
Seharian Bilal menemani arsi di rumah, mereka tidak keluar sama sekali dan berpesan kepada bibik jika bukan keluarga yang bibik kenal Bilal tak mengizinkan nya untuk masuk.
" bik katakan jika kami masih istirahat jika ada seseorang yang bibik tidak kenal. kalau keluarga terdekat kami, bibik boleh naik ke atas panggil Bilal". ucap Bilal ia benar-benar ingin harinya untuk arsi.
" iya tuan dokter nanti bibik akan jaga rumah."
" terima kasih banyak ya bik". bibik mengangguk dan Bilal pamit naik ke atas.
arsi masih berada di depan kaca ia akan mengeringkan rambut nya setelah mandi pagi namun lebih siang. Bilal meraih hairdryer di tangan arsi, arsi tersenyum hari ini ia sangat di istimewakan suaminya. Arsi tau jika itu adalah siasat suaminya agar ia tak sedih, sebisa mungkin arsi tak sedih demi menjaga kekecewaan suaminya. Bilal bersikeras untuk membuat arsi agar terus bahagia.
" terima kasih ya mas."
" untuk apa sayang".
" untuk hari ini, arsi tau mas sengaja ambil cuti untuk arsi. arsi tau mas tak ingin arsi bersedih, maafkan arsi". Bilal mencium kepala arsi.
" kamu pantas mendapatkan semua ini sayang, kita tak boleh bersedih semua sudah berlalu. Cinta kita akan terus abadi meski ada badai yang teramat kuat menghantam kapal kita yang sedang berlayar".
" iya mas insyaAlloh, kita akan sama-sama menjaga kapal ini". Bilal menggendong arsi ke ranjang.
" mas, arsi berat".
" mas kuat sayang, kamu belum terlalu berat. Meskipun mas tiap hari hanya memegang jarum suntik tapi mas selalu kuat untuk mu". arsi terkekeh Bilal berputar-putar sembari arsi masih berada di gendongan nya.
" mas arsi takut jatuh". Bilal lalu meletakkan arsi di ranjang, ia juga takut jatuh.
" Istirahat sayang, kamu harus banyak istirahat, supaya lekas pulih". pinta Bilal.
" mas, seharusnya mas tak melakukan ini kepada Arsi. arsi kuat mas tak selemah yang mas bayangkan. Asal mas terus berada di samping arsi, soal anak kita akan terus mencobanya. ".
" mas memang menginginkan seorang anak sayang tapi mas lebih menginginkan mu dalam keadaan sehat, soal anak itu Allah yang memberikan kita tak kuasa." arsi tersenyum ia sangat bersyukur sekali memiliki suami seperti Bilal yang selalu bisa menjaga hatinya.
***
Terdengar suara bel rumah berbunyi bibik langsung keluar membukakan pintu. ada wanita dengan membawa paper bag, bibik tidak mengenal nya ia ingat yang Bilal katakan jika ia tak mengenal ia tidak boleh menerima tamu.
__ADS_1
" ada apa ya mba". tanya bibik memandang intens dokter Sherly.
" saya ingin bertemu dokter Bilal dan arsi, apakah orangnya ada".
" maaf mba dokter berpesan ia tak mau menerima tamu siapapun, mereka sedang beristirahat mba".
" saya ini teman Bilal juga dokter kandungan nya arsi, tolong panggilkan tuanmu". Sherly memaksa masuk, namun bibik bersikeras tak membukakan pintu.
" maaf kan saya nyonya saya tak bisa membantah perintah tuan, lebih baik anda pulang sekarang dan jika ingin bertemu tuan buatlah janji terlebih dahulu".
" dasar pembantu tak tau diri, saya akan minta Bilal untuk pecat kamu". bibik menggeleng wanita itu sungguh tak menghargai bibik sama sekali. bibik tetap terus tak membukakan pintu rumahnya.
" awas kamu ya." bibik hanya diam, kemudian Sherly pulang karena bibik dan security berusaha mengusir Sherly.
