
"Pa-papa ..."
Kehadiran sang papa di apartemennya secara tiba-tiba, tentu membuat Ayumi terkejut. Karena biasanya sang papa akan menghubunginya terlebih dulu jika akan datang.
"Apa maksud dari semua ini?" pria paruh baya itu menghempaskan sebuah undangan yang baru saja diberikan oleh anak buahnya.
Ayumi segera memahami, jika undangan tersebut adalah undangan pernikahan Aso dan Nara.
"Pa-papa ... aku bisa menjelaskan semua ini. Aso dan aku memang sudah berakhir ... dan kami memang berpisah dengan baik." jelas Ayumi agar sang papa tidak salah sangka dan murka karena mengira Aso sudah meninggalkan sang putri dan malah menikahi wanita lain.
"Apa? Sejak kapan kalian berpisah? Dan mengapa Aso tiba-tiba memutuskan untuk menikahi wanita itu?" selidik sang papa. "Apa karena kamu cedera dan mengalami sedikit cacat dia malah meninggalkanmu?!"
"Tidak seperti itu, Pa. Kami berpisah sebelum aku mengalami kecelakaan. Papa jangan khawatir. Kami betpisah dengan baik. Dan kami juga masih berteman ..." sahut Ayumi berharap sang papa akan mempercayainya dan tidak memperpanjang masalah.
Pria paruh baya itu terlihat begitu lelah lalu menarik kursi di samping pembaringan Ayumi dan menggunakannya untuk duduk.
"Usiamu ini adalah usia yang sudah pantas untuk menikah! Mengapa kamu masih saja selalu bermain-main? Terlebih saat ini Shine Group sedang membutuhkan seorang pemimpin! Sementara kamu malah sakit dan cedera! Papa tidak mau tau lagi. Papa akan menjodohkanmu dengan putra salah satu rekan kerja papa! Setelah kamu pulih, pernikahan akan segera dilangsungkan!"
Setelah menandaskan hal tersebut, pria paruh baya itu kembali meninggalkan Ayumi. Sementara wanita itu hanya mengusap kasar wajahnya dan terlihat begitu kesal dan frustasi.
Kali ini aku benar-benar tidak akan bisa menghindari perjodohan bodoh itu lagi. Ughhh ... mengapa papa begitu meremehkanku? Aku bahkan bisa mengatasi Shine Group seorang diri!
Batin Ayumi semakin merasa kesal.
...🍁🍁🍁...
Aso membukakan pintu apartemennya setelah beberapa kali terdengar suara bel berbunyi.
CEKLEKK ...
"Aso!!"
Seorang wanita berambut pendek masih dengan setelan dinasnya menyembul dari balik pintu dengan raut penuh kekhawatiran dan sangat terburu-buru.
__ADS_1
"Sion, ada apa? Apa telah terjadi sesuatu?"
"Aso! Lihatlah ini! Seseorang membuat masalah dan menyebarkan undangan palsu serta menuliskan jika kamu akan menikah dengan dokter Nara. Kita harus segera menyelidiki dan menangkap orang ini karena telah membuat masalah dan berita palsu!"
Ucap Sion terburu-buru sembari memperlihatkan sebuah undangan berwarna hitam kombinasi keemasan.
"Uhm ... Sion ... sebenarnya semua itu bukanlah kesalahan. Semua itu adalah benar. Aku dan Nara memang akan segera menikah. Undangan itu memang aku yang mengirimnya untukmu." sahut Aso menjelaskan.
"Hah? Benarkah semua itu, Aso?" cukup terkejut dan syok Sion menjawabnya dengan sebuah pertanyaan dengan sepasang mata yang membulat sempurna.
"Hhm. Benar. Aku harap kamu bisa datang di pesta pernikahanku ya ..."
Masih terlihat syok, Sion tidak sengaja menjatuhkan cup kopinya yang baru diminum sedikit saja. Namun Aso dengan gesit menangkap cup kopi itu, tanpa tumpah sedikitpun.
GREPP ...
"Sion, apa kamu baik-baik saja? Ini kopimu ..." Aso kembali memberikan kopi tersebut untuk Sion.
Dengan sangat kacau Sion berkata.
