
"Dalam bermain golf, hal pertama yang harus diingat adalah melindungi tangan saat mengayunkan tongkat golf. Tanpa sarung tangan golf yang tepat, tangan akan terluka setelah beberapa kali ayunan. Sarung tangan golf akan membantu kita melindungi tangan dari cedera, dan kita bisa memegang tongkat golf dengan lebih baik. Mizuno dari Kawai Group adalah salah satu sarung tangan golf terbaik. Jangan lupa untuk mengenakannya untuk melindungi tanganmu, Nona Ayumi."
Aso berinisiatif memberikan sepasang sarung tangan golf untuk Ayumi yang melupakan hal tersebut. Entah apa yang sedang berada di dalam pikirannya saat ini, hingga membuat wanita yang selalu sempurna dalam segala hal tersebut malah melupakan hal sesimple ini.
"Oh ... iya. Terima kasih, Aso." sahutnya kaku dan segera memakai sarung tangan tersebut.
"Sama-sama, Nona Ayumi." sahutnya ramah dan mulai menghampiri Yeji dan Melody karena tiba-tiba saja mereka melambaikan tangan meminta Aso untuk datang.
"Cobalah, Aso! Sebagai pemilik baru dari Tokyo Golf Club seharusnya kamu bisa bermain golf!" celutuk Melody memberikan sebuah tongkat golf untuk Aso.
"Tapi sebelumnya aku belum pernah memainkannya ..." ucapan Aso terpotong karena tiba-tiba saja Aso malah mendengarkan suara Ryuk sang pemandu sistem.
[ Tuan Aso. Tuan bisa membeli kemampuan bermain golf profesional dengan menggunakan poin kemampuan sistem. Apakah tuan ingin menggunakan poin tersebut? ]
Benarkah itu? Baiklah jika memang begitu gunakan untuk membeli kemampuan tersebut saja. Tapi ... bukankah kita harus pergi ke system market terlebih dulu, Ryuk? Dan berapa koin kemampuan yang akan digunakan untuk menukar skill ini?
Sahut Aso di dalam hati.
[ Tuan bisa pergi ke system market ataupun tidak tanpa pergi. Semua bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Untuk skill bermain golf profesional bisa ditukar dengan 50 poin kemampuan sistem. Apa tuan bersedia untuk menukarnya? ] sahut Ryuk diakhiri penawaran lagi.
Baik. Kalau begitu tukarkan dengan kemampuan bermain golf profesional saja! Aku masih bisa mengumpulkan poin kemampuan lagi.
[ Baik, Tuan. Penukaran 50 poin kemampuan sistem akan ditukarkan dengan sebuah skill bermain golf profesinal. ]
TRING ...
[ Penukaran telah berhasil dilakukan. Selamat, Tuan. Skill ini akan aktif secara otomatis ketika tuan sudah memegang sebuah tongkat golf. ]
__ADS_1
Ucap Ryuk yang sukses membuat Aso mengukir senyuman tipis. Karena kali ini dia sudah memiliki skill untuk bermain golf profesional. Dan sedikit memperlihatkan ketrampilannya di hadapan para gadis cantik itu sebenarnya bukanlah rencananya. Namun setidaknya sebagai pemilik baru dari Tokyo Golf Club tidak akan membuat dirinya malu hanya karana tidak bisa bermain golf.
"Ayo! Aku akan mengajarimu bermain!" dengan sangat bersemangat Melody menarik tangan Aso mendekati sebuah wilayah teeing ground. Sementara sebuah bola golf sudah disiapkan tak jauh darinya.
"Kamu hanya perlu memukul bola itu dan memasukkannya ke dalam lubang, Aso! Ayo! Kamu pasti bisa!" seru Melody sangat antusias.
"Hhm. Okay! Aku akan mencobanya." sahut Aso bersiap dengan tongkat golf miliknya.
[ Skill bermain golf profesional berhasil diakfifkan. ]
Suara Ryuk kembali terdengar, membuat Aso kembali menarik sudut-sudut bibirnya.
Kini Aso mulai mengayunkan tongkat golf miliknya dan berhasil mengenai bola putih tersebut. Bola tersebut melambung tinggi ke udara dan melewati hole terdekat dan malah melewati sebuah bunker.
