
"Ayah. Ada yang ingin Aso sampaikan. Tolong berikan kesempatan untuk dia menjelaskan sesuatu kepada kalian." ucap Nara memberanikan diri mengatakan hal tersebut, meskipun sebenarnya saat ini dia sungguh sangat ketakutan.
"Apa? Menjelaskan sesuatu? Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan!! Semua sudah jelas! Sekarang juga cepat tinggalkan rumah ini!!" tandas pria paruh baya itu menegaskan dengan suara yang semakin menggelegar.
"Tapi, Ayah ..."
"CUKUP!!" pangkas pria paruh baya itu tajam dan melenggang beberapa langkah mendekati Aso, dan menatapnya dengan sangat tajam.
"Tidak puaskah kamu menyakiti putriku?! Kamu mendekati putriku dan berjuang untuk mendapatkan restu dariku saat itu. Tapi lihatlah apa yang kita dapatkan setelah itu? Kamu mengecewakan putriku! Kamu mengecewakan kami! Kamu meninggalkannya begitu saja dan malah menikahi gadis lain tanpa rasa bersalah?" imbuh pria paruh baya itu semakin tersulut amarah karena mengira Aso hanya ingin mempermainkan putrinya.
Temtu saja ayah Nara sangat marah dan kecewa. Sebijak apapun dia ... namun saat itu Aso benar-benar telah menghancurkan kepercayaannya begitu saja. Padahal susah payah Ayo meminta restu dan meyakinkan dirinya saat itu.
"Paman Jun, mungkin aku memang bersalah. Tapi tolong berikan kesempatan untukku ... aku tidak akan mengecewakan Nara lagi. Aku akan menjaga dan membahagiakan dia. Aku berjanji, Paman ..." ucap Aso masih saja berusaha meyakinkan ayah Nara.
"Mulut manis! Janji manis! Bukankah kamu pernah menggunakan cara seperti ini 3 tahun lalu?" cibir Jun menyudutkan Aso.
"Selama ini Nara putriku memang tidak pernah menceritakan semua itu padaku! Tapi aku sudah mengetahui betapa busuknya kamu!! Menikahi putri seorang pengusaha yang jauh lebih kaya dan meninggalkan putriku begitu saja?! Apa kamu layak untuk kembali padanya? Kamu bahkan bukanlah seorang pria sejati! TINGGALKAN PUTRIKU!! DAN TINGGALKAN KEDIAMAN KAMI!" tandas pria paruh baya itu sudah dengan raut wajah memerah padam.
"Paman Jun Fukuyama ... aku bisa menjelaskan semua itu. Semua itu tidak seperti yang paman pikirkan ..."
"Penjelasan apapun tidak akan merubah keputusanku! Sebagai seorang pria yang baik, seharusnya kamu bisa mengambil keputusan yang tepat dan bijak! Tapi rupanya aku salah menilaimu ..."
"Ayah, Aso bisa menjelaskan semua itu. Dia melakukan semua itu karena tidak memiliki pilihan lain. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama jika berada di posisinya ..." Nara kembali memberanikan diri untuk membela Aso.
"Kamu!! Masih bisa membela pria tak berpendirian ini?" pangkas Jun semakin frustasi karena Nara yang masih berusaha membela Aso. "Naomi, bawa anak ini ke kamarnya!" imbuhnya memerintahkan sang istri.
Dengan sangat terpaksa dan tidak tega, wanita paruh baya itu akhirnya meraih tangan Nara dan berniat untuk menggiringnya ke kamarnya. Dia tidak tega karena tidak ingin melihat putrinya bersedih.
Nara benar-benar sudah tidak bisa membendung air matanya. Dia tidak berani untuk memberontak dan melepaskan dirinya dari sang ibu. Hatinya begitu bergejolak, hingga menangis adalah hal yang bisa dia lakukan saat ini.
__ADS_1
Sedangkan Aso tak bisa menghalangi saat ibu Nara membawanya menaiki anak tangga untuk membawa Nara kembali ke kamarnya.
"Aku akan segera menikahkan putriku dengan Yuuma! Aku harap kamu bisa menghilang dari kehidupan Nara dan tidak mengganggunya lagi." ucap Jun berharap kali ini Aso akan menyerah.
"Paman Jun ..."
