System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Kedatangan Nara


__ADS_3

"Kami sungguh meminta maaf atas apa yang telah terjadi sebelumnya. Dan kami juga mengucapkan banyak terima kasih, karena pengobatanmu ... kondisi papaku mulai membaik. Padahal sebelum-sebelumnya tidak ada dokter yang bisa menanganinya hingga membuatnya sedikit membaik seperti ini. Kamu benar-benar seorang dokter genius, Tuan Aso."


Di depan kamar sang ayah, Miyavi berkata dengan tulus dan sangat berterima kasih kepada Aso. Namun Oshima yang berada sedikit di belakang sang papa tidak mengatakan sepatah kata apapun. Mungkin dia cukup malu untuk mengakui kemampuan Aso yang beberapa saat yang lalu sangat diremehkan olehnya.


"Sebenarnya penyakit tuan besar Miyamoto tidak bisa disembuhkan total, aku hanya sedikit melakukan sedikit terapi untuk menghambat parahnya penyakit beliau saja. Namun sebaiknya lakukan terapi dengan rutin bersamaan dengan memberikan obat untuknya. Itu akan lebih baik." jawab Aso menyarankan.


"Tentu saja! Tanpa kamu suruhpun kami tentu saja akan melakukan yang terbaik untuk kakek!" serobot Oshime masih saja berkata dengan angkuh dengan kedua tangan yang disilangkannya di depan dada bidangnya.


"Oshima!" tandas Miyavi tajam dan sangat tegas hingga membuat pria berambut keemasan gondrong itu seketika terdiam. "Jaga ucapanmu dan segera minta maaf kepada tuan Aso!" imbuhnya penuh penekanan.


"Hah? Apa? Minta maaf kepadanya? Papa ... tapi dia hanya kebetulan saja bisa menyembuhkan kakek ..." ucap Oshima sangat keberatan.


"Oshima!!" tandas Miyavi menegaskan kembali agar putra sulungnya bisa segera mematuhi ucapannya.


"Maaf ..." dengan sangat terpaksa Oshima mengatakannya. Sangat lirih dan tentu saja tidak sepenuh hati. Namun Aso tidak mempermasalahkan hal ini.


"Baiklah. Lakukan terapi dengan rutin serta tetap berikan pengobatan luar. Dan semoga keadaan tuan besar Miyamoto segera membaik sepenuhnya." ucap Aso kembali menyarankan dan berharap pasiennya akan segera membaik.


"Jika memang seperti itu, maukah tuan Aso saja yang melakukannya? Jadilah dokter pribadi untuk papaku ..." pinta Miyavi penuh harap.


"Baiklah. Aku akan rutin melakukan terapi untuk tuan besar Miyamoto. Jika ada sesuatu yang terjadi dengan beliau, silakan untuk menghubungiku. Baiklah, ini sudah cukup larut. Aku akan pamit dulu." ucap Aso berpamitan dengan sopan.


"Baik, Tuan Aso."


Baru saja beberapa langkah meninggalkan teras rumah besar Ikari, seorang gadis memanggilnya kembali hingga menghentikan langkah Aso.


"Aso!!"

__ADS_1


"Ya? Apa penyakit kakekmu kambuh lagi, Melody?" tanya Aso berpikir ke arah sana karena melihat Melody yang datang dengan terburu.


Mendengar pertanyaan Aso membuat Melody tertawa lirih dengan raut wajah yang masih berbinar menandakan suasana hatinya sedang sangat baik.


"Tidak, Aso. Kondisi kakek sudah membaik dan saat ini kakek sedang menikmati makan malamnya bersama mama dan Oshima. Ngomong-ngomong ... terima kasih ya! Kamu benar-benar adalah seorang malaikat penolong! Aku akan membayar semua kebaikanmu ini ..." sahut Melody sangat berbinar.


"Ha? Membayarnya? Tidak perlu, Melody. Aku melakukan semua ini karena aku tulus ingin ..."


CUUPP ...


Belum sempat Aso mengatakan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba sebuah kecupan manis mendarat di pipinya hingga membuat Aso membeku seketika.


"Pokoknya aku sangat berterima kasih padamu! Aku akan membalasnya dengan apapun sesuai dengan kemauanmu. Jangan segan untuk mengatakannya padaku ... apapun itu ..." ucap Melody menatap Aso dengan sepasang pupil yang bergetar.


