
Rumah sakit sudah penuh dengan wartawan bagaimana tidak berita kecelakaan anak dari seorang pejabat, itu akan meraih keuntungan besar untuk media. Bilal datang ia langsung di serbu oleh wartawan, Bilal tak mengeluarkan satu katapun ia takut salah bicara. dengan di bantu oleh security Bilal akhirnya bisa langsung masuk ke rumah sakit.
" ada apa ini." tanya Bilal.
" itu wartawan ingin tau kabar terkini soal anak pejabat tadi dok."
" astaghfirullah senang sekali wartawan kepoin hidup orang."
" itu cara mereka mencari uang dok". ucap asisten Bilal. Bilal tertawa kecil ia lupa jika mobil pejabat tergores sedikit saja berita akan mencuat heboh melebihi berita zambo di televisi itu.
" bagaimana perkembangan pasien." tanya Bilal kepada perawat yang menunggu di sana.
" masih sama dok belum sadarkan diri." Bilal berjalan sedikit cepat langsung masuk ke ruangan ICU di mana pasien di letakkan.
Bilal memeriksa dengan detail ia harus lebih teliti lagi, berharap juga pasien cepat sadar. Bilal menatap wajah dari pasiennya itu, kepalanya di perban leher di perban juga di beri penyangga selang infus menjulang kemana-mana. miris menyedihkan.
" Berikan dosis sedikit tinggi agar ia cepat sadar, setidaknya pasien bisa sadar terlebih dahulu". kata Bilal.
" baik dok". Bilal masuk ke dalam ruangan nya ia memeriksa data pasien juga hasil CT scan semalam. beruntung rumah sakit ini sudah sangat modern hingga bisa dengan cepat hasil pasien mereka peroleh.
Terdengar pintu ruangannya dibuka, ya Bilal lupa mengunci pintunya Sherly masuk dengan menenteng satu paper bag entah apa yang Sherly bawa.
" Sarapan dulu yuk aku bawa untuk mu." dengan cepat Bilal menghubungi asistennya agar masuk, Bilal tak ingin terjadi fitnah.
" terima kasih Sherly aku sudah sarapan tadi bersama istri ku."
" ini masakan kesukaan mu Bilal."
" maaf sekali Sherly aku sudah sarapan, kamu bagikan saja dengan yang lain ".
__ADS_1
terdengar pintu di buka Bilal merasa lega Aldi datang . Jika tidak pasti Sherly akan lebih lama mengajaknya mengobrol.
" nah itu ada Aldi makan saja bersama Aldi aku sudah kenyang terima kasih untuk semua". Aldi kemudian duduk ia ikut makan di samping sherly Bilal sibuk dengan penelitian data pasiennya. Terlihat sherly yang sedikit kesal ia kemudian pamit pergi Bilal hanya berdehem saja.
" Aldi menurut mu bagaimana dengan pasien kita ini."
" berdoa saja dok semoga masih ada harapan meskipun sangat tipis sekali". ucap Aldi.
" ya kecelakaan nya sangat parah, kepalanya pun terbentur di aspal semoga ia tidak amnesia jika di beri kesembuhan."
" aamiin ".
" ada berapa banyak pasien yang di rawat hari ini Aldi ".
" lumayan sih dok, namun sudah di tangani oleh dokter magang semua. aman".
" tidak dok hanya sakit biasa tak ada yang perlu operasi, dokter jaga semua masih bisa menangani hanya satu yang berat anak pejabat itu." ucap Aldi lagi.
" Jadi saya bisa pulang cepat kan."
" bisa dok jika ada darurat nanti akan saya hubungi dokter, beruntung nya ya Bu arsi punya suami seperti dokter sangat perhatian penuh kasih sayang ". ucap Aldi memuji Bilal.
