Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Nyai Belut Radish


__ADS_3

Tapi sesuatu tidak terjadi sesuai kehendak Sekar karena hantu resepsionis itu ternyata ahli dalam pelacakan yang bahkan segel penyembunyian diri di tubuh Layi tidak bisa menyembunyikan Layi sepenuhnya.


"Lantas bagaimana cara untuk mengatasi hantu resepsionis jahat itu?" tanya Layi.


"Aku bisa melindungimu, tapi jika bisa mendapatkan bantuan dari Nyai Belut Radish akan lebih baik. Beliau adalah paranormal sakti yang bisa membelah awan dengan tebasan tombak saktinya!"


Dan begitu saja, atas saran Sekar, Layi akhirnya menghubungi Nyai Belut Radish untuk meminta bantuannya.


____________


Keesokan harinya Layi datang ke rumah Nyai Belut Radish di daerah Bintara di Bekasi.


Rumah Nyai Belut Radish tergolong tidak biasa, bahkan aneh bentuknya!


Rumah tersebut terdapat kubah di atasnya yang membentuk kepala gurita. Seluruh rumah dicat dengan warna hitam kecuali jendelanya dicat warna emas. Juga tak ada bunga di halaman rumah kecuali pohon Kamboja dan pohon kaktus berduri yang memenuhi hampir seluruh halaman rumah.


Saat Layi akan menekan tombol di gerbang, gerbang sudah terlebih dahulu terbuka.


Layi masuk ditemani Sekar.


Saat Layi akan membuka pintu rumah, pintu rumah yang terbuat dari kayu juga tiba-tiba terbuka sebelum Layi menyentuhnya.


"Masuklah!" terdengar suara yang menyuruh masuk.


Layi dan Sekar masuk ke dalam rumah Nyai Belut Radish. Ada pajangan berupa kerangka kepala rusa di dinding dan replika tulang manusia di sudut ruangan.


Ada lukisan dracula dengan senyum yang memperlihatkan dua taring atasnya. Senyum dan taringnya membuat Layi merinding.


Ada banyak lukisan di dinding dengan berbagai sosok makhluk mitos dan makhluk halus dari berbagai negara.


Dan ada gambar mantan presiden AS George Walker Bush di salah satu lukisan dinding yang sedang memakan hati manusia.


"What the ****! Apa apaan itu?!!"


Layi dan Sekar terus melangkah hingga ke ruangan di tengah rumah.


Aroma seribu bunga memenuhi bau ruangan.


Dan Nyai Belut Radish sedang duduk bersila sambil menutup mata dan ia bersila tidak di lantai atau di kursi tapi di udara kosong!


Layi takjub dengan pemandangan di depannya.


Nyai Belut Radish turun dari udara dan membuka matanya.


"Apa kamu penasaran kenapa kenapa ada lukisan George Walker Bush di dinding?"

__ADS_1


Layi mengangguk.


"Itu karena George Walker Bush adlah klien saya!"


??!


"George Walker Bush sebelumnya mendatangiku saat aku pergi ke Amerika dulu sekali."


"Dia meminta agar perjalanan karir politiknya diperlancar dan agar karir politiknya mencapai puncaknya dengan menjadi Presiden AS."


"Aku mengenalkannya pada Nyi Buyung Kunti salah satu ratu di alam jin di wilayah AS sana."


"Dia membuat perjanjian dengan Nyi Buyung Kunti dengan sesajen jantung manusia dan ia harus mamakan jantung itu setiap tahunnya minimal sekali atau dia akan mati."


"Pada akhirnya dia berhasil menjadi Presiden AS dan ia mengorbankan jantung manusia setiap tahunnya."


"Tapi kejahatan membunuh tidak bisa lepas dari tanggung jawab begitu saja!"


"Orang-orang yang telah ia korbankan menjadi arwah penasaran dan menuntut balas. Dia akhirnya mati dibunuh para hantu yang membalas dendam dan akhirnya menjadi siluman penunggu Gunung Merapi."


"Kok, matinya di AS jadi hantunya di Indonesia Nyai?!"


"Itu karena dia diusir dari AS oleh warga hantu AS karena dia begitu menyebalkan! Hi hi hi ...!"


"Oh, jadi begitu ...?" kata Layi.


