
Cukup lama Aso dan wanita dengan jas almamater putih itu terdiam dengan pandangan yang dalam. Hingga ucapan Yeji akhirnya kembali membuyarkan angan mereka berdua.
"Dokter Nara, dia adalah Aso ... Direktur Utama dari Kawai Group." ucap Yeji yang kali ini memperkenalkan Aso kepada Nara.
Sungguh permainan takdir yang cukup unik. Lagi-lagi Aso dan Nara harus dihadapkan di dalam situasi yang cukup canggung ini. Namun Aso segera bersikap profesional dan wajar. Dia dengan segera mengulurkan tangan kanannya dan memperkenalkan dirinya di hadapan semua orang.
"Salam kenal, Dokter Nara. Aku adalah Aso. Semoga kerjasama ini bisa terjalin dengan baik. Dan semoga dokter Nara serta tim medis lainnya bisa memberikan yang terbaik untuk kami." ucap Aso dengan bijak.
"Ahh ... uhmm ... i-iya ... kami akan memberikan penanganan medis yang terbaik untuk seluruh pekerja Kawai Group." sahut Nara membalas uluran tangan Aso dengan sangat terpaksa dan kikuk.
"Tuan Aso tenang saja. Meskipun The University of Tokyo Hospital baru saja diresmikan, namun rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit terbaik yang ada di Jepang, bahkan menjadi nominasi rumah sakit terbaik di dunia. Semua tenaga medis yang ada di rumah sakit ini memiliki standar tinggi dalam hal pelayanan dan pengobatan masyarakat. Dan kini, The University of Tokyo Hospital menjadi salah satu rumah sakit terlengkap dan terbaik di dunia. Ranking diberikan pada kualitas pengobatan, pelayanan, dan tentu pada kualitas tenaga medis yang bekerja di rumah sakit tersebut. Jadi tuan Aso dan nona Yeji tidak perlu khawatir."
Ucap Nara sedikit menjelaskan rumah sakit dimana dia bekerja saat ini. Bahkan dia juga telah dipromosikan dan dipercaya untuk menjadi wakil dari ketua rumah sakit.
"Kami sangat beruntung, dan ini adalah sebuah kehormatan untuk kami karena bisa bekerja sama dengan The University Of Tokyo Hospital." ucap Yeji dengan ramah.
"Malam ini akan ada sebuah perayaan untuk merayakan kerjasama ini. Semoga dokter Nara dan Sersan Sion bisa menghadiri pesta ini." imbuh Yeji penuh harap mereka untuk hadir.
"Kebetulan aku sedang tidak bertugas malam ini. Jadi ... aku akan datang, Nona Yeji." jawab Sion antusias.
"Itu terdengar sangat bagus. Aku harap dokter Nara juga bisa hadir." sahut Yeji beralih menatap Nara.
"Uhm ... aku akan mengusahakannya. Aku akan datang jika tidak ada tugas dadakan." sahut dokter cantik Nara. "Baiklah. Aku masih ada janji bertemu dengan beberapa pasien, jadi aku akan pamit lebih awal. Permisi ..." imbuh Nara berpamitan dengan sopan.
...🍁🍁🍁...
BRAKK ...
__ADS_1
Rin menghempaskan sebuah berkas tepat di hadapan Aso, ketika malam ini Aso pulang ke rumah keluarga besar Rin.
"Apa yang kamu lakukan, Rin? Aku ini suamimu! Seharusnya kamu bisa menghargai dan menghormati aku sedikit saja ... apa tidak bisa bicara baik-baik dan tidak kasar seperti ini?"
Merasa tersinggung dan semakin tidak dihargai, Aso yang selama ini hanya bisa pasrah dan mengabaikan Rin, kini akhirnya mulai mengeluarkan uneg-unegnya.
"Ckkk ... untuk apa aku melakukannya? Kamu banyak berhutang pada keluargaku!" Rin mendengus dan tertawa meremehkan. "Tanda tangani surat ini!"
"Surat apa ini?" tanya Aso memungut berkas yang berada di atas meja setelah dihempaskan oleh Rin.
"Aku mau kita cerai!! Ryo sudah kembali dan kami akan segera menikah! Dia menghilang saat itu karena harus pergi mengantarkan sepupunya berobat ke luar negeri. Kamu tidak perlu berpura-pura lebih lama lagi untuk menjadi suamiku! Tapi ingat, kamu harus membayar hutang-hutangmu untuk keluargaku! Ingat biaya oprasi dan mendapatkan pendonor ginjal itu sangat mahal!"
