System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Ada Apa Dengan Yeji?


__ADS_3

"Cepat katakan! Bagaimana kondisi Yeji saat ini!!"


Dengan sangat tidak sabar, Haru kembali berkata dengan nada lebih tinggi sembari menatap tejam tenaga medis itu.


"Nona Yeji sedang hamil. Hal seperti ini sebenarnya sangat wajar dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun setelah aku melakukan pemeriksaan, rupanya nona Yeji memiliki kandungan yang lemah. Jadi nona Yeji tidak diperbopehkan untuk terlalu stress dan harus lebih banyak beristirahat."


Ucap tenaga medis itu melaporkan kepada Aso dan Haru setelah memeriksa kondisi Yeji.


"Apa? Yeji hamil?" Aso bertanya dan terlihat terkejut bukan main.


Namun Haru seketika terdiam dengan raut penuh keterkejutan. Yeap, ini adalah kejutan untuknya!


"Benar, Tuan. Usia kandungannya saat ini adalah 5 minggu. Kondisi janin dan nona Yeji juga cukup lemah. Ditambah nona Yeji masih merasakan gejala kehamilan muda. Aku sudah memberikan obat penguat kandungan.." sahut sang tenaga medis.


"Baiklah. Aku mengerti. Tolong rahasiakan mengenai hal ini dari siapapun. Jika sampai berita ini menyebar, maka kamu akan berurusan denganku!"


Tandas Aso memperingatkan setelah dia mempertimbangkan segala hal ... termasuk Yeji yang saat ini masih single dan belum menikah. Berita kehamilan Yeji di luar nikah, tentu saja akan berdampak tidak baik untuk karir Yeji serta Kawai Group.


"Ba-baik, Tuan Aso ... kalau begitu saya permisi untuk mengambil beberapa obat di ruang penyimpanan obat. Permisi ..." sahut sang tenaga medis mulai berlalu.


Yeji hamil? Tapi ... dengan siapa dia melakukannya? Selama ini dia terlihat tidak sembarangan ...


Batin Aso melirik Haru rumit.


Padahal baru saja melakukannya sekali. Tapi Yeji langsung hamil begitu saja. Kehadiran anak ini, seharusnya bisa memperbaiki semua hal bukan? Dan semoga Yeji juga bisa membuka hatinya untukku.


Batin Haru penuh harap.


"Haru, apa kamu tau sesuatu? Menurutmu ... siapa pria itu?" tanya Aso masih melirik Haru.


Seketika Haru terlihat gelagapan saat mendengarkan pertanyaan dari Aso. Namun dia segera berdehem dan menjawabnya, "Aku akan mencari tau! Aku akan menemani Yeji dulu! Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu"


Haru segera memasuki ruangan medis, sementara Aso segera kembali untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Dia juga mulai memerintahkan Shien untuk memberikan beberapa undangan pernikahannya untuk para staff.


Seketika seluruh karyawan heboh, karena idolanya kini akan segera melepaskan masa sendirinya dan akan segera menikah. Ada rasa kecewa yang seketika mereka rasakan.

__ADS_1


Shien juga memberikan undangan itu untuk beberapa rekan kerja Aso, seperti untuk Ayumi, Melody, ketua Yu, Zena, Yui, Sion dan beberapa rekan kerja lainnya. Dan tentu saja mereka semua juga seketika syok bukan main.


.


.


.


Di dalam ruangan medis, Haru menghampiri Yeji yang rupanya sudah tersadar dan sedang terduduk bersandar melamun.


"Yeji ... bagaimana kondisimu? Apa yang kamu rasakan saat ini?"


"Hanya sedikit merasa pusing dan tidak bertenaga." jawab Yeji tidak bersemangat.


"Uhm ... kalau begitu tetap beristirahat saja dan serahkan masalah kantor padaku. Dan apapun yang kamu inginkan, katakan saja padaku. Mulai sekarang aku akan menjagamu dengan baik ..."


"Jangan berlebihan, Haru. Aku hanya sedikit merasa tidak enak badan saja kok. Tidak mungkin aku meninggalkan pekerjaanku. Aku akan kembali ke ruanganku dan kembali bekerja. Hari ini masih ada beberapa laporan yang harus diperiksa ..."


Yeji berniat untuk segera turun dari brankar. Namun Haru segera menahannya.


