
Hari demi hari berlalu. Setelah Aso melakukan beberapa kali terapi untuk Ayumi, akhirnya keadaan Ayumi bisa semakin membaik.
Kesibukan Aso di Kawai Group sebagai seorang Direktur Utama, ditambah lagi sebagai dokter pribadi untuk Miyamoto, Seiya, Zena dan Ayumi ... membuat waktunya tersita begitu saja. Bahkan hanya sekedar untuk menghabiskan akhir pekan bersama Nara saja terkadang dia tidak bisa.
Namun sebenarnya bukan hanya Aso yang sibuk dan tidak memiliki waktu. Nara sendiri juga sering disibukkan dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter dan wakil rumah sakit.
Terlihat dekat, namun seakan terasa jauh. Hanya bisa melihat dari kejauhan dan menghubungi melalui pesan atau panggilan. Namun biarpun begitu sudah cukup membuat Aso merasa lega, karena Nara baik-baik saja dan berada dalam pengawasannya. Karena Aso telah memerintahkan 2 orang untuk selalu menjaga Nara semenjak Oshima yang berusaha mencelakai Ayumi saat itu.
"Cedera leherku sudah semakin membaik. Tapi aku masih belum bisa beraktifitas seperti biasanya. Shine Group tidak boleh lemah. Perusahaan kami harus memiliki pemimpin, namun aku malah seperti ini ..." Ayumi berkata dengan wajah murung ketika Aso menyudahi terapinya kali ini.
"Aso ... menikahlah denganku dan keluargaku akan menyerahkan seluruh aset keluarga kami untukmu." imbuh Ayumi yang membuat Aso yang baru saja merapikan jarum-jarumnya terkejut, hingga seketika jarum itu malah tidak sengaja melukai jemarinya.
"Ehhh ... maaf ... apa kamu baik-baik saja, Aso?" Ayumi meraih tangan Aso dan menyesap darah pada jemari Aso.
Sungguh hal ini membuat Aso membatu selama beberapa saat. Bukannya tidak tau diri dan tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Tentu saja Aso masih merasa bersalah atas apa yang menimpa Ayumi. Karena tujuan Oshima saat itu adalah menghancurkan hidupnya. Dan Ayumi terluka cukup parah adalah karena dirinya.
Namun tentu saja Aso juga tidak akan mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Yaitu kehilangan Nara untuk kedua kalinya. Mengingat semua itu, Aso segera menarik jemarinya kembali.
"Ayumi, aku akan membantumu untuk menjaga Shine Group dengan baik." ucap Aso dengan raut wajah serius.
Mendengar ucapan Aso, seketika membuat sebuah senyuman manis terukir menghiasi wajah cantik Ayumi. Sebuah harapan kecil mulai tumbuh di hatinya, karena jawaban Aso adalah seperti sebuah penerimaan untuknya.
"Aso, terima kasih karena kamu--"
"Ayumi ... aku akan membantu dan menjaga Shine Group dengan baik. Aku berjanji akan hal itu ... tapi ... aku tidak bisa menikah denganmu. Dan kamu tidak perlu memberikan apapun untukku. Aku melakukannya karena aku menginginkannya. Dan aku memang ingin membantumu sebagai seorang klien dan teman." pangkas Aso yang sukses membuat harapan kecil di dalam hati Ayumi hancur perlahan.
Senyuman penuh binar dan harapan itu membeku dan perlahan mulai memudar. Ayumi membeku dan tidak bisa berkata-kata saking syoknya atas penolakan Aso.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Shine Group akan baik-baik saja. Selama kamu sakit, aku akan menjaganya. Saat ini kamu hanya perlu fokus untuk pemulihan saja." ucap Aso kembali sembari menyodorkan beberapa pil untuk Ayumi.
"Minumlah. Beberapa obat herbal ini akan membuat vitalitas tubuhmu membaik. Ini adalah vitamin yang sangat baik untuk kamu konsumsi." ucap Aso masih menyodorkan beberapa pil serta air putih untuk Ayumi, karena wanita cantik itu tidak segera menerimanya.
"Mengapa? Apakah aku terlalu buruk untuk kamu nikahi? Apakah karena aku sedikit cacat dan cedera kamu tidak ingin menikah denganku?" Ayumi yang menunduk berkata lirih dan menyudutkan Aso.
