System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Bayaran Untuk Yeji


__ADS_3

Nara menyodorkan totebag yang dia bawa untuk Aso, "Aku datang ubtuk mengantarkan pakaianmu, Aso. Maaf jika baru bisa mengembalikannya sekarang."


"Oh ... tidak masalah kok. Kamu pasti sangat sibuk. Aku tau itu ..." jawab Aso seadanya sembari menerima totebag tersebut. "Terima kasih juga karena saat itu sudah membantuku merawat mereka yang terkena racun. Dan sekali lagi aku juga meminta maaf padamu untuk mewakili Kawai Group atas ketidaknyamanan pesta saat malam itu. Kami lengah, dan malah membahayakan kalian semua. Maaf ..."


"Ini bukan salahmu, Aso. Mereka berusaha mencelakai kami, kejahatan itu jelas diluar kendali kalian saat itu. Dan satu lagi, aku adalah seorang dokter. Tentu saja aku akan berdedikasi untuk selalu menolong para pasien yang membutuhkan pertolonganku dimanapun aku berada." jawab Nara seadanya.


"Aku paham ..."


Hening ... karena tidak ada perbincangan diantara mereka lagi. Suasana menjadi cukup canggung kembali. Dua insan yang pernah saling mencintai di masa lalu itu sudah berusaha untuk saling melupakan, namun entah mengapa tiba-tiba takdir kembali mempertemukan mereka. Bahkan kini keduanya terikat dalam sebuah kerjasama bisnis.


Tentu saja hal itu membuat mereka merasa canggung. Ingin seolah-olah tidak pernah saling mengenal, namun hati tidak pernah bisa berbohong dan tentu saja hati menyangkal semua itu.


"Selamat atas keberhasilanmu, Dokter Nara."


Kamu bisa lebih sukses dan bisa menjadi wakil kepala rumah sakit disaat sudah berpisah denganku. Aku ikut senang mengetahuinya ... dan kamu juga terlihat baik-baik saja. Itu membuatku merasa lebih lega.


Ucap Aso dan berlanjut di dalam hatinya.


"Selamat juga untukmu. Setelah menikahi gadis itu, kini kamu sudah sangat sukses!"


Seperti sedang memojokkan Aso, akhirnya tanpa sadar Aso malah hampir mengatakan sesuatu untuk menyangkalnya, namun ucapannya menggantung karena sebuah panggilan telpon masuk di ponsel Nara.


"Aku sudah berce--"


"Aso, maaf ... aku akan mengangkat panggilan ini dulu." pangkas Nara seolah-olah mengetahui jika panggilan itu adalah panggilan darurat.


"Dokter, ada pasien korban kecelakaan yang sedang kritis dan harus segera ditangani dan dioprasi. Namun dokter yang bertugas malam ini tidak bisa datang bertugas. Ketua juga sedang pergi ke luar kota dan baru akan kembali lusa. Bagaimana ini?"


Ucap seorang wanita dari seberang line telpon panik.


"Baik. Aku akan segera pergi ke rumah sakit sekarang! 15 menit lagi aku akan segera sampai! Persiapkan semua peralatan oprasi dan pertolongan pertama!" titah Nara seketika ekspresinya terlihat sangat serius.


"Baik, Dokter Nara." sahut tenaga medis wanita itu dari seberang line.


Nara mengakhiri panggilan itu, dan segera menghampiri Aso lagi untuk berpamitan.


"Aso, aku harus pergi. Terima kasih atas pinjaman pakaiannya ..."

__ADS_1


Belum sempat Aso menjawabnya atau menawarkan diri untuk mengantarnya, Nara sudah memasuki sebuah mobil yang terparkir di seberang Monday Apart Premium Akihabara Asakusabashi dan berlalu begitu saja.


...🍁🍁🍁...


"Aso! Hari ini Melody dan nona Ayumi mengajakku untuk bermain golf. Namun mereka memintaku untuk mengajakmu! Ayo temani aku untuk menemui mereka!"


Di akhir pekan yang masih menunjukkan jam 10 pagi, seorang pemilik perusahaan berkarakter tomboi dan unik itu sudah mendatangi apartemen Aso. Kali ini dia juga mengajak anak anjing kesayangannya.


Sangat beruntung Aso memiliki kebiasaan bangun pagi meskipun di akhir pekan, jadi disaat Yeji mengunjunginya di apartemennya, Aso juga sudah cukup rapi jika hanya untuk pergi bermain golf.


"Bermain golf? Sebenarnya aku tidak terlalu bisa memainkan permainan itu, Yeji. Tapi ..."


