Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Aku Tidak Bisa Hamil


__ADS_3

Jika orang lain bertanya pada Sekar apakah Layi benar-benar mencintainya, maka Sekar akan menjawab Layi benar-benar mencintainya.


Jika orang lain bertanya pada Sekar apa Layi masih mencintai Ratna, maka Sekar bisa menjawab bahwa Layi memang masih mencintainya.


Tapi jika orang lain bertanya siapa yang lebih Layi cintai? Sekar atau Ratna? Maka Sekar tidak bisa menjawabnya karena ia tidak tahu siapa yang lebih Layi cintai.


Dalam hati Sekar, ia ingin memonopoli Layi untuk dirinya sendiri. Tapi melihat begitu pedulinya Layi pada Ratna, ia sepertinya tidak akan bisa memonopoli Layi untuk dirinya sendiri.


"Apakah aku harus membunuh Ratna saja agar Bang Layi hanya bisa mencintaiku seorang?"


Sekar memikirkan kemungkinan untuk membunuh Ratna ....


"Tidak, aku tidak bisa, jika aku membunuhnya maka Bang Layi akan sedih ...."


"Aku tak ingin menyakiti Bang Layi dengan menyakiti Ratna, tapi aku masih orang yang egois yang masih butuh cinta, ada sebagian dari diriku yang egois yang ingin memonopoli Bang Layi untuk diriku seorang. Aku jadi dilema ... membunuhnya atau membiarkannya tetap hidup untuk hadir diantara kami?"


"Tidak! Akulah yang sebenarnya orang ketiga yang tiba-tiba hadir diantara mereka berdua."


"Salah, saat aku bersama Bang Layi, dia sudah putus dengan Ratna. jadi Ratnalah yang orang ketiga. Tapi saat Bang Layi putus dengan Ratna, mereka masih memendam cinta dan perasaan. Jadi siapa yang sebenarnya orang ketiga?"


Sekar membutuhkan waktu untuk memikirkan dan menerima hubungan cinta segitiga antara dia, Ratna, dan Layi.


Sekar memandang Bang Layi selama beberapa detik sebelum akhirnya pergi menghilang.


Untuk hari-hari berikutnya, Layi datang setiap hari menjaga Ratna di RSUD Koja. Hal ini tidak membuat Sekar senang, tapi Sekar samasekali tidak mengeluh pada Layi. Faktanya, Sekar menyembunyikan emosinya dengan sangat baik sehingga Layi tidak menyadari keberatan hati dan kekesalan Sekar.


Suatu hari Sekar yang dalam kondisi sangat cemburu mendatangi RSUD Koja, lebih tepatnya ia datang untuk Ratna.


Ia memandang Ratna yang sedang terbaring tak sadarkan diri di ranjang pasien.


Sekar menjulurkan kedua tangannya akan mencekik Ratna. Ya, Sekar berniat membunuh Ratna!


Saat tangan Sekar mulai menyentuh leher Ratna, pintu tiba-tiba terbuka. Sekar langsung menghilang dan kabur.


Shinta masuk ke dalam, dan saat ia membuka pintu ia melihat seorang wanita (Sekar) akan mencekik Ratna.


Shinta mengucek matanya memastikan apakah dia sedang berhalusinasi. Tapi saat ia kembali membuka matanya, Sekar sudah menghilang.

__ADS_1


"Huh ...! Untunglah hanya halusinasi! Bikin kaget saja!"


Shinta mendekat ke Ratna dan merapikan selimut yang menutupi tubuh Ratna.


Sebulan kemudian, hari yang membahagiakan bagi Galuh dan Melinda.


Hari ini adalah hari pernikahan Galuh dan Melinda.


Pernikahan mereka berjalan lancar. Fakta bahwa Melinda menggunakan susuk tato ular tidak menghalangi niat Galuh untuk melamar Melinda. Justru, Galuh merasa beruntung bisa menikah dengan pemakai susuk tato ular karena pernikahan itu membawa kebahagiaan tersendiri saat berurusan di ranjang.


Anak Galuh yang baru berumur 4 tahun juga sangat menyukai Melinda. dan Melinda juga yang merupakan wanita mandul sangat bersyukur dan sangat menyukai anak tirinya yang menurutnya sangat imut.


Melinda juga sangat menyukai Galuh terlepas dari perbedaan umur mereka yang mana Melinda lebih tua dengan selisih 22 tahun.


