nah, tuh tahu wanita."
Huh! Layi mengeluarkan napas dalam.
"Kamu gak usah khawatir, kamu masih 18 tahun, gak usah mikirin hamil segala, karena umurmu masih muda, jadi Abang juga gak mau kamu hamil muda, terlalu beresiko untuk keselamatan nyawamu saat lahirannya."
__ADS_1
"Tapi gimana Bang misalnya setelah 10 - 20 tahun hidup dengan Abang tapi saya tetap enggak hamil?"