Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Hendrawan Wolf


__ADS_3

Saat keduanya baru saja masuk ke pinggiran hutan, mereka berdua dikepung oleh kawanan manusia yang bertelanjang dada. Lebih tepatnya mereka adalah manusia serigala.


"Mereka manusia serigala," bisik Ratna pada Layi.


Manusia serigala memiliki pendengaran yang tajam, jadi mereka mendengar dengan jelas meskipun Layi berkata dengan sangat pelan.


Seorang manusia serigala menunjuk Ratna dan menuduh!


"Kamu, kamu hantu!"


"Aku tidak," bantah Ratna.


"Kamu berbau seperti hantu meskipun baumu samar, tapi itu tetap bau hantu!" tuduh serigala yang tadi.


Manusia serigala yang tertua terus menerus menatap Ratna dan akhirnya bersuara setelah penilaiannya selesai.


"Dia ... bukan hantu."


"Tapi bagaimana dengan aroma hantu itu?" tanya serigala lainnya.


"Itu mungkin tubuh yin yang legendaris?"


"Benar, pemilik tubuh yin memiliki aroma seperti hantu, hanya saja aroma hantu itu akan samar."


"Bagaimana kalau dia sebenarnya hantu yang menyamar?"


"Dia tidak menyamar. Aku sudah memeriksanya."


Serigala tertua berkata, "Hantu tidak bisa hamil, tapi tubuh yin bisa. Dia sedang hamil, jadi dia manusia."


Para manusia serigala memeriksa perut Ratna dan mereka mendapati perut Ratna memang sedang hamil.


"Juga, tidak ada jiwa lain di tubuhnya, tubuh itu hanya terdiri dari satu jiwa, jadi dia juga tidak sedang dirasuki."


"Ini kesalahan kami. Tapi wanita itu telah mengetahui identitas kita."


"Itu tidak bisa disalahkan padanya, itu berarti kita yang kurang berhati-hati."


Manusia serigala meminta maaf pada Ratna dan Layi.


Salah seorang manusia serigala bertanya karena penasaran.


"Nona, bagaimana kamu tahu kalau kami adalah manusia serigala?"


"Karena kalian ... bau anjing."


Para manusia serigala: "..."


Di antara kawanan manusia serigala, ada seorang manusia serigala yang masih muda yang umurnya baru 13 tahun. Ia terus memandang perut Ratna seolah tersihir.


"Luffy Wolf, kenapa kamu terus memandang perut orang lain? Itu tidak sopan!" tegur salah satu serigala.


"Aku ingin bayi."


Manusia serigala: "..."


Layi dan Ratna: "..."


Serigala tertua berkata, "Kamu terlalu muda untuk kawin, baru 13 tahun."


"Betul betul betul!"


"Ya, bocah, cari pacar dulu baru mikirin punya anak."

__ADS_1


"Aku ... tidak memikirkan untuk punya bayi. Aku ingin bayi itu ... Sepertinya bayinya cantik."


Ratna dan Layi: "..." Apakah bayi kami sudah ada yang naksir meski belum lahir?


Para manusia serigala: "..." Apakah adik kami bakal jadi serigala pedofil saat besar nanti?


Para manusia bertukar beberapa kata obrolan sederhana sebelum akhirnya berpisah dengan Layi dan Ratna.


Serigala termuda yang bernama Hendra merasa enggan untuk berpisah dari Ratna. Tapi serigala lain menyeretnya pergi, Hendra hanya dengan enggan akhirnya ikut pergi.


Sementara Hendra dan serigala lainnya pergi, Layi menjadi cemburu karena ia kira bocah Hendra ingin mencuri Istri dan anaknya.


Ia pun merajuk pada istrinya.


Ratna merasa lucu dengan tingkah Layi.


"Mas, mas, kamu kok cemburu ma anak kecil 13 tahun! Ada-ada saja kamu Mas ...!"


Layi dan Ratna memutuskan untuk kembali ke vila setelah jalan-jalan sebentar di pinggiran hutan menghirup udara segar dengan aroma pohon pinus.


Layi langsung meminta bermain setibanya mereka di vila. Karena mereka bau keringat, mereka bermain sebentar di kamar mandi sambil mandi.


Layi ingin bermain beronde-ronde, tapi tidak baik membuat wanita hamil kelelahan. jadi ia hanya berhenti setelah dua ronde.


Di malam hari, Layi bermimpi ia melihat bayinya yang baru lahir dibawa kabur oleh serigala muda yang bernama Hendra!


Saat bangun di pagi hari, ia bersumpah akan mem-blacklist nama Hendra dari calon mantunya.


