System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Truth Or Dare


__ADS_3

Makan malam telah tiba, Aso sudah bersiap untuk bergabung bersama rombongannya yang saat ini sudah berkumpul di salah satu restoran yang juga berada di penginapan mereka.


Ternyata semua orang sudah berkumpul disana dan bersiap untuk menikmati begitu banyak sajian yang memenuhi meja di hadapan mereka. Bukan hanya itu saja, beberapa botol wine mahal juga sudah dipesan untuk dinikmati malam ini untuk berpesta.


Lantunan permainan dari para pemain biola juga terdengar di tempat ini. Menjadikan suasana semakin hangat dan indah, terlebih dengan sebuah panorama menakjubkan yang menghadap ke arah air terjun di Furong ancient town.


Para gadis berlomba-lomba mendekati Aso dan dengan sangat terbuka. Dan hal ini membuat Nara yang duduk tepat di seberang Aso merasa tidak nyaman.


Kini mereka juga mulai memainkan sebuah permainan Truth or Dare. Pada awalnya Aso dan Nara terlihat tidak ingin ikut bermain bersama. Alasan Nara, dia memang paling anti untuk permainan ini. Karena keduanya adalah pilihan yang buruk untuknya. Sedangkan alasan Aso, dia memang malas untuk ikut dengan hal seperti itu.


"Maaf, tapi aku hanya akan menonton saja. Kalian saja yang bermain." ucap Nara menolak untuk bermain bersama.


"Dokter Nara. Ini hanya sebuah permainan, tidak perlu merasa aneh. Ikut bermain saja! Please ..." ajak Yeji membujuk Nara dengan memasang wajah memohon.


"Uhmm ... baiklah ..." sahut Nara terpaksa karena merasa segan.


"Meskipun kekanak-kanakan ... tapi baiklah! Aku akan ikut karena menghargai kalian!" sahut si dingin Zena dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dadanya dan duduk dengan santai. Sedangkan tatapannya menatap dingin lurus ke depan.


Pada awalnya Aso juga ingin menolak untuk bermain bersama, namun tiba-tiba saja sebuah notifikasi mulai terdengar dan sukses menahan dirinya untuk tetap bergabung bersama rekan kerjanya.


TRING ...


[ Misi 8 akan segera dimulai. Bergabung bersama mereka dan mengikuti permainan mereka minimal 30 menit. ]


Huft ... aku harus bertahan selama minimal 30 menit untuk ikut bermain bersama mereka. Aku harap Nara baik-baik saja, karena dia tidak begitu menyukai permainan ini ...


Batin Aso menatap Nara yang saat ini sedang menatap ke arah botol kosong yang berada di tengah meja dan mulai diputar oleh Ayumi.


Putaran pertama, botol itu berhenti menghadap Nara. Dan hal ini cukup membuat Nara terkejut. Namun akhirnya dia memilih, "Truth ..." ucapnya terlihat ragu-ragu dan sangat berhati-hati.


"Adakah di tempat ini pria yang kamu sukai, Dokter Nara?" tanya Ayumi dengan pertanyaan asalnya.


Namun pertanyaan asal dari Ayumi sukses membuat Nara kebingungan harus menjawab. Cukup lama Nara terdiam, dia juga sempat melirik ke arah Aso yang juga sedang menatapnya penuh rasa khawatir.

__ADS_1


Nara pasti sangat tidak nyaman dengan semua ini. Meskipun sebenarnya aku sendiri sangat penasaran dengan jawaban dia, namun aku tidak boleh membiarkan dia seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu untuknya.


Batin Aso berusaha untuk membebaskan Nara dari permainan ini.


"Ada ..."


Belum sempat Aso melakukan sesuatu, rupanya Nara sudah menjawabnya lirih. Jawaban Nara sukses membuat semua orang melongo saking terkejutnya. Bahkan jantung Aso juga berdegup semakin cepat. Tak terlepas dengan ketua Yu yang semakin berharap ... karena dia mengira jika pria itu adalah dirinya.


"Siapa dia?"


Seolah masih sangat tidak puas dengan jawaban Nara, kini Melody juga mulai bertanya.


Merasakan Nara yang semakin gelisah dan terpojok, akhirnya Aso dan ketua Yu berinisiatif untuk menolong sang dokter cantik. Dan uniknya kedua pria ini melakukannya bersamaan.


"Aku akan minum untuknya. Kita lanjutkan permainan ..."


Kedua pria itu meraih segelas wine miliknya masing-masing dan berkata demikian. Aso dan ketua Yu saling berpandangan aneh. Bahkan seluruh orang juga mulai terdiam menyaksikan semua ini.


Percikan api macam apa ini? Apakah Aso dan dan ketua Yu sama-sama menyukai dokter Nara?


