Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Pria Mandul


__ADS_3

Layi dan Ratna segera berkemas memberesi pakaian mereka.


Mereka berdua terlalu terburu-buru hingga beberapa barang tertinggal di vila.


"Mas, ada barangku yang tertinggal ...."


"Barang apaan?"


"Itu, jepit rambut dan sepatu boot."


"Kita bisa beli yang baru saat kita sampai di Jakarta."


"Baik, Mas."


Di tengah mengendarai mobil, rasa kantuk membuat Layi tertidur di mobil. Ia bermimpi.


Ia bermimpi menjadi bayi yang dibedong yang sendirian di tengah hutan.


Ada luka dangkal pada kulitnya mirip luka akibat tebasan pedang atau pisau.


Ada juga tongkat kayu jati gemuk di sisinya.

__ADS_1


Bayi itu tidak menangis dan tidak ketakutan sama sekali meskipun ia sendirian di tengah hutan.


Seorang pria paruh baya yang sedang mencari tanaman obat secara tidak sengaja menemukannya.


Pria itu kaget menemukan bayi di tengah hutan sendirian.


Ia langsung mengambil bayi itu dan mencari orang-orang di sekeliling berusaha mencari orang tua si bayi, tapi tak menemukan siapapun.


Bapak itu akhirnya berpikir kalau bayi ini adalah bayi yang telah dibuang oleh orang tuanya, atau bisa juga bayi ini diculik dan dibuang oleh si penculik karena dendam pada orang tua si bayi.


Apapun itu, ia tidak tega meninggalkan si bayi yang sendirian. Ia menggendong si bayi dengan hati-hati lalu berjalan ke luar hutan kembali ke desanya.


Desanya disebut Desa Babi Mati, entah kenapa dinamai desa babi mati, yang ia tahu nama desa itu sudah ada dari 1.000 tahun yang lalu.


Pak Ferry masuk ke Desa Babi Mati dengan gendongan bayi. Pak Reo melihatnya, dan mencibir Pak Ferry saat ia melewati halaman rumahnya.


"Hei, Ferry, apa kamu begitu putus asa hingga menculik bayi orang lain? Atau apakah itu anak haram yang kau temukan di Ting sampah?"


Pak Ferry berhenti sejenak dan memelototi Pak Reo. Setelah beberapa detik, ia kembali berjalan mengabaikan sindiran Pak Reo.


Istri Pak Reo mendengar cibiran suaminya dan datang menegurnya.

__ADS_1


"Yah, kamu tadi terlalu kasar! Dia punya anak atau tidak, itu bukan urusanmu."


"Huh! Dia memang mandul!"


Istrinya menepuk bahu suaminya memprotes.


"Kamu tidak bisa menyebutnya seperti itu! Bisa jadi dia sehat dan hanya belum dikaruniai anak saja. Atau bisa jadi istrinyalah yang mandul."


Mendengar perkataan istrinya, Pak Reo hanya mengerucutkan bibirnya dan mencibir.


"Cih! Itu pasti pria itu yang mandul! Kakak laki-lakinya menikah 3 tahun lalu dan istrinya langsung hamil. Sedangkan ia yang sudah menikah 10 tahun tapi belum juga mempunyai anak, itu pasti Ferry yang mandul!"


Istrinya hanya menggeleng-geleng kepalanya menanggapi omongan suaminya. Menurutnya, karena kakaknya bisa menghamili wanita lain, tentu adiknya juga harusnya bisa, jadi menurutnya adalah istri Pak Ferry yang mandul.


Pak Ferry terus berjalan mengabaikan gosip dan omongan setiap orang yang membicarakannya.


Ia menikah dengan istrinya 10 tahun yang lalu dan belum dikaruniai anak. Orang-orang di Desa Babi Mati mulai mencibir ia sebagai pria mandul.


Ferry sangat kesal awalnya, ia akan akan beradu tinju dengan penduduk desa yang berani membicarakannya di depan hidungnya.


Awalnya marah dan kesal, tapi setelah bertahun-tahun menerima cibiran, ia mulai kebal pada sindiran dan tidak pernah menanggapi sindiran orang lain lagi. Tentu saja, Ferry pria yang mendendam pada orang yang bermulut kotor, jadi ia memasukan nama-nama orang yang bermulut kotor ke dalam daftar hitam.

__ADS_1


Saat orang pada daftar hitam sedang kesusahan atau sakit, ia tak akan membantunya dan tak akan menjenguknya. Baginya, mereka hanya orang asing yang tak layak mendapat bantuannya.


__ADS_2