
Keduanya lanjut mengobrol hingga akhirnya keduanya sampai di sebuah hotel melati.
Layi membawa Mayi masuk ke hotel dan memesan dua kamar.
"Pesan dua kamar yang single bed."
"Maaf Pak, hanya tinggal satu kamar yang tersedia, kamar lainnya penuh."
Layi menatap Mayi dan meminta pendapatnya.
"Gak apa-apa Bang, Mayi lebih suka tidur ditemenin soalnya di rumah Mayi tidurnya berdua ma Ibu."
"Tapi guwa, kan, cowok, masa tidur bareng ma cewek yang bukan pacarnya ...."
"Emang si Abang dah punya pacar?"
"Gak juga sih ... Dah putus lama. Dah lama menjomblo haha "
"Ya, kalau gituh gak masalah donk Bang tidur berdua ma Mayi?"
!!!
'Apa ini sebuah kode?' tanya Layi dalam hati.
Akhirnya Layi memutuskan untuk memesan kamar yang tersisa untuk tidur mereka berdua.
Di dalam kamar.
"Yi, dah makan belum?"
Layi menggelengkan kepalanya.
"Tunggu bentar, saya ke bawah dulu persen makanan? Mau persen apa?"
"Nasi goreng aja Bang, sama jus terong Belanda kalo ada."
"Oke, tunggu bentar yah ...."
Layi ke luar dan memesan makanan dari resepsionis di bawah. Layi meminta makanannya diantar ke kamarnya. Setelah memesan dan membayar, ia langsung pergi ke kamarnya.
Tak lama kemudian, makanan yang di pesan datang. Dua nasi goreng double telor, dua air putih di botol Aqua, dan dua jus, satu jus terong Belanda, satunya lagi jus buah delima.
Keduanya yang sudah lapar kelaparan langsung menyantap makanan mereka dengan lahap.
"Ada nasi di bibir bawahmu, biar Mayi ambilin."
__ADS_1
Mayi mengambil nasi goreng yang menempel di bawah bibir Layi dengan tangannya. Saat mengambilnya, ia mengusap bibir bawah Layi dengan jarinya.
"Kok, dilamain ngambil nasinya? kan cuman sebutir dua butir paling juga."
"Soalnya bibirnya seksi bang."
Layi mengangkat alisnya dan bertanya, "Seksi gimana?!"
"Bibirnya tebel gak tipis Bang ... Lebih kerasa saat French Kiss."
Layi mengangkat tangannya dan menyentuh muka bagian samping Mayi dengan kedua tangan lalu mencium Mayi selama tiga detik sebelum berhenti untuk bertanya.
"Mau lanjut?"
Mayi mengangguk.
Layi mengangkat dagu Mayi dan menciumnya. Saat lidahnya bertautan dan saling membalas resonansi ciuman, keduanya tenggelam dalam kegembiraan.
Mayi mendorong tubuh Layi, dan berkata, "Sudah dulu Bang, kita makan dulu nasgor yang lum habis, tar keburu dingin jadi gak enak."
Layi mengangguk, ia pun dengan enggan kembali melahap nasgor. Tapi kali ini ia makan nasgor dengan pikirannya yang dipenuhi hal cabul. Berpikir hal apa yang akan selanjutnya ia akan lakukan dengan Mati sesudah makan!
Sesudah makan, Mayi memilih untuk mandi.
Selama Mayi mandi, Pikiran Layi ngelantur ke san ke sini tak karuan. Lamunan Layi akhirnya terhenti saat melihat Mayi keluar dari kamar mandi.
Handuk melilit di bagian perut ke bawah. Blusnya yang tanpa lengan itu tetap dikenakan.
"Wew ...! Seger banget kalo dah mandi begini! Enggak ngantuk lagi dech rasanya."
Mayi tidak menanggapi omongan Layi, sebaliknya, ia berjalan ke tempat gantungan pakaian dan menggantung jaket dan celana jeans-nya.
"Kenapa Jeans-nya enggak dipakai?" tanya Layi.
"Waktu di kamar mandi jeans-nya jatuh, jadi gak dipakai."
