Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Bayi yang diberkati dan Terkutuk


__ADS_3

Para manusia serigala kembali ke hutan dan melapor kepada Patriak dan 2 Tetua Utama.


Para manusia serigala segera bersujud begitu mereka masuk ke ruang di mana Patriak dan 2 Tetua Utama berada.


Patriak, "Kenapa kalian bersujud?"


Manusia serigala tertua menjawab, "Ka- kami ...."


Patriak, "Bagaimana pengintaian kalian?"


Tetua Pertama, "Sepertinya ada sesuatu yang salah melihat raut wajah kalian."


Manusia serigala tertua dalam kelompok yang ditugaskan menarik napas dalam sebelum ia akhirnya membuka mulutnya untuk melapor. "Lapor! Kami kehilangan wanita itu. Dia menghilang."


Patriak dan dua tetua, "..."


"Katakan detailnya," kata Patriak.


"Semalam saat kami datang ke vila mereka, mereka telah hilang. Kami pikir mereka hanya sedang pergi ke luar. Tapi Setelah kami menunggu hingga matahari terbit, mereka tidak kembali ke vila."


Patriak dan dua tetua saling melirik.


Patriak berkata, "Bagaimana menurut kalian dua tetua?"


"Kita harus melacak wanita yin itu! Anak yang dilahirkannya mungkin ancaman nyata untuk klan kita!" kata tetua kedua.


"Benar. Ini masalah serius dan kita harus mencari wanita itu bahkan jika kita harus menjungkirbalikkan dunia, kita harus menemukan wanita itu!" kata tetua pertama.


Tetua Kedua lalu menambahkan, "Kita harus menggunakan segala macam metode untuk menemukan wanita itu."


Tetua kedua lalu memandang Patriak, "Aku menyarankan Patriak untuk mengirim orang-orang dari klan kita untuk segera menemukan wanita yin itu. Dan bila perlu, kita harus menghubungi guild informasi."


Patriak mengangguk.


Tetua pertama menambahkan, "Klan kami sudah ada dari zaman dahulu kala dan telah mengumpulkan banyak harta. Singkatnya kami tidak kekurangan uang! Mohon Patriak untuk menyewa seluruh guild informasi yang ada di seluruh negeri ini."


Patriak mengangguk.


Patriak menatap kumpulan manusia serigala yang masih bersujud. "Kalian bisa bangun! Aku tidak akan menghukum kalian, tapi lain kali, laporkan lebih cepat jika kalian mendapati suatu yang tidak wajar! Tetap awasi vila itu, mungkin wanita itu suatu hari akan kembali ke vila itu!"


"Baik, Patriak!" jawab manusia serigala yang masih bersujud secara serentak.


Manusia serigala yang bersujud bangkit dan lalu memberi hormat sebelum akhirnya berjalan ke luar.


Selepas mereka pergi, Patriak memerintahkan Tetua kedua yang mengurus masalah keuangan klan untuk menghubungi seluruh guild informasi. "Hubungi seluruh guild informasi yang tersedia, uang tidak masalah. Aku mendapat ijinku sepenuhnya."


"Baik Patriak," kata ketua kedua.


***


Sementara itu, Layi dan Ratna telah bersiap untuk pergi ke rumah Nyai Belut Radish.


Layi mengendarai mobil, sementara istrinya duduk di bangku depan.

__ADS_1


"Mas, menurutmu, apa yang ingin dikatakan Nyai Belut Radish hingga ia menyuruh kita yang sedang di Bandung untuk kembali ke Jakarta secepatnya?"


"Aku tidak tahu."


Layi lalu melanjutkan perkataannya, "Tapi itu pasti sesuatu yang penting yang menyangkut tentang kita atau mungkin soal keanehan bayi kita."


"Maksudmu, bayiku aneh?"


Layi berkedip polos.


Ratna menoleh ke kandungannya. Memang benar bahwa kandungannya terlalu besar meskipun hanya ada satu bayi di dalamnya ....


Setelah berkendara selama 45 menit, akhirnya Layi dan Ratna tiba di kediaman Nyai Belut Radish.


Gerbang langsung terbuka saat Layi dan Ratna datang. Layi memasukan mobilnya ke dalam dan memarkirkannya di halaman rumah Nyai Belut Radish.


Keduanya turun dari mobil.


"Mas, ada tombol bel pintu, tekan Mas tombolnya."