Batin Yeji menerka-nerka menatap mereka bertiga secara bergantian.


Aso segera meneguk wine itu dan berusaha untuk mencairkan kembali suasana, "Baiklah. Mari kita lanjutkan permainan ini ..." ucapnya bersahabat.


Suasana kembali seperti semula. Dan mereka kembali melanjutkan permainan. Namun ketua Yu sempat mengamati Aso dengan pemikirannya yang mulai dipenuhi dengan beberapa tanda tanya tentang sosok Aso.


Beberapa saat berlalu. Dan kini Melody yang mendapatkan giliran untuk memilih salah satu pilihan permainan itu. Dan akhirnya dia memilih sebuah tantangan.


"Datangi dan ciium seorang pengunjung pria di restoran ini!" Sion memberikan tantangan untuk Melody. "Jika tidak mau, kamu bisa meminum segelas baijiu!" imbuhnya dengan seulas senyum.


"Well, okay!! Tantangan itu sangat kecil! Hanya mencium pengunjung pria di tempat ini saja bukan? Baiklah ... aku akan melakukannya!" ucap Melody menarik sudut-sudut bibirnya hingga bibirnya yang berwarna kemerahan dan plumpy itu terlihat begitu mempesona.


"Melody! Melody! Melody!" mereka bersorak untuk menyemangati Melody untuk melakukan tantangan dari Sion.

__ADS_1


Melody yang sudah meninggalkan bangkunya kini mulai melenggang anggun dan mendekati seorang pria yang sudah dia targetkan sebelumnya.


CUUPP ...


Sebuah kecupan singkan dia layangkan kepada seorang pria yang duduk sebangku dengannya.


"Maaf, Tuan Aso. Aku tidak banyak mengenal pria disini. Jika aku melakukannya kepada pria asing, maka bisa merusak pamorku." ucap Melody setelah memberikan kecupan singkat di pipi Aso.


Semua orang terdiam membeku menyaksikan semua itu. Bahkan Aso sendiri sungguh tidak menyangka akan mendapatkan hal tersebut dari Melody. Sorakan riuh seketika terhenti karena hal ini.


"Maaf, aku akan pergi ke kamar kecil dulu." Nara berpamitan dan masih terlihat tersenyum ramah.


Dan tepat disaat Nara pergi, Aso kembali mendengar sebuah notifikasi sistemnya.


[ 30 menit berlalu. Mission completed. Selamat, Tuan. ]


Terdengar ucapan Ryuk sang pemandu sistem.


Tidak mau berlama-lama lagi terjebak dalam permainan yang dianggapnya konyol itu. Akhirnya Aso bergegas meninggalkan tempat itu. "Aku akan pergi sebentar. Kalian lanjutkan tanpa aku ."


Terlihat Nara yang begitu kesal dan kecewa setelah menyaksikan sesuatu. Dia memutuskan untuk meninggalkan pesta makan malam dan memilih untuk menyendiri di balkon rooftop penginapan untuk menatap air terjun di seberang penginapannya yang begitu indah. Namun sayang sekali pemandangan saat ini tidak seindah hatinya yang merasa sedikit terluka dan kecewa.


Niat hati ingin menenangkan diri serta hatinya, namun rupanya seseorang sudah mengejarnya dan malah meraih tangannya hingga membuatnya jatuh ke dalam pelukannya yang hangat.


"Lepaskan aku ..." pinta gadis cantik itu masih berada di dalam pelukan seorang pria.


Dia berusaha untuk terlepas dari pelukan pria itu, namun pria dengan sweater abu-abu gelap itu malah semakin erat mendekapnya. Meskipun tidak melihat wajahnya, namun Nara sangat mengenali sosok itu ... parfum yang selalu sama dan tidak pernah berubah semenjak 3 tahun yang lalu membuatnya merasa sedikit tenang, karena parfum itu adalah pilihan serta rekomendasi darinya. Namun apa yang baru saja dilihatnya cukup membuatnya kecewa.


"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, Nara ..." balas pria itu lirih dan masih erat memeluk Nara.


"Aso ... jangan mempermainkan aku lagi. Aku sudah lelah ..."


"Aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk mempermainkanmu, Nara. Ucapanku saat itu adalah benar. Aku serius ... kembalilah padaku. Dan aku akan memperjuangkan semuanya untuk membuatmu bahagia ... aku akan menghadapi kedua orang tuamu ... apa kamu bersedia, Nara?"

__ADS_1


Aso melepaskan pelukannya dan menatap lekat Nara yang kini sudah menengadahkan wajahnya menatapnya.


Menunggu jawaban Nara adalah pilihan Aso pada awalnya, namun setelah apa yang terjadi ... rupanya Aso memilih untuk segera bertindak dan memperjuangkannya.


__ADS_2