
"Nara, bibi ... jangan khawatir, aku akan membantu paman Jun dan mencari tau tentang semua ini. Aku sangat yakin jika ada kesalahpahaman yang telah terjadi." ucap Aso setelah menghampiri Nara dan ibunya yang masih berada di teras rumahnya menatap nanar kepergian mobil kepolisian itu.
"Nara, ajak ibumu masuk dan temani dia. Percayakan semua padaku." imbuh Aso beralih menatap Nara.
"Aku akan ikut denganmu, Aso! " pangkas Nara cepat. "Ini menyangkut ayah. Dan aku tidak bisa berdiam diri. Aku juga akan berusaha mencari bukti jika ayah tidak bersalah."
"Tapi, Nara ..." sergah Aso terlihat keberatan.
"Aku juga seorang dokter. Dan aku akan memeriksa jasad pasien itu untuk melakukan beberapa tes forensik! Aku sedikit memahaminya. Dan aku juga memiliki teman dokter ahli forensik disana ..." sahut Nara bersikeras.
"Ibu. Tunggulah di rumah bersama Anna. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu ayah. Ibu jangan khawatir ... aku juga pergi bersama Aso, aku akan baik-baik saja ..." ucap Nara menatap lekat wannita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu mengangguk masih dengan tatapan penuh kekhawatiran sembari mengusap lembut sisi samping wajah Nara.
"Kalian pergilah. Dan Aso ... tolong jaga Nara." sahut wanita paruh baya itu berakhir menatap Aso seolah-olah dia memang mempercayai Aso.
"Hhm. Bibi jangan khawatir. Aku akan menjaga Nara dan melakukan yang terbaik untuk paman."
Aso dan Nara berpamitan dan segera menuju ke salah satu rumah sakit di prefektur Kanagawa, tepatnya sebuah rumah sakit besar dimana ayah Nara bekerja sebagai seorang dokter umum.
...๐๐๐...
Ruangan tes forensik, St. Luke's International Hospital.
Tepat disaat Aso dan Nara tiba disana, mereka meminta ijin untuk bergabung bersama rekan dokter Nara yang kebetulan sedang memeriksa jasad pasien yang diperkirakan meninggal setelah meminum resep obat yang diberikan oleh Jun.
Pada awalnya rekan kerja Nara terlihat sangat keberatan untuk mengijinkan Aso yang merupakan orang luar ikut bergabung bersama. Namun setelah Nara menjelaskan jika sebenarnya Aso juga memahami medis, akhirnya rekan dokter Nara mengijinkannya.
Dan semua itu sebenarnya karena dia sudah cukup mengenal Nara dengan baik, dan dia cukup segan untuk menolak Nara. Terlebih masalah yang terjadi saat ini menyangkut tentang ayahnya.
__ADS_1
Tidak ada luka luar di dalam tubuh pasien wanita muda itu. Maka dari itu dilakukan pemeriksaan internal atau organ dalam untuk proses autopsi. Dan ini adalah langkah pemeriksaan untuk melihat kondisi organ dalam pada tubuh mayat tersebut. Organ dalam pada hal ini meliputi paru-paru, jantung, ginjal, pankreas, hati, lambung, dan otak jika diperlukan.
Proses otopsi ini untuk melihat apakah ada kerusakan pada organ dalam yang menjadi penyebab kematian.Pengujian sampel juga dibutuhkan berdasarkan jaringan dan cairan tubuh seperti darah dari proses autopsi.
"Matanya sayu, wajah lebih pucat dan dia sempat kejang-kejang sebelum tewas. Dia mengalami kekurangan oksigen hingga menyebabkan kebiruan pada kulit, ujung jari, dan bibir." gumam Aso menyimpulkan ketika dia menyentuh tangan jasad wanita cantik di hadapannya serta unung jarinya setelah menggunakan mata dewanya.
"Benar. Pasien sempat mengalami kejang, mual, muntah-muntah, kehilangan keseimbangan, sesak napas, mengalami gangguan penglihatan, mengalami halusinasi, gelisah, serta merasa cemas. Namun karena ingin lebih memastikannya lagi, kami melakukan pemeriksaan tes forensik." sahut dokter pria yang memimpin tes ini.
"Jika memang begitu, ada kemungkinan pasien meninggal bukan karena mengkonsumsi obat yang diberikan oleh ayah. Melainkan karena overdosis oleh obat lain." ucap Nara menyimpulkan.