"Ayolah, Aso ... jika kamu menolaknya Melody dan nona Ayumi nanti akan marah loh! Pikirkan kerjasama perusahaan kita, Aso ..." bujuk gadis yang suka berpenampilan tomboi saat di luar jam kerja itu.


Bahkan kali ini dia mengenakan pakaian kasual yang begitu manis. Sebuah T-shirt putih press body yang hanya memiliki panjang di atas pusarnya, membalut tubuh rampingnya. Dia menyempurnakan outfit-nya hari ini dengan memadankannya dengan celana jeans warna sedikit terang.


"Baiklah, aku akan menemani kalian deh. Tapi aku tidak main ya ..." jawab Aso pada akhirnya. "Aku akan ganti pakaian sebentar."


Imbuhnya memutuskan untuk memakai pakaian yang lebih rapi. Yaitu memakai kemeja putih lengan panjang yang dia padankan celana drill berwarna senada.


.


.


.


"Aku tinggal bersama ibu dan kakak perempuanku. Tapi mereka sedang pergi untuk berbelanja ke swalayan."


"Oh, begitu ya. Bagaimana tinggal disini? Apakah kalian suka tinggal di apartemen ini?" tanya Yeji sangat ingin tau.


"Tentu saja kami sangat menyukainya. Tempat ini sangat nyaman. Terima kasih, Yeji. Kamu sudah sangat banyak membantuku." ucap Aso dengan tulus sambil berjalan santai melewati sebuah koridor apartemen yang terbuka.


"Hhm? Terima kasih saja tidak cukup, Aso! Kamu harus membayarnya!" tandas Yeji melirik Aso dengan ekor matanya dan memasang ekspresi layaknya seorang rentenir yang baru saja menagih sejumlah uang pinjaman terhadap Aso.


"Eh? Membayarnya?"


Sungguh ucapan Yeji sangat mengejutkan Aso, dan seketika membuat Aso bingung jika harus diminta untuk membayar semuanya sekaligus.

__ADS_1


"Tentu saja kamu harus membayarnya, Aso!" sahut Yeji menyikut lengan Aso dan meliriknya kembali dengan ekor matanya.


"Dengan apa? Jika dengan uang, maka aku akan mencicilnya dari gaji bulananku sampai lunas." jawab Aso mengusulkan.


Namun Yeji malah menggelengkan kepalanya kuat dan membisiki Aso, "Traktir aku dan Honey dengan yakitori di tempat kita pertama bertemu! Bagaimana?"


Aso kembali terkejut mendengar bayaran tersebut rupanya hanyalah sebuah traktiran jajanan makanan ringan yakitori. Aso sempat tertawa singkat saat mendengar ucapan Yeji.


Benar, sejak awal bertemu ... Yeji memanglah seorang gadis yang cukup unik. Aku sungguh hampir melupakan hal itu. Kebahagiannya sangat sederhana. Namun hal sepele seperti kehilangan anak anjing kesayangannya bisa membuatnya menangis dan bersedih cukup lama.


Batin Aso mengukir senyum tipis.


"Baiklah. Aku akan mentraktir kalian untuk makan yakitori sepuasnya!" ucap Aso.


Mendengar jawaban sederhana Aso, Yeji terlihat sangat berbinar. Dia segera mengeluarkan ponsel mewahnya dan meminta Aso untuk melakukan sesuatu.


"Ambil fotoku beberapa kali sebelum kita meninggalkan apartemen ini, Aso!" ucapnya menyerahkan ponselnya kepada Aso dan mulai bergaya di dekat pagar pembatas.


Beberapa potret telah diambil oleh Aso. Namun disaat seorang petugas kebersihan lewat di dekat mereka, Yeji segera meminta wanita itu untuk memotret mereka.


"Tolong ambilkan foto kami berdua ..." ucap Yeji menyerahkan ponselnya kepada wanita petugas kebersihan itu.


"Ayo, Aso!"


Yeji menarik tangan Aso dan mengajaknya untuk berfoto bersama.



.


.


.


Cuplikan next chapter.


"Wow lihat siapa ini yang datang ke tempat olahraga golf? Tempat ini hanya bisa didatangi oleh orang-orang kaya saja! Lalu ... apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini, Aso?! Apa kamu juga kerja sampingan jadi petugas keamanan di tempat ini juga? Atau ... jangan-jangan kamu sedang menemani tante-tante kaya yang haus belaian ya? Ahaha ... pasti setelah bercerai dengan mantan istrimu kamu jadi seperti gelandangan ya ..."

__ADS_1


Seorang gadis dengan pakaian sport yang cukup sexy dan minim tertawa meremehkan Aso.


__ADS_2