
[ Cheat penakhluk milik tuan tidak bereaksi terhadap dokter Nara karena sebelumnya dokter Nara sudah memiliki perasaan tulus terhadap tuan. Dia sudah cukup lama mengenal tuan dan mencintai tuan sebelum tuan memiliki sistem. ]
"Apakah itu artinya Nara tidak pernah benar-benar membenciku saat itu? Dia masih tetap mencintaiku meskipun aku telah mengecewakannya?"
[ Berdasarkan penelitian bukankah perasaan antara wanita dan pria itu memang berbeda, Tuanku? Wanita lebih menggunakan perasaan. Sementara pria lebih menggunakan logika. Wanita sulit untuk melupakan, tidak seperti makhluk bernama pria. ]
"Kamu memang benar, Ryuk."
[ Selamat, Tuan Aso. Tuan telah menyelesaikan misi kali ini. Tuan mendapatkan beberapa penambahan poin untuk semuat slot. Dan tuan juga mendapatkan sebuah skill baru sebagai seorang proffesional hacker untuk mempermudahkan tuan untuk memecahkan beberapa masalah yang terjadi di sekitar tuan. ]
Sahut Ryuk yang sukses membuat Aso menarik sudut-sudut bibirnya.
"Kemampuan ini pasti akan sangat berguna. Ya sudah aku juga akan segera pulang." gumam Aso dan berniat untuk segera pergi. Namun langkah kakinya terhenti ketika seseorang memanggil namanya dengan sangat akrab.
"Aso ..."
Suara nyaring seorang wanita diiringi derap langkah yang semakin cepat mulai terdengar mendekati Aso. Belum sempat Aso berbalik, seorang wanita berseragam aparat kepolisian dan membalutnya dengan pakaian hangat sudah menghampirinya.
"Sion ... hallo ..." sapa Aso.
"Hallo! Kamu belum pulang?"
"Aku baru mau pulang."
"Mau pulang bersama?" ucap Sion menawarkan.
TRING ...
TRING ...
Belum sempat Aso menjawabnya, dua pesan mulai diterimanya. Aso segera memeriksa ponselnya dan membaca pesan tersebut karena khawatir jika pesan tersebut adalah pesan penting.
Bagaimana rasanya kehilangan orang yang kamu sayangi? Cepat apa lambat, gadis yang kamu sukai akan segera menemui ajalnya. Aku tidak sabar ingin melihatmu segera hancur.
__ADS_1
Sebuah pesan dan pesan gambar yang memperlihatkan sebuah mobil sport diterima oleh Aso dari sebuah nomor baru. Hanya saja plat nomor mibil tersebut tidak tertangkap oleh kamera, sehingga Aso tidak mengetahui mobil siapa.
Gadis yang aku sayangi? Nara? Tapi ... tidak mungkin itu Nara! Karena dia baru saja pulang bersama paman Jun dan pengawal keluarganya. Lagipula, mobil sport yang di dalam potret ini bukanlah milik Nara ataupun keluarganya. Lalu ... siapa yang dia maksud? Jangan-jangan ...
Batin Aso mulai cemas dan menghubungi seseorang serta mengabaikan Sion yang berusaha untuk bertanya kepadanya.
"Kak Seiya ... apa kakak baik-baik saja? Kakak ada dimana saat ini?" tanya Aso setelah panggilannya diangkat oleh seseorang di seberang.
"Aku baik-baik saja. Dan aku sedang menonton drama di rumah bersama ibu. Ada apa, Aso?" balas Seiya dari seberang.
"Oh, syukurlah. Ya sudah kalau begitu. Sampai jumpa ..." Aso segera mengakhiri panggilan itu tanpa memberi kesempatan Seiya untuk menjawabnya.
"Aso, ada apa? Kamu terlihat sangat cemas?" tanya Sion untuk kedua kalinya.
"Ada yang sedang ingin bermain-main denganku. Tapi aku tidak tau siapa wanita yang dia maksud ..." sahut Aso memperlihatkan pesan tersebut kepada Sion.
Sion mengamati foto tersebut dan keningnya mulai berkerut, seolah-olah dia sedang berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu.
"Coba hubungi Ayumi! Mobil ini mirip dengan mobil Ayumi ..." sahut Sion cepat.
