
"Baik ... Karena kamu sudah memutuskan, maka aku harap kamu bisa hidup bahagia dengannya."
"Nyai Belut Radish, bagaimana cara untuk menemukan Sekar? Saya sangat rindu dengan Sekar, saya ingin menemukannya."
"Kamu tidak bisa menemukannya, tapi dia bisa menemukanmu."
"Maksud Nyai?"
"Artinya dia akan menemuimu saat ia ingin bertemu, dan tidak akan muncul menemuimu saat ia tidak ingin menemuimu."
"Tapi kamu tidak perlu mencarinya, karena Sekar selalu ada menemanimu. Kamu hanya tidak bisa melihatnya karena ia tidak ingin kamu melihatnya."
"Artinya dia akan meneumuimu saat ia ingin bertemu, dan tidak akan muncul menemuimu saat ia tidak ingin menemuimu."
"Tapi kamu tidak perlu mencarinya, karena Sekar selalu ada menemanimu. Kamu hanya tidak bisa melihatnya karena ia tidak ingin kamu melihatnya."
Layi: "..."
Setelah mengobrol begitu lama, mereka berempat memutuskan untuk berpisah. Masing-masing pulang ke rumah, kecuali Galuh dan Tante Melinda yang memutuskan untuk bermalam di hotel untuk bulan madu lagi.
Saat keempatnya berpisah Roh Sekar muncul di hadapan Nyai Belut Radish.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Nyai Belut Radish.
"Saya hanya ingin hidup bersama Layi."
"Aku faham, kamu juga sudah mendengar keputusan Layi, kan? Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. Kamu bisa pergi."
Hantu Sekar menghilang dan pergi.
_____________
Saat malam hari. Layi terbangun dan melihat Sekar dihadapannya.
"Sekar?"
Sekar tidak berbicara.
"Sekar, kamu datang menemuiku ... akhirnya."
Layi berjalan memeluk Sekar dengan erat.
"Kamu tidak aku ijinkan untuk pergi lagi! Jangan pergi lagi Sekar, aku tak bisa hidup tanpamu!"
Layi mengusap pipi Sekar, mengelus bibirnya dengan lembut dengan jarinya.
Layi mengusap kepala Layi bagian belakang sebelum berhenti dan mulai menggigit kecil bibir Sekar.
Sekar membalas ciuman, dan ciuman menjadi lebih intens. Saling mengaitkan lidah dan menjelajahi wilayah masing-masing, keduanya berlomba untuk menjadi yang dominan.
__ADS_1
Keduanya bernapas dengan terengah-engah saat beristirahat sejenak dari ciuman prancis.
Layi mendorong tubuh Sekar keranjang.
Layi mencium pipi Sekar dan turun ke tengkuk Sekar, lalu memasukkan tangannya ke dalam pakaian Sekar dan memegang gundukan dan memainkannya.
Sesaat kemudian, ia mulai menelanjangi Sekar dan memainkan dengan lebih leluasa.
Tangannya turun ke lubang lain di bagian bawah, memainkannya Sampai Sekar menjerit merintih pelan.
Layi melepas pakaiannya dan Sekar yang melihat dada telanjang Layi meneguk air ludah dan memegang dadanya dengan jari-jarinya dan mencubit ****** cowok dengan kedua jarinya.
"Hei, ka -mu na -kal ...!"
Layi melepas celananya dan sesuatu yg sudah bangkit menyembul keluar.
Tatapan Layi seolah meminta Sekar untuk memainkannya dan Sekar dengan malu-malu meraih dan memainkannya seolah sedang memegang belut licin.
Layi mengangkat kedua kaki Sekar dan mengaitkannya di pinggangnya.
Maju mundur berirama, ini akan memalukan bila dilakukan di tempat dengan kamar berdempetan tanpa peredam suara. Untungnya di rumah Layi hanya ada dua seorang.
Seolah bebas, keduanya bertempur bergantian saling mendominasi dan berebut untuk posisi atas.
Sekar orgasme dan Layi yang akan keluar mendorong lebih keras dan cepat membuat Sekar merintih karena keenakan.
Keduanya kelelahan dan berbaring berdampingan sambil kepala Sekar berbaring di lengan atas Layi.
Keduanya bermain 4 ronde sebelum berhenti.
