Susuk Tato Ular

Susuk Tato Ular
Immortal Chen Fan


__ADS_3

Seorang pelayan bergegas masuk.


"Nyonya, Tuan, ada tamu yang datang."


"Siapa yang datang?" tanya Parwati.


"Itu seseorang pemuda katanya ingin menemui Tuan Muda Layi."


"Huh ...! Apa itu penipu lain?"


Selama dua setengah tahun ini, Ferry dan Parwati telah memanggil berbagai dokter baik dokter terbaik di kabupaten maupun provinsi untuk menyembuhkan keadaan Layi. Tapi tak satupun yang sanggup menyembuhkan Layi.


Pada akhirnya Ferry memanggil dokter istana dengan membayar sejumlah besar uang. Tapi dokter istana kerajaan pun tidak bisa menyembuhkan Layi. Layi tetap bisu dan tanpa ekspresi.


Ferry akhirnya mengumumkan dan memasang pamflet di seluruh negeri mencari dokter atau tabib yang bisa menyembuhkan anaknya, tapi tak satupun yang datang mampu menyembuhkan penyakit Layi.


Lambat laun, berbagai penipu datang ke manornya mengaku bisa menyembuhkan tapi sebenarnya hanya ingin uang Ferry.


Mulai dari penipu yang mengaku sebagai dokter, tabib, immortal, dukun santet hingga dukun-dukun lainnya dan dukun yang mengaku paranormal. Bahkan ada yang datang dengan pakaian pengemis mengaku sebagai pengemis sakti mandraguna yang mengaku menguasai jurus siluman pucuk pemakan belut listrik yang bisa menyembuhkan orang sakit.


Yah, untuk kasus si pengemis sakti, saat ia mengobati Layi dan mengeluarkan alat setrum listrik, ia justru kena setrum sendiri dan akhirnya mati ....


Nyatanya para penipu tidak memiliki kemampuan itu, selain dari uang yang ingin mereka ambil dari keluarga Ferry.


Kali ini yang datang adalah seorang pemuda. Sudah pasti pikiran Parwati menganggapnya sebagai penipu lain.


"Anak muda zaman now kalau mau cari uang nyarinya via menipu. Astaga Naga!"


"Katakan pada pemuda itu bahwa kami hanya menerima tabib atau dokter dengan banyak pengalaman perawatan, bukan pemula!"

__ADS_1


"Baik, Nyonya."


Saat pelayan berbalik dan baru melangkah dua langkah, ia dipanggil kembali oleh Parwati.


"Tunggu."


Pelayan berbalik menatap Nyonya Parwati.


"Iya, Nyonya?"


"Pemuda itu mungkin datang kemari untuk menipu uang karena ia sedang membutuhkan uang. Mungkin ia sedang dalam keadaan terpaksa."


"Lupakan saja. Berikan 5 keping emas pada pemuda itu dan suruh ia pergi."


"Baik, Nyonya."


Pelayan itu pergi.


Ferry memeluk Parwati.


"Tidak apa istriku, bahkan jika anak kita selamanya bisu dan tanpa ekspresi, kita akan tetap membesarkannya dengan banyak cinta dan kasih."


"Kamu benar Sayang, Layi adalah keberuntungan kita, kehidupan kita membaik dan sangat beruntung setelah kita mengadopsi Layi. Kita bersama-sama akan mencintai juga melindunginya selama yang kita mampu."


"Hanya sangat disayangkan. Anak kita Layi begitu tampan dan cerdas. Tapi ia tidak bisa bicara dan tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Ia tidak pernah menangis dan selalu diam akan apapun yang terjadi padanya. Hiks ...! Sungguh malang Layi kami."


Pelayan yang disuruh keluar kembali masuk lagi dengan tergesa-gesa.


"Nyonya, pemuda itu menolak uang yang diberikan. Dia bahkan berkata akan memberikan 1.000 keping emas jika diijinkan melihat Tuan Muda Layi.”

__ADS_1


"Apa?!" teriak Parwati dan Ferry secara bersamaan.


"Ya, Tuan, Nyonya, pemuda itu bilang dia seorang immortal dan bisa menyembuhkan Tuan Muda Layi."


Ferry berpikir sebentar sebelum berkata, "Panggil Layi ke sini dan biarkan pemuda itu masuk."


"Baik, Tuan."


Pelayan pergi dan membawa Layi.


Layi berumur 3 tahun dan sangat mandiri, dia cerdas tapi seolah terbuat dari es karena tidak memiliki ekspresi di wajahnya.


Layi putih bersih, sangat tampan dan menggemaskan. Hanya saja dia bisu hal yang sang sangat disayangkan.


"Sayang, kemari."


Layi mendekat ke Parwati.


Parwati memeluk Layi. Layi duduk di pangkuan ibunya.


Tak lama kemudian seorang pemuda yang mengaku immortal masuk dengan pelayan yang disuruh tadi.


"Salam, saya immortal Chen Fan."


Ferry menjawab, "Salam, aku dengar kamu seorang immortal dan mengaku bisa menyembuhkan anakku?"


Chen Fan mengangguk, "Ya. Aku dan dia (menunjuk Layi) sudah ditakdirkan oleh surga dalam ikatan karma."


Ferry dan Parwati, "...?"

__ADS_1


Chen Fan meneruskan berbicara, "Aku sudah mencarinya selama tiga tahun ini. Akhirnya aku menemukannya."


__ADS_2