Sion menengadahkan wajahnya menatap Aso dan menggeleng kuat, "Yang sering dia pakai memang RR merahnya. Namun aku pernah melihat super car putih seperti ini di halaman rumahnya, karena kebetulan saat kita mau berangkat ke China saat itu, aku sempat pergi ke rumahnya."
Ayumi? Benar, aku pernah melihat super car putih yang sangat mirip di garasinya saat itu. Apakah itu benar-benar Ayumi? Dan hal buruk apa yang akan terjadi padanya? Lalu ... mengapa mereka menargetkan Ayumi dan mengatakan jika wanita itu adalah wanita yang aku snyangi? Aku rasa ada hal yang aneh ...
Batin Aso berpikir keras.
"Ayo, Aso! Hubungi Ayumi ..." ucap Sion kembali.
Ucapan dari Sion seketika membuat raut wajah Aso berubah. Dia segera mencari nomor ponsel Ayumi dan menghunginya. Namun sayangngnya nomornya sedang tidak aktif. Dan hal ini semakin membuat Aso dan Sion merasa semakin yakin, jika wanita yang dimaksud nomor asing itu adalah Ayumi.
"Sion, ikut bersama denganku! Kita pakai mobilku saja ... dan tolong ambil alih kemudi! Karena ada sesuatu yang harus aku lakukan!" ucap Aso segera memasuki mobilnya dan duduk di kursi samping kemudi.
Sion mengangguk dan segera memasuki mobil Aso dan duduk di bangku kemudi.
__ADS_1
"Jalan saja dulu. Aku akan mencari tau sesuatu ..." perintah Aso sembari melakukan sesuatu dengan miny computer miliknya.
"Okay!" sahut Sion segera menyalakan mesin mobil dan mengemudikannya.
Selama beberapa saat Aso masih saja berkutat dengan miny computer itu untuk melacak keberadaan Ayumi saat ini. Hingga akhirnya Aso menemukan titik terakhir dimana ponsel itu aktif. Yaitu di sekitar gunung Fuji Fujinomiya, prefektur Shizuoka.
"Kita pergi ke arah gunung Fuji Fujinomiya, Sion!" titah Aso masih mengamati layar kecil itu.
"Okay!"
.
.
.
Aso mencari tau di sekitar lokasi yang dicurigainya. Hingga akhirnya dia mendapatkan sebuah berita jika ada sebuah super car putih yang mengalami kecelakaan tunggal cukup parah dan mengakibatkan sang pengemudi kritis.
Pada awalnya mereka membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun karena fasilitas medis yang kurang lengkap, akhirnya mereka membawanya ke rumah sakit yang lebih besar di Tokyo. Tepatnya di The University of Tokyo Hospital.
Aso dan Sion segera kembali ke Tokyo dan mendatangi The University of Tokyo Hospital. Dan benar saja, rupanya disana memang ada seorang pasien dari kecepakaan tunggal yang sedang kritis.
Hanya ada seorang wanita yang menungu di depan ruang ICU. Dia juga ditemani oleh beberapa pengawal. Dan Aso sangat mengenali siapa wanita itu. Dia adalah asisten pribadi Ayumi.
"Dimana Ayumi?"
Sebuah pertanyaan dengan nada tergesa segera dilontarkan oleh Aso tepat ketika dia sudah berhadapan dengan wanita itu.
"Nona Ayumi masih di dalam dan belum sadarkan diri. Keadaannya sungguh sangat kritis." sahut sang asisten terlihat sangat khawatir.
Aso melenggang begitu saja dan berniat untuk memasuki ruangan ICU. Dia berniat untuk melihat kondisi Ayumi dan berusaha untuk menolongnya dengan mata dewa serta pengobatannya.
Namun tiba-tiba saja seorang pria dengan jas almamater putih kebanggannya sudah berdiri dengan tegap di depan pintu ICU. Dia menatap tajam Aso dan berkata penuh dengan penekanan.
__ADS_1
"Ruangan ini tidak boleh sembarangan dimasuki oleh orang luar kecuali tim medis dan pihak keluarga pasien. Tuan Aso! Aku harap kamu bisa mematuhi dan menghargai peraturan dari rumah sakit ini!" tandas pria itu penuh penekanan.