
Nara cukup terkejut mendengar ucapan Aso. Bukannya tidak merasa senang karena kini Aso mengajaknya untuk kembali merajut cinta kasih kembali, namun ada beberapa hal yang masih membuatnya kebingungan serta ketakutan untuk memutuskan semua itu.
Seketika Nara terlihat semakin gugup dan jemarinya yang masih saling bertaut kini semakin cepat mengusap satu sama lain. Pandangannya masih saja menunduk.
"Nara ... mengapa kamu diam saja? Ada apa? Kamu terlihat sangat gelisah?"
"Aso ... aku ... aku tidak tau harus bagaimana, Aso ... kedua orang tuaku sangat kecewa kepadamu. Kamu tau bukan ... bagaimana ayahku? Dia sangat tegas, keras dan berpendirian. Dia begitu menyukaimu saat itu ... namun dia begitu kecewa kepadamu ... aku ... aku takut ..."
GREPP ...
Aso memberanikan diri untuk meraih jemari Nara. Dan disaat itulah pandangan perlahan Nara beralih menatapnya.
"Aku tau aku salah. Namun jika kamu bersedia, maka aku akan menemui dan menghadapi mereka." ucap Aso pelan, namun penuh keyakinan.
Nara terdiam dan terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu kepada Aso. Dia hanya menatap nanar pria di hadapannya.
"Ada apa? Katakan padaku, Nara ..."
"Aso ... tapi ... tepat satu bulan yang lalu saat aku dipindah tugaskan ke The University of Tokyo Hospital, aku dan keluargaku dipertemukan dengan ketua Yuuma yang merupakan putra dari sahabat ayah. Semenjak saat itu ayah dan ibu selalu menekanku ... bahkan mereka berniat menjodohkan kami." ucap Nara memberanikan diri mengatakan semua hal itu dengan jujur.
Pada awalnya saat mendengar semua itu, secara reflek Aso semakin mempererat genggamannya, namun beberapa detik kemudian Aso mulai melonggarkannya bahkan melepaskan jemari Nara.
"Baiklah. Sekarang kamulah yang memutuskan semuanya. Aku tidak akan memaksamu untuk kembali padaku." ucap Aso dengan tenang, namun percayalah dia tidak setenang yang terlihat. Dia bahkan sedang berusaha keras untuk menghadapi dirinya sendiri agar terlihat baik-baik saja.
"Aso ..."
"Aku akan memberikan waktu untukmu. Pikirkan baik-baik, Nara. Dan setelah acara keakraban di Shanghai, aku harap kamu sudah bisa memberikan jawaban untukku. Apapun keputusanmu ... aku akan menerima semua itu dengan baik." imbuh Aso menatap lekat Nara.
"Ini sudah sangat larut. Kamu beristirahatlah. Aku akan pulang ..." imbuh Aso meraih pakaian hangatnya lalu bangkit dari tempat duduknya.
Nara tidak bisa menahannya, dia hanya menatap kepergian Aso dengan suasana hati yang tidak menentu.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya di Kawai Group.
"Apa? Jangan membuat alasan yang sangat tidak masuk akal! Membujuk dan mengajak Zena saja mengapa membutuhkan waktu satu pekan? Jika memang tidak bisa melakukannya katakan saja dan jangan membuang-buang waktu! Kawai Group bukanlah perusahaan kecil dan tempat bermain-main! Aku harap kamu memahami semua itu!"
Haru terlihat sangat keberatan dan tidak terima disaat Aso meminta waktu satu pekan untuk mengajak Zena bergabung. Dan sebenarnya hal ini adalah menjadi celah kecil yang sangat menguntungkan Haru untuk menjegal dan menjatuhkan Aso.
"Ada hal yang harus kami lakukan. Dan kami telah menyepakatinya bersama." Aso berusaha menjawab tanpa harus membeberkan penyakit Zena yang sebenarnya cukup rahasia dan tidak pernah diketahui oleh publik.
__ADS_1
Namun rupanya Haru masih saja tidak terima dan menganggap Aso hanya mencari-cari alasan karena tidak bisa membujuk Zena untuk bergabung bersama.
"Ada hal yang harus kalian lakukan sebelum membuat keputusan? Hhm? Hal apa itu?" Haru kembali bertanya diiringi sebuah senyuman menyebalkan.
"Maaf, Tuan Haru. Tapi ini adalah privasi. Dan aku sudah berjanji untuk tidak akan membeberkan rahasianya kepada siapapun. Tugasku adalah membujuknya untuk bergabung bersama kita, dan aku akan mewujudkannya dalam 5 hari ke depan. Aku rasa itu sudah cukup bukan?" jawab Aso dengan nada bersahabat.
Merasa kesal karena Aso sedang berusaha menutupi sesuatu dari dirinya, kini Haru melenggang mendekati Aso dan menatapnya penuh intimidasi.
"Aku adalah atasanmu! Dan ingat statusmu! Kamu bahkan baru 2 bulan bergabung di perusahaan ini! Jadi jangan berlagak keren! Aku bisa saja membuatmu ditendang dari perusahaan ini, Hajime Aso!" tandas Haru tajam.