Sungguh, ucapan Rin membuat Aso dipenuhi amarah dalam seketika. Sebagai seorang laki-laki dia merasa tak berharga karena untaian kata dari gadis itu. Rahang tegasnya mengeras dan Aso segera menandatangani surat perceraian itu dipenuhi dengan amarah.
Bukan amarah karena dia merasa sakit hati dan dicampakkan. Melainkan karena diperlakukan dengan sangat tidak baik oleh Rin. Padahal selama ini dia sudah berusaha untuk selalu berbuat baik dan sabar ketika menghadapi keluarga Rin.
Bahkan Aso juga telah mengorbankan hatinya sendiri. Meninggalkan sang kekasih hati dan menikahi Rin hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarga besar Rin.
"Terima kasih karena sudah pernah membantuku untuk pengobatan ibuku. Aku tidak akan pernah melupakan semua itu. Jika kelak membutuhkan bantuanku, jangan segan untuk menemuiku." ucap Aso masih berusaha bersikap baik sebelum dia berlalu meninggalkan Rin.
Rin tertawa singkat mengejek dengan kedua tangan yang disilangkan di bawah dadanya.
"Memang lain kali aku akan membutuhkan bantuan untuk apa darimu? Kamu bahkan hanya bekerja menjadi staff keamanan di Kawai Group. Gajimu tak akan cukup untuk membelikan baju-bajuku. Ryo jauh lebih mapan darimu, Aso. Dan kami saling mencintai. Aku akan hidup bahagia setelah menikah dengannya. Lebih baik urus ibumu yang sudah tua dan sakit-sakitan itu!! Mau mati saja nyusahin orang!" cibir Rin meremehkan Aso.
Aso yang mendengarkan ucapan Rin hanya menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Memang selama ini Aso mengatakan kepada Rin jika dia mendapatkan pekerjaan di Kawai Group sebagai staff keamanan.
Dan sebenarnya itulah yang sebenarnya terjadi. Karena itulah pekerjaan awal Aso yang sekaligus juga merangkap menjadi asisten pribadi Yeji saat itu. Mengenai Aso yang telah mendapatkan promosi menjadi Direktur Utama pusat, itu belum diketahui oleh Rin. Karena Aso belum pernah memiliki kesempatan untuk mengatakannya kepada Rin.
__ADS_1
Sebenarnya pada awalnya Aso masih bisa menahan dirinya untuk menghadapi Rin. Namun di akhir kalimat Rin sungguh membuat Aso tersinggung dan kesal bukan main. Dia mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya dalam seketika.
Rin, kamu sudah sangat keterlaluan. Suatu saat kamu pasti akan menyesali semuanya.
Batin Aso meninggalkan kediaman mewah itu dengan hati yang memanas.
.
.
.
Malam itu Aso dan Rin resmi bercerai. Dan pihak keluarga Rin tentunya juga tidak menghalangi perceraian itu, karena mereka tau jika Rin sudah cinta mati dengan sosok Ryo. Seorang pewaris tunggal dari perusahaan yang cukup berkembang pesat di Asia Timur. Keluarga besar Rin bahkan bisa memaafkan Ryo dengan sangat mudah setelah Ryo menghilang di hari menjelang pernikahan.
Aso meninggalkan kediaman utama keluarga besar Rin dan mendatangi sebuah hotel berbintang 5 di Tokyo. Dimana malam ini ada sebuah perayaan yang diadakan oleh Kawai Group yang baru saja menjalin kerjasama bersama beberapa perusahaan besar.
Sebuah restoran ruangan VVIP yang cukup besar dan mewah sudah dipesan oleh Yeji. Dan disana sudah cukup ramai dengan beberapa tamu undangan Yeji. Dan rupanya Asolah yang datang paling akhir. Itupun Aso datang karena untuk menghibur dirinya sendiri yang kesal karena perbuatan mantan istrinya yang sesuka hatinya sendiri. Bukan karena cinta? Namun lebih ke merasa tidak pernah dihargai dan selalu diinjak-injak. Ditambah lagi Rin yang sudah berkata kasar mengenai ibunya.
BRUGHH ...
BYUURR ...
Karena melenggang dengan keadaan hati yang tidak baik dan kurang fokus, Aso malah menabrak seorang gadis hingga membuat secangkir red wine yang sedang dibawa gadis itu malah tumpah dan membasahi gaun sang gadis.
Bersambung ...
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Bonus visual Rin.