
"Yeji, kamu tidak datang ke perusahaan hari ini. Apa ada masalah?"
Aso yang sedang mengemudikan mobilnya menghubungi Yeji dengan salah satu earpiece yang sudah terpasang di salah satu telinganya.
"Aku hanya merasa sedikit kurang sehat. Maaf jika merepotkan kamu hari ini, Aso ..." suara Yeji terdengar begitu berbeda dari biasanya. Jika biasanya Yeji selalu berbicara dengan nada ceria dan bersemangat, kini dia terdengar tidak bersemangat dan lesu.
"Apa kamu sedang menginginkan sesuatu? Aku akan mengirimkan sesuatu untukmu jika kamu mau."
"Tidak perlu, Aso. Asisten rumahku sudah menyiapkan semuanya dan mengurusku dengan baik." tolak Yeji yang sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Aso karena merasa malu dan suasana hatinya yang sedang benar-benar kacau dan berantakan.
"Oh, baiklah kalau begitu. Semoga kamu lekas sembuh. Yeji ... aku akan mengambil cuti selama 3 hari. Aku akan pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu."
"Cuti? Kamu mau pergi kemana?"
"Aku akan pergi ke Hokkaido dan memeriksa sesuatu. Dan saat ini aku sedang dalam perjalanan ke bandara untuk segera pergi kesana. Maaf jika terlalu mendadak dan meninggalkan Kawai Group dalam 3 hari ini, tapi ini sudah terlalu mendesak."
"Hhm. Baiklah. Pergilah dan berhati-hatilah, Aso. Jangan lupa untuk segera kembali dan mentraktirku bersama Honey memakan yakitori." sahut Yeji berusaha untuk bersikap ceria.
"Aku akan segera kembali dan mentraktir kalian."
Panggilan itu berakhir, dan Aso segera memasuki kawasan bandara untuk melakukan penerbangan ke Hokkaido. Karena sebelumnya Aso sudah mencari tau tentang Ryo dan melacak keberadaannya saat ini dengan kemampuannya.
Terlihat seorang wanita cantik berambut sebahu sedang menunggu Aso di ruang tunggu. Senyumnya mengembang saat melihat kehadiran Aso. Dia adalah si sersan cantik Sion yang diajak oleh Aso untuk pergi ke Hokkaido dalam penangkapan Ryo. Karena biar bagaimanapun penangkapan penjahat hanya bisa dilakukan oleh aparat kepolisian.
"Hallo ... akhirnya kamu datang, Aso ..." sapa sersan cantik Sion penuh binar.
"Gomen, karena harus merepotkan kamu untuk ikut bersama denganku ke Hokkaido, Sion."
"Tidak masalah! Anggap saja sedang berlibur! Ayo! Pesawat penerbangan ke Asahikawa akan segera take off!" ajak Sion melenggang bersemangat dan menyeret koper kecilnya.
...🍁🍁🍁...
Beberapa saat berlalu, dan kini pesawat yang dinaiki Aso dan Sion sudah mendarat di Bandar Udara Asahikawa, yaitu sebuah bandar udara regional berlandasan pacu tunggal di Hokkaido, Jepang yang berada di antara kota Asahikawa dan Higashikagura. Bandara udara ini termasuk dalam bandar udara kelas kedua.
Mereka segera memesan sebuah taxi dan mendatangi desa Biei. Perjalanan yang mereka tempuh adalah 20 menit untuk sampai di desa tersebut.
"Biei adalah salah satu desa terindah di Jepang yang terletak di Hokkaido. Alam pedesaan yang cantik lengkap dengan perbukitan dan pegunungan yang indah serta suasana yang segar dan akan membuatku merasa lebih santai dan melupakan sejenak hiruk-pikuk kesibukan yang biasa aku lakukan di kota besar. Terima kasih karena sudah mengajakku datang ke tempat ini, Aso ..."
__ADS_1
Ucap Sion membentangkan kedua tangannya menatap panorama indah di hadapannya setelah mereka turun dari taxi.
"Akulah yang seharusnya berterima kasih karena kamu bersedia untuk menemaniku dalam pencarian Ryo, Sion." sahut Aso yang juga sudah berdiri tepat di samping Sion, menatap lurus ke depan menatap ke arah yang sama.
Saat ini adalah musim panas, terlihat perbukitan di desa Biei yang indah dan berwarna-warni dengan banyaknya bunga-bunga indah yang bermekaran.
