System Penakhluk Wanita Cantik

System Penakhluk Wanita Cantik
Selalu Diremehkan


__ADS_3

Tokyo Golf Club, 11 AM.


Sebuah mobil sport merah menyala mulai memasuki kawasan tersebut. Terlihat Aso dan Yeji mulai keluar dari mobil mewah tersebut. Mereka mulai memasuki Tokyo Golf Club ini melalui pintu utama.


Tokyo Golf Club adalah salah satu klub golf bergengsi yang ada di Tokyo. Bisa dibilanggolf club ini adalah yang tertua di wilayah Kanto. Namun meski sudah cukup tua, tempat ini sudah beberapa kali direnovasi hingga menjadi tempat yang menakjubkan.


Dan perlu diingat, jika klub ini hanya untuk khusus anggota saja (member-only club). Namun, tamu yang diundang atau diperkenalkan oleh anggota klub boleh bermain pada hari kerja. Dan Yeji adalah salah satu anggota khusus di tempat ini. Dan kali ini dia mengundang Aso untuk menemaninya bermain golf bersama Melody dan Ayumi.


Terkadang banyak kompetisi besar yang pernah dihelat di tempat ini, seperti Japan Open dan Japan Women's Open. Lapangan golf ini dirancang khusus dan menjadi oasis di dalam kota yang mudah diakses dari Tokyo.


Beberapa lapangan golf terbaik di Jepang memiliki pemandangan mempesona. Dan salah satunya adalah tempat ini! Biaya penggunaan tempat ini tentunya juga sangat fantastis!


Tak lupa Yeji dan Aso juga mulai mempersiapkan beberapa peralatan golf seperti sarung tangan, sepatu golf, tas golf, dudukan dan bola golf, tongkat golf, alat umur jarak dan beberapa benda lainnya.


Setelah itu mereka mulai menemui Melody dan Ayumi untuk menaiki Electric golf carts untuk menuju tempat yang akan mereka pilih untuk bermain golf bersama.


Namun karena Aso meninggalkan ponselnya di dalam mobil. Akhirnya Aso meminta ijin untuk mengambilnya terlebih dulu, dan mempersilakan ketiga wanita cantik itu untuk memilih tempat betmain golf lebih dulu.


"Huft ... baiklah! Segera ambil ponselmu dan susul kami ya!" dengan berat hati Yeji berkata. "Ayo, kita berangkat dulu!" imbuhnya memberikan perintah pada seorang asisten yang akan mengemudikan Electric golf carts-nya kali ini.


Ketiga gadis itu sudah berlalu menaiki Electric golf carts, sementara Aso segera mendatangi parkiran kembali. Tidak ada sesuatu yang aneh terjadi, hingga pada akhirnya dia tidak sengaja menabrak seorang gadis ketika hendak menyusul Yeji kembali.


DUAKK ...

__ADS_1


"Ahhh ... bahuku ..." pekik gadis itu memegangi bahu kirinya. "Tuan, apa tuan tidak punya mata?! Mengapa berjalan sembarangan dan menabrakku seperti ini?!" imbuhnya menengadahkan wajahnya menatap Aso.


"Maaf ... aku sedang terburu-buru, tapi malah menabrakmu, Nona." sahut Aso spontan saja meminta maaf karena merada bersalah.


Namun ketika pandangan mereka berdua saling bertemu, keduanya merasa sangat tidak asing. Gadis bertopi itu menarik salah satu sudut bibirnya dan mulai memperlihatkan senyuman menyebalkan.


"Wow lihat siapa ini yang datang ke tempat olahraga golf mewah ini? Tempat ini hanya bisa didatangi oleh orang-orang kaya saja! Lalu ... apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini, Aso?! Apa kamu juga kerja sampingan jadi petugas keamanan di tempat ini juga? Atau ... jangan-jangan kamu sedang menemani tante-tante kaya yang haus belaian ya? Ahaha ... pasti setelah bercerai dengan mantan istrimu kamu jadi seperti gelandangan ya ..."


Gadis dengan pakaian sport yang cukup sexy dan minim itu tertawa meremehkan Aso. Dia adalah Mimi, saudara sepupu Rin.


"Rin! Coba lihat siapa yang aku temui saat ini ..." imbuhnya lagi menahan tawa saat memanggil Rin yang kebetulan datang ke Tokyo Golf Club bersama dengannya.


Beberapa saat seorang gadis dengan sebuah T-Shirt press body berwarna putih yang dia padankan dengan rok pendek berwarna senada menghampiri mereka berdua. Dia juga ditemani oleh seorang pria yang selalu digandengnya. Gadis itu adalah Rin. Dan sudah bisa dipastikan jika pria itu kemungkinan besar adalah Ryo.


