Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Baunya Seperti Hantu


__ADS_3

Layi mengajak Ratna Sekar Hati berlibur ke sebuah vila di Bandung yang mana vila-nya dekat sebuah danau.


Layi dan Ratna berkendara dengan mobil baru hadiah dari Galuh.


Ada alasan kenapa Layi mengajak Ratna berlibur ke vila. Itu karena Ratna sedang ngidam ingin tinggal dan hidup di vila.


Keduanya turun dari mobil menatap vila dua lantai yang terbuat dari kayu keseluruhannya.


Mang Jaim menghampirinya dan memberikannya kunci vila. Beliau adalah penjaga vila yang bertanggung jawab mengurus banyak vila milik bos-nya yang tinggal di Ciwidey.


Layi menyewa vila selama dua bulan penuh dengan pembayaran lunas di muka.


Layi membuka gembok di pagar dan membuka pintu vila yang terkunci dengan kunci yang diberikan Mang Jaim.


Vila dua lantai itu cukup luas di dalam dengan 2 kamar tidur di bawah dan 4 kamar tidur di lantai dua.


Ada cerobong asap di lantai 1 untuk menghangatkan ruangan.


Layi dan Ratna masuk ke kamar dan setiap kamar cukup luas dengan selimut tebal di setiap kasur.


Udara di Bandung dingin jika dibandingkan dengan Jakarta, terlebih lagi jika tinggal di vila dekat danau. Wajarlah jika selimut tidur yang dipakai di sini tebal-tebal.


Layi dan Ratna memilih kamar terbagus di lantai dua untuk tempat tinggal mereka.


Mereka berdua meletakkan barang-barang mereka dan mulai menaruh pakaian di lemari.


"Sayang, sesuai keinginanmu. Kita liburan ke vila dekat danau."


"Makasih Sayang."


Ratna mengecup pipi Layi, meninggalkan bekas lipstik pink di pipinya.


Karena badan mereka masih capek, mereka pergi istirahat selama seharian di kamar, tidak keluar kecuali untuk makan.


Keesokan siangnya, Ratna dan Layi pergi menyewa perahu dayung. Keduanya ingin memulai danau dengan naik perahu.


Layi mendayung perahu, tapi perahu hanya maju sedikit demi sedikit. Saat berbelok memutar, perahu bahkan lebih sulit digerakkan dengan dayung. Yah, wajarlah, Layi bukan pendayung profesional dan juga ini pertama kalinya ia mendayung.


Udara di danau sedikit berkabut dan sangat dingin. Topi jerami yang dipakai Ratna jatuh ke danau karena ditiup angin.


"Ah, jatuh ...."


"Biar aku ambilkan, Yang."


Layi hendak mendayung mengejar topi jerami tapi dihentikan oleh Ratna.

__ADS_1


"Tidak perlu Mas, aku bisa sendiri."


Ratna menunjuk topi jerami dengan tangannya dan secara ajaib, topi itu seperti tertarik oleh tangannya dan terbang ke arah tangannya.


Ya, Ratna Sekar memang telah kembali menjadi manusia, tapi ia masih memiliki sebagian dari kekuatan Sekar, terutama kekuatan mentalnya yang besar.


Tentu saja ia tidak mewarisi semua kekuatan Sekar seperti kekuatan untuk tembus pandang dan kekuatan untuk merasuki raga orang lain. Setidaknya Ratna masih memiliki kekuatan-kekuatan lainnya yang dimiliki Sekar.


"Sangat menyenangkan memiliki kekuatan supranatural, Mas juga ingin punya!"


Ratna Sekar setelah menyatu menjadi satu memiliki car bicara yang campur aduk, kadang memanggil Abang seperti Sekar yang memanggil Layi, atau Mas seperti Ratna yang memanggil Layi. Tapi setelah memanggil nama Layi dengan panggilan campuran, Ratna merasa panggilan Mas lebih baik dari Abang, berhubung mereka sudah lebih dewasa dan sudah menikah. Jadilah itu, ia memanggil Layi Mas dari saat mereka berbulan madu ke Surabaya sampai sekarang.


