Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Seolah Ada Kekuatan Aneh yang Merasukiku


__ADS_3

"Haha, tadi dua kali mandinya," kata Layi.


Mayi: "...?"


Mata Layi tiba-tiba terpaku pada paha Mayi. Mayi mungkin tidak sadar kalau handuk yang ia pakai telah tersingkap sebagian sehingga memperlihatkan paha kanannya yang putih dan mulus.


Layi buru-buru berbalik ke cermin pura-pura merapikan rambutnya. Tapi saat ia menatap cermin, ia bisa melihat paha Mayi yang terpantul di cermin.


"Bang, bisa pinjam HP-mu? Di kartu-kartu nama ada seorang teman yang rumahnya tidak jauh. Mungkin saya bisa minta tolong ke dia."


Layi tidak menjawab, pandangan Lati masih tertuju pada cermin memperhatikan paha Mayi yang putih bersih.


"Abang Layi?" tanya Mayi lagi.


Mayi mengangkat kepalanya lalu memandang Layi yang sedang memandang cermin. Mayi juga melihat pahanya di cermin, kini ia tahu kalau Layi sedang mengintip lewat cermin.


"Akh!" Mayi menjerit.


Mayi buru-buru merapatkan pahanya dan membetulkan handuknya agar bisa menutupi pahanya yang terbuka.


Mayi merasa malu, tapi ia berusaha mencoba tetap tenang. Ia mengambil kartu nama dan berakting sedang membaca informasi yang ada di kartu nama. Ia lalu memasukkan kartu nama ke dalam dompetnya.


Sementara itu, Layi tetap terpaku di depan cermin. Ia ketahuan mengintip ....


Setelah lama hening, Mayi mencoba mencairkan suasana.


"Maaf, maaf soal tadi, saya tidak bermaksud menggoda Anda. Sungguh!"


"Aku akui itu bagian dari keburukanku, maksudku yang dengan ceroboh dan kurang memperhatikan lingkungan sekitar."


__________


Waktu tidur.


Layi berbaring di ranjang dengan punggung membelakangi Mayi. Ia belum bisa menenangkan hasrat birahinya. Ia berusaha menenangkan diri dengan menutup kedua matanya tapi bayangan Mayi selalu muncul setiap kali ia memejamkan matanya.


"Bang, apa kamu beneran tidur?"


Setelah hening sesaat, Layi menjawab.


"Belum. Biasanya aku pandai mengendalikan nafsuku, tapi malam ini kenapa setiap kali aku berusaha mengendalikan nafsuku semakin besar nafsuku?"

__ADS_1


"Maaf, Bang ... Gak sengaja yang tadi."


Gelegar! suara petir!


Hujan turun lagi.


Mayi yang agak takut petir mendekatkan tubuhnya dan memeluk Layi dari belakang.


Mayi tersentak, ia menjadi kembali tak terkontrol batinnya.


"Aku takut petir ... Ijinkan aku memelukmu untuk sesaat."


Lelaki tampan dan tinggi dengan hidung mancung dan seorang gadis cantik fresh meat berumur 18 tahun berdempetan di tempat tidur. Tidak aneh jika terjadi sesuatu di tempat tidur.


(fresh meat adalah sebutan untuk remaja yang masih tumbuh, anak SMP dan SMU masuk kategori fresh meat.)


"Aku sedang berusaha menenangkan diri agar tidak tersesat."


"Menenangkan diri agar tidak tersesat dari apa Bang?"


"Menenangkan diri agar tidak tersesat dari jalan yang bernama kehidupan."


"Maksudnya, Bang?"


"Aku gak sengaja Bang," bisik Mayi ke telinga Layi dengan nada agak kesal!


"Tidak peduli itu sengaja atau tidak, aku harus tetap berusaha menekan hasrat batinku ini. Aku sangat menderita, tersiksa sekali diriku karena ingin melakukan hal-hal itu!"


"Layi ...."


Suara panggilan Mayi yang lembut seakan menyatakan ia juga sedang menahan gairah hasratnya. Setidaknya seperti itulah yang terdengar di telinga Layi. Gejolak di dada Layi semakin besar seolah siap meletus.


Layi membalikkan badannya menghadap Mayi.