" sombong sekali Bilal dan arsi itu, lihat saja apa yang akan saya lakukan".
Sherly berjalan sembari menghentakkan kakinya ia kesal tak bisa menemui mereka. Sherly berniat memberi simpati pada arsi jika ia keguguran untuk kedua kalinya. namun Bilal tak akan membukakan pintu jika bukan keluarga inti yang datang, ia tak ingin di ganggu kebersamaan nya dengan arsi.
Sherly melajukan mobilnya ke mall, ia belanja untuk mengalihkan kekesalannya. Di saat Sherly mengambil makanan untuk stok dalam kulkas nya ia bertemu mama nya Bilal yang juga sedang berbelanja.
" Sherly..." panggil mama
" Alhamdulillah baik, kamu sendirian." tanya mama, mama mengenal Sherly karena Sherly pernah datang ke rumah nya dan mama Sherly adalah temannya mama Bilal.
" baik juga Tante, ". Sherly menunjukkan senyumnya yang paling anggun.
" kamu buru-buru tidak kita ngobrol sebentar yuk, Tante haus".
" oh tidak Tante, Sherly memang hari ini libur ". mama senang ia tersenyum lebar.
" bagaimana keadaan mama mu sayang ".
" mama baik Tante, ".
" sudah lama saya tak bertemu dengannya, jadi kangen. oh ya kamu sudah menikah".
__ADS_1
" belum Tante, belum bisa move on dari Bilal. Sherly pulang Bilal malah sudah nikah".
" iya Bilal memilih istri atas pilihannya sendiri Sherly, sebenarnya mama mau kamu jadi istrinya Bilal tapi ternyata kalian tidak berjodoh ". mama tertawa.
" jika saja Bilal mau saya mau kok Tante jadi istri keduanya ". Sherly tertawa ia seakan bercanda.
" kamu nih bisa aja Sherly, menjadi istri kedua itu tak mudah Lo".
" saya tau Tante,". Sherly tertawa merasa dirinya bercanda padahal dalam hatinya ia serius. Sherly sedang memancing mama supaya Bilal di mintanya untuk menikah dengannya.
" Bilal sampai sekarang belum punya anak, padahal Tante sangat merindukan cucu tapi belum rezeki nya Tante."
" arsi pasti tak menjaga kandungan nya, sudah dua kali loh Tan ia keguguran. "
" iya ya, kok bisa hingga dua kali keguguran padahal ketika di periksa kan arsi itu sehat dan subur.".
" Sherly juga ngga tau Tante mungkin memang juga mereka belum di ijabah untuk punya momongan." Sherly membela arsi.
" gimana kerja di rumah sakit sini sher".
" Alhamdulillah senang Tante, Sherly betah."
" kamu masih tinggal di apartemen, ".
" iya Tante memang mau tinggal di mana, di sini Sherly tak punya keluarga,". mama memang sengaja datang untuk acara dengan teman-teman SMA nya. dulu mama tinggal di kota ini tapi setelah menikah ia di bawa oleh papa ke desa suaminya.
" makanya cepat menikah sherly supaya bisa tinggal di rumah suamimu."
" doakan saja Sherly Tante, Sherly sampai sekarang belum laku gara-gara menunggu Bilal". Sherly tertawa ia berlagak bercanda.
" maaf kan Bilal ya, ia memilih arsi. aku juga ngga tau apa yang membuat Bilal terlalu mengagungkan arsi padahal kan kamu jauh lebih baik dari pada arsi".
" Tante bisa saja, mungkin karena memang arsi itu cantik Tante.".
" iya cantik, tapi ngga bisa memberikan Tante cucu "
__ADS_1
" semoga Tante lekas punya cucu".
" Amin terima kasih Sherly kamu memang paling baik". Sherly tersenyum ia jadi kebanggaan mama nya Bilal sejak dulu. namun memang Bilal tak pernah menyukai Sherly meskipun dia cantik wajahnya campuran, ibunya Indonesia dan papa nya Jerman. Keduanya asyik mengobrol hingga pulang.