Layi : "..." Harusnya aku sadar! Mana ada cerita seperti itu benar-benar terjadi!


Sekar: "..." Nenek Peyot sialan ini benar-benar suka membual dan mengatakan omong kosong! Penyakitnya makin parah!


"Duduklah kalian berdua."


Kali ini nada bicara Nyai Belut Radish tampak serius. Layi dan Sekar duduk di kursi yang disediakan Nyai Belut Radish.


"Ceritakan kenapa kalian datang kemari."


Layi dan Sekar mulai menceritakan permasalahan yang menimpanya dan meminta tolong agar Nyai Belut Radish mau membantunya menangkap atau memusnahkan roh jahat hantu resepsionis itu.


"Hm, aku bisa memberikanmu jimat yang sanggup menyembunyikan kamu dari pengejaran hantu resepsionis itu."


Sekar langsung menyela, "Itu tidak bisa, karena hantu itu tahu dimana rumah Layi berada."


"Kalau begitu kenapa kalian tidak pindah rumah saja?"


Layi menjawab dengan malu-malu.

__ADS_1


"Itu, saya tidak bisa pindah secepat itu. Pertama saya tidak punya uang untuk membeli rumah baru dan yang kedua bilapun saya punya uang, tidak mudah menemukan tempat yang bagus untuk tinggal kami berdua."


"Kamu terlalu beralasan! Langsung bilang saja kalau kalian ingin memusnahkan hantu resepsionis itu untuk selamanya!"


Layi tersenyum malu sambil menggaruk bagian kepala belakangnya, Nyai Belut Radish telah membaca pikirannya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan memberimu jimat yang mampu membakar tubuh hantu itu hingga menjadi abu."


Nyai Belut Radish menyerahkan dua buah kelereng berwarna hitam sebesar bola pingpong.


Layi menerima dua bola itu.


"Saat hantu resepsionis itu muncul lagi, lemparkan dua bola kelereng ini padanya dan tubuhnya akan langsung terbakar api hingga menjadi abu. Dan masalahmu akan beres sepenuhnya."


Layi membungkuk dan berterima kasih.


"Terimakasih banyak Nyai, kalau begitu kami mohon pamit."


"Terimakasih Nyai, kami mohon pamit, kami tidak akan melupakan bantuan Nyai Belut Radish."


Saat Layi dan Sekar berbalik hendak pergi, Nyai Belut Radish memanggil dan menghentikan mereka berdua.


"Mau kemana kalian berdua? Bayar dulu sebelum pergi!"


"Akh, saya lupa Nyai Belut Radish! maaf!"


Layi lalu menyerahkan segepok uang pecahan 50.000 Rupiah.


"Huh! pelit sekali! padahal untuk membuat satu buah kelereng pemusnah hantu membutuhkan setahun penuh tapi hanya dibayar sedikit."


Mendengar cibiran Nyai Belut Radish, Layi merasa malu dan segera mengeluarkan segepok uang lagi pecahan Rp100.000.00


"Ini masih kurang, dua kelereng pemecah hantu ini kalau dilelang akan diperebutkan banyak orang dan akan terjual setidaknya 109 milyar!"


Layi: "..." Omong kosong apa??! Lelang 109 milyar??! Kenapa Anda tidak berhenti jadi dukun saja??!!


Sekar: "..." Penyakit berbohongnya semakin parah dan jauh lebih parah dibanding dulu!


"Aku hanya bercanda! Jangan diambil hati ...! Ini sudah lebih dari cukup."


Layi lega karena itu hanya candaan. Tapi sebelum Nyai Belut Radish berubah pikiran, Layi dan Sekar langsung kabur lari terbirit-birit karena takut Nyai Belut Radish akan berubah pikiran dan meminta uang lagi.


Setelah keluar dari rumah Nyai Belut Radish, Layi dan Sekar mulai mengeluh!


"Nenek itu menakutkan sekali! Sama menakutkannya dengan debt colector!" keluh Layi.

__ADS_1


"Nyai Belut Radish masih belum berubah dibanding dulu! Ia masih nyeleneh dan candaannya selalu menyebalkan!" keluh Sekar.


Keduanya saling bertukar celaan sesaat, lalu langsung kembali ke rumah.


__ADS_2