System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Kejutan Besar


__ADS_3

"Tunggu!!"


Seorang pemuda berambut keemasan gondrong berkata tegas dan mendekati mereka.


"Ada apa ini? Mengapa ribut sekali?" imbuhnya menatap nyalang.


"Kakak Oshima, wah syukurkah kamu datang kakak!" Mimi berkata dengan wajah berbinar dan mendekati pria yang tak lain adalah Oshima.


"Begini, Kak ... ada orang miskin yang memasuki tempatmu ini! Sebaiknya kak Oshima segera mengusir dia deh sebelum dia membuat masalah dan mempermalukan Tokyo Golf Club milik keluarga besar kakak! Biar bagaimanapun dia tidak akan mampu untuk menyewa tempat ini! Dia sangat miskin, Kak!" imbuh Mimi memeluk lengan kuat Oshima dan beralih menatap Aso penuh rasa kesal.


Oshima mulai beralih menatap Aso dan menatapnya tajam selama beberapa saat. Entah mengapa selama ini dia sendiripun juga tidak menyukai Aso, padahal Aso sudah menyembuhkan sang kakek dari penyakitnya yang sudah cukup parah.


"Tuan Aso, sebaiknya kamu segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin! Salah satu pelangganku tidak menyukai kehadiranmu dan merasa tidak nyaman, jadi aku harap kamu tau diri." ucap Oshima cukup tajam.bukan hanya ucapannya saja, namun tatapannya juga sangat tajam.


Mendengar ucapan Oshima, seketika membuat Aso tertawa samar karena merasa semua terlihat lucu di hadapannya. Dia juga mengusap ujung hidung mancungnya beberapa kali.


"Bagaimana bisa kamu mengusirku dari tempat ini, Oshima? Tempat ini bahkan bukanlah milikmu. Kamu sama sekali tidak berhak untuk mengusirku." ucap Aso dengan entengnya dan masih memamerkan senyuman misterius.


"Apa?! Jangan membual!! Jelas-jelas Tokyo Golf Club ini adalah milik kakekku sepenuhnya!! Bahkan jika diturunkan, seharusnya akan menjadi milikku sepenuhnya!! Aku jelas sangat berhak atas semua ini!!" geram Oshima seketika dipenuhi oleh amarah yang semakin membuncah.


"Benar! Tempat ini cepat atau lambat akan segera menjadi milik kak Oshima sepenuhnya! Tidak seperti kamu!! Kamu sampai menabung seumur hidup saja tidak akan mungkin kamu bisa memiliki tempat ini?! Hanya untuk biaya rumah sakit ibumu saja, kamu sampai menjual diri saat itu!" cibir Rin meremehkan Aso dan terdengar sangat pedas serta tidak berperasaan.


"RIN!!" sungguh Aso merasa tidak habis pikir mengapa Rin bisa berkata demikian? Padahal saat itu mereka menikah karena sebuah perjanjian bersama dan untuk saling membantu. Tetapi Rin selalu saja meremehkannya dan memandang dirinya dengan sebelah mata. Rin sama sekali tidak pernah menghormatinya bahkan saat menjadi istrinya.


"Beraninya kamu membentakku, Aso!! Bahkan kedua orang tuaku saja tidak pernah melakukannya ..." papar Rin tidak terima dan sejetika wajahnya memerah padam.


"Aso!! Kamu akan menerima akibatnya!! Berani sekali kamu membentak tunanganku!!" Ryo tak terima ketika melihat Aso memperlakukan Rin seperti itu dan kini mulai meraih kemeja Aso kembali.

__ADS_1


"Simpan tenagamu dan jangan kotori tanganmu, Ryo! Biarkan saja orang-orangku yang mengurus sampah ini!" sela Oshima yang masih saja menatap Aso dengan penuh kebencian.


Seketika Ryo kembali melepas kerah pakaian Aso dengan sangat kasar. Aso hanya menatap pria arogan itu dan tersenyum simpul seakan sedang mempersiapkan sesuatu untuk mereka semua.


"Seret dia keluar dari tempat ini!! Dia sudah membual dan bicara omong kosong!! Dia juga sudah membuat masalah disini! Sungguh merusak suasana saja!!" imbuh Oshima segera memberikan titahnya untuk anak buahnya untuk mengusir Aso.


"Baik, Tuan muda Oshima!" sahut beberapa pengawal.


"Oshima!! Tunggu!!" kali ini terlihat seorang pria paruh baya yang datang menghentikannya.


Dia adalah Miyavi, papa Oshima dan Melody. Dan kali ini dia datang bersam dengan Melody, Yeji dan Melody.


