Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Keputusan Ratna


__ADS_3

"Jika bayi yang dikandung istriku adalah bayi lelaki, apa Klan Wolf tidak akan mengganggu kami lagi?" tanya Layi.


Nyai Belut Radish mengangguk, "Ya."


"Yang mereka anggap ancaman hanya bayi wanita yang lahir dari rahim wanita bertubuh yin. Jika itu bayi laki-laki yang lahir, maka Klan Wolf sama sekali tidak akan peduli karena bayi laki-laki tidak mereka anggap sebagai ancaman."


Layi menengok ke Ratna istrinya, Ratna juga melihat ke Layi. Mata keduanya bertatapan seolah berkomunikasi ingin segera pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kesehatan dan jenis kelamin bayi mereka.


Layi melirik Nyai Belut Radish, "Nyai, kalau begitu kami undur pamit dulu, kami akan pergi ke klinik memeriksa kandungan istriku."


"... pergilah, semoga bayi kalian berkelamin pria."


"Kalau begitu, kami mohon pamit Nyai," kata Ratna.


"Aku akan mengantar kalian keluar."


Nyai Belut Radish menemani Layi dan Ratna keluar dari rumah. Saat akan melewati ruang tamu, ada berbagai lukisan termasuk lukisan mantan Presiden AS, George Walker Bush.


Adapula lukisan baru, yaitu lukisan yang sangat mirip dengan Presiden Joko Widodo.


Hal ini membuat Layi penasaran.


"Nyai, kenapa ada lukisan itu!" Layi menunjuk lukisan Joko Widodo.


"Oh, itu, dia salah satu pelangganku."


Layi berkata, "Wow, Nyai Belut Radish luar biasa!"


Ratna juga berkata dengan penuh semangat! "Hebat! Aku tahu Nyai Belut Radish memiliki banyak kalangan politikus dan pejabat sebagai pelanggannya, tapi aku tidak mengira sekelas Presiden Joko Widodo juga akan menggunakan jasa Nyai Belut Radish!"


Nyai Belut Radish, "..."


Layi juga menimpali, "Benar-benar dukun yang luar biasa sakti mandraguna yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit aneh seperti kadas kurap dan kurang tidur."


Nyai Belut Radish, "..."


"Juga penyakit kutuan rambutnya atau sesuatu seperti itu dan pegal linu dan lemah syahwat. Pokoknya mantul banget dech Nyai Belut Radish!"


Nyai Belut Radish tidak tahan lagi mendengar omong kosong, "Cukup! berhenti! stop! Kapan aku pernah berkata aku bisa menyembuhkan penyakit yang kalian sebutkan barusan??!"


"Hello, saya Nyai Belut Radish bukan dokter!! Kapan saya mengaku pernah mengobati penyakit yang kalian sebutkan?! Jangan mengada-ada!"


"Juga, jangan panggil aku dukun! Saya Nyai Belut Radish adalah paranormal, bukan dukun! Gak level!!"


Dalam hati Layi berkata, 'Bukankah dukun dan paranormal sama saja?'


"Tapi Nyai Belut Radish, Biarpun Anda tidak bisa menyembuhkan penyakit di atas, Anda masih luar biasa karena keahlian supranatural Anda yang sudah lama terbukti. Bahkan, Presiden Jokowi saja harus pake jasa Anda!! luar biasa!!"


"Kapan aku pernah berkata Presiden Joko Widodo pernah menggunakan jasaku untuk memuluskan karirnya??"

__ADS_1


"Maksud Nyai?" tanya Layi dan Ratna secara bersamaan.


"Presiden Joko Widodo tidak pernah menggunakan jasaku. Berhenti membuat omong kosong!"


"Lalu ... kenapa ada lukisan Presiden Joko Widodo di dinding?" tunjuk Layi dengan telunjuknya pada lukisan Jokowi.


"Itu bukan lukisan Presiden Joko Widodo ..."


"Bukan?? Dia sangat mirip! siapa dia?"


"Itu lukisan salah satu pelangganku, karena mukanya mirip Jokowi, makanya aku minta lukisan dia ..."


Layi, "..."


Ratna, "..."


Layi berkata, "Sebenarnya ada hal seperti itu ..."


Ratna, "Kalau dipikir-pikir, tidak aneh memang kalau ada beberapa orang di dunia ini yang mirip penampilannya satu sama lain. Istilahnya, Serupa tapi tak sama atau sama tapi tak serupa."


