
" huueeek." lagi arsi tak bisa menahan nya.
Bilal kemudian masuk melihat Arsy didalam, ia memijat tengkuk leher arsi agar bisa keluar semua yang ingin di muntahkan. Bilal sungguh khawatir, arsi terlihat lemas dan sedikit pucat.
" mas periksa ya sayang ". panik Bilal ia mengambil snelinya.
" jangan mas, arsi tak apa mungkin lelah saja. ini juga dokter Zaskia sudah membawakan obat." arsi lalu mengambil obatnya, Bilal penasaran obat apa yang arsi minum berbeda dengan obat kemarin. arsi mengambil air minum lalu di telan nya obat dari dokter Zaskia, obat penguat kandungan juga anti mualnya.
Bilal merebutnya ia seorang dokter pasti paham obat itu masih dalam bentuk tablet jadi terbaca obat apa itu, berbeda dengan obat yang di beri Sherly di masukkan di dalam botol dan bilal percaya saja .
" kenapa mas jangan di ambil ini obat arsi." bilal melihat dan membaca, Bilal tersenyum girang ia lalu memeluk arsi erat.
" Alhamdulillah, terima kasih sayang." ucap Bilal.
" kenapa mas ."
" terima kasih atas perjuangan mu sayang." Bilal mengusap perut Arsi.
" apa maksud nya mas."
" jangan berpura-pura sayang kamu hamilkan." tanya Bilal.
" kamu tau mas saat dokter zakia menyatakan jika arsi hamil, arsi senangnya luar biasa. arsi di antar oleh mba Zahra untuk menemuimu memberitahu padamu jika aku hamil. tapi kenyataannya yang aku terima adalah kehancuran mas hatiku tercabik-cabik mendengar kenyataan yang ada. sakit mas rasanya." arsi menitikkan Air mata dadanya cukup sesak.
" maafkan mas sayang." Bilal memeluk Arsi , di dalam pelukan itu Bilal menangis. miris hati arsi ketika melihat Bilal menangis dalam pelukannya sebenarnya ia tau bukan niat Bilal yang sebenarnya untuk menyakiti arsi. arsi ingin membalas pelukannya namun ketika mengingat kejadian kemarin ia urungkan rasa sakit hatinya masih terasa.
Bilal sangat bahagia tak hentinya ia mencium wajah arsi, namun arsi hanya terdiam. seharusnya kebahagiaan ini mereka rayakan bersama namun tidak sesuai yang ia harapkan.
Bilal mengambil handphone ia mau menelepon dokter Zaskia untuk mengucapkan terima kasih. Dokter Zaskia sudah sangat membantu dirinya dan arsi saat ini.
__ADS_1
" ya dokter Bilal ".
" saya mau ucapkan terima kasih dok, kini istri ku hamil aku tak menyangka Allah memberi kami kesempatan."
" Alhamdulillah dokter semua karena kehendak Nya saya hanya perantara saja. jaga dengan baik kondisi arsi dan kandungan nya.".
" baik dokter akan saya lakukan penuh "
" saya ingin bicara dengan anda bisakah ke klinik sekarang".
" ada apa dok". tanya Bilal penasaran.
" kita bicarakan di sini saja tak etis kalau lewat handphone". ucap Zaskia.
" baiklah saya akan segera ke sana." Bilal penasaran ada apa sebenarnya apa ada hubungan nya dengan kehamilan arsi. Bilal mengira kehamilan arsi bermasalah lagi dan berat bagi arsi untuk memiliki anak.
" Mas ada perlu sebentar jaga diri ya,". Bilal mengusap kepala arsi, ia lalu mengambil jaket lalu beranjak pergi. arsi hanya diam membisu tak ingin berbicara meski Bilal pamit. biasanya jika Bilal akan pergi tak lupa untuk arsi Salim.
" Abah tidak mengajar". tanya arsi ia duduk di samping abahnya.
" hari ini Abah libur, ingin istirahat sejenak mumpung putri abah juga ada di sini. Abah kangen sama kamu". ucap Abah mengusap kepala arsi.
" Abah boleh arsi bertanya".
" mau tanya apa putri Abah ini." Abah sudah mengerti maksud dari arsi.
" Jika Nini menyuruh Abah menikah lagi apa Abah akan mau." tanya arsi .
" tergantung masalahnya nak apa, apa yang membuat Nini menyuruh Abah menikah lagi. Karena dalam syariat Islam memang laki-laki boleh punya istri lebih dari satu tapi ada syaratnya kenapa harus menikah lagi." ucap Abah.
__ADS_1
" Apa umi ngga akan sakit hati melihat Abah menikah lagi." tanya arsi lagi.
" itulah syarat utama jika laki-laki mau menikah lagi memang harus dapat izin dari istri pertama agar tidak terjadi dari hal-hal yang tidak di inginkan. Wanita yang salihah akan mengizinkan suaminya menikah lagi tapi laki-laki salih hanya akan memiliki satu istri.".
" tapi arsi tidak Abah, arsi merasa di bohongi Abah arsi merasa di khianati. mas Bilal menikah lagi tanpa sepengetahuan arsi."
" astaghfirullah kenapa bisa begitu apa alasan Bilal menikah lagi."
" karena mama yang saat itu mencoba menyayat nadinya, mama menginginkan mas Bilal menikahi sherly bah. arsi tak bisa memiliki anak untuk itu mama meminta agar mas Bilal punya anak dari wanita lain." ucap arsi terisak di dada abahnya ia bersender abahnya yang sedang duduk.
" Jika itu ada di posisi Abah mungkin Abah akan melakukan hal yang sama, kepanikan yang ada ketika kita melihat ibu yang telah bertaruh nyawa melahirkan nya ingin mengakhiri hidupnya di depan mata kita. Abi tak bisa menyalahkan Bilal nak karena ia sebagai seorang anak di sini, Abah juga tak menyalahkan mu karena kamu sebagai seorang istri yang merasa di khianati. Bilal memang bersalah karena tidak memberitahumu terlebih dahulu tapi pada hakikatnya Bilal sangat menyayangi mu nak,".
" arsi bingung bah apa yang harus arsi lakukan, arsi ingin bercerai saja sama mas Bilal. tak ingin arsi hidup dalam kebohongan lagi." ucap arsi namun ia memegang perutnya karena merasa sangat mual.
" huuueeek." umi menoleh ke arah arsi.
" kamu hamil arsi." arsi mengangguk.
" masyaallah Alhamdulillah nak". umi sangat senang.
" kamu tak bisa bercerai nak kamu sedang hamil. bukan tidak di perbolehkan tapi apa kamu mau anakmu lahir dalam keadaan yatim" ucap Abah. arsi lalu mendongak ke arah wajah Abah.
" iya Abah tak ingin itu terjadi pada anak arsi hiks..."
" Abah tau ini sangat berat untuk mu, pikirkan lah lagi nak atas keputusan mu. istikharah minta pertolongan Allah. Abah tak akan melarang apapun keputusan kamu. tetap jalin silaturahmi apapun yang akan terjadi karena anakmu bagaimana pun ia adalah anak dari suami ku meski sudah menjadi mantan suami". terang Abah, Abah hanya ingin anaknya tidak mengambil keputusan dalam keadaan emosi.
" iya Abah akan arsi lakukan untuk istikarah terlebih dahulu". Abah mengusap kepala arsi lalu mencium nya, kasih sayang Abah nasehat nya sangat di butuhkan oleh Arsi.
" mau makan apa nak." tanya uminya yang selalu begitu senang dengan kehamilan arsi.
__ADS_1
_$
bersambung