
Harapan, angan, dan bayangan manis Sion untuk memenuhi permintaan Aso menemaninya di tengah malam ini seketika sirna. Wajah cantik sersan Sion seketika terlihat begitu lesu, kecewa dan tidak bertenaga.
Seakan dia benar-benar mengharapkan sesuatu yang lain dan menantang terjadi malam ini bersama Aso. Namun kenyataannya Aso malah mengajaknya untuk melanjutkan pencarian dan penyelidikan terhadap Ryo.
Mereka mendatangi sebuah klub malam yang terbilang cukup mewah untuk standar sebuah klub yang di bangun di pedesaan.
"Kamu yakin dia ada di tempat ini Aso?" bisik Sion mengedarkan pandangannya menatap seisi klub dengan pencahayaan remang-remang itu.
"Setidaknya dia pernah mendatangi tempat ini, Sion. Tempat seperti ini pastinya adalah salah satu tempat singgahnya. Karena klub inilah yang terdekat dengan wilayah tempat dia berada. Tapi kita harus memastikannya kembali, cari informasi dan cari keberadaan dia di tempat ini. Kita berpencar dan segera saling menghubungi jika menemukan sesuatu." bisik Aso mengistruksi.
"Well! Okay!! Aku paham, Aso!"
.
.
.
Sion dan Aso saling berpencar untuk mencari informasi tentang keberadaan Ryo. Namun baru saja Aso hendak menaiki lantai 2, dua orang body guard segera menahannya.
"Maaf! Selain tamu VIP dilarang masuk! Silakan perlihatkan tanda pengenal VIP anda ..."
Salah satu body guard berkata dengan tegas dan menghalangi jalan Aso.
"Kartu VIP? Tapi ... aku adalah pengunjung baru. Bisakah aku membuatnya sekarang?"
"Maaf, tapi kartu tersebut tidak sembarangan bisa dikeluarkan. Silakan menghubungi pemilik klub ini untuk pembuatannya. Tuan bisa datang kembali esok hari dan menemui tuan Ryo Kurita. Karena saat ini tuan sedang berpesta di lantai atas dan tidak bisa diganggu." jawab sang penjaga menatap Aso tajam.
Meskipun sorot matanya tidak terlihat karena tertutup oleh sebuah kacamata dengan lensa hitam, namun pandangannya sangat terlihat begitu tajam dan sinis ketika menatap Aso.
Ryo Kurita? Ternyata dia kembali ke kampung halamannya dan membuat bisnis klub malam. Sangat beruntung aku bisa menemukannya dengan cukup cepat. Dan kini dia ada di lantai atas ya. Itu artinya aku harus bisa pergi kesana dan melewati kedua penjaga ini.
Batin Aso menengadahkan wajahnya menatap lantai atas yang terlihat lebih sepi dibanding lantai 1.
DUAKK ...
"Minggir!! Bosku mau lewat!"
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada seorang pria yang menabrak lengan kiri Aso untuk membuat jalan untuk bosnya. Terlihat seorang pria paruh baya melenggang dan disambut baik oleh kedua body guard itu.
"Silakan, Tuan. Ruangan dan hadiah anda sudah disiapkan di kamar ..." ucap salah satu body guard itu.
Ckkk ... aku harus mencari cara untuk bisa melewati mereka berdua.
Batin Aso memutuskan untuk menjauhi akses untuk menuju lantai atas itu.
Aso yang saat ini melewati lantai dansa masih berusaha untuk memutar otaknya. Terlihat berapa wanita cantik dengan pakaian super minim dan sexy mulai mendekati Aso sambil menari dan meliuk-liukkan tubuh indahnya yang hanya dibalut dengan kain yang super minim dan tipis itu.
Bahkan kedua wanita itu tidak ragu untuk mulai merayu dan menggoda Aso dengan memainkan jemari lentik mereka untuk menjelajahi wajah tampan Aso ataupun tubuh atletis Aso yang dibalut dengan pakaian mewahnya.
"Hello, Tampan! Kamu terlihat sendirian. Kamu pasti sangat kesepian. Mau kami temani bersenang-senang?"
Salah satu wanita berambut pirang panjang dengan suara mendayu-dayu berkata dan sengaja membisikkannya di dekat telinga Aso. Dia bahkan tidak ragu untuk sengaja menempelkan salah satu aset kembarnya mengenai lengan kuat Aso.
