
"Maaf ..."
Sebuah kata yang cukup wajar diucapkan oleh Aso, karena dialah yang salah kali ini menurutnya Dia berjalan dan tidak fokus untuk melihat jalan karena suasana hatinya yang kurang baik. Dan pada akhirnya dia malah menabrak Nara hingga gaun tanggungnya yang berwarna peach lembut basah dengan noda kemerahan karena terkena tersiram red wine yang baru saja dia ambil dari meja bar.
Nara tidak menjawabnya dan berusaha untuk membersihkan bagian depan yang basah itu. Namun masih saja tetap basah dan meninggalkan noda yang cukup kontras. Hingga akhirnya Aso mengantarkannya ke toile.
"Dokter Nara, apa kamu membawa pakaian ganti?" tanya Aso ketika mereka berada di depan pintu toilet wanita.
Nara menggeleng pelan dengan ekspresi pasrah. Mau menyalahkan Aso, tapi dia juga meleng saat berjalan hingga malah menabrak Aso. Begitulah pikir Nara. Mau mengabaikan dan tetap mengenakan gaun itu, tapi pakaian itu cukup basah dengan noda yang terlihat. Mau meminta ijin pulang? Tentu saja Nara akan merasa sangat segan terhadap Yeji, karena Nara saja baru datang 15 menit yang lalu.
"Kebetulan aku membawa beberapa pakaian. Tunggu sebentar disini ..."
Tanpa memberikan kesempatan Nara menjawabnya lebih dulu, Aso berlalu begitu saja untuk mendatangi parkiran mobil di basement hotel. Dimana dia membawa beberapa pakaiannya malam ini, karena setelah meninggalkan kediaman keluarga besar Rin, Aso langsung mendatangi hotel ini.
Aso memilih kemeja terkecil miliknya dan segera kembali untuk menemui Nara. Dia bahkan terlihat sangat terburu-buru untuk segera menemui Nara yang saat ini menunggunya.
"Pakailah ini ... ini adalah pakaian terkecilku." ucap Aso menyodorkan pakaian tersebut untuk Nara.
Tidak menjawabnya, Nara menerima pakaian tersebut dan segera masuk kembali ke dalam toilet wanita.
Sempat terbuai dan seolah kembali ke masa lalu, parfum dan aroma khas tubuh Aso yang begitu familiar selama ini tentu saja masih menempel pada pakaian tersebut ... jujur di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ada rasa rindu yang masih bersarang ... meskipun rasa bencinya terhadap Aso juga tak kalah besar.
Tiga tahun bersama menjalin kasih bukanlah waktu yang sebentar. Ada begitu kenangan bersama terukir dengan manis. Ada janji bersama yang pernah terucap ... meski pada akhirnya kandas begitu saja. Jodoh? Siapa yang tau? Pria yang pernah berjanji akan menikahinya, rupanya malah menikahi gadis lain? Sangat menyesakkan hati ...
"Hanya meminjamnya sebentar saja. Aku akan mengembalikannya kelak." gumam Nara mengancingkan kancing terakhir kemeja berwarna putih itu dan berkata untuk menghibur dirinya sendiri.
Meskipun itu adalah pakaian dengan ukuran terkecil milik Aso, namun tentu saja masih sangat kebesaran jika dikenakan oleh Nara. Perbandingan tubuh mereka cukup jauh. Nara bertubuh mungil dan ramping dengan tinggi badan 165 cm. Sementara Aso? Mungkin tubuh Aso berukuran dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan tubuh Nara.
CEKLEKK ...
__ADS_1
Dengan wajah yang masih menunduk, Nara keluar dari toilet wanita. Dan rupanya Aso masih saja menunggunya disana dengan raut wajah merasa bersalah dan khawatir.
"Kebesaran ya? Maaf ... padahal itu pakaian terkecil milikku." ucap Aso menatap Nara yang kini terlihat lebih menyerupai seorang siswi SMP karena pakaian yang kebesaran.
"Terima kasih sudah meminjamkannya untukku. Aku akan segera mengembalikannya setelah mencucinya nanti." Nara berkata datar dan lirih tanpa menatap Aso. "Aku akan kembali menyusul mereka." imbuhnya melalui Aso begitu saja.
