System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
The Bun With Her ( My Girl, My Velvet Sun )


__ADS_3

Aso membuka pintu kamarnya. Terlihat seorang gadis remaja dengan penampilan yang sudah rapi dan cantik berdiri di balik pintu.


"Selamat pagi, Kakak. Maaf jika aku datang sepagi ini. Aku datang untuk menemui kakak dan memberikan ini sebagai ucapan terima kasihku. Terima kasih banyak karena sudah menyelamatkanku kemarin malam, Kak!"


Gadis remaja itu berkata dengan manis dan menyodorkan sebuah bingkisan beraroma manis untuk Aso.


"Oh ... iya ... terima kasih juga untuk ini ..." sahut Aso menerima bingkisan itu dan tidak sengaja tangannya bersentuhan dengan gadis itu hingga kembali mengaktifkan cheat penakhluk miliknya.


TRING ...


[ Cheat penakhluk wanita cantik telah diaktifkan untuk target baru. ]


[ Memindai target dimulai ...]


DING ...


[ Nama : Hana Kawaguchi ]


[ Usia : 17 Tahun ]


[ Tinggi Badan / Berat Badan : 158 cm / 45 kg ]


[ Ukuran dada : 32 C ]


[ Kecantikan : 82/100 ]


[ Status : Single , pelajar genius, atlit renang ]


Ugh ... lagi-lagi aktif begitu saja ...


Batin Aso dengan kening berkerut menatap gadis itu yang semakin jelas mengukir senyum manisnya hingga memperlihatkan lesung pipinya yang cukup dalam.


"Ngomong-ngomong kakak orang Jepang ya? Senang sekali bisa bertemu orang Jepang disini. Hehe ..." ucap Hana mulai mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Aso. "Oya kenalkan. Namaku Hana dari SMU Keio, Kak! Dan usiaku 17 tahun. Siapa nama kakak?"


"Namaku Aso. Dan benar ... aku datang dari Jepang untuk mengikuti acara perusahaan." balas Aso menyambut uluran tangan gadis itu.


"Oh okay!! Aku harap kita bisa bertemu kembali saat di Jepang nanti ..." sahut Hana menautkan kedua tangannya di belakang tubuhnya dan tersenyun penuh binar.

__ADS_1


Belum sempat Aso menjawabnya ponsel gadis itu berdering. Dan dia segera berpamitan dengan Aso dengan terburu-buru.


"Kak, aku pergi dulu! Kakak sudah mencariku! Sampai jumpa!" pamitnya pergi begitu saja.


Baru saja mau menutup pintu, kini Yeji sudah datang dan merebut bingkisan beraroma manis itu dari Aso.


"Harum sekali! Apa ini, Aso?" tanya Yeji sedikit mengendus bingkisan tersebut.


"Aku sendiri tidak tau. Seseorang memberikannya untukku. Jika kamu mau, kamu boleh mengambilnya ..."


"Hhm. Okay! Ayo kita segera berjalan-jalan melihat sekitar bersama yang lain!" ajak Yeji bersemangat.


"Kalian duluan saja, Yeji. Aku akan menyusul nanti."


"Oh ... okay!!"


Yeji melambaikan tangannya dan meninggalkan Aso. Setelah kepergian Yeji, Aso berniat untuk mengunjungi Nara ke kamarnya. Namun rupanya Ayumi sudah mengajaknya pergi untuk bergabung bersama yang lain.


.


.


.


Bukan hanya itu saja, Ayumi dan Yeji juga terlihat begitu menyukai Nara dan sering mengajak Nara untuk bergabung bersama dengan mereka. Begitu juga dengan para gadis lainnya yang juga tak jarang untuk selalu mendekati Aso dengan berbagai alasan.


"Aso, penghangat ruanganku sepertinya sedikit bermasalah. Bisakah kamu memeriksanya?"


Melody si aktris cantik dan anggun itu juga selalu saja berusaha untuk mendekati Aso. Padahal hotel mewah tempatnya menginap ini tentu saja tidak akan kekurangan maintenace bukan?


"Tuan Aso, tolong temani aku makan di luar. Aku takut memilih menu yang salah dan akan membuat OCD-ku kambuh lagi." Zena si gadis dingin juga tak mau kalah dan menggunakan alasan masuk akal itu sebagai pasien Aso.