Saat Layi secara tak sengaja melihat tato ular piton, tato ular itu bersinar dan Layi kembali bergairah. Keduanya tidak keluar kamar sampai dua hari kemudian.
Setelah kejadian semalam, Sekar datang tiap hari dan akhirnya Layi dipecat dari kerjaannya karena sering bolos kerja.
Ini wajar Layi dipecat karena ia terlalu asyik bercinta dengan Sekar hingga berhari-hari hingga ia mengabaikan kerjaannya dan kahirnya perusahaan tempat ia bekerja merasa kesal sehingga ia dipecat.
Layi tidak menyesalinya karena ia memiliki saham di BBCA senilai 25 miliar rupiah yang bisa memberikan dividen tahunan sekitar 1 miliar rupiah. Ya, Layi sudah bebas finansial berkat kecerdikannya dalam bermain saham.
Juga, Sekar menjanjikan untuk membawakannya uang yang bisa ia ambil dari ATM yang banyak tersebar di pinggir jalan dan minimarket. Tapi, Layi menolak uang tersebut karena itu uang milik orang lain dan bukan haknya.
Kehidupan Galuh tidak jauh berbeda dengan Layi. Ia juga dipecat karena sering bolos kerja.
Tapi Galuh juga tidak merasa pusing karena keluarganya memiliki perusahaan dan juga Tante Melinda sangat kaya.
Melinda dan Galuh memutuskan untuk menikah bulan depan secepatnya. Karena lebih nyaman melakukan hal asusila saat mereka sudah menikah, lebih aman dan tidak melanggar hukum, juga, kalau sudah menikah tidak akan dianggap perbuatan asusila lagi.
"Ning nong! Ning nong! Halo halo Bandung!"
Nada dering terdengar di HP Layi.
__ADS_1
Itu panggilan dari Shinta adik Ratna.
"Mas, Kak Ratna kembali kritis."
"Apa?!"
"Mas, aku khawatir aku akan kehilangan Kak Shinta."
"Mas segera ke RSUD Koja. Tunggu Mas di sana."
Layi segera memesan taksi online dan keluar menunggu di pinggir jalan. Saat Layi keluar, Sekar diam-diam mengamatinya dan ada tatapan sedih di matanya.
Layi masuk ke mobil taksi online begitu datang. Layi merasa ia harus secepatnya menemui Ratna, ia merasa tidak enak hati.
Di rumah sakit umum daerah Koja (RSUD Koja).
"Mas Layi ...!"
Shinta berlari dan memeluk Layi begitu ia melihat Layi dan menangis sesenggukan. Air mata mengalir sampai sedikit ingusnya keluar dari lubang hidungnya.
Layi menepuk bahu Shinta berusaha menenangkannya meskipun ia sendiri sangat gelisah di dalam hati.
Layi dan Shinta menunggu di bangku menunggu Ratna yang sedang di operasi di ruang bedah.
Satu jam, dua jam, tiga jam, setiap menit dan jam serasa sangat lama sekali. Mata Shinta sudah sembab dan tak bisa mengeluarkan air mata lagi. Ia akhirnya pingsan yang membuat Layi panik.
Layi segera memanggil perawat yang kebetulan sedang lewat, memintanya memeriksa Shinta.
Perawat itu bersama Layi membawa Shinta ke sebuah ruangan dan dokter mulai memeriksanya.
"Bagaimana Dok keadaan Adik saya?"
"Dia hanya shock dan kelelahan. Biarkan ia beristirahat dan ia akan bangun nanti."
"Terimakasih, Dok."
Layi ingin menjaga Shinta tapi ia lebih khawatir Ratna yang sedang di operasi. Layi memutuskan kembali berjalan ke bangku untuk menunggu Ratna selesai operasi.
7 jam operasi dan baru selesai.
"Dok, bagaimana keadaan Ratna."
"Untuk saat ini ia telah melewati keadaan kritis. Tapi kami akan memantaunya setiap jam untuk 24 jam ke depan."
Sementara Layi dan dokter mengobrol, Sekar diam-diam mengamati Layi dari bayang-bayang.
Hati Sekar hancur karena melihat begitu gelisahnya Layi karena Ratna.
'Apakah kamu lebih memilihnya atau memilihku Bang?' pikir Sekar dalam hati.
__ADS_1