
Di salah satu ruang kerja yang cukup mewah dan luas, seorang pria berpakaian rapi terlihat sedang menghadap bosnya karena tiba sang bos memanggilnya ke ruangannya.
Dia adalah Shien yang sedang menghadap Aso untuk beberapa tugas barunya.
"Selain telah berusaha menjatuhkan Kawai Group dan mencelakai kita, Stone Group juga sedang mengalami masalah internal perusahannya terkait finance. Putuskan hubungan kerjasama dengannya! Jangan gunakan perusahaan itu lagi sebagai distributor. Segera ganti distributor bahan baku kita! Segera akusisi penuh saham mereka! Hilangkan mereka dalam lini bisnis! Mereka sangat berbahaya! Cukup Kawai Group saja yang menjadi korbannya!"
Titah Aso menatap Shien yang masih berdiri di seberang meja kerjanya.
"Baik, Tuan Aso. Aku akan segera melakukannya dengan baik." Shien membungkukkan badannya dan meninggalkan ruangan Aso.
Namun dia berpapasan dengan seorang gadis berwajah cantik dan memiliki tubuh yang tinggi dan ramping yang memasuki ruangan Aso. Shien hanya menyapanya dengan senyuman tipis dan sedikit membungkukkan badannya. Sementara gadis itu hanya menarik salah satu sudut bibirnya dan melalui Shien begitu saja.
"Tuan Aso ... apa kamu sedang sibuk?" sapanya dengan raut wajah penuh binar dan meletakkan sebuah bingkisan dengan aroma yang begitu manis di atas meja kerja Aso.
Aso menengadahkan wajahnya menatap gadis cantik itu.
"Oh, iya ... aku masih harus memeriksa beberapa dokumen dan menandatanganinya. Apakah ada sesuatu, Melody? Bagaimana kabarmu? Apa kamu sudah pulih total? Bukankah kamu sedang mengambil cuti untuk beristirahat?" sahut Aso menutup berkas di hadapannya karena kehadiran Melody.
"Hhm. Aku memang sedang mengambil cuti untuk beristirahat dan memulihkan diri. Namun aku hanya ingin mengantarkan sesuatu untukmu sebagai ucapan terima kasihku padamu karena sudah menyelamatkan aku dari racun, Aso! Aku membuat kue untukmu! Semoga kamu suka!" sahut Melody sang Brand Ambasador dari Kawai Group saat ini.
Aso meraih bingkisan beraroma manis itu, "Terima kasih. Aku akan memakannya nanti. Oh iya , Melody ... perusahaan ini akan mengadakan acara keakraban bersama tim eksekutif dan beberapa partner kerja kita. Dan kali kita akan mengunjungi Shanghai. Acara ini akan diadakan pekan depan. Aku harap kamu juga bisa ikut bersama kami."
"Wah benarkah itu? Kebetulan sekali pekan depan aku tidak memiliki banyak pekerjaan! Tentu saja aku akan ikut! Aku tidak akan mengecewakan nona Yeji dan tuan Aso." sahut Melody bersemangat.
"Baguslah jika begitu ..." sahut Aso bersahabat.
"Tapi ... bolehkah aku meminta tolong kepada tuan Aso?" ucap Melody dengan senyuman mulai memudar, bahkan terlihat ada sedikit raut kesedihan terlukis menghiasi wajah cantiknya yang bisa dikatakan hampir sempurna.
__ADS_1
"Katakan padaku ... batuan apa itu, Melody?" Aso merubah posisi duduknya menjadi lebih tegap dan meletakkan kedua tangannya di atas meja kerjanya, sementara pandangannya mulai serius menatap Melody.
"Melihat ketrampilan pengobatan kampo tuan Aso, aku jadi teringat dengan kakekku. Kakek menderita alzheimer yang sudah cukup parah. Beberapa dokter profesional sudah mencoba untuk mengobatinya, namun tetap saja kakek masih belum sembuh. Kakek masih sering terlihat linglung dan tidak mengenali siapapun. Bisakah tuan Aso memeriksanya dan mengobatinya?"
Ucap Melody penuh harap dan entah mengapa melihat kemampuan pengobatan kampo milik Aso tiba-tiba saja membuatnya memiliki sebuah harapan jika sang kakek bisa sembuh kembali.
Dan disaat itulah Aso kembali mendengar suara Ryuk sang pemandu sistem.
TRING ...
[ Misi 6 : Membantu Melody untuk mengobati penyakit kakeknya. ]
Akhirnya tanpa pikir panjang, Aso segera mengiyakan permintaan Melody. Karena hal ini juga bersangkutan dengan misinya. Bahkan sebenarnya jika tidak dijadikan misi oleh Ryuk, kemungkinan besar Aso akan tetap berusaha untuk menolong Melody.
"Baiklah. Aku akan memeriksa dan berusaha mengobatinya. Setelah pekerjaanku hari ini selesai, aku akan mengunjunginya. Kirimkan saja alamatnya padaku, Melody." sahut Aso tanpa pikir panjang.
