System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Kesepakatan Dengan Rin


__ADS_3

Hari ini Aso cukup keteteran di perusahaan karena Yeji dan Haru tiba-tiba saja tidak datang ke perusahaan secara bersamaan. Bahkan mereka tidak memberikan kabar untuk saja, dan ponsel mereka juga tidak bisa dihubungi. Padahal hari ini ada beberapa rapat penting dan pertemuan bersama klien.


"Tumben sekali Yeji seperti ini. Apakah sudah terjadi sesuatu dengan dia?" gumam Aso ketika dia sedang menuju ke ruangan rapat Kawai Group.


"Sebaiknya aku mengunjunginya setelah menjenguk Rin nanti." gumamnya lagi mulai memasuki ruangan rapat yang sudah dipenuhi dengan beberapa orang penting yang sedang menantikan Aso untuk memimpin rapat.


Mereka semua menyambut kedatangan Aso penuh hormat. Aso menyapa mereka dan segera memimpin pertemuan rapat itu dengan cukup baik.


.


.


.


Sementara itu di kediaman Yeji ...


Yeji terlihat masih terbaring di atas pembaringannya dengan sangat pulas. Sementara seorang pria baru saja keluar dari walk ini closet dan sudah mengenakan pakaian yang cukup rapi dan harum.


Pria itu menyibak tirai putih kamar Yeji dan membuka jendela untuk mengganti sirlukasi udara.


Yeji yang merasa silau karena sinar mentari yang menembus kaca kamarnya, kini mulai mengerutkan keningnya dan perlahan membuka sepasang matanya.


Kepalanya masih terasa sedikit pusing dan pandangannya masih berbayang, namun perlahan dia bisa melihat dengan jelas.


"Haru ... apa yang kamu lakukan di apartemenku?" tanya Yeji kebingungan dan mulai mengingat-ingat sesuatu.


Setelah mengingatnya, kini sepasang mata beningnya membola. Yeji yang sudah merubah posisinya menjadi duduk kini memeriksa tubuhnya yang berada di dalam selimut lembutnya. Dan betapa terkejutnya dia setelah melihat tubuh polosnya di balik selimut itu.


"Haru ... sebenarnya apa yang terjadi? Dan dimana Aso?" tanya Yeji mengedarkan pandangannya ke sekitar dengan ekspresi bingung, karena seingatnya dia telah menghabiskan semalaman bersama Aso.


Haru tidak segera menjawabnya, kini dia malah membawakan secawan teh hangat untuk Yeji dan meletakkannya di atas nakas.


"Haru! Mengapa kamu diam saja? Aku sedang bertanya padamu ..." Yeji terlihat mulai kesal dan tidak sabar untuk mengetahui kebenaran.


"Tidak ada Aso disini, Yeji. Hanya ada aku dan kamu ..."


"Apa maksudmu, Haru?"


Yeji berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu lagi, hingga akhirnya dia mulai mengingat semua yang telah terjadi saat itu. Dia terlihat begitu frustasi dan mengusap wajah wajahnya.

__ADS_1


"Tidak mungkin ... tidak mungkin ... ini tidak mungkin!! Haru, mengapa kamu tidak berusaha untuk menghentikan semuanya saat itu? Mengapa? Mengapa ..."


Yeji benar-benar terlihat frustasi dan kini mulai menangis memeluk kedua lutut yang sudah ditekuknya.


Haru sudah cukup lama menyukai Yeji dan memiliki perasaan yang tulus. Namun Yeji tidak pernah membalasnya, dia hanya menganggap Haru sebagai saudara, sahabat dan partner kerja. Sebenarnya Haru tidak ingin menghancurkan dan mengambil kesempatan seperti ini sebelumnya. Namun karena malam itu Yeji terus saja menggodanya, akhirnya Haru tidak bisa lagi menghindarinya.


"Yeji, jangan menangis ... aku akan bertanggung jawab untuk semua yang telah terjadi." hibur Haru yang kini duduk di tepian pembaringan Yeji.


"Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" pekiknya masih menunduk dan memeluk kedua lututnya. "Malam ini adalah kesalahan! Aku harap kamu bisa melupakannya ..."


"Tapi, Yeji ..."


"Tinggalkan aku sendiri ..."


Tidak ingin membuat Yeji semakin bersedih dan kacau, akhirnya Haru meninggalkannya.


Aku tidak akan menyerah, Yeji. Aku harap malam itu benar-benar akan merubah hubungan kita ... aku tidak akan mengecewakan kamu. Dan kamu hanya pantas bersamaku! Tidak dengan duda jelek itu!!


Batin Haru sebelum dia benar-benar meninggalkan kamar Yeji.


...🍁🍁🍁...


