
Keesokan harinya, Chen Fan dan Layi meneruskan perjalanan mereka ke Gunung Emei.
Setelah menempuh perjalanan selama dua hari dengan naik delman, mereka akhirnya tiba di kaki Gunung Emei.
Karena delman tidak mungkin untuk naik gunung, Chen Fan mengajak Layi untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Layi sangat patuh mengikuti gurunya tanpa mengeluh sama sekali.
Chen Fan berjalan perlahan menyesuaikan langkahnya agar kecepatan langkahnya tidak membebani Layi yang berkaki pendek.
Chen Fan berjalan di samping Layi dengan tangannya memegang Layi.
Normalnya, untuk sampai ke tempat tinggal Immortal Chen Fan dari kaki gunung hanya membutuhkan sekitar 3 jam. Tapi Layi berkaki pendek karena masih berusia tiga tahun. Jadi perjalanan menjadi lebih lama dan membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk sampai ke tempat Immortal Chen Fan tinggal.
Immortal Chen Fan mengeluarkan token, dan saat token menyentuh formasi pada batu, pemandangan tiba-tiba berubah.
Kabut putih tebal menghilang digantikan dengan halaman rumput dengan sebuah rumah besar yang terbuat dari kayu keseluruhannya.
Layi yang sudah mengantuk menjadi tidak mengantuk lagi karena apa yang dilakukan gurunya. Menurutnya, gurunya baru saja melakukan sihir yang merubah pemandangan!
'Wow, Guru benar-benar keren ....'
Chen Fan melirik Layi, "Mulai sekarang di sinilah kamu dan aku akan tinggal."
Layi menatap Chen Fan dan mendengarkan dengan serius.
Chen Fan berkata, "Kamu harus bangun di pagi hari sebelum matahari terbit. Kamu akan berlatih di sini setiap hari."
"Jalan kultivasi tidaklah mudah. Seiring prosesnya banyak yang mengalami kematian terutama karena gagal menahan kesengsaraan petir surgawi."
"Dari semua kultivator, hanya sedikit sekali yang akhirnya bisa melaju ke tahap Golden Core."
Chen Fan memandang Layi dengan serius.
"Dan juga ... setiap kekuatan besar datang tanggung jawab yang harus dipikul. Saat kamu menjadi kuat di masa depan, aku harap kamu tetap berada di jalan yang lurus!"
"Jika kamu menyimpang dan memilih menjadi kultivator iblis daripada kultivator orthodoks yang benar, maka jangan salahkan aku jika aku akan datang membunuhmu! Bahkan jika kamu adalah muridku, aku tidak mentolerir setiap penyimpangan dalam jalan dao yang lurus!"
Layi mengangguk dengan berat dan serius!
"Jangan khawatir Tuan Guru, aku pasti akan berdiri kokoh di jalan yang lurus!"
Chen Fan tersenyum, "Bagus! Seperti itulah muridku!"
"Ngomong-ngomong, nama sekte-ku adalah Sekte Embun Pagi. Aku dan kamu adalah satu-satunya yang ada di sekte. Di masa depan, kita akan merekrut lebih banyak murid untuk bergabung dengan Sekte Embun Pagi."
Layi mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita masuk ke dalam sekte."
Chen Fan memegang tangan Layi. Tiba-tiba Chen Fan merasakan ada kehadiran lain yang tiba-tiba datang.
Chen Fan berbalik ke belakang dan melirik sebuah pohon pisang.
Ada hantu wanita berpakaian pengantin berwarna putih.
Seluruh pakaiannya berwarna putih, kornea matanya berwarna putih, giginya berwarna putih, rambutnya putih, dan kulitnya putih mulus dengan tubuh bahenol.
Dia seharusnya cantik ... Yah, cantik saat ia sebelum mati ....
Sesudah mati, tentu saja itu akan menjadi menyeramkan.
"Kamu sudah mati, kau seharusnya tidak ada di alam ini lagi."
Hantu Pengantin Wanita menjulurkan lidahnya, dan lidahnya memanjang ke depan dan maju ke arah Chen Fan.
Chen Fan melempar kertas mantra dan seketika perisai petir terbentuk di depannya.
Lidah hantu itu melaju dan mengenai perisai petir. Seketika hantu itu tersetrum petir.
