System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Rahasia Yang Terbongkar


__ADS_3

Sungguh Aso terlihat sangat kebingungan untuk menjelaskan semua ini. Dia sungguh tidak menyangka jika sang kakak akhirnya mengetahui semua hal itu.


"Aso, jawab pertanyaan kakak ... apa semua itu adalah benar? Kamu menikahi Rin hanya karena keluarga besar mereka mau membiayai biaya rumah sakit serta mencarikan pendonor ginjal untuk ibu? Kamu menjadi pengantin pria pengganti untuk menggantikan calon suami Rin yang saat itu menghilang?" Seiya kembali berkata dan masih menunggu penjelasan Aso.


"Siapa yang mengatakan semua itu, Kak?"


Bukannya menjawabnya, namun Aso malah kembali melontarkan sebuah pertanyaan untuk Seiya.


"Tidak sengaja kakak bertemu dengan Rin saat kakak pulang dari tempat kerja. Dan Rin mengatakan semua itu ..."


Aso mengeraskan rahang tegasnya dan menghela nafas. Sebenarnya dia berniat untuk menyimpan semua rahasia itu sendiri. Namun rupanya Rin sendiri yang malah membocorkannya kepada Seiya. Kini Aso tak ada pilihan lain selain untuk mengakui semua itu.


"Kak, semua itu memang benar ... aku tidak punya pilihan lain saat itu. Maaf karena tidak mengatakannya kepadamu saat itu." jawab Aso mengakui semuanya.


"Mengapa kamu tidak pernah menceritakannya kepada kakak? Mengapa kamu menanggung semua ini sendirian, Aso? Kamu bahkan telah mengorbankan kebahagianmu sendiri dan meninggalkan Nara begitu saja ..." Seiya sungguh merasa sangat bersalah akan semua itu.


"Bagiku keselamatan ibu-lah yang terpenting, Kak. Aku tidak keberatan jika harus mengorbankan kehidupanku." jawab Aso terlihat sangat baik-baik saja, karena dia tidak ingin membuat Seiya terus merasa bersalah.


"Kamu mungkin memang bisa tahan dengan semua itu, Aso. Lalu apa kamu tidak memikirkan perasaan Nara saat itu? Sudah cukup lama kalian bersama. Bahkan kalian juga sudah berencana untuk menikah. Namun ... kamu malah melakukan semua itu seolah-olah kamu telah membuang dan mencampakkan dia begitu saja. Seharusnya kamu mengatakannya kepada kakak ... kita bisa mencari jalan lain saat itu, Aso ..."


Aso tidak segera menjawabnya. Dia segera duduk di salah satu sofa dan terlihat berpikir keras.


"Aku tidak bisa mempertaruhkan kondisi ibu saat itu, Kak. Aku hanya mau segera mendapatkan pendonor ginjal dan ibu segera menjalankan oprasinya. Hanya itu ... untuk yang telah terjadi tolong jangan ungkit lagi di hadapan ibu, Kak. Jangan sampai ibu mengetahui semua ini. Aku sudah berpisah dengan Rin. Dan aku juga sudah melunasi semua hutangku padanya. Kakak tidak perlu khawatir lagi. Kini kita bisa hidup bersama dengan damai." ucap Aso berharap Seiya memenuhi keinginannya untuk tidak mengungkit semua itu lagi


"Dan tolong jangan sampai Nara mengetahui semua ini, Kak. Aku sungguh tidak ingin mempermainkan dia lagi. Aku sudah cukup melukai dam menghancurkan hatinya. Aku tidak ingin kembali mengusik hidupnya. Jadi ... aku mohon tetap jaga rahasia ini. Biarkan dia bahagia dengan hidup barunya serta pilihannya ... tanpaku ..." imbuh Aso menurunkan intonasi bicaranya dan menatap lekat Seiya yang masih berdiri tak jauh darinya.


"Apa kakak bisa melakukan semua itu?" imbuh Aso kembali bertanya, karena Seiya tidak kunjung menjawab ucapannya.

__ADS_1


Seiya mengangguk dengan berat hati. Namun hal ini cukup membuat Aso merasa tenang.


"Aku akan membersihkan diri dan beristirahat, Kak." ucap Aso kembali bangkit dari tempat duduknya dan berlalu. "Sebaiknya kakak dan ibu tidak usah bekerja lagi. Kesehatan kakak dan ibu tidak cukup baik. Aku akan membiayai semua keperluan hidup kita." imbuh Aso sebelum dia benar-benar berlalu.


