System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Permintaan Maaf Rin


__ADS_3

Monday Apart Premium Akihabara Asakusabashi.


Terlihat Rin bersama Aso mendatangi kediaman Aso untuk menemui Seiya dan sang ibu untuk menepati janjinya. Yaitu untuk meminta maaf kepada mereka setelah Aso berhasil menangkap Ryo. Rin bahkan juga datang dan membawakan sebuket bunga serta beberapa oleh-oleh untuk Seiya dan ibu Aso.



"Aku sungguh minta maaf ... jika selama ini pernah berkata buruk terhadap kalian. Aku tau aku memang sudah sangat keterlaluan. Maaf ..."


Rin berkata dengan tulus dan semua itu terlihat pada raut wajahnya.


"Nona muda Rin. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Mereka pasti tidak akan pernah luput dari kesalahan. Semua sudah berlalu, dan kami semua tidak sedikitpun menyimpan dendam ataupun kembali mengungkit semuanya. Lupakan masa lalu, jadikan kesalahan kita untuk pembelajaran dalam menyikapi setiap masalah ke depannya."


Ibu Aso berkata dengan bijak, karena memang pada dasarnya wanita paruh baya itu tidak pernah menyimpan dendam dan berhati besar.


"Aku juga mengucapkan terima kasih, karena saat itu keluarga nona Rin sudah menolong seluruh biaya rumah sakit, oprasi ... bahkan mencarikan pendonor ginjal untukku. Terima kasih ..." imbuh wanita paruh baya itu kembali dan sedikit membungkukkan badannya.


Namun Rin segera meraih kedua tangan ibu Aso dan menghentikan semua itu, "Ti-tidak ... jangan seperti ini, Bibi. Biar bagaimanapun Aso sudah menyelamatkan keluarga besarku saat itu. Seharusnya kamilah yang berhutang budi kepada kalian."


Cukup mengejutkan! Aso sungguh tidak menyangka jika Rin yang selama ini selalu bersikap egois, sombong dan sesuka hatinya sendiri, kini bisa mengatakan semua kalimat itu.


Setelah berbincang beberapa saat, ibu Aso mengajak Rin untuk makan bersama. Bahkan ibu Aso juga menerintahkan Aso untuk mengantarkan Rin saat pulang.


Ketika di dalam Buggati Divo milik Aso, tidak sengaja tangan mereka berdua bersentuhan. Hingga sesuatu kembali terjadi.


TRING ...


[ Cheat penakhluk wanita cantik telah diaktifkan untuk target baru. ]


[ Memindai target dimulai ...]


DING ...


[ Nama : Rin Nagasaki ]


[ Usia : 23 Tahun ]


[ Tinggi Badan / Berat Badan : 166 cm / 48 kg ]


[ Ukuran dada : 34 D ]

__ADS_1


[ Kecantikan : 85/100 ]


[ Status : Single , putri bungsu pemilik perusahaan Nagasaki Group ]


Hah? Tumben sekali cheat penakhluk ini bereaksi dan bekerja untuk wanita sombong ini?


Batin Aso cukup terkejut.


Rin menyibak rambutnya ke belakang telinganya dan ekspresinya seketika berubah menjadi manis dan malu-malu. Sangat berbeda dari biasanya.


"Aso ..."


"Hhm?"


"Bisakah kita berbicara sebentar?"


CKITT ...


Bukannya menjawab ucapan Rin, namun Aso malah memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Eh? Kenapa berhenti mendadak?" Rin bertanya dan tidak menyadari sesuatu.


"Lihatlah! Kita sudah sampai di depan rumahmu. Jika mau berbicara katakan saja sekarang ..."


"Aso, bagaimana jika kamu mampir dulu? Kita bisa mengobrol di dalam. Keluargaku juga pasti ingin bertemu denganmu."


"Tidak. Aku harus pergi ke suatu tempat setelah ini. Jika berubah pikiran untuk tidak menyampaikannya, aku akan segera pergi saja."


"Aso, tunggu ..." Rin masih berusaha untuk menahan Aso dan meraih lengan Aso.


Seketika keduanya menatap tangan Rin yang sedang mencengkeram tangan Aso dengan aneh, namun akhirnya Rin segera melepaskannya kembali.


"Aso ... tidak bisakah kita memulainya kembali? Kembalilah denganku dan aku berjanji akan berubah. Aku akan menjadi istri yang baik untukmu ..."