Rin menatap Aso dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dengan tatapan aneh. Tidak ada yang salah dari penampilan Aso, karena Aso yang dia kenal biasanya memang selalu berpenampilan rapi seperti itu.


"Tentu saja dia bekerja dong, Rin! Apa lagi jika bukan itu? Dia mana punya banyak uang untuk datang dan menyewa tempat ini? Bukankah untuk membelikan pakaian untukmu saja dia tidak mampu saat itu?! Ckk ..." Mimi tertawa renyah kembali dan menatap Aso dengan remeh.


"Aso? Apakah pria ini yang saat itu menggantikan diriku untuk menikahimu, Sayang? Suami palsumu saat itu?" pria yang berdiri di samping Rin menerka-nerka dan terlihat sangat tidak menyukai Aso.


"Benar. Dia adalah Aso. Dia yang menggantikanmu saat itu, Sayang." jawab Rin seadanya.


"Tidak aku sangka, aku bisa bertemu dengan dia disini. Rasanya sudah lama aku menahan diri untuk bisa bertemu dengan dia dan ingin menghajarnya! Apalagi saat mendengar ceritamu saat kamu mabuk, Sayang ... pasti pria miskin ini sudah mengambil kesempatan untuk menyentuh tubuhmu. Aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja! Aku harus memberikan pelajaran untuknya!!"

__ADS_1


Geram Ryo terlihat murka serta dipenuhi dendam dan amarah yang membuncah. Kini dia melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah Aso untuk melampiaskan amarahnya.


Meskipun terlihat sangat santai dan tidak bersiap sebelumnya, namun serangan Ryo bisa dipatahkan dengan mudah oleh Aso. Bukan hanya itu saja, Aso juga sedikit mengeluarkan kemampuannya dengan memplintir tangan Ryo. Ingat, hanya sedikit saja!


KRAKKK ...


"Arrgggghh ... keeparat!! Berani sekali kamu menyentuh dan melukaiku?!! Aku akan membuat perhitungan denganmu!!" Ryo memekik dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman Aso.


"Aso! Apa yang kamu lakukan?! Lepaskan Ryo! Kamu benar-benar keterlaluan!!" kali ini Rin berusaha untuk menarik Ryo menjauh dari Aso.


"Apa? Keterlaluan? Lalu jika dia yang melukaiku, apa itu juga bisa disebut keterlaluan? Padahal dia yang menyerangku terlebih dulu bukan? Aku hanya berusaha untuk melakukan perlindungan untuk diriku sendiri. Dunia itu kejam! Ibaratnya ... hanya ada membunuh atau dibunuh. Menindas dan ditindas. Aku hanya melakukan sesuatu untuk melindungi diriku sendiri. Aku rasa itu tidaklah keterlaluan ... bukankah seperti itu, Nona Rin?'


Jawab Aso dengan nada bersahabat, namun sukses membuat ketiga orang itu semakin kesal.


"Aso!! Ingat siapa dirimu!! Kamu tidak pantas melakukan semua ini!! Kita jelas sangat berbeda denganmu! Dan orang berkuasa itu selalu menggenggam segalanya! Apa kamu tau, kedua orang tua Ryo adalah penanam saham terbesar di Tokyo Golf Club ini !" tandas Rin menekankan. "Dan sebenarnya hal ini hanyalah salah satu bisnis kecilnya saja! Kamu bagaikan lalat di hadapan kami!"


"Ckk ... baru penanam saham saja bukan? Itupun milik kedua orang tuanya! Bukan milik dia! Lalu ... apa hebatnya dia? Bahkan dia meninggalkanmu disaat kalian seharusnya melangsungkan pernikahan, bukan? Apa kamu melupakan semua itu, Nona Rin? Pria seperti dia sungguh tidak bisa diandalkan. Ahhhh tidak-tidak ... dia sangat cocok denganmu yang sangat sombong. Kalian sangat serasi!" ucap Aso diakhiri sebuah senyuman tipis.


"Aso!! Lihat saja!! Kamu akan ditendang dari tempat ini!! Ryo, cepat suruh orang-orangmu untuk mengusir pria miskin dan tidak tau diri ini!!" ucap Mimi kesal bukan main.


"Tentu saja!! Pengawal!! Seret dia keluar dari tempat ini dan hajar dia!!" titah Ryo memerintahkan beberapa pengawal.


"Baik, Tuan!" sahut beberapa pengawal patuh.

__ADS_1


Namun belum sempat mereka melakukan pekerjaannya, seseorang datang dan menghentikan para pengawal itu.


"Tunggu!!"


__ADS_2