Mayi menunjuk celana jeans-nya yang digantung, lalu berkata, "Tuh, lihat jeans-nya basah!"
Layi memperhatikan memang celana jeans yang digantung basah kuyup. Separuh bagian memang basah, terutama pada bagian paha ke bawah.
"Ya, ampun ...! Kirain lagi ngasih kode?!" kata Layi dengan geleng-geleng kepala sambil tersenyum masam.
"Ngeres! Daripada kupaksain pake celana basah lalu masuk angin kemudian, mending saya pake handuk satunya lagi aja yang masih kering. Hihi, sorry yah, tidak sedang menggoda seperti yang Anda pikirkan?"
"Kocak banget sih Lu Mayi! haha ...!"
__ADS_1
Mayi melepas handuknya dan memakai handuk lainnya yang masih kering.
"****! Apa yang baru aja guwa liat barusan??!"
"Abang, kalo mandi pake handuk bekasku aja yah, handuk yang kering saya pake dulu sampe celana jeans saya kering."
Layi bergegas ke kamar mandi sambil mengambil handuk bekas Mayi.
Di dalam kamar mandi, Layi merenungkan apa yang baru aja terjadi. Hal ini menyebabkan ia mandi dengan waktu yang lama di kamar mandi.
Setelah akhirnya sadar kalau ia telah mandi dalam waktu yang lama. Ia mengakhiri mandinya.
Layi mengambil buntalan handuk Mayi dan saat ia membukanya, ia melihat c.e.l.a.n.a d.a.l.a.m warna pink dengan gambar kartun pocong.
"Ah! c.e.l.ana d.a.lam warna pink dengan gambar kartun harusnya imut, tapi kenapa gambarnya harus pocong??!"
"Yah, biarlah, setiap orang punya selera yang unik. tapi, astaga ...! Si Mayi ck, ck, ck!"
Layi geleng-geleng kepala kepala sambil tersenyum geli.
"Tidak menggoda tapi sengaja meninggalkan c.e.l.ana d.a.lam di handuk?"
"Tapi mungkin juga si Mayi gak sadar ninggalin c.e.l.ana d.a.lamnya di handuk, dia mungkin berpikir dah mengenakan c.e.l.ana d.a.lamnya. Tapi bagaimana cara guwa ngingetin dia soal c.e.l.ana d.a.lamnya yah? Dia pasti akan malu sekali kalo diingetin. Tapi terlebih dahulu, gimana cara guwa ngasih tahu dianya??!"
"Ah, mungkin guwa taro aja c.e.l.ana d.a.lamnya di samping dia pas waktu dia tidur?"
Rasa-rasanya cuma itu cara yang ada di otak Layi.
Layi *******-***** c.e.l.ana d.a.lam itu sesaat. Keisengannya timbul, dan celana itu dibelai-belainya.
Hal itu menyebabkan ia menghayal hal yang tidak-tidak. Lalu ia menghayal lagi dengan mata tertutup.
Khayalan telah membangkitkan gairahnya. Khayalan itu berat sehingga ia berhasrat untuk melakukan hal-hal cabul pada Mayi. Hasratnya sangat berat sehingga napasnya menjadi berat dan tubuhnya mulai gemetaran.
"Ini gawat! Guwa bisa keluar kontrol jika guwa keluar dalam keadaan begini. Kalau guwa ngelakuin itu ke Mayi trus dia marah-marah lalu lapor polisi, bisa berabe urusan kedepannya!"
"Guwa harus nenangin diri."
"Tarik napas dalam-dalam, keluarkan pelan-pelan."
Layi mengulang metode pengendalian diri dengan tarik napas, tapi setelah beberapa kali mencoba, ia mendapati barangnya masih berdiri tegak dan belum bisa layu.
Pada akhirnya Layi memilih metode o.n.ani.
Layi keluar dari kamar mandi satu jam kemudian.
__ADS_1
Pada saat ia keluar, Mayi sedang duduk di kasur sambil punggungnya bersandar pada tembok. Ia tengah melihat-lihat kartu-kartu nama yang ada di dompetnya.
"Lama amat sih mandinya? kirain ketiduran di kamar mandi."