Dimana di masa lalu ... disaat sang ibu sedang membutuhkan sebuah penanganan khusus dan cepat, dia benar-benar sangat tak berdaya saat itu. Bahkan Aso hampir kehilangan haarapan dan merasa sangat putus asa. Dan sangat beruntung saat itu masih ada seseorang yang menawarkan sebuah pilihan untuknya ... meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.
...🍁🍁🍁...
Kediaman utama keluarga besar Ikari.
Aso mendatangi sebuah kediaman elit setelah menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Seorang gadis cantik yang tak lain adalah Melody menyambut kedatangannya di kediaman utama keluarga besarnya.
Beberapa keluarganya juga menyambut kedatangan Aso. Namun mereka menatap Aso dengan tatapan aneh karena merasa kurang yakin jika Aso bisa menyembuhkan tuan besar Miyamoto Ikari yang tak lain adalah kakek Melody.
"Melody! Siapa dia? Dan mengapa kamu begitu yakin jika dia bisa menyembuhkan kakek?! Dia masih terlihat sangat muda. Aku tidak yakin dengan kemampuannya! Apa dia memiliki sertifikat medis? Jangan main-main dan jangan membawa sembarangan orang untuk memeriksa kakek! Kamu tau bukan? Selama ini sudah ada beberapa dokter khusus dan dokter dari luar negeri yang berusaha untuk menyembuhkan kakek, tapi tak ada satupun yang berhasil melakukannya!"
__ADS_1
Seorang pemuda berambut keemasan gondrong terlihat menghadang Aso dan Melody dan menatap Aso dengan tatapan penuh intimidasi. Dia adalah Oshima, kakak dari Melody.
"Melody putriku ... kami semua tau jika kamu sangat peduli dengan kakekmu. Dan kami sangat tau jika kamu sangat sedih melihat kakekmu sakit seperti ini. Namun bukan hanya kamu saja yang merasakan semua itu. Kami juga sama sepertimu, Melody sayang. Namun ... penyakit alzheimer yang diderita kakekmu sudah semakin parah. Dan hampir semua dokter mengatakan jika kakekmu tidak akan bisa disembuhkan lagi."
Jika tadi Oshima menentang Melody dengan keras dan terang-terangan, maka kali ini seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mama Melody ... kini juga seolah tidak sedikitpun mempercayai kemampuan Aso dan tidak sedikitpun menaruh harapan pada Aso untuk kesembuhan sang ayah.
Sementara beberapa anggota keluarga lainnya hanya terdiam, namun bukan berarti mereka juga mempercayai Aso. Mereka justru merasa khawatir jika Aso hanyalah seorang dokter gadungan yang asal-asalan mengobati pasien.
"Oshima, mama ... aku sangat yakin dengan kemampuan Aso! Karena Aso-lah, aku bisa selamat dari racun saat itu. Bahkan bukan hanya aku saja ... begitu banyak orang yang sudah dia selamatkan saat itu. Aku sangat mempercayainya, jika kemampuan pengobatan kampo miliknya bisa menyembuhkan penyakit kakek!" tandas Melody bersikeras dengan pendapatnya dan sangat mempercayai Aso.
"Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh kakek! Bisa saja dia memiliki niat jahat! Bagaimana jika dia adalah salah satu orang yang merupakan saingan bisnis keluarga kita?! Bagaimana jika keadaan kakek semakin memburuk setelah ini?! Apa dia berani bertanggung jawab?!" tandas Oshima menegaskan.
"Dan kau ... sebaiknya tinggalkan kediaman ini!!" imbuh Oshima beralih menatap Aso tajam, bahkan sepasang bola matanya hampir saja melompat dari tempatnya.
"Melody, aku akan pulang saja. Semoga kakekmu sehat dan segera sembuh."
Tidak mau berdebat dan membuat masalah, akhirnya Aso memilih untuk meninggalkan rumah keluarga besar Melody. Namun sebenarnya dia sedang berusaha untuk memutar otaknya untuk tetap bisa menolong kakek Melody.
Meskipun Melody masih berusaha untuk menahan Aso, Aso telah bulat dengan pilihannya, karena keberadaannya di tempat ini sangat ditentang oleh keluarga besar Melody. Niat baiknya tidak disambut dengan baik oleh keluarga Melody, jadi mundur adalah yang terbaik.
Namun sepertinya keberuntungan berpihak pada Aso. Baru saja Aso melenggang dua langkah, seorang wanita berseragam pelayan datang berlarian dari lantai 2 dengan terburu-buru. Dia terlihat sangat panik dan segera menyampaikan sesuatu.
"Tuan, nyonya. Keadaan tuan besar Miyamoto semakin memburuk ..." ucapnya menyampaikan dengan nafas tersenggal.
Semua orang kini segera bergegas menuju lantai 2 dimana kamar tuan besar Miyamoto berada disana. Bahkan Melody juga segera berlarian bersama dengan mereka.
Bersambung ...
__ADS_1