
Semua pasien sudah selesai Bilal periksa ia pamit kepada dokter dan penjaga jika dia akan pulang karena harus istirahat. Bilal semalam kurang tidur karena menangani operasi. Direktur utama rumah sakit itupun mengizinkan, dokter juga manusia ia butuh istirahat untuk stamina. Sebenarnya di sediakan rumah dinas tapi Bilal tak mau ia hanya ingin tetap pulang bertemu arsi istrinya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, arsi memang tak mau di belikan apa-apa. Bilal mampir ke toko bunga sebentar ia membeli bunga kegemaran arsi. lewatlah Bilal depan toko buah, ada biah alpukat sudah masak bagus-bagus Bilal menghentikan mobilnya lalu membeli untuk stok di rumah. selain itu buah alpukat juga bagus untuk ibu hamil.
Bilal tak memberitahu arsi jika ia pulang, arsi sedang berbaring di depan televisi sembari melihat acara pagi yaitu masak-masak. Terdengar suara mobil berhenti di halaman, arsi ingin duduk tapi tak bisa pinggang nya terasa sakit. kembali arsi rebahan lagi
" sus tolong lihat siapa yang datang sus". ucap Arsi.
" iya Bu". suster berjalan membukakan pintu, ternyata Bilal tuannya.
" Di mana istri saya sus".
" ada di depan televisi dok".
Bilal berjalan menemui istri nya, arsi tidak tau jika Bilal hanya sebentar saja di rumah sakit. Di letakkan nya bunga di depan mata arsi, arsi terkejut ia langsung melihat wajah suaminya.
" mas sudah pulang ". tanya arsi ia berusaha duduk.
" Berbaring saja sayang tak usah duduk mas di sini."
" maaf arsi tak tau jika mas pulang lebih cepat, kenapa mas tak dinas."
" Mas ke rumah sakit hanya memeriksa pasien semalam sayang, Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya hanya belum sadar". ucap Bilal.
" terima kasih bunganya mas, ini cantik sekali".
" secantik istriku ini". arsi tersenyum.
" lalu bagaimana dengan pasiennya mas tinggal pulang ". tetap saja keperdulian arsi terhadap orang lain berlebih.
" Ada banyak dokter yang jaga, hanya menunggu sadar saja semuanya sudah bagus. Sudah tak perlu memikirkan pasien mas, mas sudah lakukan yang terbaik dan maksimal. mas pulang karena mau istirahat sayang, semalam tenagaku terkuras habis. apa tak senang jika mas pulang hmmmm..."
" Senang mas sangat senang".
" kita ke atas yuk mas gendong".
" tak apa nih, masih kuat gendong arsi sekarang arsi gemukan loh mas". arsi terkekeh Bilal sudah mengangkat tubuh nya.
__ADS_1
" kita buktikan ya mas masih kuat tidak." arsi cekikikan suaminya masih kuat menggendongnya hingga ke atas. Sebenarnya arsi menahan rasa sakit pada pinggang nya, entah ia juga tak tau kini sakit itu pindah ke punggung. meski tak terlalu tapi itu tetap sakit rasanya.
" berbaring saja mas cari sendiri baju ganti nya". Bilal melepas kemeja hanya menyisakan boxernya saja ia benar-benar ingin istirahat.
" mas orang hamil itu apa sering merasakan sakit-sakit pada badannya ya." tanya arsi.
" tidak semua sayang, orang hamil juga merasakan hal yang berbeda dalam dirinya. ada yang pinggang punggung atau kakinya yang sakit, tapi kita juga harus waspada jika sakit nya lumayan harus periksa ke dokter. tadi sudah minum obat, kenapa tanya begitu memang apa yang kamu rasakan sayang". tanya Bilal ia mulai merebahkan tubuhnya di ranjang.
" hanya kadang pinggang arsi sakit mas tapi hanya sebentar, arsi rutin kok minum obatnya". Bilal mencubit hidung istrinya yang mancung itu.
" Kalau sakitnya tak tertahan periksa ke dokter ya, mas juga dokter tapi mas bukan ahlinya hanya ngerti sedikit saja sayang ". Bilal menyisipkan rambut arsi kebelakang.
" tak apa kok mas sakit biasa apa mungkin karena arsi kurang minum ya".
" bisa jadi orang hamil juga harus banyak minum air putih sayang, jaga kesehatan ya mas mau kamu sehat sayang". arsi mengangguk ia lalu berusaha mencari tempat ternyaman di pelukan suaminya.
***
Mama datang ke rumah sakit ia ingin bertemu Bilal, mama tidak tau jika Bilal sudah pulang. mama bertanya pada satpam di depan.
" Saya mau bertemu anak saya Bilal di mana ruangan nya ". satpam memindai penglihatan nya ia melihat mama dari atas sampai bawah.
" maaf Bu dokter Bilal sudah pulang ".
" apa seharusnya ini jadwal praktek dia".
" iya Bu tapi dokter sudah pulang dari tadi." mama kecewa rasanya jengkel.
" Tante..." panggil seseorang mama mengenal suara nya.
" Sherly..." Sherly menghampiri mama yang datang.
" kenapa Tante cari Bilal ".
" iya mumpung saya lagi jalan ke sini sekalian ketemu Bilal."
" iya Tante saya antar ke ruangan nya." pak satpam ingin memberitahu tapi sherly menghentikan ucapan pak satpam. ya sudah pak satpam diam saja.
__ADS_1
" Aldi di mana dokter Bilal."
" tak ada dok sudha pulang". jawab Aldi yang sedang membereskan data pasien di ruang kerja Bilal.
" jangan bohong Aldi ini saya bawa mama dokter Bilal katakan jika ia ke sini mencarinya".
" Dokter Bilal sudah pulang dokter sherly, ngapain saya bohong ngga ada untung nya tapi dosa".
" awas ya kalau bohong." Sherly keluar menemui mama.
" dasar Mak lampir". ucap Aldi sembari wajahnya menirukan wajah monyet.
" sus tau dokter Bilal".
" dokter Bilal sudah pulang sejak tadi Bu."
" loh tumben ada apa ya sus apa sakit "
" tidak dok, semalam dokter Bilal operasi hingga larut jadi setelah visit pasien beliau pulang mau istirahat.".
" maaf Tante ternyata Bilal tak ada ia di rumah".
" okey coba saya hubungi sebentar". berkali -kali mama menelepon tapi tak di angkat oleh Bilal karena Bilal sedang tidur bersama arsi lupa menghidupkan suara handphone hanya getar saja. karena saking lelahnya Bilal da arsi tak bangun hingga mama kesa.
" tuh anak kemana sih di telepon tak di angkat."
" ada perlu apa sebenarnya Tante."
" tidak ada sih cuma pengen ketemu saja, mumpung saya ke arah sini".
" datangi saja ke rumahnya Tante jika ada yang penting."
" ya sudah terima kasih ya sherly sudah menemani Tante, Tante pamit mau ke rumah Bilal dulu."
" iya Tante sama-sama, maaf tak bisa menemani lebih lama sebentar lagi akan ada praktek Sherli".
" ta apa-apa sayang Tante ngerti kok."
__ADS_1
Mama keluar rumah sakit ia bergegas datang bertemu Bilal. Ingin tau kabar Bilal langsung. Sebenarnya Bilal punya jadwal untuk berkunjung ke rumah nya juga Abah, tapi saat mereka jalan ke kota ini selalu mampir ke rumah. tak jauh perjalanan rumah ke kota hanya memakan waktu satu jam perjalanan saja.
___