Aso melihat sudah ada kedua orang tua Rin yang baru saja meninggalkan ruangan VVIP. Mereka cukup terkejut karena melihat kedatangan Aso. Ada rasa malu, karena selama ini mereka selalu memandang Aso sebelah mata. Namun mereka malah begitu mempercayai dan membanggakan Ryo.


Dan kini ... semua berbalik drastis. Aso yang dulunya selalu mereka anggap remeh, kini telah sukses dan menjadi seorang Direktur Utama di salah satu perusahaan yang cukup besar dan sukses di Asia. Sedangkan Ryo? Ryo hanyalah seorang penipu yang memang dengan sengaja ingin menjatuhkan keluarga Rin.


"Bagaimana keadaan Rin, Paman ... bibi?"


Aso lebih memilih untuk menggunakan panggilan tersebut dan dengan sangat terpaksa harus berada di tempat ini untuk salah satu misinya.


"Untuk apa kamu datang, Aso? Apa kamu ingin menertawakan keluarga kami?" mama Rin berkata dengan nada penuh kecurigaan dan menatap nyalang Aso.


Namun sang suami segera mengatakan sesuatu agar suasana tidak semakin berantakan karena ucapan sang istri.


"Dia ada di dalam bersama Mimi. Masuklah, Aso ..." sahut papa Rin dengan ramah.


Meskipun mama Rin terlihat sangat keberatan dan khawatir jika Aso akan melakukan hal buruk untuk Rin, namun akhirnya dia mengikuti perintah sang suami untuk membiarkan Aso masuk.


.

__ADS_1


.


.


Aso memasuki ruangan rawat Rin dan melihat Mimi baru saja selesai menyuapi makan sore untuk Rin. Sedangkan Rin masih duduk bersandar di brankarnya. Melihat kedatangan Aso, sebenarnya membuat Rin terkejut dan bingung. Namun bukan Rin namanya jika dia tidak memiliki pikiran negatif tentang Aso.


"Rin aku ingin bicara denganmu!"


Mendengar Aso berkata, Mimi segera berinisiatif untuk meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan rawat ini.


Masih dengan tatapan malas, penuh luka, dan wajah yang pucat ... Rin beralih menatap jendela ventilasi kamarnya dimana di sana ada sebuah bunga lavender.


"Untuk apa kamu datang kesini? Apakah kamu ingin menertawakanku setelah apa yang telah terjadi padaku dan juga keluargaku?! Kamu pasti sangat puas kan melihatku seperti ini, Aso? Iya kan?"


Sebuah untaian kata yang cukup tajam terlontar dari bibir pucat Rin.


"Kamu memang tidak pernah berubah ya. Caramu memperlakukan orang selalu saja seperti ini dan sesuka hatimu sendiri. Namun sayang sekali instingmu sangat tidak tepat. Kamu sangat mempercayai Ryo yang pada akhirnya malah merusak kehidupanmu dan keluargamu." sindir Aso tersenyum samar.


"Jika kamu datang hanya untuk mengejekku seperti ini, sebaiknya kamu pergi! Aku tidak butuh kunjunganmu!"


"Aku tidak punya pilihan, makanya aku datang! Dan satu hal yang harus kamu tau, aku bukan orang sepertimu!" ucap Aso setelah kini berdiri tepat di dekat brankar Rin.


"Lalu apa maumu?" tanya Rin masih tetap menatap nanar bunga lavender itu.


"Aku akan menemukan Ryo dan membuatnya mendapatkan hukuman yang setimpal! Tapi setelah itu, kamu harus meminta maaf kepada ibu dan kak Seiya!"


Tandas Aso yang rupanya mengetahui jika saat Rin bertemu dengan Seiya saat itu, Rin sempat menghina ibu dan kakaknya. Semua itu diketahui Aso ketika dia tidak sengaja memeriksa rekaman CCTV disaat mereka tidak sengaja bertemu.


Rin mendengus dalam tawa singkatnya, dan beralih menatap Aso dengan wajah judesnya. Seolah-olah pandangannya terhadap Aso masih saja sama! Tidak berubah! Aso tetaplah Aso yang remeh dan menyebalkan di matanya.


"Aku akan melakukannya jika kamu berhasil menangkap penipu itu dan membuatnya dihukum!"


"Baiklah! Lalu ... apakah kamu juga ingin aku membuatnya untuk bertanggung jawab dan benar-benar menikahimu?" tanya Aso dengan sepasang mata memicing.


"Ckkk ... sampai kapanpun aku tidak akan sudi untuk menikah dengan penipu itu! Lebih baik aku merawat anakku sendiri tanpa dia!"


Kesepakatan telah terjadi, dan sebenarnya itu adalah inisiatif dari Aso, agar Rin mau meminta maaf kepada kakak dan ibunya. Karena biar bagaimanapun mau tidak mau, sebenarnya Aso tetap akan mengungkap semua ini untuk misinya kali ini.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


__ADS_2