
Senyuman penuh binar menghiasi wajah ayu wanita berambut blonde itu setelah dia menerima laporan dari salah satu anak buahnya. Jika Aso dan Sion sudah masuk ke dalam perangkapnya. Bahkan malam ini mereka masih bersama di dalam kediaman Sion. Karena mereka sama sekali tidak melihat Aso meninggalkan apartemen Sion.
"Setidaknya dengan kejadian ini, pernikahanmu akan batal ..."
Wanita itu menyeringai kelam sembari menikmati wine kesukaannya.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya, Rin terlihat mendatangi Kawai Group sebagai perwakilan dari perusahaan papanya yang merupakan salah satu rekan bisnis baru Yeji. Namun baru saja keluar dari VIP elevator, Yeji dikejutkan oleh sesuatu. Karena dia melihat Aso dan Yeji yang kebetulan lewat tak jauh dari VIP elevator tersebut.
"Nona Rin? Kamukah itu? Werna rambutmu kamu rubah. Aku hampir saja tidak mengenalimu, Nona." ucap Yeji yang pada awalnya ragu-ragu.
Rin mengabaikan sapaan Yeji dan malah fokus menatap Aso dengan tatapan rumit dan kebingungan.
"Hah? A-Aso? Mengapa kamu ada disini?" tanya Rin syok karena melihat keberadaan Aso di Kawai Group.
Mengapa Aso ada disini? Menurut laporan dari Alex, Aso bahkan belum meninggalkan apartemen itu sejak tadi malam. Tapi ... sepagi ini dia sudah terlihat di perusahaan ini. Bahkan terlihat bugar dan rapi ...
Batin Rin masih sangat kebingungan menatap sosok Aso.
"Aku bekerja disini. Tentu saja aku akan ada disini. Apakah itu salah?" jawab Aso seadanya dan berusaha untuk tetap bersikap ramah.
"Ehh? It-itu ... tentu saja tidak ada yang salah. A-aku datang untuk menemui nona Yeji untuk membahas kerjasama dengan perusahaan papaku." sahut Rin terlihat salah tingkah dan menyibak rambut panjangnya ke belakang telinga.
"Hari ini aku hanya datang sebentar dan akan segera pulang lagi karena akan mengurus sesuatu. Jadi Aso akan mewakilkan aku. Permisi, Nona Rin ..." dengan sangat sopan Yeji berkata dan segera berlalu setelah keduanya saling membungkukkan badan.
Rin terlihat semakin kikuk dan hal itu membuat Aso merasa sedikit aneh. Namun Aso memutuskan untuk mengabaikan semua itu.
"Mari ikut denganku, Nona Rin ..." ucap Aso mulai melenggang dengan langkah gagahnya menuju ke ruangan rapat.
Beberapa saat mereka membahas pekerjaan bersama. Dan kali ini Aso terlihat sedikit kerepotan karena asisten pribadinya tiba-tiba saja berhalangan tidak hadir tanpa memberikan kabar. Dan sebenarnya hal ini cukup aneh menurut Aso, karena tidak biasanya Shien seperti ini.
__ADS_1
Aso bahkan sudah beberapa kali mencoba menghubungi Shien, namun ponselnya sama sekali tidak aktif. Hingga akhirnya ketika rapat bersama Rin berakhir, Shien mulai mendatangi ruangan kerja Aso.
"Shien! Dimana saja kamu? Mengapa tiba-tiba tidak pergi ke kantor tanpa kabar?! Bahkan kamu datang ke kantor sangat terlambat dengan penampilan yang sangat berantakan."
Aso cukup marah karena menganggap Shien tidak bertanggung jawab dan berbuat sesuka hatinya. Namun sebenarnya Aso juga merasa yakin, jika Shien tidak sengaja melakukan semua itu.
"Tuan Aso, maaf. Aku mendapat masalah malam itu setelah mengantarkan sersan Sion seperti yang tuan perintahkan." jawab Shien merasa sangat bersalah dan ketakutan.
"Apa maksudmu, Shien?"
"Setelah mengantarkan sersan Sion ke apartemennya tiba-tiba saja aku merasa ada yang aneh. Bukan hanya aku ... tapi sersan Sion juga mulai berubah. Dan ... kami ... kami ..."
