
Layi mengklik WA-nya dan melihat pesan masuk dari Galuh.
---Yi, tahu gak Lo kalo biaya rawat inap selama Lo di RS keseluruhannya totalnya 1 milyar?
Itu biaya Lo semuanya dah lunas dibayarin ma si Ratna. ---
Selesai membaca WA, Layi kaget mengetahui biaya RS selama seminggu ia di sini.
'Apa apaan? 1 milyar? Ini RS apa sarang preman yah? Operasi juga kagak, masa satu milyar?' pikir Layi dalam hati.
Layi memandang Ratna yang sedang memijat kakinya.
'Darimana wanita ini mendapatkan uang sebanyak itu? Setahuku tabungannya cuman 599 juta sebelum putus ma guwa.'
"Ratna, akan saya ganti biaya 1 milyar. Terimakasih sudah dibayarin duluan."
"Sama-sama Mas, gak usah dibalikin, Ratna ikhlas uang itu gak dibalikin, yang penting Mas sehat secepatnya."
"Darimana kamu dapat uang sebanyak itu? Setahuku tabunganmu cuman 599 juta sebelumnya?"
"Sisanya Ratna bayarin paket yang grade mobil dan rumah Mas."
"Eh, Kok begitu?? Gak bisa kayak gituh donk!"
Layi membuka catatan transferannya di HP dan melihat catatan histori hingga ke 7 bulan yang lalu dimana ia pernah melakukan transferan ke rekening Ratna.
Layi segera memasukan no.rekening Ratna dan mengisi nominal 1.1 miliar dan mengklik transfer.
Tak lama kemudian ada notifikasi bahwa transfer telah berhasil.
Sementara itu, Ratna menerima notifikasi transferan dari Layi di HP-nya.
"Kok, dibalikin Mas?"
"Kan itu emang uang kamu!"
"Tapi transfernya kelebihan 40 juta Mas!"
"Anggap aja itu biaya buat kamu yang dah ngerawat saya di sini. Selain itu, uang agunan yang dibalikin buat nebus rumah dan mobil pasti gak sama dengan nominal pinjaman, pasti ada bunganya. Anggap aja itu uang buat nebus nominal bunganya."
Ratna terus menolak, tapi Mati bersikukuh pada pendiriannya. Pada akhirnya Ratna mengalah karena takut Layi akan marah-marah kalau ia terus menolak.
____________
Keesokan harinya, Layi chek out dari RS, dengan diantar Galuh, dia kembali ke Jakarta naik mobil. Sementara Ratna juga kembali ke Jakarta karena sudah waktunya ia masuk kerja di perusahaan tempat ia bekerja di Jakarta. Tentu saja, dia tidak semobil dengan Layi, karena Layi masih belum nyaman dekat-dekat dengannya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan ke Jakarta, Layi tertidur dan dalam tidurnya ia memimpikan Mayi.
"Bang, aku rindu kamu," kata Mayi dalam mimpi."
"Mayi, kamu dimana? Mayi?"
"Bang, aku kesepian, temenin aku Bang!"
"Mayi, kamu dimana? Mayi? Mayi?? Mayi???!!"
Layi terbangun dari tidurnya, keringat dingin bercucuran dari dahinya.
"Kenapa lu bro? Kok, teriak teriak sendiri? mimpi apaan emang? Siapa itu Mayi??"
"Mayi, pacar guwa! Kenapa guwa baru keingetan sekarang??!"
"Pacar lu? Sejak kapan lu punya pacar baru bro?"
"Gal, guwa berdua ma Mayi pas kecelakaan mobil. Dimana Mayi? Dia harusnya ada RS juga, kan?"
"Korban kecelakaan cuman lu doank bro! gak ada yang lain."
"Apa?! Mustahil guwa sendirian, guwa kecelakaan berdua, kok!"
"Kalo gak percaya, lu buka aja di google! Berita lu kecelakaan masuk berita online!"
Segera, berita muncul, tapi tak ada berita yang memberitakannya.
"Kata kuncinya apa bro?"
"Ketik aja insiden Maserati masuk jurang di Banyuwangi."
