Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Layi Vs Hendra


__ADS_3

Layi makan daging ikan dan cah kangkung yang dimasak istrinya.


Ia sangat puas dengan masakan Ratna hingga ia nambah 3 kali!


"Masakanmu sangat enak, Yang. Besok masakin lagi donk."


"Boleh, tapi bahannya si Mas yang beliin yah?"


"Ok, Honey."


Dan begitu saja, keduanya keluar melihat-lihat pemandangan dan mencoba masakan khas di tempat wisata dan baru kembali pada malam harinya.


Malam ini karena kelelahan keduanya tertidur pulas.


Keesokan harinya, Layi pergi ke pasar berbelanja bahan makanan untuk dimasak istrinya. Begitu ia kembali ke vila, ia melihat bocah Hendra Wolf ada di rumahnya sedang makan nasi goreng buatan istrinya.


'Apa yang dilakukan bocah pe'a itu di sini? Dan kenapa Layi membiarkannya masuk?' pikir Layi dalam hati.


Hendra merasakan tatapan Layi, jadi dia menoleh balas menatap Layi.


Keduanya bertatapan hingga 30 menit tanpa berkedip. Ratna yang akhirnya tahu, menghentikan kontes menatap mereka.


"Apa yang kamu lakukan dengan memelototi Hendra?"


Layi menatap Ratna.


"Kenapa kamu membiarkannya masuk ke rumah kita?"


"Karena dia ingin bertemu denganku."


"Kenapa dia ingin bertemu denganmu?"


"... tanyakan padanya. Kenapa kamu bertanya padaku?"


"Hei, bocah, kenapa kamu ingin menemui istriku?"


"Karena aku ingin melihatnya sebelum ia pulang ke Jakarta."


"...??!"


"Aku masih akan tinggal di sini sebulan lagi," kata Ratna.


"Benarkah?!"


"Horee!!"


Hendra melompat kegirangan mengetahui ia masih punya sebulan untuk melihat Ratna setiap hari.


"Lihat bajingan itu! Dia sangat kegirangan mengetahui kamu masih lama tinggal di sini! ck."


"Kenapa kamu sangat memusuhi anak-anak? Kamu juga akan punya anak, cobalah untuk akrab dengan anak-anak. Kamu tidak mau anak kita memusuhimu hanya karena kamu tidak tahu cara bersahabat pada anaknya, kan?"


"Itu itu! Ini ini! Anakku anakku, bajingan tengik ya bocah Hendra itu!"


Ratna geleng-geleng kepala, Mas-nya sangat kekanakan kalo dah bertemu Hendrawan!

__ADS_1


"Hei, bocah, jangan lupa cuci piring sehabis makan."


"Baik, kakek."


"Siapa kakekmu bocah ingusan?!"


"Kalo begitu, Paman?"


"... aku bukan pamanmu!"


"... kalo begitu Adik Besar?"


"Bocah bau sialan ...!"


Pada akhirnya mereka berdua berakhir dengan saling mengolok tanpa berdamai. Ratna hanya geleng-geleng kepala tapi merasa terhibur.


__________


Di malam hari, Layi menagih janji pada Ratna untuk servisnya yang telah ia janjikan sebelumnya pada Layi.


Ratna hari ini bermain dengan tangan dan menempati posisi di atas.


(adegan di skip)


Keesokannya pagi-pagi sekali saat Layi mengajak Ratna untuk jalan-jalan pagi, ia melihat bocah Hendra itu ada di pagar sedang menunggu.


Waktu masih pagi jam 05.15 WIB, tapi bocah itu sudah menunggu di pintu pagar.


"...?!!"


Bocah itu mengangguk.


"Kamu tidak kedinginan??"


"Serigala memiliki bulu tebal yang hangat."


"...benar. Seharusnya cuaca dingin di sini tidak jadi masalah untukmu."


"Kenapa kamu menunggu di sini sepagi ini, Bocah?!" tanya Layi, ia tidak senang dengan fakta kali ini ia punya saingan baru. Ia tentu saja tidak akan membiarkan bocah itu merebut istrinya!!


"Aku ingin menemui Kak Ratna."


"Istri orang bukan untuk dilihat oleh orang lain seenaknya. Kamu harus meminta ijin suaminya jika ingin melihatnya!"


"Aku hanya ingin melihatnya."


"Tidak lolos ijin."


