System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Mencari Bukti


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa, akhirnya ketua Yu membiarkan Aso tetap menemani dan menjaga Ayumi. Karena Ayumi sendiri yang menginginkan untuk ditemani oleh Aso. Sementara Sion hanya menjenguknya sebentar dan akhirnya kembali berpamitan karena besok pagi dia harus segera bertugas kembali.


"Ayumi, syukurlah kamu sudah sadar dan kondisimu lebih baik ..." ucap Aso cukup merasa lega. Namun sebenarnya Aso masih saja merasa bersalah atas apa yang telah terjadi terhadap wanita berkepribadian tegas itu.


Ayumi tersenyum samar mendengar ucapan Aso. Dia masih terbaring dan tidak diijinkan untuk banyak bergerak. Sementara pada bagian lehernya masih mengenakan gibs.


"Aso. Terima kasih ..." ucap Ayumi begitu lirih. "Terima kasih sudah datang ... menemaniku dan menjagaku disini." imbuhnya tulus.


Ucapan Ayumi malah semakin membuat Aso merasa bersalah. Namun dia terlihat ragu untuk menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi. Jika Ayumi mengalami hal buruk karena sang pelaku berniat untuk menghancurkan Aso.


"Aku akan menjagamu hingga kedua orang tuamu datang. Jangan khawatir ..." ucap Aso lebih memilih untuk menyimpannya saja karena tidak ingin membuat Ayumi yang baru saja tersadar semakin terbebani oleh hal tersebut. "Tidurlah ... ini sudah sangat malam."


Untaian kata dari Aso yang begitu simple itu rupanya cukup membuat Ayumi merasa lebih baik dan bahagia. Bahkan untuk sesaat dia melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Hhm. Jangan pergi ..." pinta wanita itu seakan begitu ketakutan untuk sendirian.


"Aku akan tetap berada disini. Jangan khawatir ..."


.


.


.


Aso masih saja duduk di samping brankar dan menjaga Ayumi hingga tertidur. Ingin rasanya dia segera menghubungi Nara karena masih mencemaskan Nara. Namun hal itu tidak mungkin dia lakukan saat ini. Karema saat ini sudah dini hari. Dan sudah bisa dipastikan jika Nara sudah tertidur.


Hingga akhirnya Aso memerintahkan Shien untuk memberikan penjagaan untuk Nara dengan beberapa pengawal tanpa Nara mengetahuinya. Ya, begitu mungkin lebih baik. Pikir Aso.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu. Meskipun Ayumi sudah diijinkan pulang dari rumah sakit dan masih dalam masa pemulihan serta pengobatan secara medis, namun Aso masih tetap melakukan terapi untuk Ayumi yang dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Dia melakukannya berturut-turut selama 6 minggu.


Pihak keluarga Ayumi sudah mencari tau dalang dibalik kecelakaan sang putri. Namun mereka tidak bisa menemukan bukti apapun, karena beberapa data dan rekaman yang sudah sengaja dihapus. Bahkan video rekaman dashboard dari mobil Ayumi juga tidak ada lagi. Sangat terbukti jika seseorang yang melakukannya sudah memperthitungkan semua dengan baik.


...🍁🍁🍁...


"Tuan Aso. Maaf, tapi aku tidak berhasil menemukan lebih detail lagi mengenai masalah nona Ayumi. Semua rekaman berhasil dihapus oleh mereka. Dan tidak ada jejak sedikitpun rekaman yang tersisa. Aku hanya berhasil menemukan ini saja di mobil nona Ayumi yang saat ini sudah rusak total dan ringsek. Barang ini bukan milik nona Ayumi, karena tidak ada sidik jarinya yang tertinggal di benda ini."


Shien menyerahkan sebuah kantong klip bening berisikan sebuah kancing dengan bentuk unik dan tentunya tidak pasaran.


Dengan kening berkerut Aso menerima kantong klip bening tersebut dan menelisiknya serius.


"Itu adalah salah satu kancing kemeja dari brand terbaru dari Y Fashion yang sangat limited edition. Hanya ada 5 kemeja di dunia ini. Aku juga sudah menyelidikinya mengenai ini, Tuan Aso. Mereka pemilik kemeja limited edition ini adalah Mitzuru seorang idol dan model, tuan Kenzi seorang putra pejabat dan petinggi Doragonshadou, Ren seorang atlit renang, Yuji seorang pengusaha muda, serta Yuru seorang cucu dari seorang pengusaha kaya dan aparat kepolisian. Ini data-data mereka, Tuan."