Layi menekan tombol bel dan suara bel yang aneh terdengar.


~Ning nong ning nong, kalau mau masuk jaga sopan santun. Yang gak berkepentingan dilarang masuk. Orang panuan, kadas, kurap, dan suka nyolong ikan dilarang masuk!~


Layi dan Ratna, "...."


"Ada apa dengan nada bel pintu ini?"


Setelah menunggu satu menit.


"Kok, gak dibukain juga pintunya, Mas?"


"Aku coba pencet bel pintu lagi."


Layi memencet bel pintu.


~Ning nong ning nong, kalau mau masuk jaga sopan santun. Yang gak berkepentingan dilarang masuk. Orang panuan, kadas, kurap, dan suka nyolong ikan dilarang masuk!~


Pintu akhirnya terbuka. Suara Nyai Belut Radish terdengar meskipun ia tidak ada di depan Layi dan Ratna.


"Masuklah. Jangan lupa cuci kaki jika kaki kalian kotor."


Layi dan Ratna, "..."


"Aku hanya bercanda ha ha," kata Nyai Belut Radish.


Layi, 'Apa maksudnya bercanda? Ini lebih seperti dia memang orang aneh atau nenek labil.'


Ratna berkomentar dalam hati. 'No Comment.'


Layi dan Ratna masuk ke dalam.


Ada banyak lukisan dan benda-benda yang terkesan mistis di dalam ruangan rumah Nyai Belut Radish.

__ADS_1


Setelah melewati ruang tamu dan masuk ke ruang lainnya, mereka akhirnya melihat Nyai Belut Radish sedang duduk bersila dengan mata tertutup. Nyai Belut Radish duduk bersila dengan mengambang di udara.


Setelah merasakan Layi dan Ratna masuk ke dalam ruangannya, Nyai Belut Radish membuka matanya. Ia turun dari udara dan duduk di bantal di lantai.


Layi kagum dengan kemampuan Nyai Belut Radish, tapi bagi Ratna, itu hanya trik kecil karena ia juga bisa melakukan apa yang dilakukan Nyai Belut Radish yaitu duduk mengambang.


"Akhirnya kalian datang. Aku sudah ngantuk dan ingin tidur, karena menunggu kalian, aku terjaga."


"Maaf Nyai membuatmu menunggu kami," kata Layi.


"Tidak masalah, asalkan kalian memberikan bayaran lebih dari informasi penting yang akan aku berikan."


!!! 'Bayaran lebih? bukankah dia yang memanggil kami?? Hei, bukan kami yang ingin menggunakan jasamu, ok?! Tapi kamu yang memanggil kami!!'


Nyai Belut Radish berkata, "Aku hanya bercanda ... ha ha ha, jangan pasang wajah yang cemberut."


Layi, 'Nenek-nenek peyot sialan! Kenapa dah tua suka nge-prank?!'


Ratna, 'Benar saja, aku masih tidak menyukai dan masih belum terbiasa dengan candaan nenek ababil ini!'


"Aku memanggil kalian karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada kalian."


"Hal penting apa Nyai?" tanya Layi.


Ratna juga memasang telinganya dengan lebar dan s.e.k.s.ama.


Nyai Belut Radish menunjuk perut Ratna.


"Ini tentunya soal bayi yang ada di kandungan istrimu."


"Berapa umur kandungan bayi itu?"


"Sekitar 3 bulan lebih Nyai," kata Ratna.


"Apa kamu merasa ada yang tidak beres dengan kandunganmu, Mayi? Oh, tidak, maksudku Ratna?"


Ratna mengangguk dengan berat. "Memang, perutku sudah seperti hamil 8-9 bulan meskipun usia kandunganku masih muda."


Nyai Belut Radish mengangguk, "Memang, itu wajar."


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan kehamilan Ratna, Nyai?" tanya Layi dengan panik.


Nyai Belut Radish mengambil napas dalam dan menghembuskannya.


Huh ...


Nyai Belut Radish memandang Ratna dengan serius.


"Kehamilan Ratna bukanlah kehamilan biasa karena ia sedang mengandung bayi yang diberkati."


"Bayi yang diberkati?" tanya Layi dan Ratna serempak.


"Benar. Bayi itu disebut diberkati oleh sebagian yang lain, dan disebut bayi terkutuk oleh sebagian yang lainnya."

__ADS_1


__ADS_2