Banyak teman Galuh yang mencibir karena Galuh menikahi wanita berumur 50 tahun.


Tapi saat mereka melihat Melinda di resepsi pernikahan, mereka takjub dengan kecantikan Melinda yang secantik wanita berumur 18 tahun.


Demikianlah kehidupan rumah tangga Galuh dan Melinda yang harmonis dan baik-baik saja.


Sementara kehidupan Galuh dan Melinda sepertinya baik-baik saja, kehidupan percintaan Layi mulai tidak harmonis.


Sekar mulai menuduh Layi tidak mencintainya lagi.


Tapi Layi berdalih kalau Ratna yang sedang berbaring di kasur sedang membutuhkannya lebih dibanding Sekar yang tinggal serumah dengannya. Juga, Layi berdalih orang yang dicintai pemakai susuk tato ular ditakdirkan untuk mencintai si pemakai, jadi Layi hanya terus mengatakan bahwa ia juga sangat mencintai Sekar dan Sekar seharusnya tahu itu dengan baik.


Layi akhirnya mencoba berperilaku adik dengan menghabiskan setengah waktunya bersama Sekar dan setengah waktu lainnya menjaga Ratna.


Meskipun Sekar masih tidak terima kekasihnya berduaan dengan Ratna, ia hanya bisa mengalah karena dengan kondisi Ratna yang tak sadarkan diri, Layi dan Ratna tidak bisa bercinta seperti dirinya dan Layi.


Suatu malam setelah olahraga dengan Sekar selama 10 ronde, Layi yang kelelahan langsung tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi memiliki anak kecil yang lucu dan imut.


Anak kecil itu bertanya pada Layi siapa ibunya? Lalu Sekar dan Ratna muncul mengatakan pada anak itu bahwa dialah ibunya satu-satunya.


Anak kecil itu bingung karena memiliki dua ibu. Sementara Layi tidak tahu harus menjawab apa dan menunjuk siapa ibu kandung anak itu.


Sekar dan Ratna saling memelototi dan bermusuhan memperebutkan seorang anak. Keduanya bersiap untung bertarung dengan cakar kuku dan juga tinju mereka.

__ADS_1


Pada akhirnya Layi menghentikan perkelahian mereka. Sementara anak kecil itu menangis.


Layi terbangun dari mimpinya.


Huft! Huh! Huh ...! Layi bernapas dengan cepat.


Sekar yang mendengar ******* napas Layi yang berat juga terbangun.


Ia membawakan air putih dan memberikannya pada Layi.


Layi menerimanya dan menghabiskan air putih dalam gelas.


"Kamu mimpi buruk apa Bang?"


"Aku bermimpi kalau aku memiliki anak balita yang lucu dan imut. Tapi aku tidak tahu siapa ibu kandungnya."


"... itu mimpi yang aneh."


Layi menoleh ke Sekar, lalu bertanya, "Apakah menurutmu mimpi itu pertanda bahwa aku akan memiliki anak?"


"--Aku ...."


Belum sempat Sekar menyelesaikan ucapannya, Layi langsung memotongnya dengan berkata, "Kita harus ke dokter besok memeriksa kandunganmu. Mungkin kamu sedang hamil??"


"Bang, aku ...."


"Ya, aku apa Sekar?"


"Aku ... tidak bisa hamil karena aku arwah penasaran."


"Akh! Maaf, aku lupa ...!"


"Maaf Bang, aku tidak bisa memberikanmu keturunan karena aku arwah penasaran, tubuh fisikku telah tiada jadi aku tidak bisa hamil."


Sebenarnya Sekar ingin melanjutkan dengan kata 'kecuali aku menyatukan jiwaku dengan jiwa gadis yang rusak, maka aku akan kembali terlahir sebagai manusia dan bisa hamil lagi,' tapi Sekar memutuskan untuk merahasiakannya dari Layi untuk saat ini.


"Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa hamil, kita masih bisa mengadopsi anak."

__ADS_1


Meskipun Layi mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan biarpun Sekar tidak bisa hamil, dan masih bisa mengadopsi anak, tapi Sekar samar-samar bisa merasakan sedikit kekecewaan dalam kata-kata Layi.


Keesokan harinya sikap Sekar pada Layi menjadi agak dingin. Layi menebak mengapa Sekar menjadi dingin padanya, Layi berpikir ia mungkin kembali cemburu pada Ratna. Padahal, bukan itu!


__ADS_2