"Haru! Apa yang baru saja kamu lakukan?"
Belum sempat Aso menjawab Haru, kini seorang wanita berpakaian formal memasuki ruangan itu.
"Aku sangat mengenal baik Aso! Dia tidak akan melakukan sesuatu dengan asal. Dan semenjak Aso bergabung di perusahaanku, dia sungguh membuat Kawai Group lebih maju dan sukses. Sebaiknya kita menunggu dulu. Jika memang Zena tetap menolak untuk bekerja sama dengan kita, maka kita harus mencari kandidat lain. Lagipula ... kamu pasti sangat tau bagaimana Zena itu bukan?" ucap Yeji membela Aso.
Haru terlihat menghela nafas dan berkacak pinggang, "Haihhh ... baiklah-baiklah!"
"Aso, tolong gantikan aku untuk memimpin rapat. Aku dan Haru harus menemui klien penting." ucap Yeji beralih menatap Aso.
"Baiklah ... aku akan menggantikannu."
Aso segera pergi ke ruang rapat utama. Sementara Yeji dan Haru segera bergegas untuk menemui klien mereka.
...🍁🍁🍁...
"Aku sungguh sangat berterima kasih padamu, Aso! Berkat terapi darimu, kini aku sudah merasa lebih baik! Aku akan menepati ucapanku! Aku akan menjadi fashion designer dan creative director untuk perusahaan kalian!"
Zena si wanita berwajah dingin dan kaku itu mengulurkan tangannya ke depan. Dan hal semacam ini adalah sesuatu yang cukup langka terjadi di kehidupan Zena sebelumnya.
Dengan raut wajah penuh binar, Aso menerima uluran tangan Zena. Hingga sesuatu yang sempat dia lupakan kembali terjadi lagi. Seketika hal itu membuat senyuman Aso membeku.
TRING ...
[ Cheat penakhluk wanita cantik telah diaktifkan untuk target baru. ]
[ Memindai target dimulai ...]
DING ...
[ Nama : Zena Natsuhiko ]
__ADS_1
[ Usia : 24 Tahun ]
[ Tinggi Badan / Berat Badan : 160 cm / 48 kg ]
[ Ukuran dada : 34 C ]
[ Kecantikan : 82/100 ]
[ Status : Single , seorang professional fashion designer, professional creative director ]
Aktif lagi? Semoga cheat penakhluk ini tidak akan membuatku kerepotan suatu saat nanti. Entah akan ada berapa lagi wanita yang akan terkena pengaruh oleh cheat milikku ini.
Batin Aso masih berjabat tangan dengan Zena.
Cheat penakhluk tersebut bereaksi seketika, karena tiba-tiba saja wajah Zena yang biasanya selalu terlihat dingin dan kaku, kini mulai terukir tipis sebuah senyuman. Aso berdehem dan menarik tangannya kembali.
"Nona Zena. Aku akan tetap datang sepekan sekali untuk memberikan pengobatan kampo. Selebihnya kamu bisa melakukannya sendiri. Paling tidak lakukan semua itu sampai kamu benar-benar pulih."
"Baik! Kamu sungguh seorang dokter genius! Terima kasih banyak, Aso-kun!"
"Sama-sama, Nona. Ayo kita segera pergi ke Kawai Group dan menemui Owner dan Direksi Kawai Group! " ajak Aso.
"Okay!"
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di sebuah kediaman terlihat seorang pria berambut keemasan gondrong sedang memeriksa beberapa foto yang diambip oleh salah satu anak buahnya.
Terlihat foto candid Aso bersama beberapa gadis di waktu dan tempat yang berbeda-beda. Ada foto saat Aso bersama Zena saat mereka berada di halaman rumah Zena. Ada foto Aso bersama Yeji saat mereka sedang pulang bersama setelah menghadiri pertemuan bersama klien.
Ada foto saat Aso bersama Nara saat Aso mendatangi apartemen Nara ketika malam. Ada foto saat Aso bersama Melody ketika mereka bersama dan terlihat akrab. Ada foto Aso bersama Ayumi yang sedang terlihat bersama di sebuah restoran dan menemui pasangan paruh baya. Bahkan ada foto Aso bersama Sion ketika mereka berbincang di depan Kawai Group dan terlihat sangat akrab.
Semua foto itu membuat pria itu pusing, hingga pada akhirnya dia menghempaskan semua foto itu dan mengenai wajah anak buahnya.
"Cari tau dengan benar!! Bukannya malah membawakan semua foto dia bersama para gadis cantik!!" geramnya kesal dan frustasi.
"Ba-baik, Tuan ..."
"Melody juga!! Mengapa dia juga terlihat menyukai pria itu?! Dasar para wanita bodoh itu, mengapa semua begitu mudahnya terpedaya dengan pria bernama Aso itu! Padahal dia bukanlah apa-apa dan berasal dari keluarga miskin! Dia bahkan seorang anak yatim!!"
"Arggghhh ..." pria itu menggeram kuat dan menendang meja di hadapannya. "Lihat saja! Aku akan segera membuatmu menyesal!!"
__ADS_1
Bersambung ...