Ratna yang mendengar umpatan dan sumpah Layi pada pria bernama Hendra tertawa geli, berbeda dengan Layi yang tidak senang dengan mimpinya, Ratna punya firasat bahwa Hendra adalah jodoh anaknya. Dia akan memprioritaskan Hendra menjadi menantu nomor 1.


'Tunggu!! apakah ini pertanda bahwa bayiku adalah wanita?' pikir Ratna dalam hati.


Di malam hari.


"Mas, ayo kita ke rumah sakit memeriksa kandungan. Sudah waktunya memeriksakan kandungan."


"Baik, Yang."


Layi membaringkan Ratna dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Keesokan harinya, Saat Layi dan Ratna akan keluar, dia melihat seorang anak berdiri di depan pagar vila. Anak itu adalah Hendrawan Wolf atau biasa dipanggil Hendra Wolf salah satu anak dari Klan Wolf.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Layi dengan nada tidak bersahabat.


"Aku ingin bertemu dengannya," kata Hendra sambil menunjuk Ratna.


"Kamu ... Apa kamu naksir istriku?"


"???? tidak."


"Lantas kenapa kamu ingin menemui istriku??"


"Karena ia sedang hamil."


Layi: "..."


"Lantas apa hubungannya jika istriku hamil? Dan apa hubungannya denganmu?!"


"Tidak ada ... Tapi aku ingin dekat dengannya."


Layi: "..." Bocah ingusan ini menyukai istriku tapi dia belum menyadarinya!


Ratna: "..." OMG! Apakah kecantikanku bahkan fatal bagi anak kecil??!

__ADS_1


Ratna memegang pipinya karena malu dan merasa bangga ditaksir oleh anak kecil.


"Pria yang bukan suaminya dilarang mendekati istri orang lain!"


"Aku bukan pria."


"Lantas kamu apa?!"


"Aku anak kecil."


Layi: "..."


"Nak, apa kamu tahu rasanya dipukuli?"


"Siapa yang akan memukulku?"


"Aku."


"Kamu tidak bisa memukulku ... karena kamu lemah! Ya, sangat lemah!"


Layi: "..." Aku lupa kalau anak ini manusia serigala yang memiliki fisik kuat!! Aku lebih lemah dari anak kecil ... hiks!


"Ahaha haha! Anak ini sangat benar! Sayang, kamu lemah!"


"... sayang, kenapa kamu ada di sisinya?"


"Karena dia tampan dan imut."


Layi memelototinya. Ratna terbatuk.


"Ehm, maksudku dia masih polos jadi dia sebenarnya tidak sedang mengejekmu. Bagaimana mungkin anak sebaik itu menjadi orang yang licik? Kemari anak kecil."


Ratna memberi tanda dengan lambaian tangannya memanggil Hendra untuk mendekat. Hendra mendekat dan Ratna mengelus kepalanya seperti seorang kakak kandung.


Hendra tersenyum senang, tapi Layi tidak senang dan bahagia! Layi memandang Hendra dengan permusuhan!


Karena Layi tidak senang, Ratna menyuruh Hendra untuk pulang ke rumah dan bisa kembali lagi esok hari. Hendra senang dan menurut karena ia diijinkan datang lagi esok hari.


"Apakah istriku akan berselingkuh diam-diam di belakangku?"


Ratna mencubit perut pinggir Layi, Layi kesakitan oleh cubitan jari Ratna.


"Apa maksudmu berselingkuh?! Kamu seperti anak kecil saja cemburuan sama anak kecil!"


"Tapi aku cemburu juga gara-gara ulahmu!"


"Iya deh, aku minta maaf, tar malam aku kasih service yang memuaskan."


"Janji, ya?"


"Iya, janji."


Layi akhirnya berdamai dengan Ratna.


Layi dan Ratna pergi ke pasar membeli sayur dan ikan nila untuk lauk pauk hari ini.


Ratna biasanya tidak memasak selam di vila, tapi hari ini ia ngidam ingin masak.


"Berapa harga satu ikat kangkung ini, Bu?"


"10.000."


Satu ikat kangkung umumnya dijual antara 2.500-3.000 per ikat. Ratna kesal dengan pedagang yang suka membuat harga seenaknya sendiri.

__ADS_1


Ratna tidak menawar, justru ia langsung menarik tangan Layi pergi ke pedagang sayur lainnya. Benar saja, di tempat pedagang lain sayur kangkung dijual 3.000 per ikat dan 5.000 per dua ikat.


Selepas membeli sayur dan sejumlah bahan makanan lainnya, Layi mengantar Ratna pulang ke vila. Sudah lama ia tidak merasakan makanan istrinya yang sangat enak. Ia sangat kangen!


__ADS_2