" Bukan arsi yang beruntung tapi aku Aldi, dia cinta pertama ku. aku menyukainya sejak duduk di SMA, ia sederhana tapi bisa membuat hatiku berbunga setiap waktu. beruntung ia bisa menjadi jodohku, bahkan setiap hari aku di buat jatuh cinta padanya"
" wah jadi penasaran dengan kisah cinta dokter Bilal ".
" tak ada yang spesial sih, bisa kamu baca di novel Rahim Untuk Suamiku aku dan arsi ceritanya terselip sedikit di situ tapi kisah mba Najwa dan Faras lebih heroik menguras hati dan pikiran bikin yang baca jadi cenut-cenut. seru,,, suwer"
" pak dokter bisa juga bercanda ya".
__ADS_1
" dokter juga manusia aldi, sama seperti mu hanya saja Allah menitipkan ilmu untuk ku agar aku bisa membantu orang-orang di sini." Aldi salut dengan Bilal ia tak pernah sombong dengan dirinya yang sebagai dokter.
" oke deh akan aku baca sebelumnya ".
" harus itu Aldi mengisi rebahan mu tapi jangan lupa setelahnya lanjut berdzikir ".
" siap dokter ".
Ayah dari pasien itu pun datang ia ingin memastikan keadaan anaknya, dari kemarin yang menunggu di rumah sakit adalah anak buahnya istrinya pun pulang karena tak bisa terlalu lama di rumah sakit. pejabat itu mencari keberadaan dokter Bilal kemudian staf menelepon akhirnya Bilal meminta masuk ke ruangan nya.
" Maaf dok saya ingin menanyakan, bagaimana anak saya".
" Kita tunggu ya pak sembari berdoa, semua kuasa Allah pak. semoga anak bapak lekas sembuh, kita tunggu hingga ia siuman nanti akan terlihat bagaimana proses selanjutnya. anak bapak kuat semalam ia bisa melewati masa kritisnya".
" lakukan yang terbaik dokter berapa pun biayanya akan saya bayar".
" insyaAlloh pak kami akan maksimal mengobati anak bapak, kami minta tolong bantu doa agar anak bapak segera sadar." Aldi hanya mendengar kan saja.
" baik dok pasti kami akan berdoa demi kesembuhan anak saya". pejabat itu kemudian pamit ia ingin melihat anaknya yang masih di rawat.
" Andai saja nyawa itu bisa di beli dengan uang maka orang kaya bisa menyelamatkan semua keluarga nya, tapi tidak ngga ada jaminan garansi nyawa kita itu Aldi. jadi gunakanlah dengan sebaik mungkin apalagi kamu masih muda. ".
" iya dok, horang kaya dengan mudahnya ia mengatakan berapapun biayanya akan saya bayar. mudah-mudahan uangnya bukan dari hasil korup**, lihat berita di televisi makin ngeri ya jadi pejabat itu. tak mau ah jadi pejabat."
" ya memang kita butuh yang jujur tapi jika orang baik semua tak ingin jadi pejabat karena takut khilaf lalu siapa yang akan jadi apa akan di isi dengan orang-orang seperti itu. ngalamat negara akan hancur Aldi, makanya kita perkuat semuanya dengan iman. jika iman kita sudah kuat insyaAlloh kita bisa amanah dalam mengemban tugas. Yuk kita visit dulu tak akan habis jika membicarakan ini, yang jelas kita introspeksi diri kita ya. semoga para yang di beri amanah semua bisa amanah dan negara kita bisa makmur." ucap Bilal.
Mereka lalu pergi untuk visit pasien sudah waktunya Bilal juga akan pulang lebih cepat ia butuh istirahat lagi. Keadaan di luar pun masih sama ramainya para wantawan masih berkumpul demi mengetahui berita terkini. Satu persatu pasien Bilal kunjungi, ia memberi semangat kepada semua pasien tak ada yang tidak mungkin untuk kesembuhan jika Allah berkehendak yang penting sebagai manusia kita harus ikhtiar semaksimal mungkin. Untuk hasil kita serahkan semuanya pada Allah.
___
__ADS_1