"Lantas dia datang ke mari untuk minta bantuan apa, Nyi?" tanya Ratna.


"Dia minta jasa pasang susuk tato ular."


"Jadi dia sama sepertiku rupanya ...."


"Baik, Mas."


Layi memegang tangan Ratna dan membawanya keluar. Nyai Belut Radish mengantar sampai pintu dan lalu menutup pintu.


Layi dan Ratna pergi dengan mobil ke klinik terdekat.


Saat mereka berada di klinik, mereka berharap bahwa bayinya akan menjadi wanita.


Tapi hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang tidak sesuai harapan mereka berdua ...


Bayi di perut Ratna ternyata berkelamin wanita!!


"Selamat bapak dan ibu, bayinya sehat dan berkelamin wanita. Hemm, maksud saya, selamat karena akan mendapatkan seorang putri," Kata dokter.


"Wanita ..." Layi bergumam.


"Ya? ada apa?"


"Tidak apa-apa, Dok. Kami senang bayi kami sehat-sehat saja."


"Kami undur diri dulu, Dok."


"Ya, silahkan ..."

__ADS_1


Layi dan Ratna pergi dari klinik. Ada perasaan gelisah di hati mereka berdua.


Selama di mobil keduanya memiliki pikiran masing-masing. Keduanya tidak berbicara satu sama lain selama di mobil.


"Mas, awas!!"


Kiikk!! suara rem!!


"Mas, hati-hati! tadi hampir aja kita nabrak kucing."


"... maaf, Sayang. Mas kurang fokus."


Kali ini Layi mengemudi dengan konsentrasi. Ia tidak ingin terjadi kecelakaan selama ia mengemudi.


Setelah beberapa waktu, keduanya sampai di apartemen Layi.


Sampai keduanya masuk ke rumah apartemen, keduanya ingin mengatakan sesuatu, tapi saat akan berkata seolah mulut mereka terkunci karena tidak tahu bagaimana harus memulai pembicaraan penting.


Keduanya akhirnya berpisah di rumah sendiri. Layi masuk ke kamar tamu tidak ke kamar bersama ia dan Ratna.


Sementara Ratna juga masuk ke kamar yang biasa ia tidur bersama suaminya.


Di dalam kamar, Layi sedang berpikir.


"Ya, Tuhan, bagaimana caraku mengatakannya pada Ratna?? Aku tak ingin ia dikejar-kejar oleh Klan Wolf karena ia mengandung bayi perempuan kami. Tapi apa yang harus aku katakan padanya?"


"Ratna sangat menyayangi bayi kami, tapi bayi itu adalah ancaman untuk kelangsungan hidupnya. Ya, Tuhan, apa yang harus aku lakukan??!"


"Apa aku harus memaksa Ratna untuk menggugurkan bayi kami? Ratna pasti tidak bersedia! Tapi jika ia tidak bersedia, maka ia akan dibunuh oleh kumpulan manusia serigala sialan itu!"


"Tuhan, tolong berikan jalan untukku agar aku bisa menyelesaikan permasalahan rumit kami!"


Sementara itu, di kamar lain Ratna sedang terbaring sambil menangis.


Tangan Ratna memegang selimut dan meremasnya tanpa sadar karena ia sedang frustrasi dengan keadaannya saat ini.


"Tuhan, Dewa, Budha, Raja Hantu, atau siapapun itu, tolong aku! Aku yakin Mas Layi akan memintaku menggugurkan bayiku, tapi aku tidak mau!"


"Aku akhirnya hamil, aku merasa kebahagiaanku lengkap, tapi mengapa justru menjadi seperti ini sekarang??!!"


"Mas Layi sangat mencintaiku, jika dihadapkan pada pilihan antara memilihku dan bayiku, dia pasti akan lebih memilih menyelamatkan aku daripada menyelamatkan bayi kami."


"Tapi bayiku adalah segalanya bagiku, aku lebih memilih mati daripada harus tetap hidup dengan perasaan menyesal dan bersalah karena menggugurkan bayi ini ..."


"Hiks ..!" Ratna menangis ...


"Aku akan kabur dan pergi dari rumah ini. Aku harus meninggalkan Mas Layi dan pergi bersembunyi dari kejaran manusia serigala!"


"Ya, hanya ini cara satu-satunya yang saat ini bisa aku pikirkan! Aku harus pergi saat Mas Layi tidak mengawasiku!"

__ADS_1


__ADS_2