"Ijinkan aku menemuinya, yang tua harus mengalah pada yang muda!"


"Yang muda harus mendengarkan omongan yang tua! Jika tidak ya tidak!"


"Baiklah Pak Tua!"


"Aku belum tua!"

__ADS_1


"Tapi kamu bilang yang muda harus mendengarkan yang tua! Bukankah kamu mengakui diri kalau kamu sudah tua, Pak Tua??"


"... bocah!"


"Ya."


"Pergi ke neraka!"


"Tidak mau, maunya ke rumah Kak Ratna."


"Pergi ke rumahmu sendiri!"


"Aku akan pergi ke rumahku sendiri setelah puas melihatnya."


"... bocah, kalau kamu tidak pergi, aku akan memanggil polisi!"


"Akh! Sayang, Kenapa kamu menjewer telingaku?!"


"Kamu berantem dengan anak kecil, dan bahkan mengancamnya dengan lapor polisi! Ingat kamu sudah dewasa, berperilaku kah seperti orang dewasa!"


"Ck, aku sudah cukup dewasa dibanding bocah itu!"


Ratna tidak tega mengusir Hendra yang terlihat polos itu diusir dan dikatai oleh suaminya. Ia akhirnya mengajak Hendra jalan-jalan pagi bersama dengannya.


Saat mereka berjalan, Layi dan Hendra saling memelototi saat Ratna tidak melihat.


Ratna mengajak Hendra sarapan pagi di rumahnya setelah jalan-jalan pagi. Hendra dengan senang hati menerimanya dan memuji setiap hidangan yang disuguhkan Ratna. Hendra samasekali tidak peduli dengan tatapan tajam Layi yang memelototinya dengan marah!


Setelah sarapan pagi, Hendrawan pulang ke rumahnya.


Begitu saja setiap hari, Hendra datang ke vila setiap hari untuk sarapan.


Layi awalnya risih karena mengira ia memiliki saingan cinta. Tapi setelah pengamatan lebih jauh, Hendra tidak pernah menggoda istrinya, setiap katanya hanya jawaban polos anak-anak tanpa perasaan sayang layaknya kekasih.


Ada juga keanehan lain, daripada menemui istrinya, Hendra lebih seperti ingin melihat bayi di perut Ratna. Ia sering menatap perut Ratna.


Hendra selalu bertanya, "Kapan bayinya lahir?" atau berkata, "Aku tahu bayinya pasti wanita yang sangat cantik." atau "Aku mendo'akan bayinya selalu sehat."


Terlepas dari keanehan Hendra, Layi senang dengan fakta bahwa Hendrawan tidak mengincar istrinya.


Sikap Layi ke depannya sedikit melunak, ia bahkan mulai sedikit menyukai Hendra karena anak itu rajin bantu bersih-bersih di vila yang sangat membantunya dan Ratna.


Satu bulan kemudian, masa sewa vila habis, tapi Ratna masih suka tinggal di vila ini, jadi Layi memutuskan untuk menyewa kembali vila ini sampai sebulan ke depan.


Hendra sangat senang mendengar berita ini.


Usia kandungan Ratna telah mencapai 5 bulan, tapi perutnya seperti hamil 9 bulan dengan 7 bayi. Tidak diketahui apa penyebab kandungan Ratna tiba-tiba membesar dengan cepat. Bahkan dokter juga tidak tahu penyebabnya. Hanya satu hal yang bisa dipastikan oleh dokter yang memeriksa bahwa Ratna hanya mengandung satu orang bayi berkelamin wanita, dan bayinya sehat.


Kabar bahwa Ratna telah hamil besar meski usia kandungannya hanya 5 bulan dan kandungannya tampak sangat besar sehingga seperti hamil dengan 7 bayi telah menjadi bahan perbincangan dikalangan orang-orang di sekitar.


Hal ini juga terdengar di telinga Klan Wolf.


Di Klan Wolf, ada legenda yang mengatakan bahwa seorang bayi dengan masa kehamilan yang aneh dan terlahir dengan kekuatan besar yang sanggup mengguncang dunia lelembut akan lahir di Pulau Jawa dari perut tubuh yin.


Bayi ini kelak akan menjadi sosok yang sangat kuat dan akan memusnahkan Klan Wolf. Oleh karena itu, Klan Wolf selalu waspada terhadap wanita yang memiliki tubuh yin dan mengamati kehamilan mereka saat mereka sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2