...🍁🍁🍁...


Seperti biasa, Aso menghabiskan waktunya di Kawai Group saat pagi hingga sore. Bahkan terkadang sampai malam, dan terkadang dia harus meninggalkan Kawai Group untuk menemui beberapa klien di luar.


Hari ini Kawai Group kedatangan sang Direksi yang beberapa saat yang lalu sedang mengambil cuti panjang, sehingga Aso belum sempat bertemu dengannya.


Dia adalah Haru, yang tak lain adalah sepupu Yeji. Dan kembalinya dia ke perusahaan cukup mengejutkan dirinya, karena posisi direktur utama rupanya sudah diisi oleh seseorang yang sama sekali tidak dikenal olehnya sebelumnya.


.


.


.


"Hajime Aso? Lulusan Fakultas Teknik dari Universitas Tokyo? Pertama masuk ditempatkan sebagai staff keamanan lalu menjadi asisten Yeji? Melihat riwayat pendidikannya tidak terlalu buruk, hanya saja ... mengapa dia bisa menjadi seorang Direktur Utama di Kawai Group dengan begitu cepat dan mudah? Bahkan dia tidak memiliki background di bidang ini sebelumnya."


Seorang pria berkacamata yang masih cukup muda dengan penampilan necisnya terlihat sedang memeriksa data diri Aso.


"Dia mendapatkan rekomendasi dari tuan Kei secara langsung setelah memecahkan sebuah sabotase yang saat itu dilakukan oleh Stone Group yang hampir membuat kerjasama dengan Shine group terputus. Bahkan aku dengar, aktris besar Melody dengan mudahnya menerima dan sepakat untuk menjadi brand ambasador kita karena bujukan dari tuan Aso. Hampir semua karyawan kita kini juga begitu mengidolakan dia."


Jawab sang asisten dengan begitu detail.


"Benarkah dia sehebat itu? Jika memang seperti itu ... maka aku harus mengujinya." gumam Haru menarik sudut-sudut bibirnya hingga membuat sebuah senyuman misterius.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Sementara itu, Aso yang baru saja berkemas untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya hari ini, tiba-tiba saja mendengarkan suara notifikasi ponselnya yang diikuti oleh suara Ryuk sang pemandu sistem.


TRING ...


[ Misi akan segera dimulai. Silakan periksa misi tuan di dalam ponsel tuan.]


Aso segera meraih ponselnya untuk memeriksa misinya kali ini.


[ Misi 7 : Menolong dokter Nara yang saat ini sedang berada di sekitar rumah sakit tempatnya bekerja. ]


Kening Aso berkerut setelah membaca notifikasi misi tersebut. Namun pada akhirnya dia segera meninggalkan ruangan serta perusahan ini karena mengkhawatirkan Nara.


Bahkan disaat di koridor, dia yang bertemu dengan Yeji sempat mengabaikan Yeji yang berusaha untuk memanggilnya.


"Aso, hari ini ada beberapa ..."


"Maaf, Yeji. Aku sedang sangat terburu-buru saat ini. Aku akan membantumu lain kali ..." Aso memangkas ucapan Yeji cepat dan berlalu meninggalkan Yeji saat mereka bertemu di salah satu koridor perusahaan.


Yeji hanya menatap kepergian Asonyang terlihat sangat terburu-buru dengan tatapan sangat rumit. Namun dia tidak berusaha untuk menghentikan Aso kembali.


Rupanya hal tersebut tidak sengaja disaksikan oleh Haru. Pria berjas abu-abu terang itu melenggang dengan gagah menghampiri Yeji.


"Yeji. Pria tidak beretika seperti itu dan tidak menghargaimu sebagai seorang bos ... mengapa bisa kamu pertahankan di perusahaan ini? Bahkan dia tidak pantas untuk menduduki posisi Direktur Utama." tutur Haru seolah sedang memprovokasi Yeji.


Namun bukannya alih-alih menjawab serta menanggapinya dengan serius, Yeji malah tertawa renyah dan meninju lengan Haru.

__ADS_1


"Selalu saja berpikiran buruk tentang orang lain. Kamu belum mengenal baik Aso, makanya bisa berkata seperti ini. Sebaiknya kamu bantu aku memeriksa berkas yuk!" celutuk Yeji menarik tangan Haru untuk meminta bantuannya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan.


Haru tidak bisa berkutik lagi dan hanya bisa menurutinya. Dan sebenarnya dia tidak akan bisa melawan dan membantah Yeji.


__ADS_2