"Bicara dengan jelas, Shien!" pangkas Aso tidak sabaran karena Shien terlalu bertele-tele.
"Tiba-tiba kami merasa aneh dan begitu berhasratt setelah memasuki kamar sersan Sion hingga akhirnya kami melakukannya bersama karena saling menginginkan. Aku bahkan menginap disana dan baru pulang, Tuan. Maaf ... aku tidak bisa menahan dan menghindarinya. Dan maaf karena datang ke kantor terlambat seperti ini."
Pengakuan dari Shien tentu saja sangat mengejutkan Aso. Aso tidak pernah berfikir jika hal seperti ini tiba-tiba saja terjadi. Cukup aneh!
"Kalian tiba-tiba saja berhaasrat dan saling menginginkan satu sama lain? Dan kalian juga melakukannya?" Aso kembali mempertanyakan hal tersebut.
Ini aneh sekali. Sepertinya ada yang tidak beres. Sepertinya seseorang telah merencanakan semua ini dan berusaha untuk menjebak Sion dan Shien untuk melakukan hal tersebut. Atau ... apakah sebenarnya bukan Shien yang dia targetkan? Melainkan aku?? Lalu siapa yang melakukan semua ini? Dan apa tujuannya?
Batin Aso berpikir keras.
TRING ...
TRING ...
Aso dan Shien memeriksa ponsel mereka yang berdering di waktu yang bersamaan. Mata mereka membola ketika menyaksikan sebuah berita yang mulai beredar di media soaial.
Terlihat dari sisi belakang disaat Aso sedang menggendong depan Sion malam itu. Dia mengantarkan Sion menggunakan mobilnya. Rekaman itu terputus dan bersambung ketika sosok berjas hitam mulai mengantarkan Sion ke apartemennya. Dan setelah itu semalaman pria itu tidak meninggalkan apartemen Sion.
__ADS_1
Sial! Ternyata memang akulah yang dia targetkan!!
Batin Aso merasa murka dan kesal.
TRING ...
[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah untuk menemukan orang yang telah berusaha untuk menjebak tuan Aso dan sersan Sion. ]
Tiba-tiba saja suara Ryuk kembali terdengar.
Jadi memang benar ... jika akulah yang sebenarnya ditargetkan oleh orang itu? Namun orang itu malah salah dan membuat Shien yang terjebak bersama Sion.
Batin Aso menyimpulkan.
[ Benar sekali, Tuan. Namun karena malam itu tuan menugaskan tuan Shien untuk mengantarkan sersan Sion, maka tuan Shien-lah yang terkena pengaruh dupa pembangkit gairahh tersebut. ]
Sahut Ryuk membuat Aso mulai memijit keningnya, antara pusing dan marah bercampur menjadi satu.
"Dupa pembangkit gairahh!!" geramnya lirih. "Pantas saja tiba-tiba mereka seperti itu ..."
"Benar sekali, Tuan Aso. Aku telat menyadari semua itu. Aku memang ceroboh. Maafkan aku, Tuan. Sersan Sion pasti akan sangat murka setelah ini. Tadi pagi dia terlihat sangat murka dan mengusirku dari apartemennya."
Aso menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat cukup pusing, "Shien, urusan kantor hari ini aku serahkan padamu. Ada sesuatu yang harus aku lakukan!"
"Ba-baik, Tuan Aso ..."
...🍁🍁🍁...
PRANG ...
Seorang wanita cantik berambut blonde menyapu meja riasnya dengan kedua tangannya hingga membuat semua barang-barang itu terjatuh di lantai.
__ADS_1
"Jelas-jelas Aso yang mengantar sersan Sion pulang saat itu! Jelas-jelas Aso yang tertangkap kamera saat itu! Lalu ... bagaimana mungkin Aso bisa terlepas dari semua itu dan datang ke Kawai Group sepagi itu? Lalu ... mengapa pria yang bersama sersan Sion malam itu malah asistennya?! Ckkk!! Dasar tidak berguna!! Aku sudah membayar mereka mahal hanya untuk hal ini! Tapi rupanya mereka sangat tidak becus!! Arrrgghhh ..."
Wanita itu tetlihat sangat murka dan frustasi setelah menyadari rencananya tidak berhasil.