Aso menghela nafas kasarnya ke udara menatap kepergian Nara. Sungguh situasi yang terjadi sangatlah rumit untuknya. Dan mungkin hal canggung akan semakin sering terjadi kelak, karena mereka akan lebih sering untuk bertemu sebagai partner kerja.
Baru berjalan beberapa langkah untuk kembali menyusul para tamu pesta lainnya, lagi-lagi Aso malah mendengar suara ponsel barunya berbunyi.
TRING ...
[ Misi 5 : Menyelamatkan seluruh rekan kerja tuan dari bahaya yang saat ini sedang mengancam. Misi kali ini tidak memiliki batas waktu, namun keselamatan dan nyawa mereka tergantung atas pergerakan tuan Aso. Jadi lebih cepat bergerak dan menyelesaikan misi, maka akan lebih baik. ]
Aso mengernyit membacanya. Padahal Aso sudah ganti dengan ponsel baru, namun tetap saja aplikasi aneh yang berwarna kebiruan itu sudah terinstal begitu saja di dalam ponsel berlogo Cherry itu.
"Bahaya apa yang sedang mengancam mereka, Ryuk?" tanya Aso meminta sedikit petunjuk.
"Sangat berbahaya, namun tidak terlihat mencolok. Hhhmm ..." di lorong sepi itu, Aso berpikir keras untuk memecahkan misinya kali ini.
"Itu artinya bahaya itu bukanlah sebuah serangan dari penjahat secara terang-terangan. Dia lebih ke bergerak secara sembunyi-sembunyi, tidak mencolok agar tidak aksinya tidak diketahui orang lain ..."
Gumam Aso masih berusaha untuk memikirkan bahaya macam apa itu, hingga akhirnya sepasang matanya membulat sempurna karena mulai memikirkan sesuatu.
"Celaka!! Aku harus segera menemui mereka!!" gumamnya langsung berlarian di sepanjang koridor dan bergegas mendatangi Yeji dan seluruh rekan kerjanya.
.
.
__ADS_1
.
Di ruangan VVIP itu Aso melihat Yeji dan beberapa rekan kerjanya. Dan beberapa diantaranya yang Aso kenal dari para pentolannya adalah sersan Sion, dokter Nara, aktris besar dan Brand ambasador Melody, pengusaha sukses dan berkarakter Ayumi, Yui pemilik dari Shimizu Auto yang merupakan salah satu sponsor terbesar yang juga mencintai fashion serta produk yang dikeluarkan oleh Kawai Group.
Mereka semua terlihat berbincang bersama sambil menikmati wine mewah. Terlihat beberapa waitress yang baru saja mengantarkan beberapa menu masakan mulai meninggalkan ruangan. Dan saat itulah kecemasan Aso semakin membuncah. Terlebih saat melihat beberapa dari mereka yang mulai menyantap hidangan itu.
"Semuanya! Jangan sentuh makanan dan wine itu!!" tandas Aso yang membuat seisi ruangan ruangan terkejut.
"Aso? Ada apa? Mengapa kamu berkata seperti itu?" tanya Yeji meletakkan segelas wine yang baru saja akan diminumnya, namun dia gagal meminumnya karena kehadiran Aso yang mengejutkan.
"Tuan Aso, kamu terlambat sekali. Ayo bergabung bersama ..." Melody yang baru saja meneguk sedikit wine miliknya menyapa Aso dengan ramah.
Namun belum sempat Aso menjawab kedua gadis cantik itu, tiba-tiba Melody menjatuhkan gelasnya dan memegangi perutnya yang kesakitan.
"Nona Melody, apa kamu baik-baik saja?" Sion yang duduk tepat di samping Melody bertanya penuh rasa khawatir.
"Perutku rasanya sakit sekali ... akhhh ..." pekit aktris cantik Melody masih memegangi perutnya yang kesakitan.
Belum selesai menangani masalah Melody, kini tiba-tiba Ayumi juga merasakan hal yang sama. Lalu diikuti oleh beberapa orang lainnya yang mengeluh hal yang sama.
Bersambung ...
...🍁🍁🍁...
Bonus visual Nara
__ADS_1