Layi memasukan kata kunci seperti yang disebutkan Galuh, dan benar saja ada beberapa berita yang memberitakan dirinya disertai photo-photo dirinya yang terluka tak sadarkan diri, juga photo mobilnya yang penyok hancur sehancur hatinya.
Di berita itu, diberitakan hanya ada satu orang yang mengalami kecelakaan dan tidak ada penumpang lain di mobil itu selain dari si pemilik mobil (Layi).
"Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa hanya ada aku seorang di mobilku? Kemana perginya Layi?!"
"Gak, puter mobil! Anterin guwa ke lokasi kecelakaan! Pasti ada Mayi di sana!"
"Lay, lu sehat gak sih? Kita dah di Depok bentar lagi mau nyampe Jakarta ini masa harus balik lagi ke Banyuwangi?!"
"Gak peduli Gal, Mayi pasti sendirian aja nungguin guwa di sana!"
"Kalo emang ada wanita lain di mobil Lo pastinya polisi dan orang-orang di sana dah nemuin tuh si Mayi! Ini gak ada tubuhnya, jejaknya juga gak ada? Lu yakin ada orang lain Lay?"
__ADS_1
"Yakin, ada!"
"Tapi, kok, cuman ada lo doank di mobil? Dan polisi juga warga sekitar juga dah menelusuri lokasi sekitar kecelakaan dan gak nemuin ada orang lain, kok?! Lu yakin itu gadis yang namanya Mayi itu manusia bukan hantu?!"
"Yakinlah dia manusia! Guwa ada photonya, kok?!"
Layi mencoba mencari photo-photo Mati di galeri HP-nya, tapi photo-photonya tak ketemu.
Layi membuka kontak dan memasukan nama Mayi di kontak. Tapi ... nomor kontaknya juga gak ada! kok, bisa ilang?!
Layi memikirkan sesuatu kemungkinan, dan ia curiga bahwa photo dan nomor kontaknya telah dihapus oleh Ratna sewaktu ia merawatnya di RS.
'Aoakah ini ulah Ratna?' pikir Layi dalam hati.
'Tidak, ini tidak mungkin dia! Dia bukan tipe orang yang menyentuh barang orang lain tanpa seijin yang punya!'
'Ini gak mungkin si Galuh, jadi siapa yang ngehapusin??!'
"Mana photonya? Trus, kalo gak ada photonya, ada nomor kontaknya gak?"
"Hilang semua ...! Baik photo dan kontaknya ada yang ngehapusin!"
"Nah, kan, gimana guwa mau percaya kalo photonya aja gak ada?"
"Tapi beneran ada Gak! Guwa sebulan tinggal di hotel ma dia!"
"Sebulan? Mana ada sebulan, lu aja cuti kerja baru 12 harian, mana ada lu ngabisin waktu ma dia di hotel selama sebulan??!"
"Apa?! Guwa libur cuti kerja baru 12 hari?! Bukannya ini dah sebulan lebih?!"
"Mana ada sebulan lebih?! Lu dah dipecat kali! Lu ijin cuti dua minggu, trus gw ajuin cuti lagi dua minggu buat lo karena alasan kecelakaan! 4 Minggu 28 hari dan lu baru ngabisin cuti 12 hari! Waktu libur lu masih lama friend!"
"Baru 12 hari ... Lantas apa Mayi itu hanya mimpi guwa semata?!"
"Kalo Lo gak percaya ma guwa, coba Lo cek di HP lo tanggal dimana Lo ngambil cuti dan tanggal sekarang Lo tinggal kurangin aja!"
Layi melihat tanggal di Hp baru menunjukan tanggal 12 desember, dan ia ingat dengan jelas kalo ia cuti mulai dari tanggal 1 Desember.
"Jadi, apa Mayi itu karakter imajinasi guwa sebenarnya? Mayi sebenarnya tidak pernah ada??!"
Layi yang meragukan identitas Mayi akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.
Selama perjalanan pulang dan setibanya ia di rumahnya, ia merasa ada sesuatu yang tidak bisa mendamaikan hatinya.
5 hari kemudian.
__ADS_1
Layi selama 5 hari ini tak bisa tidur dengan nyenyak meskipun ia sedang berlibur notabennya.