Memani bersenang-senang? Pasti mereka mengira jika aku datang untuk memakai jasa mereka. Tapi ... tidak ada salahnya memakai dan memanfaatkan mereka.
Batin Aso mulai memikirkan sebuah cara.
Namun tiba-tiba saja kedua wanita itu terlihat menekuk wajah cantiknya.
"Bagaimana jika kita cari hotel lain saja? Wilayah VIP di klub ini tidak bisa dimasuki sembarangan orang." ujar salah satu wanita itu membujuk Aso.
"Kalau begitu bagaimana jika kamu menemaniku saja, Tampan? Kita bersenang-senang di kamar VIP dan aku juga akan membayarmu lebih. Jika kamu bisa memuasskanku, aku juga tidak akan ragu untuk memberikan lebih untukmu."
Tiba-tiba seorang wanita kebulean menghampiri mereka. Melihat wanita ini seketika membuat kedua wanita sebelumnya beringsut dan segera meninggalkan mereka berdua, seolah-olah kedua wanita sebelumnya begitu takut dan segan terhadap wanita kebulean itu.
"Bagaimana?" tawar wanita kebulean itu lagi menyunggingkan sebuah senyum penuh misterius. "Jika kamu bersedia, maka kamu tidak akan sedikitpun rugi."
"Baiklah. Aku bersedia ..." sahut Aso setelah mempertimbangkannya.
"Good choice, Handsome ..." balas wanita itu mulai berbalik, lalu melenggang mendekati kedua penjaga akses wilayah VIP. Dan Aso juga mulai mengikutinya.
Yang terpenting saat ini adalah bisa memasuki ruangan VIP terlebih dulu tanpa membuat kerubutan dan memancing perhatian semua orang. Masalah selanjutnya pikirkan nanti saja lagi ...
__ADS_1
Batin Aso yang kali ini sukses melewati kedua penjaga yang sebelumnya menahannya. Kedua pria penjaga itu sempat menatap aneh Aso, namun Aso hanya melemparkan senyum meremehkan.
.
.
.
Beberapa saat Aso dan wanita kebulean itu sudah sampai di salah satu kamar VIP lantai 2.
BLAMM ...
Wanita kebulean itu menutup pintu begitu keras dan menarik tangan Aso dan menguncinya di dinding.
"Nona ..."
"Jinny. Namaku Jinny ..." pangkas wanita kebulean itu.
"Baiklah. Jinny ... mengapa begitu terburu-buru? Aku akan mengambilkan wine untukmu dulu. Dan setelah itu kita bersenang-senang. Tunggu sebentar ..."
"Hhm? Okay ..." sahut Jinny tanpa merasa curiga sedikitpun.
Wanita bermata hazel itu mendekati pembaringan dan duduk di tepian pembaringan. Sementara Aso mulai menuangkan wine yang telah disiapkan oleh pelayan. Namun diam-diam Aso juga memasukkan sesuatu ke dalam wine tersebut.
"Mari bersulang ..." Aso menyodorkan segelas wine untuk Jinny dan mengangkat gelasnya untuk bersulang.
TINGG ...
Tanpa ragu wanita itu segera bersulang dan menikmati wine pemberian Aso. Namun baru beberapa saat saat saja pandangannya mulai berbayang dan dia mulai kehilangan kesadaran.
"Gomen ... aku membuatmu tertidur untuk beberapa saat. Aku datang ke tempat ini untuk mencari seseorang, dan aku harus segera menemukannya."
Gumam Aso lalu mengirimkan sebuah pesan untuk Sion.
Ryo berada di lantai 2. Cari cara agar bisa melewati kedua penjaga. Aku menunggumu. Aso.
Setelah mengurimkan pesan tersebut, kini Aso segera meninggalkan kamar tersebut dan kembali melanjutkan pergerakannya untuk menemukan Ryo. Aso menyisiri setiap tempat fi lantai 2. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah kamar yang berukuran paling luas jika dibandingkan dengan kamar lainnya.
__ADS_1
Aso memeriksanya setelah melihat keadaan sekitar aman. Dengan salah satu kemampuannya, Aso berhasil merusak pintu itu secara halus dan berhasil menyusup ke dalam kamar tersebut. Samar-samar Aso mulai mendengarkan desaahan-desaahan seorang wanita dan seorang pria dari dalam kamar tersebut.