Bunker adalah sebuah untuk cekungan berisi pasir atau rumput yang berfungsi untuk hambatan dalam permainan golf. Sebagaian besar hole pasti memiliki rintangan berupa bunker. Dan kali ini Aso berhasil melewatinya dengan sangat sempurna.
Melody, Yeji dan Ayumi yang menyaksikan semua ini merasa takjub bukan main. Aso yang mengatakan tidak bisa bermain golf, kini malah bisa bermain dengan sangat sempurna dengan pukulan yang cukup kuat.
"Ace!! Hole in one!! Pukulan terbaik! Sekali pukul langsung masuk ke dalam hole! Aso, kamu sungguh sangat berbakat!!" celutuk Yeji kagum. "Dasar pembohong! Padahal kamu mengatakan padaku jika tidak bisa bermain golf! Kamu harus dihukum dengan mentraktirku makan yakitori selama satu pekan!" imbuh Yeji antara takjub dan kesal.
Gadis unik yang sedikit aneh namun cerdas itu bahkan sampai meninju lengan Aso karena hal ini. Sedangkan Aso hanya tertawa kaku dan mengusap tengkuknya. Karena semua ini adalah bukan bakat alaminya, melainkan berkat sistem.
"Mulai sekarang jadilah pelatihku! Aku tidak pernah melihat orang bermain golf bisa sehebat ini saat pertama kali dia melakukannya!" tak mau kalah, Melody juga mulai membujuk Aso untuk menjadi pelatihnya.
"Kebetulan sekali. Aku sudah menemukan orang yang tepat untuk lawanku di kompetisi antar perusahaan. Sampai jumpa di kompetisi yang akan diadakan saat acara keakraban nanti, Aso. Dan mari bertaruh sesuatu untuk kemenangan itu ..." kali ini Ayumi yang berkata dengan senyuman smirk khasnya. Dingin dan menawan.
"Baik! Aku harap kamu tidak akan menyesal jika saat itu aku akan mengalahkanmu, Nona Ayumi." balas Aso mempesona.
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
SRAAKK ...
BRAKKK ...
Di dalam sebuah ruangan, seorang pemuda berambut keemasan gondrong menyapu meja di hadapannya dengan kedua tangannya dan membuat semua barang-barang yang semula tertata rapi, kini berserakan di atas lantai. Wajahnya yang putih memerah padam dipenuhi amarah.
"Aso ... dia sudah mempermalukanku dan sudah merebut beberapa hal dariku!! Aku mau dia kehilangan hal yang paling berharga di hidupnya!! Selidiki dia dan yang ada di sekitarnya!! Lakukan dengan baik dan mulus!! Maka aku akan memberikan 1 unit vila untukmu!"
Seorang pria dengan mata tajam dan dingin mulai memerintahkan hal tersebut kepada salah satu anak buahnya yang sudah menghadapnya.
"Baik, Tuan. Aku tidak akan mengecewakanmu!" sahut sang anak buah dengan patuh fan segera meninggalkan ruangan itu.
"Kita lihat, apa yang bisa kamu lakukan setelah ini." pria itu menyeringai kelam membayangkan kehancuran Aso.
...🍁🍁🍁...
Monday Apart Premium Akihabara Asakusabashi.
Kepulangan Aso rupanya sudah sangat dinantikan oleh sang kakak. Seiya sengaja menunggunya di ruang tengah. Sementara sang ibu kebetulan baru saja pergi untuk membeli sesuatu di mini market apartemen.
"Aso, ada yang ingin kakak bicarakan denganmu!" ucap Seiya serius.
Bahkan Aso baru saja memasuki rumah dan belum menyapanya, namun sang kakak seakan sudah tidak sabar dan bersiap untuk menyidangnya. Seakan Aso telah melakukan sesuatu yang cukup besar.
"Apakah benar jika selama ini kamu menikahi Rin hanya untuk mendapatkan pendonor ginjal serta uang untuk biaya rumah sakit ibu?"
__ADS_1
Pertanyaan dari Seiya tentu saja sukses membuat Aso terkejut bukan main. Selama ini Aso bahkan selalu menyimpannya rapat seorang diri. Lalu kini tina-tiba saja sang kakak mengetahuinya dan mulai mempertanyakannya. Lalu dari siapa Seiya mengetahui semua ini?
Bersambung ...