Pandangan mereka bertaut selama beberapa saat dan membuat Aso merasa aneh. Hingga akhirnya dia berdehem dan mengalihkan pandangannya disaat gadis cantik itu menatapnya lekat seakan sedang berusaha untuk merayu dan mendekatinya.


Siapa yang bisa menolak pesona Melody si aktris dan model cantik bak bidadari itu? Pesona dan kecantikannya sungguh sangat luar biasa! Bahkan dia pernah dinobatkan sebagai aktris tercantik urutan ketiga di Negeri Sakura ini. Sebagai pria yang normal, Aso sendiri dengan jujur mengakui jika semua itu adalah benar. Melody sangat cantik!


"Serius hanya itu? Apa kamu tidak menginginkan hal lainnya, Aso?" tanya Melody seakan meragukan permintaan Aso.


"Ya, hanya itu. Bagiku saat ini adalah ... aku harus bisa membuat Kawai Group lebih maju dan sukses lagi! Apa kamu bisa melakukannya, Melody?"


"Tentu saja! Aku akan melakukan yang terbaik untuk Kawai Group! Aku tidak akan mengecewakan kamu, Aso ... dan percayalah padaku, perusahaan itu akan semakin sukses dan lebih maju lagi ..."


Aso menanggapi ucapan Melody dengan seulas senyum dan berkata, "Baik. Aku harus segera pulang. Sampai jumpa, Melody ..."


Melody masih menatap kepergian Aso selama beberapa saat, bahkan hingga mobil sport berwarna merah menyala itu meninggalkan halaman rumahnya. Terlukis sedikit raut kekecewaan menghiasi wajah ayunya.

__ADS_1


"Aso ... padahal aku bisa memberikan segala yang aku miliki untukmu. Namun kamu hanya menginginkan hal sekecil itu. Sayang sekali kamu menyia-nyiakan hal ini ..." gumamnya mulai beranjak dan memasuki kediaman utama keluarga besarnya.


...🍁🍁🍁...


Monday Apart Premium Akihabara Asakusabashi.


Aso melihat seorang gadis yang sangat tidak asing berada di depan gedung apartemennya. Sesekali gadis dengan penampilan anggun dan dewasa itu terlihat memeriksa sesuatu dengan ponselnya untuk memastikan sesuatu. Salah satu tangannya juga terlihat mententeng sebuah totebag putih keemasan.


Karena rasa penasaran dan keingintahuan yang menggelitiki dirinya untuk mengetahui mengapa gadis berwajah kalem itu mendatangi apartemen ini, akhirnya Aso memutuskan untuk menghampirinya.


Sebuah perasaan dengan sedikit harapan secara alami hadir begitu saja di dalam hatinya. Namun hal itu hanya bertatan selama beberapa saat saja, karena Aso segera menepisnya jauh setelah mengingat apa yang telah dia lakukan terhadap gadis itu di masa lalu.


Sebuah luka dalam yang pernah dia berikan untuk gadis itu, membuatnya untuk tetap bersikap dingin dan seolah tidak mempedulikannya lagi. Karena dia tidak ingin kembali menyakitinya.


Aso melenggang mendekati pintu utama Monday Apart Premium Akihabara Asakusabashi, dan berniat untuk berpura-pura tidak melihat gadis itu. Namun rupanya gadis itu melihat Aso dan malah menghampirinya.


"Aso ..." panggilnya lirih.


Sebuah panggilan dengan intonasi yang selalu sama di masa lalu, dan hal itu cukup dirindukan Aso selama ini. Aso berbalik dan kini sudaj berhadapan dengan gadis berwajah kalem dan teduh itu.


"Apa yang kamu lakukan disini, Nara? Apa kamu juga tinggal disini?" tanya Aso dengan sengaja memasang ekspresi datar.


Gadis cantik yang tidak lain adalah Nara itu menggeleng samar dan berkata, "Tidak. Kali ini aku datang untuk menemuimu."


DEGHH ...


Mendengar ucapan Nara, membuat jantung Aso berdegup semakin cepat.

__ADS_1


Mengapa Nara datang ke apartemen dan mencariku? Apa yang ingin dia lakukan?


Batin Aso sempat kebingungan untuk menghadapi hati dan dirinya sendiri yang seketika merasa aneh dan tidak tenang.


__ADS_2