"Bukan seperti itu, Ayumi. Kamu adalah wanita yang sangat sempurna. Cantik, cerdas, dan dipuja banyak lelaki. Begitu banyak lelaki yang mengagumimu di luar sana. Mana mungkin kamu terlalu buruk?" jawab Aso seadanya.
"Lalu? Mengapa? Mengapa kamu tidak mau menikah denganku?" sungguh sebenarnya pertanyaan ini begitu berat diucapkan oleh Ayumi, bahkan dia sudah menurunkan egonya hanya demi pertanyaan ini.
"Ayumi. Selama ini aku hanya menganggapmu sebagai rekan kerja dan teman. Dan itulah yang terjadi selamanya. Hubungan kita saat itu hanyalah palsu dan untuk menyelamatkanmu dari perjodohan yang tidak kamu inginkan. Jadi aku harap kamu mengerti mengenai itu."
Sungguh hatinya seketika terasa sakit dan hancur setelah mendengar keputusan Aso.Meskipun dia sudah begitu berharap kepada Aso, namun dia berusaha untuk tetap menjaga sikapnya. Terlebih saat Aso menolaknya. Sebuah senyuman dengan susah payah kembali dia ukir.
"Ayo, minumlah obat ini. Kamu harus segera sembuh kembali ..." ucap Aso kembali membujuk Ayumi.
"Aso, tinggalkan saja di atas nakas. Aku akan meminumnya nanti. Terima kasih atas kebaikanmu untuk menolong Shine Group." ucap Ayumi lirih dan menunduk menatap kedua tangannya yang saling bertaut dan mengusap satu sama lain.
"Baiklah. Segera minum dan beristirahatlah. Aku akan pergi ..."
Aso meletakkan obat tersebut di atas nakas dan segera meninggalkan kamar Ayumi.
Mengapa rasanya sakit sekali? Selama ini aku terlalu berharap kepada Aso. Padahal sudah sangat jelas jika hubungan kami hanyalah sebuah topeng saat itu.
Batin Ayumi menatap nanar kepergian Aso.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Di akhir pekan Aso menyempatkan dirinya untuk mengunjungi rumah pribadi Nara dengan membawa seikat bunga baby breath dan kue kesukaan Nara. Karena kebetulan hari ini Nara sedang berlibur dari rutinitasnya.
Niat hati ingin memberikan kejutan untuk Nara, namun rupanya mereka malah bertemu tepat di depan tempat tinggal Nara.
"Aso? Mengapa tidak mengabariku dulu jika akan datang?" ucap Nara tepat ketika Aso berniat untuk menekan bel rumah Nara. Dan saat ini dokter cantik itu berdiri tepat di belakang Aso.
Aso yang mendengar suara Nara akhirnya berbalik dengan ekspresi terkejut.
"Uhm ... sebenarnya aku ingin memberikan kejutan untukmu. Bukankah kamu mengatakan jika kamu hari ini libur? Aku datang untuk mengunjungimu."
"Iya. Aku memang sedang libur. Dan aku baru saja keluar untuk membeli sesuatu di mini market." sahut Nara segera menyembunyikan sebuah bingkisan di belakang tubuhnya. Seolah-olah dia tidak ingin Aso melihat apa yang baru saja dibelinya.
Tingkah Nara malah semakin membuat Aso merasa penasaran. Hingga Aso malah dengan sengaja ingin melihatnya.
"Sesuatu? Apa itu?"
"Uhm ... itu ... hanya benda yang ..." Nara terlihat semakin kebingungan untuk menjawabnya.
"Hanya benda apa? Coba lihat? Boleh aku minta?" celutuk Aso berniat mengintip benda tersebut yang masih disembunyikan di belakang tubuh Nara.
"Jangan ... tidak boleh ..." sahut Nara dengan reflek dan masih berusaha untuk menyembunyikannya dari Aso.
"Nara, apa yang kamu sembunyikan dariku? Mengapa kamu tidak ingin berbagi denganku?"
Pertanyaan Aso semakin membuat Nara kebingungan untuk menjawab. Dokter cantik itu menggigit bibir bawahnya dan akhirnya memilih untuk segera melarikan diri memasuki rumah pribadinya.
__ADS_1
"Nara ..." Aso segera menyusulnya dan menarik tangan Nara.
Tubuh Nara terhuyung dan malah terjatuh dalam pelukan Aso. Sementara bingkisan itu terjatuh dari tangannya.