Sungguh mengatakan untaian kata tersebut adalah tidak mudah untuk Rin. Dan dia sudah menekan egonya demi untuk mengatakannya.


"Aku paham, aku sudah sangat bersalah di masa lalu. Tapi aku janji ... hal seperti itu tidak akan terulang lagi." imbuh Rin menatap lekat Aso penuh harap.


"Aku tidak bisa! Aku tidak bisa kembali padamu, Rin!" tandas Aso tegas, meskipun suaranya lirih.

__ADS_1


"Kenapa? Apa karena anak ini?" Rin bertanya sembari mengelus perutnyanya yang masih rata. "Jika kamu keberatan karena anak ini, maka aku akan menggugurkannya untukmu, Aso ..."


"Bukan karena anak itu! Aku tidak bisa kembali padamu karena aku memang tidak ingin melakukannya. Dan jangan pernah berpikir untuk menggugurkan anak itu, Rin! Bukankah kamu sudah berjanji untuk merawatnya?"


"Ya ... itu memang benar. Tapi ... setidaknya katakan padaku ... mengapa kamu tidak ingin kembali padaku?"


"Kereta yang sudah melaju tidak akan pernah berjalan mundur kembali untuk menjemput penumpang yang tertinggal. Begitu juga denganku ... aku tidak akan kembali. Turunlah ... aku harus segera pergi."


Cukup sakit dan kecewa saat mendengarkan ucapan Aso. Namun Rin tidak bisa menjawabnya lagi. Dia segera turun dari mobil sport Aso meskipun dengan berat hati.


Dia bahkan masih bergeming di tempatnya selama beberapa saat dan menatap nanar kepergian Aso.


...🍁🍁🍁...


Aso segera mendatangi kediaman utama keluarga besar Nara. Dan sebenarnya malam ini adalah malam dimana ketua Yu dan keluarganya akan berkunjung di rumah Nara.


Dan benar saja, ketika Aso tiba disana ternyata ketua Yu dan keluarganya sudah lebih awal datang. Mereka semua sempat terkejut karena kedatangan Aso yang begitu tiba-tiba, bahkan tanpa diundang.


Namun Nara yang kini mengenakan sebuah gaun tanggung berwarna putih mulai mengukir senyum karena cukup merasa senang dan lega akan kedatangan Aso.



"Aso ..." gumam Nara penuh binar dan reflek ingin mendekati Aso.


Namun tiba-tiba saja ketua Yu yang ada di dekatnya menahannya dengan tangannya.


"Aso, apa yang kamu lakukan disini?" tanya ayah Nara cukup keheranan.


"Aku datang untuk memperjuangkan apa yang harusnya aku perjuangkan, Paman." jawab Aso ramah.


"Tuan Aso, apakah tuan Aso tidak melihat jika kedua keluarga kami sedang mengadakan sebuah pertemuan penting?" ucap ketua Yu seakan memojokkan Aso. "Sebaiknya tuan Aso kembali dan datang lagi saat kami tidak sibuk."


Mendengar ucapan tersebut, Aso tertawa samar. Namun dia malah melenggang semakin mendekat.


"Aku datang karena juga ada sebuah urusan yang penting. Dan aku ingin memperlihatkan sesuatu untuk kalian semua ..." sahut Aso tersenyum misterius.


"Apa maksudmu? Aku datang lebih awal, dan tuan Aso seharusnya menghargai semua itu. Dengan datang secara tiba-tiba dan menyerobot seperti ini ... hal seperti ini sangat tidak beretika." lagi-lagi ketua Yu memojokkan Aso.


"Hhm? Aku hanya tidak ingin terlambat bertindak dan menyesali sesuatu. Maaf, Paman ... maaf, Bibi ... maaf, Semuanya. Tapi aku ingin meminta sedikit waktu dari kalian semua. Ayo lakukan, Shien!" sahut Aso dengan santai dan segera memberikan sebuah isyarat dengan tangannya.

__ADS_1


Meskipun ketua Yu dan keluarganya terlihat begitu keberatan, namun mereka tidak bisa menolaknya, karena ayah Nara juga tidak keberatan dengan permintaan Aso.


Shien yang datang bersama Aso kini terlihat mempersiapkan sesuatu dengan miny computer miliknya.


__ADS_2