Ucap Shien menjelaskan dengan cukup detail sembari menyerahkan sebuah berkas untuk Aso. Dan hal itu cukup membuat Aso seketika bisa sedikit menerka-nerka siapa sebenarnya sang dalang dibalik kecelakaan Ayumi. Aso memeriksa berkas tersebut untuk kembali memastikannya lagi.


"Sudah, Tuan. Namun dari kelima orang tersebut tidak ada satupun sidik jari yang cocok yang dengan sidik jari yang ditemukan pada kancing tersebut." jawab Shien sedikit menunduk karena khawatir Aso akan marah dan kecewa dengan pekerjaannya yang dianggapnya setengah-setengah.


Aneh sekali. Jelas-jelas jenis kemeja itu hanya ada 5 picis saja. Namun mengapa bisa tidak ada yang cocok? Aku harus mencari tau lebih, seharusnya sudah ada sedikit petunjuk ... jika pelaku adalah seseorang yang cukup dekat dengan kelima orang itu.


Batin Aso masih mengamati data-dara orang tersebut.


"Shien, kamu boleh keluar ..."


Mendengar ucapan Aso, sebenarnya cukup membuat merasa Shien aneh. Namun dia cukup merasa beruntung dan lega karena Aso tidak marah padanya. Dengan sangat patuh dia segera meninggalkan ruangan Aso.


Tidak mau membuang-buang waktu lagi, Aso segera melakukan sesuatu dengan miny computer miliknya.

__ADS_1


Kemeja itu launching tepat 1 bulan yang lalu. Mungkin saja dari kelima orang itu ada yang sengaja membelinya sebagai hadiah untuk seseorang.


Batin Aso mulai menjelajahi dunia digital untuk mencari tau tentang kelima orang itu. Aso juga mulai memeriksa nomor ponsel yang pernah menghubunginya saat itu. Meskipun mengenai nomor itu, Aso hanya bisa mendapatkan sedikit infoasi yang tidak cukup membantu. Karena nomor itu hanyalah nomor baru dan kini sudah dibuang begitu saja. Tidak ada data apapun yang tersimpan atau berhubungan dengan nomor tersebut.


Beberapa saat berlalu dan akhirnya Aso mulai menemukan sesuatu. Pada awalnya Aso merasa cukup keheranan mengapa pria itu bisa melakukan semua hal itu serta terlihat sangat membencinya. Padahal selama ini Aso tidak pernah mengusik hidupnya. Justru Aso malah sudah membantu salah satu keluarganya.


"Tidak aku sangka, kebaikanku malah jadi bumerang untukku. Bahkan sampai Ayumi mengalami cedera yang cukup parah seperti itu." gumam Aso meraih pakaian hangatnya dan bergegas untuk meninggalkan ruangan kerjanya. Karena saat ini sudah lewat dari jam kerja.


Namun rupanya Aso malah berpapasan dengan Yeji dan Sion yang hendak mendatangi ruang kerjanya.


"Yeji, Sion ... ada apa?" tanya Aso kebingungan menatap kedua wanita cantik itu yang mendatanginya dengan terburu dan tiba-tiba.


"Aso, sersan Sion datang dan ingin memperlihatkan sesuatu untuk kita." jawab Yeji dengan ekspresi serius.


Aso beralih menatap Sion, polisi cantik itu mengangguk dan mulai memperlihatkan sesuatu, yaitu sebuah ponsel sederhana yang berada di dalam sebuah kantong plastik bening.


"Aku tidak sengaja menemukan ponsel sekaligus nomor yang digunakan pelaku untuk menghubungimu saat itu. Aku menemukannya di sekitar kompleks perumahan elit Danenchofu dalam keadaan mati dan sengaja dibuang. Kemungkinan pelaku tinggal di daerah tersebut."


Ucap Sion membuat perkiraan Aso semakin kuat. Jika sosok yang dicurigainya adalah benar-benar sosok yang tinggal di perumahan elit tersebut.


"Aku sudah tau siapa dia!" ucap Aso yang sukses membuat kedua wanita itu terkejut.


"Yeji, tolong berikan ini untuk Ayumi karena aku tidak bisa mengunjunginya hari ini." imbuh Aso memberikan sebuah bingkisan berisikan obat dan vitamin untuk Ayumi.


"Sion, kamu ikut denganku! Dan panggil anak buahmu untuk segera menyusul kita!" imbuh Aso beralih menatap Sion.


Kedua wanita cantik itu mengangguk meskipun semua ini terlalu tiba-tiba. Dan sebenarnya di dalam hati, mereka masih bertanya-tanya tentang siapa sang pelaku?

__ADS_1


__ADS_2