"Sebaiknya kita mencari penginapan dulu sebelum mulai bergerak dan melanjutkan pencarian." ucap Aso mengalihkan pandangannya melihat ke arah perumahan dengan bangunan-bangunan sederhana.
"Setuju. Ayo!"
Mereka mencari penginapan di sekitar dan akhirnya menemukan sebuah penginapan yang cukup bagus dengan panorama yang indah. Mereka memesan 2 kamar yang saling bersebelahan.
.
.
.
Saat ini langit sudah gelap. Setelah beristirahat sejenak dan mengisi perut bersama di restoran di dekat penginapan, akhirnya Aso dan Sion kembali ke kamar masing-masing. Mereka memutuskan untuk kembali melanjutkan rencana pencarian Ryo setelah esok hari tiba.
Ponsel Aso berbunyi ketika dia baru saja memasuki kamarnya. Dia meraih benda pipih dari dalam saku pakaiannya untuk memeriksa pesan itu.
"Apa kamu akan memberikan misi padaku selarut ini, Ryuk?" celutuk Aso mengira jika itu adalah salah satu misi dari Ryuk. Dia duduk di tepian pembaringannya dan segera membuka kunci ponselnya.
[ Tidak, Tuan. Untuk saat ini masih belum ada misi tambahan untuk tuan Aso. ] jawab Ryuk.
Aso, ketua Yu dan keluarganya berniat untuk datang lusa ke rumah utama. Bagaimana ini? Aku tidak ingin menikah dengam ketua Yu. Aku tidak ingin menerima lamarannya. Nara.
Membaca pesan dari Nara, kini Aso segera menghubunginya. Tidak terlalu lama menunggu, panggilan itu sudah diangkat oleh Nara.
"Hallo, Aso ..."
"Nara, jangan khawatir. Aku akan segera menyelesaikan urusanku di Hokkaido dan segera kembali. Jika kamu harus menikah, maka akulah yang akan menikahimu! Bukan dia ..."
"Hhm. Tapi ... apa yang sedang kamu lakukan di Hokkaido? Mengapa kamu tidak memberiku kabar jika kamu sedang bepergian kesana?"
"Ini terlalu mendadak. Aku bahkan langsung berangkat setelah pulang dari kantor dan rumah sakit. Aku akan memberitahumu saat aku sudah kembali."
__ADS_1
"Hhm. Baiklah ..."
"Uhm, Nara ..."
"Ya ..."
"Ini sudah larut, segera tidur dan istirahatlah. Aku berjanji akan segera menyelesaikan urusanku dan kembali."
"Baiklah. Sampai jumpa ..."
"Sampai jumpa ..."
Tepat saat panggilan itu berakhir, Aso kembali meraih pakaian hangatnya dan meninggalkan kamarnya.
Sebaiknya segera bergerak dan mencari tau tentang dia! Semakin cepat menemukan dia, maka akan semakin baik. Aku juga harus segera kembali ke Tokyo.
Batin Aso yang kini sudah berada di depan kamar Sion. Tidak mau membuang-buang waktu, kini Aso mulai mengetuk pintu kamar Sion. Setelah menunggu selama beberapa saat, akhirnya pintu mulai terbuka. Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu berdiri di balik pintu.
Namun Aso cukup terkejut saat melihat Sion yang berpenampilan sangat berbeda dari biasanya. Malam ini Sion sudah memakai gaun malamnya yang cukup minim dan membuatnya terlihat sexy dan menggoda.
Kedatangan Aso sebenarnya juga cukup membuat Sion terkejut dan merasa aneh. Karena penampilannya saat ini tentunya.
"Aso? Mengapa kamu datang tiba-tiba malam ini? Apa kamu ... sedang membutuhkan sesuatu?" Sion cukup terkejut akan kedatangam Aso yang sangat tiba-tiba.
"Sion, apakah kamu sudah merasa mengantuk dan lelah? Maukah kamu menemaniku malam ini?"
Pertanyaan Aso seketika membuat wajah putih Sion merona. Pikiran liar seketika mulai menguasai dirinya karena ucapan tersebut. Bahkan dia mulai menatap pakaiannya kembali dan sedikit menutupi bagian dada yang memiliki desain cukup rendah.
"Sion ... bagaimana? Apa kamu bisa?"
Ucapan Aso sukses membuyarkan angan Sion buyar dan dia segera menjawabnya dengan tergagap. Seorang sersan Sion yang biasanya selalu tegas dalam segala hal, begitu gesit dan cerdas dalam meringkus penjahat, kini terlihat begitu gugup.
"Aku bisa ... aku bisa, Aso."
Bersambung ....
__ADS_1