"Ada kemungkinan seperti itu, Nara." jawab Aso masih mengamati jasad yang hanya tertutup oleh kain putih dari bagian dada hingga kakinya.
TRING ...
Ponsel Aso berbunyi, dan dia segera memeriksanya.
Tuan Aso, aku sudah mengirimkan apa yang tuan perintahkan. Semoga berguna. Shien.
Cepat juga pergerakan Shien. Tidak salah aku menjadikannya asisten pribadiku.
Batin Aso tersenyum samar dan mulai mengamatk beberapa video pendek yang dikirimkan oleh Shien.
"Korban meninggal tepat 3 jam setelah mengunjungi sebuah bar. Dia dugem dan mengonsumsi minuman keras serta narkoba di X Bar. Dugaan bahwa dia tewas akibat over dosis pun semakin kuat. Ini bukan sepenuhnya salah tuan Jun. Melainkan karena kelalaiannya sendiri."
Ucap Aso menyimpulkan setelah menyaksikan beberapa rekaman video tersebut.
Nara dan dokter forensik itu mendekat dan menyaksikan video itu kembali. Dan seketika mereka berdua sepemikiran dengan Aso.
Proses autopsi biasanya memakan waktu 1 hingga 2 jam saja. Yang lama adalah hasil observasi dari lab yang memeriksanya untuk mengetahui penyebab kematian tersebut. Bisa beberapa hari hingga berminggu-minggu. Namun rupanya kini mereka bisa memecahkannya dalam waktu yang cukup cepat dan singkat.
__ADS_1
โOverdosis obat adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mengonsumsi zat atau obat-obatan secara berlebihan atau tidak sesuai dengan rekomendasi dokter. Kondisi ini tidak boleh diabaikan, karena bisa berakibat fatal. Salah satu dampak dari kelebihan dosis obat adalah hilangnya nyawa seperti yang telah dialami oleh nona Hikari. Dan ini bukanlah kesalahan dari dokter Jun.โ ucap dokter forensik tersebut cukup merasa lega.
Bukan hanya dia yang merasa lega, namun Nara dan Aso juga sangat merasa lega. Karena itu artinya Jun memang tidak bersalah.
.
.
.
Hasil pemeriksaan tes forensik telah keluar. Meskipun pihak keluarganya masih saja menyanggah dan tetap menyalahkan Jun, namun pihak kepolisian telah membebaskan Jun dan meminta maaf terhadapnya. Bahkan mereka juga berjanji akan mengadakan konferensi pers untuk pembersihan nama baik Jun Fukuyama. Karena berita ini sempat tersebar luas tentang kematian Hikari yang merupakan seorang penyanyi muda.
"Aso, terima kasih banyak. Kamu sudah sangat membantuku hari ini." ucap Nara dengan tulus tepat saat mereka sedang menunggu Jun di depan kantor kepolisian prefektur Kanagawa.
"Aku sudah seharusnya melakukan semua ini, Nara. Aku sudah berjanji padamu dan juga pada bibi." sahut Aso dengan hangat dan mengusap lembut kepala Nara.
Nara menatap dalam Aso dan mengatakan sesuatu penuh harap, "Jangan menyerah terhadap ayahku ..."
Mendengar ucapan Nara, Aso tersenyum hangat dan meraih kedua jemari Nara, "Kamu tenang saja. Aku tidak akan menyerah ... aku akan mengantar kamu dan ayahmu pulang--"
"Nara! Ayo pulang! Sopir keluarga kita sudah menunggu!"
Belum sempat Aso menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Jun yang sudah dibebaskan kembali berteriak memanggil putrinya. Tak jauh dari dia sudah ada sebuah Lexus hitam yang sedang menunggu.
"Pulanglah bersama ayahmu. Biarkan dia tenang dulu. Lain kali aku akan lebih berusaha ..." ucap Aso seakan menyadari kebimbangan Nara saat ini.
Dokter cantik itu mengangguk samar dan meninggalkan Aso. Sedangkan Aso masih saja berada di tempatnya menatap kepergian Lexus hitam metalik tersebut.
Ryuk, mengapa cheat pemikatku tidak bereaksi terhadap Nara? Aku sudah menolongnya, dan aku juga sudah melakukan skinship dengannya? Apakah ada yang salah dengan cheat pemikat milikku?
__ADS_1
Batin Aso bertanya kepada sang pemandu sistemnya karena merasa sangat penasaran.
Bersambung ...