"Hehe, Mas juga bisa kalo berubah jadi vampir atau manusia serigala."


"Kalo Mas jadi manusia serigala atau vampir, tar Dek Ratna yang jadi korban pertamanya."


"Gak bakal bisa, soalnya aku kuat dan bakalan ngalahin mas."


Layi dan Ratna selesai mengitari danau dan kembali ke daratan.


Ratna melihat gantungan-gantungan kunci di jalan menuju ke vila, ada gantungan kunci yang cantik dan Ratna membelinya.


Keduanya membeli bakso dan makan di tempat sebelum kembali masuk ke vila.


Saat tengah malam di tidurnya, Ratna bermimpi ia sedang dikejar-kejar oleh sekumpulan pemburu hantu.


Ratna berlari dengan kandungan yang terlihat seperti usia kandungan 9 bulan.


Ratna tidak sanggup berlari lama-lama terutama dengan kandungannya yang besar.


"Kejar dua! Jangan biarkan ia hidup! Bayi itu adalah bencana dan harus mati!!"


"Kejar!!"


"Tangkap ...!!"


Pada akhirnya Ratna ditangkap dan dibunuh oleh para pemburu hantu!


Ratna terbangun dengan napas terengah-engah. Keringat dingin mengalir deras di dahinya. Ia tidak melihat suaminya di sisinya yang membuatnya semakin cemas.


"Mas?! Mas?!"


Layi yang baru selesai di kamar mandi segera keluar dari kamar mandi.


Layi berjalan mendekati Ratna.

__ADS_1


Ratna memanggil Layi dengan suara lirih dan payau ....


"Mas ... aku mimpi buruk."


Layi memeluk Ratna yang duduk di kasur dan menepuk bahunya dengan lembut.


"Itu hanya mimpi, Dear. Jangan terlalu khawatir. Mas ada di sampingmu."


"Mas, tapi mimpi itu serasa nyata! Aku dan bayiku dibunuh ...!"


"Itu hanya mimpi, tidak akan terjadi di dunia nyata."


"Tapi, Mas ...."


"Cup cup cup. Semuanya akan baik-baik saja Honey. Mas janji gak akan ada yang terjadi padamu dan bayi kita."


Butuh waktu lama sekitar 2 jam hanya untuk menenangkan Ratna dari kepanikannya.


Layi menemaninya sepanjang malam, dan Ratna baru bisa tertidur di pagi hari, tentu saja sebelum tidur Layi menyuruhnya makan dulu karena si bayi dalam perut perlu diberi makan.


Ratna baru bangun di siang hari jam dua.


Layi mengajak Ratna mencari makan di luar.


Ratna dan Layi makan Nasi uduk plus ikan gurami goreng di sebuah warung makan Sunda.


Layi mengajak Ratna ke lingkungan sekitar ke pinggiran hutan yang ada di belakang vila.


Hanya di pinggiran dan tidak masuk ke dalam karena Layi tahu Ratna sedang hamil 3 bulan.


Saat mereka akan kembali ke vila, mereka berdua bertemu seorang pemuda berumur 15 tahun dengan telanjang dada dan celana jeans panjang.


Layi yang tidak ingin istrinya tergoda oleh pria lain pun menutup mata Ratna dengan tangannya sambil membawanya tetap berjalan.


Saat Ratna dan Layi berpapasan dengan pemuda itu, Pemuda itu mengendus bau yang samar dan mengendus lebih dalam dengan hidungnya.


Saat Layi dan Ratna sudah agak jauh. Pemuda itu berbalik melihat mereka dan berbicara secara samar.


"Apa wanita itu adalah hantu? Baunya seperti hantu ...."


"Apa sebaiknya aku melaporkan ini pada Tetua Klan?"


"Tidak ... Aku akan menyelidiki ini terlebih dahulu sebelum aku melaporkannya pada Tetua Klan."


"Ah! Ini akan merepotkan, aku masih ingin bermain. Sebaiknya aku laporkan saja pada Tetua dan biarkan orang lain di klan yang menyelidiki wanita itu. Ya, sebaiknya begitu saja."

__ADS_1


__ADS_2