"Aso, ikut denganku ... mama ingin bicara denganmu sebentar lewat video call ..." Ayumi yang pernah melakukan sebuah perjanjian sebagai kekasih 1 pekan akhirnya masih mengikat Aso secara tidak langsung.


Sungguh keadaan ini membuat Aso dan Nara seolah memiliki jarak. Bahkan untuk mengikis jarak tersebut pun seakan begitu sulit. Hingga akhirnya suatu malam saat Aso tidak bisa tertidur, Aso memutuskan untuk meninggalkan kamarnya dan menghabiskan waktunya untuk menghilangkan penat di hatinya dengan meminum baijiu sambil menikmati pemandangan indah The Bund di seberang hotelnya.


The Bund atau Waitan adalah sebuah kawasan perairan di tengah Shanghai. Kawasan yang merupakan simbol tersebut terpusat di bagian Jalan Zhongshan di bekas Shanghai International Settlement, yang membentang di sepanjang tepi barat Sungai Huangpu di bagian timur Distrik Huangpu. Sangat indah dan menakjubkan!

__ADS_1



Seolah takdir sedang berpihak kepada Aso dan Nara. Rupanya Nara yang belum bisa tertidur juga memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kamarnya. Namun dokter cantik ini tidak sengaja melihat Aso sedang berada di sebuah balkon restoran penginapan, hingga akhirnya Nara memutuskan untuk menghampiri Aso.


Kedatangan Nara cukup membuat Aso terkejut. Namun dia tidak bisa menutupi perasaan bahagianya setelah melihat Nara hingga sebuah senyuman penuh binar mulai menghiasi wajah tampannya.


"Aso, terlalu banyak meminum alkohol itu tidak baik." Nara merebut sebotol baijiu dari Aso dan menjauhkannya dari Aso.


"Aku hanya meminum sedikit saja kok." sahut Aso seadanya dan memang terlihat tidak sedang mabuk.


"Lalu itu?" sepasang netra Nara beralih menatap beberapa botol baijiu kosong yang berada di dekat Aso. Tatapannya begitu penuh selidik karena mengira Aso sudah meminum sebanyak itu.


"Oh ... itu tadi milik Shien. Aku memintanya untuk menemaniku minum. Tapi dia sudah mabuk dan kembali ke kamarnya." jawab Aso sembari menarik tangan Nara untuk duduk semakin dekat dengannya.


"Nara, maaf karena malam itu aku tidak datang. Ketua Yu menahanku dan mengajakku minum bersama ... saat berada di Furong, kamu juga terlihat sangat sibuk bersama Yeji dan yang lainnya. Jadi aku tidak ingin mengganggumu." Aso berkata dan menatap lekat sang dokter cantik.


Nara sempat kembali salah tingkah, namun dia segera mengalihkan pandangannya menatap pemandangan The Bund di seberang.


"Hhm. Tidak masalah kok. Aso ... lihat, pemandangan di depan indah sekali. Meskipun sebelumnya aku sudah pernah melihatnya beberapa kali, namun aku rasa malam ini terlihat lebih indah ..."


Ucap Nara berusaha mengalihkan pembicaraan. Namun rupanya usahanya malah menjadi sebuah bumerang untuknya.


"Bukan seberapa indah panorama itu ... namun karena bersama dengan siapa kamu melihatnya saat ini." sahut Aso dengan sengaja menggoda Nara dan mengulum senyum.


"Sejak kapan kamu pandai berbicara seperti ini?" Nara menyibak rambutnya ke belakang telinganya dan sangat terlihat jika dia semakin salah tingkah.


Aso tertawa kecil melihat tingkah lucu Nara, "Mau berjalan-jalan keluar dan melihat pemandangan itu lebih dekat?" tanya Aso menawarkan.


Nara beralih menatap Aso dan tersenyum penuh binar serta mengangguk bersemangat. Seketika rasa kikuknya lenyap begitu saja.


Mereka mulai meninggalkan penginapan dan berjalan-jalan di sekitar The Bun. Malam yang sebenarnya cukup dingin ini tak membuat mereka mengurungkan niat mereka. Bahkan malam yang dingin ini terasa begitu hangat untuk mereka.



My girl, my velvet sun ...


Diam-diam Aso mengambil gambar Nara dari belakang dan mengunggahnya di salah satu media sosialnya.

__ADS_1


__ADS_2