Kericuhan yang terjadi di tempat tersebut sungguh menarik perhatian seluruh tamu Tokyo Golf Club. Sehingga mereka segera mendatanginya untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.


"Oshima, apa yang kamu lakukan?! Mengapa begitu ricuh seperti ini?" tanya pria paruh baya itu kembali dengan suara beratnya.


"Aku hanya ingin mengusir dia yang sudah membuat masalah di tempat ini, Papa." sahut Oshima yang sebenarnya cukup ragu dan khawatir jika sang papa akan membela Aso.


Kali ini Mimi yang berkata dan menyudutkan Aso. Oshima, Mimi, Rin, dan Ryo cukup merasa tenang dan percaya diri karena mengira Aso benar-benar akan diusir dan dipermalukan di hadapan semua orang. Namun rupanya yang terjadi malah diluar dari dugaan mereka semua! Bahkan sedikitpun tak pernah terbesit dalam pikiran mereka.


"Jaga sikapmu, Oshima! Mimi! Kalian tidak berhak mengusir tuan Aso! Karena kini Tokyo Golf Club adalah sepenuhnya milik tuan Aso! Kakekmu sudah menyerahkannya kepemilikannya untuk tuan Aso atas keinginannya sendiri!" tandas Miyavi menekankan.


Sungguh pernyataan Miyavi sukses membuat Oshima, Rin, Ryo dan Ryo syok dan membeku seketika. Orang yang mereka hina, orang yang mereka remehkan, rupanya adalah pemilik dari Tokyo Golf Club! Dan siapa yang menyangka semua itu? Mengejutkan bukan?


"Kalian, cepat minta maaf kepada tuan Aso!" titah pria paruh baya itu penuh penekanan.


"Tap-tapi, Pa ..." seolah masih tidak terima, Oshima masih saja berusaha menjaga harga dirinya di depan semua orang.

__ADS_1


"Oshima!!"


"Ba-baik ... maaf ... aku sungguh tidak tau mengenai hal ini." ucap Oshima lirih.


Marah, kesal, dan sangat murka! Itulah yang sedang dirasakan oleh Oshima saat ini. Salah satu aset besar di keluarga besarnya kini malah diberikan begitu saja untuk Aso, dan bukan untuk dirinya yang seharusnya menjadi pewaris sah dari keluarga besarnya.


Aso!! Lihat saja!! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja!! Aku akan merebut semuanya darimu!! Seperti saat kamu merebutnya dariku!! Hidupmu tidak akan pernah tenang karena sudah menyinggungku!!


Batin Oshima segera meninggalkan tempat itu dengam perasaan kesal bukan main.


Rin, Ryo dan Mimi juga segera mengikutinya meninggalkan tempat ini. Sementara semua pengunjung mulai bubar dan sibuk dengan kesibukannya masing-masing, meskipun tak bisa dihindari untuk tetap bergosip ria membicarakan apa yang baru saja mereka saksikan.


"Pasti malu sekali mereka karena mereka malah mencoba mengusir pemilik dari club ini. Konyol sekali ... pasti mereka sangat malu sekali. Haha ..." cibir seorang pengunjung yang masih terdengar oleh mereka.


"Maaf atas semua yang telah terjadi, Tuan Aso. Oshima dan teman-temannya benar-benar sudah sangat keterlaluan." ucap Miyavi terlihat merasa sangat bersalah.


"Tidak masalah, Tuan Miyavi. Ini sangat wajar, karena sebelumnya mereka tidak mengetahuinya." sahut Aso ramah dan terlihat santai.


"Meskipun begitu, setidaknya mereka harus bisa menghormati dan menghargai orang lain. Sekali lagi aku mengucapkan mohon maaf."


"Papa, maaf ... tapi aku pinjam tuan Aso dulu!" tiba-tiba saja Melody mendekat dan menarik tangan Aso. Dan hal ini cukup membuat Yeji dan Ayumi yang melihatnya cukup merasa aneh, namun mereka hanya memasang senyuman kaku.


"Kami akan bermain golf bersama dengan nona Ayumi dan juga nona Yeji! Sampai jumpa, Papa!" imbuh Melody dengan nada ceria dan mulai menarik Aso menjauh dari sang papa.


...🍁🍁🍁...


Cuplikan next part.

__ADS_1


"Dia sudah mempermalukanku dan sudah merebut beberapa hal dariku!! Aku mau dia kehilangan hal yang paling berharga di hidupnya!! Lakukan dengan baik dan mulus!! Maka aku akan memberikan 1 unit vila untukmu!"


Seorang pria dengan mata tajam dan dingin mulai memerintahkan hal tersebut kepada salah satu anak buahnya.


__ADS_2