Mayi mengusap bibir Layi dan memasukkan jarinya ke dalam mulut Layi. Layi sedikit membuka mulutnya dan jari itu secara perlahan masuk ke dalam mulutnya seolah minta dielus.


"Bang Layi ...."


Suara Mayi mulai mendesah.


Layi menggigit kecil jari di Mayi dan mengelusnya dengan lidahnya seperti mengemut permen jagoan neon.

__ADS_1


"Layi ... aku jadi ikut seperti kamu. Aku bergairah! Ooohh ...!"


Layi terus mengunyah permen karet yang ada di mulutnya sambil menutup mata.


Mayi menarik jarinya secara perlahan. Dan Layi membuka matanya.


Wajah Mayi sudah berdekatan dengan wajahnya. Mata Mayi tampak sayu seolah sudah pasrah dan menyetujui apapun yang akan diperbuat Layi padanya.


4 detik saling berpandangan, Mayi mencium bibir Layi dengan lembut. Layi menekan bagian belakang kepala Mati dan ******* bibir Mayi dengan penuh gairah, dan akhirnya French kiss.


Layi merasa tertantang oleh tindakan Mayi yang memulai duluan. Layi akhirnya membuka blus Mayi lalu melepas handuk yang menutupi Mayi dan melempar handuk itu ke lantai.


Tubuh telanjang Mayi kini terlihat sepenuhnya. Ciuman Layi turun ke bagian lain tubuhnya dan berhenti hingga di bagian tertentu. Mayi yang merasakan ciuman di bagian tertentu tubuhnya mulai mendesah kenikmatan.


Layi membalikkan tubuh Mati sehingga ia bisa mencium bagian belakang tubuh Mayi.


Saat ia membalikkan tubuh Mati, ia melihat tato hijau bergambar ular piton yang melingkar sambil menjulurkan lidahnya. Ada mahkota di atas kepala ular piton.


Untuk sesaat, Layi seolah kesurupan. Hasrat birahi di dalam hatinya menjadi menggebu-gebu seolah hasratnya tak akan padam.


Layi menjadi semakin bergairah ia menyerang setiap bagian tubuh Mayi dengan sentuhan s.e.k.s.ual yang ganas.


Layi melakukan xxx dan mengeluarkan xxx hingga 20 kali. Mayi terlentang di kasur telanjang hingga tak sadarkan diri karena kelelahan.


Layi berbaring di sampingnya, Ia merasa aneh.


"Ada apa ini? kenapa aku bisa melakukan xxx hingga 20 kali??! Padahal dengan mantan pacarku yang dulu aku hanya sanggup melakukannya cuman 4 kali dalam satu malam. Tapi dengan Mayi aku bisa xxx hingga 20 kali! Seolah ada kekuatan aneh yang merasukiku yang membuatku ingin terus melakukan xxx dan terus xxx!"


"Ada sesuatu yang membuatku sangat bergairah seolah ombak lautan yang tak mungkin berhenti berombak!"


"Pasti ada yang tidak beres! Apa tato di punggungnya yang membuatku seperti ini? Aku mulai kehilangan kewarasanku saat aku melihat tato ular di punggungnya. Ya, pasti tato itu!"


___________


Keesokan harinya.


Layi dan Mayi bangun saat sudah jam 4 sore, mereka semalam terlalu bersemangat hingga melakukannya 20 kali.


Layi yang hendak berziarah ke makam keluarganya mengurungkan niatnya karena sudah terlalu sore, ditambah ia harus mandi dan makan dan belum membeli kembang untuk ditabur di makam. Juga, cuaca mendung adalah alasan utamanya agar tidak berziarah hari ini.


Layi bertanya apakah Mayi sangat kelelahan dan apakah tubuhnya baik-baik saja? Tapi Mati hanya menjawab bahwa tubuhnya baik-baik saja.

__ADS_1


Saat Layi bertanya apakah dia semalam merasakan gairah yang sangat besar seolah dia merasakan gairah yang tak ada habisnya, Mayi menjawab 'iya'.


Layi dan Mayi mandi secara bergantian dan pergi ke bawah untuk memesan makanan karena perut mereka yang sudah sangat kelaparan karena belum makan dan olahraga intens semalam.


__ADS_2