Ucapan Haru sukses membuat Yeji memicingkan sepasang mata beningnya dan menatap Haru penuh curiga, "Haru, sebenarnya apa yang terjadi denganku? Apa aku mengidap penyakit yang serius? Mengapa kamu seperti ini? Mengapa kamu terlihat begitu mengkhawatirkan aku?"


"Ye-Yeji ... uhm ... itu ... sebenarnya itu ..."


"Apakah aku mengidap penyakit mematikan? Apakah usiaku hanya tinggal sebentar lagi? Katakan padaku yang sebenarnya, Haru ..." Yeji meraih tangan Haru dan sedikit mengguncangnya.


"Katakan sesuatu padaku, Haru!!" pinta Yeji lagi.


"Yeji ... kamu tidak sedang sakit. Tapi kamu ..."


"Bicara yang jelas, Haru! Jangan berbelit-belit!"


"Yeji, saat ini ... kamu sedang .... hamil ..."


DEGH ...

__ADS_1


Jawaban Haru seketika membuat Yeji membeku cukup lama. Wajah pucatnya semakin terlihat syok dan perlahan dia menggelengkan kepala, "Tidak mungkin ... kamu sedang bercanda kan, Haru? Aku tidak mungkin hamil kan? Bahkan kita hanya melakukannya sekali ... tidak ... tidak ... itu pasti salah ..."


Yeji masih menyangkal semua itu dan sepasang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Yeji semua itu benar. Kamu memang sedang hamil. Aku juga tidak menyangka jika hubungan kita malam itu akan membuatmu seperti ini."


Yeji mulai menangis. Semua rasa di hatinya berkecamuk menjadi satu. Perasaan kesal, menyesal, malu, marah dan khawatir jika kecerobohannya akan menghancurkan karirnya serta nama baik keluarga besarnya.


"Bagaimana aku akan menghadapi semua ini, Haru? Papa dan mama pasti akan sangat marah. Aku adalah satu-satunya pewaris keluarga besar kita. Reputasi baik Kawai Group dan nama baik keluarga besarku pasti akan hancur ... aku memang bodoh! Hiks ..." Yeji meringkuk memeluk kedua kakinya dalam isak tangisnya.


Cukup sedih ketika menyaksikan Yeji seperti ini, namun Haru memberanikan diri untuk memeluk Yeji dan mengusap lembut punggung wanita itu.


"Aku akan bertanggung jawab atas semua ini, Yeji. Aku akan menikahimu ... jangan khawatir ... semua akan baik-baik saja."


Meskipun Haru sangat paham, jika di dalam hati Yeji tidak pernah ada dirinya, namun Haru tidak pernah menyerah untuk mendapatkan ruang di hati Yeji.


"Tapi aku sama sekali tidak mencintaimu, Haru! Malam itu hanya kesalahan! Bagaimana mungkin kita akan menikah?" Yeji melepaskan pelukan Haru dan sedikit mendorong tubuh pria itu.


"Tidak masalah jika kamu tidak mencintaiku saat ini. Setidaknya lakukan demi anak yang saat ini sedang kamu kandung, demi menjaga nama baik keluargamu, dan demi Kawai Group. Aku akan bersabar dan selalu menunggumu untuk benar-benar membuka hati untukku, Yeji."


Sebuah untaian kata yang terdengar begitu lembut dan hangat dilontarkan Haru dengan tulus.


Namun Yeji hanya terdiam dan menatap lekat pria yang selama ini selalu membersamainya sebagai sahabat, saudara jauh, serta partner kerja. Sungguh sebuah pilihan yang cukup sulit untuk Yeji. Karena selama ini dia sudah terlanjur menyimpan sebuah harapan kepada Aso.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu di kediaman Ayumi.


"Apa? Aso akan menikah?! Jadi ini adalah alasan dia menolakku saat itu ya? Entah mengapa rasanya seperti aku tidak bisa menerima semua ini ... sakit ... padahal sebelumnya aku tidak pernah seperti ini. Sebelumnya aku tidak pernah berharap lebih dengan pria manapun ..."


Ayumi yang masih berada di kamarnya dan masih dalam masa pemulihan termenung menatap undangan dari Aso. Sungguh sebelumnya dia tidak pernah menyangka jika kehidupannya begitu serumit ini. Tiba-tiba bertemu Aso, dan tiba-tiba dia menyukai serta menaruh sebuah harapan dengan Aso.


CEKLLEEKK ...


"Ayumi!!" bariton suara menggelegar seorang pria mulai terdengar setelah pintu terbuka.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2