Salju? Udara yang panas dan pengap? Apartemen ini bahkan terasa begitu sejuk. Bahkan saat ini di luar sedang musim panas. Tidak ada salju di musim panas. Sepertinya Sion sedang tidak baik-baik saja. Aku harus mengejarnya ... keadaan yang tidak siaga dan tidak sedang baik-baik saja akan membahayakan dia. Terlebih dia adalah seorang polisi.
Gumam Aso segera meraih pakaian hangatnya di penggantungan lalu bergegas untuk menyusul Sion.
.
.
.
Aso masih menemukan mobil Sion di area parkiran basement. Jadi sudah bisa disimpulkan jika Sion belum meninggalkan tempat ini. Aso kembali menyisiri sekitar, hingga akhirnya setelah beberapa saat Aso menemukan Sion sedang berada dalam salah satu bar apartemen.
Sion sudah cukup banyak menikmati wine yang baru saja dia pesan. Bahkan sudah ada beberapa botol kosong di hadapannya. Padahal belum ada 1 jam Sion berada di bar tersebut.
__ADS_1
"Sion ..."
Sion yang pada awalnya meletakkan kepalanya di atas meja, kini mengangkat kepalanya lagi menatap Aso yang saat ini sudah duduk tepat di sampingnya. Sion yang memang tipikal begitu waspada terhadap apapun di sekitarnya, kini segera berdiri dan memutar tubuhnya hingga berakhir mengunci leher Aso dengan tangannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan, Sion?" ucap Aso tanpa berusaha untuk melonggarkan serangan Sion.
"Jangan mencari kesempatan dan jangan berusaha untuk menggodaku ketika aku lengah!! Aku sudah cukup bisa membaca karakter seseorang!" Sion yang sudah berwajah merah karena mabuk berkata memperingatkan Aso karena menganggap Aso adalah pria mesumm yang suka berkeliaran di bar untuk mencari wanita cantik.
"Sion, ini aku Aso! Kamu mabuk, aku akan mengantarmu pulang ..."
"Ckkk ... lagu lama yang biasanya digunakan para pria hidung belang untuk meluluhkam targetnya. Dan pasti kamu sudah mengincarku sejak lama. Tapi sayangnya aku tidak bodoh!" tandas Sion memperkuat serangannya, namun karena mabuk serangan itu tidak begitu kuat dirasakan oleh Aso.
"Aso yang aku kenal tidak seperti ini ... dia begitu baik dan menghargai wanita. Tapi ... tapi dia juga sangat menyebalkan ... tiba-tiba saja dia mengirimkan undangan pernikahan untukku. Dia menyebalkan!! Padahal aku ... padahap aku ... hiks ..."
Sion mulai menggerutu dan tiba-tiba saja menangis. Dan disaat itulah Aso memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan diri. Aso sedikit memiringkan kepalanya ke sisi kanan dan mengangkat tangan Sion lalu memutar kepala serta tubuhnya hingga Aso terlepas dari cengkeraman Sion.
Tepat disaat Aso berhasil terlepas, tubuh Sion seakan kehilangan keseimbangan. Aso segera menangkapnya dan memutuskan untuk mengajak Sion meninggalkan tempat ini.
Namun tanpa Aso ketahui, dari kejauhan seorang wanita cantik berambut blonde rupanya sudah mengawasinya dan mulai mengambil beberapa potret ketika Aso memapah tubuh Sion.
"Jika aku tidak bisa memilikimu, maka tak akan ada wanita lain yang bisa memilikimu! Aku tidak akan membiarkan wanita manapun bisa bersama denganmu!!" gumamnya masih menatap Aso dari kejauhan dengan ekspresi penuh siasat licik dan jahat.
Wanita cantik berambut blonde itu kini juga membanting sebuah bingkisan yang merupakan satu set undangan pernikahan Aso yang juga dikirimkan untuknya beberapa waktu yang lalu. Dia juga mulai mengjubungi seseorang dan memberikan titahnya.
"Bagaimana? Dia akan segera sampai di apartemen sersan Sion ..." tanya wanita cantik itu setelah panggilan itu diangkat.
"Semua sudah kami siapkan sesuai dengan perintah nona muda." jawab seorang pria dari seberang.
"Bagus! Lakukan sesuai rencana!"
Setelah menandaskan kembali perintahnya, wanita cantik itu mengakhiri panggilannya.
"Mari kita lihat, apa yang akan terjadi setelah ini, Aso ..." gumamnya menyeringai manis dan masih menatap kepergian Aso dan Sion yang sudah semakin menjauh.
__ADS_1