"Bawa dia keluar!" sudah merasa kesabarannya habis, akhirnya Jun memerintahkan keamanan rumahnya untuk menyeret Aso keluar dari rumahnya.
"Paman Jun. Tolong pikirkan kembali ... melihat Nara bahagia adalah impianmu bukan? Begitu juga sebaliknya. Nara tidak akan pernah bahagia jika dia menikah dengan ketua Yu. Karena Nara tidak pernah mencintainya ..." Aso masih berusaha meyakinkan Jun disaat kedua keamanan itu menggiringnya keluar dari rumah.
Jun mengabaikan ucapan Aso. Setelah kepergian Aso, Jjn menghempaskan tubuhnya di salah satu sofa tunggal dan dia memijit keningnya. Sangat terlihat jika dia begitu pusing dan frustasi setelah kedatangan Aso beberapa saat yang lalu.
"Memang benar ucapannya. Kebahagiaan Nara adalah kebahagiaanku. Tapi ... aku tidak punya pilihan lain ..." gumamnya.
.
.
.
Bagaimana ini? Paman Jun sangat marah kepadaku. Ryuk, apakah kamu tidak memiliki sesuatu yang bisa membuatku meluluhkan hati ayah Nara?
Batin Aso bertanya.
Namun bukannya alih-alih menjawabnya, Ryuk malah memberikan misi baru untuknya.
[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah membantu keluarga nona Nar untuk menyelesaikan masalahnya.]
"Masalah apa yang kamu maksud, Ryuk?"
__ADS_1
Belum sempat Ryuk menjawabnya, kini terlihat beberapa orang berpenampilan sangar dan menakutkan memasuki halaman rumah Nara dengan gaya arogan. Mereka sempat menyeringai ketika melewati Aso. Namun ada juga beberapa pria berpenampilan super rapi yang melenggang pada barisan paling depan.
Siapa mereka, Ryuk? Apakah mereka ada sangkut pautnya dengan misiku?
Batin Aso menatap segerombolan orang itu yang sudah berlalu. Dan mereka mulai memasuki rumah kedua orang tua Nara.
[ Benar, Tuan. ]
Sahut Ryuk singkat.
Belum sempat Aso bertanya lebih kepada Ryuk dan menyusul rombongan itu, kini beberapa polisi datang memasuki halaman rumah Nara. Dan salah satunya adalah si sersan cantik Sion.
Aso maupun Sion sama-sama terkejut karena pertemuan mereka. Namun Aso segera menghampiri Sion.
"Sion, ada apa ini?" tanya Aso sangat tidak sabaran.
"Untuk bertugas dan menangkap seseorang. Aso ... maaf ... tapi aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskannya sekarang. Sampai jumpa ..." sahut Sion terlihat sangat terburu dan segera memasuki kediaman kedua orang tua Nara.
Aso segera mengikuti mereka untuk mencari tau apa yang sebenarnya sedang terjadi. Namun ketika Aso baru saja sampai di pintu utama kediaman tersebut, Aso melihat mereka sudah menangkap Jun dengan kedua tangannya yang sudah diborgol. Mereka menggiring Jun untuk meninggalkan kediamannya.
"Lepaskan aku! Pasti sudah terjadi kesalahan! Sudah puluhan tahun aku menjadi seorang dokter, tapi tidak pernah terjadi hal seperti ini!" Jun berusaha untuk membela diri.
"Maaf, Tuan Jun. Untuk sementara sebaiknya tuan ikut bersama dengan kami untuk melakukan pemeriksaan dan introgasi." jawab Sion dengan tegas dan kembali memerintahkan anak buahnya untuk menggiringnya memasuki mobil polisi.
Sementara Nara dan ibunya tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan mereka untuk melakukan pemeriksaan terhadap Jun. Kedua wanita ini sangat yakin, jika Jun tidak bersalah. Dan cepat atau lambat semua akan terungkap.
Aso segera menghadang mereka, "Sion, sebenarnya ada apa? Mengapa kalian menangkap tuan Jun?"
"Tuan Jun Fukuyama telah memberikan obat yang salah kepada pasiennya hingga membuat pasien meninggal dunia setelah mengkonsumsi resep obat darinya. Kami akan memeriksa dan mengintrogasinya di kantor." sahut Sion tegas.
__ADS_1
Aso cukup terkejut mendengarkan semua itu, dia menatap kepergian mereka yang mulai meninggalkan keduaman Fukuyama.