Chen Fan memanfaatkan waktu itu untuk melempar jimat kedua.
Bola api besar muncul di udara dan melaju menelan si hantu dan langsung membakarnya hingga hangus!
Layi menyaksikan pertarungan Gurunya dan merasa tertarik dengan kertas (jimat) yang dilempar gurunya. Matanya berbinar dengan pandang pemujaan pada Gurunya.
"Apa yang aku lempar disebut jimat atau kertas mantra. Ada banyak variasi kertas mantra. Yang aku lempar adalah jimat perisai petir dan jimat bola api raksasa."
"Aku akan mengajarkanmu cara membuat jimat dengan kertas."
Mata Layi berbinar.
"Tapi pertama-tama kamu harus melewati tahap Body Forging."
Layi tidak tahu apa itu tahap Body Forging, tapi ia bersemangat dan mengangguk dengan berat pada setiap kata-kata gurunya.
"Ayo masuk, kamu pasti lelah."
Chen Fan memegang tangan Layi dan membawanya masuk ke dalam sekte.
"Kamarmu belum disiapkan, jadi kamu akan tidur dikamarku."
Layi mengangguk.
Chen Fan mencuci tangan dan kaki Layi sebelum ia mempersilahkan Layi untuk tidur di kamarnya.
__ADS_1
Chen Fan berbaring di sampingnya.
Saat tengah malam, sesuatu yang hangat membasahi tubuh Chen Fan. Membuatnya terbangun.
"F.u.c.k! Dia ngompol!"
"Sejak kapan dia naik ke atas perutku dan tidur di atas perutku?!"
"Dan kenapa juga harus ngompol????!!'
"Nak, kenapa kamu harus ngompol di tubuhku?? Sejak kapan aku menjadi tempat pembuangan air kencingmu?! Huh!"
Chen Fan menarik napas dalam berusaha menenangkan diri.
Ia memindahkan Layi dari tubuhnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Layi sebenarnya sudah bangun saat Chen Fan mengeluh. Tapi ia terlalu malu untuk bangun karena ia mengompol dan takut dimarahi. Akhirnya ia hanya menutup mata pura-pura tidur.
\*\*\*
Layi terbangun dari tidurnya, ia melihat kamarnya di apartemen. Ada istrinya Ratna yang masih tertidur di sampingnya.
"Aku mimpi lagi... Tapi mengapa mimpinya berkelanjutan?? Anehnya aku merasa mimpi itu nyata, bukan hanya sekedar mimpi."
***
Sementara itu, kawanan manusia serigala yang mengawasi vila yang sebelumnya ditempati Layi dan Ratna tidak melihat Ratna kembali ke vila setelah semalaman mengawasi.
"Kakak, kenapa wanita itu tidak datang ke vila-nya?"
"Apa pasangan suami-istri itu tahu kalau mereka sedang diawasi oleh kita dan akhirnya pergi bersembunyi?" tanya manusia serigala lain.
"Jika wanita yin itu pergi, bagaimana kita melaporkannya pada Patriak dan Tetua??"
"Ini merepotkan! Patriak dan Tetua Utama pasti akan memarahi kita. Aku harap kita tidak akan di hukum!"
"Mau bagaimana lagi? Kita memang gagal mengawasi wanita itu pergi! Kita hanya harus dengan jujur melaporkannya pada Patriak dan Tetua. Jika kita dihukum, maka jadilah itu!"
"Emm, Kakak, apa kita akan dihukum berat?" tanya manusia serigala muda yang berumur 15 tahun.
"Mungkin tidak, mungkin juga iya. Tapi aku percaya kalaupun kita dihukum, itu tidak akan menjadi hukuman berat."
"Huft! Huh ...!" Manusia serigala muda menghela napas lega. Ia tidak takut hukuman selama itu hukuman ringan.
"Ayo kita kembali ke klan. Kita harus melaporkan masalah ini secepatnya pada Patriak dan Tetua Utama."
Kawanan manusia serigala dipimpin oleh manusia serigala tertua akhirnya ke klan mereka yang terletak di dalam hutan.
__ADS_1
Ada alasan khusu kenapa manusia serigala tinggal di hutan. Itu karena mereka harus menjaga identitas mereka tetap rahasia!